Bulan Dan Bintang

Bulan Dan Bintang
Episode 6. Akhir Pekan


__ADS_3

Hari ini adalah hari sabtu, hari dimana Bintang tidak pergi ke perusahaannya karena memang libur. Setiap akhir pekan Bintang selalu menghabiskan waktunya bersama teman-teman komunitasnya di bidang otomotif. Namun pada hari ini Bintang sedang malas pergi, dia ingin istirahat di rumah saja karena badannya memang terasa sakit semua karena aktivitas yang padat selama seminggu ini di kantornya.


Pak Surya dan Bu Ines sedang mengobrol di taman belakang rumah sambil menikmati minuman teh hangat. Rumah mereka mewah sekali terdiri dari dua lantai, yang di dalamnya terdapat empat kamar tidur utama, tiga kamar asisten rumah tangga, bagian belakang rumah terdapat taman kecil dan kolam renang keluarga.


Mereka mempunyai beberapa pekerja, yaitu dua asisten rumah tangga, satu sopir, satu tukang kebun dan dua satpam yang selalu berjaga bergantian di pos satpam.


“Ma, anak-anak pada kemana ?” tanya Pak Surya pada Bu Ines, istrinya.


“Bella ada kerja kelompok di rumah temannya, tadi dia berangkat pagi-pagi ke rumah Sinta. Sedangkan Bintang masih tidur tu di kamarnya,” jawab bu Ines sambil membaca majalah wanita.


“Tumben, Bintang masih tidur, biasanya anak itu sudah pergi bersama teman-temannya,” ucap pak Surya.


“Mungkin dia kecapekan Pa, seminggu ini dia sepertinya bekerja dengan keras membantu papa mengembangkan perusahaan,” jelas bu Ines.


“Iy, benar Ma, Papa lihat anak itu semagat sekali dalam kerjanya dan selalu menunjukkan prestasinya selama memimpin di perusahaan. Papa bangga padanya Ma,” tutur pak Surya bangga terhadap Bintang.


“Jelas dong Pa, anak siapa coba? Anak Mama … “ Bu Ines tidak kalah bangganya sambil mengangkat jari jempol ke arah suaminya.


“Ih mama … anak papa juga lah,” Pak Surya protes pada istrinya.


“Hehehe … iya, iya pa, anak kita berdua, slain tampan dia juga cerdas seperti papanya,” Puji Bu Ines.


“Ehem, ehem … ngobrolin siapa sih mama dan papa ?” tiba-tiba terdengar suara Bintang dari dalam rumah.


“Eh, anak mama sudah bangun rupanya … “ ucap bu Ines pada Bintang.


“Pagi Ma, pagi Pa … “ Bintang mendekati kedua orang tuanya lalu mengambil kue yang ada di atas meja yang sudah tersaji dari tadi.


“Bin, bagaimana kontrak kerjasama dengan klien kita yang dari Singapura dan Korea kemarin ? tanya pak Surya pada Bintang.


“Semua berjalan dengan baik dan lancar Pa, mereka akhirnya mau menandatangani kontrak kerjasama dengan perusahaan kita, “ ucap Bintang menjelaskan pada Pak Surya sambil mengunyah makanan.


“Syukurlah, kamu memang bisa papa andalkan !” Pak Surya mengungkapkan kebanggaannya pada anak laki satu-satunya itu dengan tersenyum.


“Semua berkat kerjasama tim juga Pa,” ujar Bintang.


***


Siang hari Bintang melanjutkan aktivitas tidurnya, namun disaat dia sedang terlelap dalam mimpinya tiba-tiba terdengar getaran bunyi HP dari atas nakas dekat tempat tidur.


Drrrrttt … Drrrrttt … Drrrrttt ….

__ADS_1


Bintang segera meraih HPnya dan melihat siapa yang menelpon dan mengganggu tidurnya saat ini. Rupanya Bella, adiknya, yang menelpon dirinya. Kemudian Bintang mengangkat telpon dari adiknya.


“Ada apa Bel … ?” tanya Bintang.


“Kak, tolong jemput Bella dong di rumah Sinta. Pak Sahril tidak bisa jemput karena harus antar papa dan mama ke tempat pernikahan anak teman mama,” ucap Bella meminta tolong pada kakaknya.


“Ah, mengganggu saja kamu. Kakak ngantuk nih Bel … “ jawab Bintang malas.


“Kakaaaaaakk … ayo dong kak, please … “ rengek Bella terdengar di telpon.


“Iya, iya bawel … tunggu ya, kakak mandi dulu,” ucap Bintang


“Baiklah kakakku sayang yang paling cakep … hihihi, “ kata Bella sambil tertawa cekikikan.


“Hmmm … kalau ada maunya …” jawab Bintang, kemudian dia beranjak menuju kamar mandi dan menutup telpon dari Bella.


30 menit kemudian Bintang sudah sampai di rumah Sinta, Bella pun berpamitan pada Sinta dan dia masuk ke dalam mobil Bintang.


Kruukk … kruukk … kruukk …


Bella segera memegangi perutnya yang berbunyi tadi, rupanya perutnya telah meronta karena lapar.


“Kamu lapar ?” tanya Bintang sambil melirik ke arah Bella yang duduk di sampingnya.


“Yuk, kakak juga belum makan siang. Mau makan apa ?”


“Makan ayam goreng aja ya kak,” Bella memang paling suka makan ayam goreng.


Tidak lama kemudian Bintang membelokkan mobilnya ke dalam mall milik keluarganya. Setelah mobilnya parkir, mereka berdua segera menuju gerai ayam goreng krispi yang sudah terkenal.


Bintang segera memesan paket ayam goreng untuk dua orang dan membayarnya, sedangkan Bella sudah duduk di meja menunggu kakaknya memesan makanan. Bintang akhirya duduk dekat adiknya, dan tidak menunggu waktu lama pesanan sudah datang.


“Silahkan tuan, nona … ini ayam pesanannya. Selamat menikmati,” kata pramusaji yang membawa makanan dan meletakkan ke meja Bintang.


“Terima kasih mbak …” jawab Bella sambil tersenyum.


Mereka akhirnya makan dengan lahap sampai habis, keduanya juga telah menghabiskan minumannya.


Bintang sesaat memainkan ponselnya sambil merasakan perutnya yang kenyang. Namun tiba-tiba pandangannya tertuju pada sosok perempuan berhijab yang duduk di meja paling ujung sedang menikmati makanannya bersama temannya yang juga seorang perempuan.


Bintang seperti pernah melihat dan kenal perempuan itu tapi siapa dan dimana, dia masih mengingat sambil terus memandangi.

__ADS_1


“Kak …” panggil Bella pada Bintang.


Bintang diam saja, rupanya dia tidak mendengar adiknya memanggil.


“Kak Bintaaaangg … !” Bella memanggil kakaknya lagi namun sambil berteriak di dekat telinga Bintang.


“Duh, bikin kaget saja kamu ini. Ada apa sih Bella ?” ucap Bintang dengan mata melotot pada adiknya.


“Bella panggil kakak dari tadi tapi kakak diam saja, pulang yuk … melamun apa sih kak ?” jawab Bella sambil menunjukkan wajah cemberut.


“TIdak, tidak ada apa-apa… siapa juga yang melamun?” Bintang menjawab sedikit gugup.


“Halah tidak mengaku, jelas-jelas kakak tadi melihat ke arah perempuan yang duduk di meja ujung itu kan? Hayooo … hihihi ,” goda Bella


Keduanya sudah berada didalam mobil menuju pulang ke rumah.


“Makanya kakak itu harus punya pacar lagi, biar ada yang menemani makan berdua,” celoteh Bella didalam mobil.


“Kakak lagi malas punya pacar Bel, kakak mau bantu papa dulu mengembangkan perusahaan.” ujar Bintang sambil pandangannya terus ke arah jalan raya.


“Sampai kapan kakak akan sendiri terus, nanti kakak keburu ubanan lho … hahaha,” goda Bella lagi.


“Tapi kakak kan masih terlihat tampan Bel,” ucap Bintang memuji dirinya sendiri.


Akhirnya mereka sudah sampai rumah, pintu pagar dibuka oleh Pak Imam, satpam yang sedang berjaga.


Bintang memasukkan mobilnya ke dalam garasi dan keduanya segera turun dari mobil menuju ke dalam rumah.


Di dalam kamarnya, Bintang rebahan di atas kasur sambil mengingat kembali seseorang yang dilihatnya tadi.


Lalu dia berseru “Astaga, dia rupanya … Iya, betul aku ingat, dia adalah Bulan !!”


“Duh, mengapa harus bertemu anak ceroboh itu lagi sih ?” tanya Bintang dalam hati sambil mengusap kasar wajahnya.


Bintang kemudian menutup wajahnya dengan bantal yang pada akhirnya diapun tertidur.


 


###############


Selamat membaca ...

__ADS_1


Semoga hari kalian menyenangkan readers, jangan lupa like, komentar dan vote untuk author ya ... :-)


__ADS_2