Bulan Dan Bintang

Bulan Dan Bintang
Chapter. 36


__ADS_3

Happy reading ✓


"Lah itu Bintang" beritahu Niko menunjuk keberadaan bintang dan Kanaya bergandengan. Yang lain pun mengikuti arah telunjuk Niko dan memang benar tak jauh dari situ ada bintang dan tunangannya.


"Bintang" panggil Niko berteriak. Si empunya nama menoleh lalu kedua pasangan itu pun berjalan mendekat dan ikut bergabung dengan yang lain.


Dan entah kenapa untuk saat ini bintang, bulan dan juga Kanaya saling diam saat bertemu. Apa itu trik agar tidak ada yang terbawa perasaan lagi. Entah lah hanya mereka bertiga yang tahu.


"Ya ampun nay Lo cantik banget" puji Niko, hal itu juga disetujui oleh yang lain nya. Kecuali bulan yang memang diam saja sedari tadi.


"Ah kalian bisa aja. Terimakasih" ucap Naya dengan nada lembut nya sembari tersenyum.


****


"Selamat malam bagi para peserta yang sudah bersedia hadir diacara prom night pada malam ini, saya selaku MC yang diutus oleh pihak sekolah ingin mengarahkan acara demi acara yang akan berlanjut"


Terdengar riuh dari semua yang hadir ditempat itu, saat seorang MC membuka susunan pada acara malam itu yang akan digelar semeriah mungkin.


"Tenang dulu adik-adik, saya dan tim sudah menyiapkan sebuah permainan yang sangat menarik. Mau tau apa" seloroh para MC Diatas panggung sana.


"Apaan tuh" teriak semua anak-anak yang hadir secara kompak.

__ADS_1


"Oke oke jadi permainan nya adalah Exchange partner" nampak semua remaja yang ada disitu nampak bingung dengan permainan tersebut.


"Tenang-tenang jangan bingung dulu. Jadi gini nanti semua peserta akan diminta berdansa bersama dengan pasangannya masing-masing. Nanti kalau ditengah-tengah dansa lalu lampu dimatikan. Silakan kalian bertukar pasangan. Dan nanti pemenang akan dipilih menentukan dengan keromantisan atau kekompakan saat berdansa, mengerti semuanya" seru MC tersebut.


"Mengerti" ujar semuanya penuh semangat.


Mulailah para peserta dengan pasangannya masing-masing maju ketempat yang sudah disediakan.


"Aduh Reo saya nggak bisa dansa gimana nih" keluh bulan


"Udah tenang aja tetap rileks" pinta Reo, bulan mengangguk. Kemudian ia diminta Reo agar mengalungkan dua Tangannya pada bahu lelaki itu. Awalnya bulan ragu namun lagi-lagi Reo meyakinkan nya. Jadilah saat ini sekarang Keduanya sudah mulai mengikuti irama musik dansa. Dengan bulan yang mengalungkan tangannya pada bahu Reo dan juga Reo yang merengkuh pinggang bulan.


Tak jauh darinya. Sorot mata bintang terus menatap bulan dan Reo yang mulai berdansa. Melihat itu membuat dadanya seakan terbakar rahangnya mengatup keras tanda dirinya marah melihat hal itu.


Peserta lain pun melakukan hal yang sama dengan pasang nya masing-masing, ada yang serius ada juga yang banyak tingkah. Seperti hal nya Ares dan Anita keduanya larut dengan aksinya. Sesekali Ares akan membelai lembut pipi Anita. Tentu saja hal itu membuat pipi anita langsung merasa panas semburat merah sudah menjalar dipipinya. Keduanya merasa malam ini adalah hal paling indah.


Namun berbeda dengan Niko dan Giselle, kedua remaja itu sedari tadi bagai kucing dan anjing ribut dan rusuh. Niko dengan keras kepala nya, dan juga Giselle dengan kebawelan nya membuat kedua pasangan prom night itu terus adu mulut.


"Aduh sepatu mahal gue keinjek gimana sih Lo ah" Giselle Memukul bahu Niko saat dirinya menginjak ujung sepatu yang gadis itu kenakan.


"Bawel banget sih Lo dari tadi. Namanya orang dansa ya beginilah kadang keinjek. Kalo nggak mau keinjek main ayunan Sono" ucap Niko tak kalah sengit. Giselle langsung mendengus kesal.

__ADS_1


Semua peserta nampak hanyut dengan permainan kali ini. Dan ditengah-tengah permainan tiba-tiba saja lampu mati membuat suasana gelap gulita.


"Exchange partner" teriak MC memerintah kan agar semua peserta saling tukar pasangan. Hal itu tentu membuat para peserta memekik heboh. Semua asal comot dan asal tangkap tak perduli siapa itu.


"Tiga, dua, satu," tap lampu kembali menyala saat MC menghitung mundur.


Deg.


Bulan terperanjat, kala menyadari jika pasangan exchange partner nya adalah bintang. Kini keduanya sudah saling merangkul layaknya orang berdansa. Baik bulan maupun bintang tetap diam, seakan hanyut dengan pikirannya masing-masing.


Bintang justru semakin merapatkan tubuhnya pada tubuh bulan. Gadis itu mulai gemetar dibuatnya .


Disisi lain Kanaya mengidarkan pandangannya kesekeliling mencari dimana bintang. Dan Kali ini pasangan dirinya adalah Reo. Naya tidak menolak walaupun tidak nyaman namun ia harus patuh pada permainan Tersebut.


Bulan dan bintang semakin lama seakan ikut terbawa suasana. Dengan alunan irama musik yang seakan makin mendukung. Keduanya makin bertatapan intens, saling menatap bola mata semakin lama keduanya saling tenggelam menyelami bola mata tersebut. Sampai rengkuhan kedua nya begitu rapat dan terlihat sangat romantis Dimata dewan juri dan MC.


Tak. Lampu khusus menerangi bulan dan bintang yang masih asik dengan aksi dansanya. Mereka berdua tidak sadar dengan kondisi disekitar dimana para peserta lain sedang memperhatikan keduanya, saking terbuai dengan tatapan cinta sampai-sampai mereka tidak sadar akan permainan itu sudah usai.


Prok, prok, prok, suara tepuk tangan yang terdengar riuh. Membuat dua remaja itu tersadar dengan kegiatan nya. Bulan dan bintang mengidarkan pandangannya betapa malunya ia ternyata hampir semua peserta sedang menatapnya penuh tanda tanya.


Ada yang menatap nya kagum, menggoda, dan bisik-bisik. Namun tak jauh dari tempat mereka berdiri. Ada Kanaya yang sedang menatapnya penuh kekecewaan dan sesak, bibirnya di gigit kuat bermaksud agar isak tangisnya tidak keluar,

__ADS_1


"Jangan dilihat terus nanti tambah sesak" ujar Reo yang juga ikut memperhatikan disamping Kanaya. Gadis itu lalu melangkah untuk pergi dari situ. Reo memperhatikan langkah Naya yang akhirnya memilih pergi. Karena merasa sesak yang amat menghimpit relung hatinya.


Bersambung. .


__ADS_2