
Happy reading ✓
"Kamu mau kemana" tanya bulan mencekal pergelangan tangan suaminya. Langit tersenyum membelai lembut kepala istrinya.
"Aku ada perlu sebentar" jelasnya, bulan pun memilih tak bertanya lebih lanjut, ia membiarkan langit pergi.
Sesampainya diruangan yang terdapat bintang didalamnya, langit masuk ternyata disana sudah ada Erik dan juga Dimas, sedangkan Alda dilarikan kerumah sakit karena jatuh pingsan diakibatkan shock.
Bintang duduk dengan tangan dan kaki diikat, persis seperti penjahat yang tengah tertangkap basah untuk diadili, Erik dan Dimas menyadari ada Langit tak banyak bicara lebih-lebih lagi Erik, ia justru merasa malu pada lelaki itu karena ulah putranya lah nyawa bulan sempat dalam bahaya.
Langit melangkah maju mendekati bintang, bintang pun kini menatap Langit dengan sorot mata lemah.
Buughhhh satu tinjuan melayang ke pipi bintang sontak membuat susut bibir laki-laki itu robek seketika. Langit langsung mencekik leher bintang dengan mata melotot, ia teringat saat bintang dengan beraninya menodongkan belati pada leher istrinya.
Wajah bintang memerah, nafasnya tersengal akibat cekikan yang dilakukan Langit. Kalau saja Dimas dan Erik tidak buru-buru melepaskan nya mungkin saja bintang akan mati saat itu juga. Tubuh bintang merosot dengan nafas yang menderu, setelah langit melepaskan cekikan nya.
Kemudian Langit langsung pergi meninggalkan orang-orang yang berada Disitu. Dimas dan Erik lagi-lagi menyikapinya dengan maklum, mereka tidak protes dengan aksi yang baru saja dilakukan pada bintang.
****
Saat ini bulan berada disebuah klinik yang terdekat dengan gedung tempat dimana bintang sempat menyandera bulan. disitu juga ada Miranda yang nampak sudah siuman dari pingsannya, Rungan mereka terpisah.
Langit nampak mendatangi ruangan ibunya, Miranda langsung merentangkan kedua tangannya memberi kode agar putranya datang memeluk. Langit mengabulkan dia langsung memeluk tubuh Miranda yang masih terlentang.
"Kamu suka banget sih Lang bikin mami jantungan, permainan kamu yang tadi nggak banget, apa itu kamu bekaga mau loncat segala" rutuk Miranda mengomel karena langit yang berbuat sembrono. Langit hanya terkekeh dan mengusap kepala ibunya.
__ADS_1
"Maaf mami ku sayang, Langit janji nggak lagi-lagi" ucapnya, hal itu membuat Miranda senang.
"Kamu itu mirip papi dulu Lang, gentleman dan pemberani. Makanya mami kamu mau sama papi" jelas papi Edwar bangga. Miranda merotasikan bola matanya.
"Mau karena terpaksa" jawab Miranda sekenanya, Langit hanya bisa mengulum senyum.erasa geli dengan ulah kedua orangtuanya.
"Ya udah kalian Kalau mau lanjutin berantem silakan yah, Langit mau keruang bulan dulu" laki-laki itu langsung keluar dari ruangan Miranda menuju ruangan istrinya.
****
Langit langsung naik keatas ranjang klinik yang saat ini sedang bulan tiduri. Ia meminta istri nya untuk bergeser sedikit agar dirinya bisa juga ikut berbaring disampingnya.
"Sempit Lang ih kamu mah" protes bulan. Langit malah memeluk tubuh bulan erat.
"Lang"
"Hemm" jawab langit, wajahnya sudah ia benamkan pada ceruk leher istrinya.
"Dari mana kamu tahu aku ada ditempat itu waktu sama bintang?" Tanyanya penasaran. Langit langsung merubah posisi. Menjadi terlentang menghadap plafon diatas sana.
FLASHBACK ON.
Langit kamu harus tolongin bulan dia dalam bahaya, bintang yang menculik bulan saya tau dan sempat mendengar rencana dia yang akan membawa bulan pergi, maka dari itu dia mengikat saya disini karena saya berusaha untuk menggagalkan rencananya" beritahu Reo, tentu saja pengakuan yang diberitahukan oleh Reo membuat semua nampak tercengang.
Langit langsung menghubungi nomer seseorang, "halo ren cepet Lo lacak titik koordinat tepat nya ada dimana sama nomer yang gue kirim" titah langit pada Darren si hacker handal.
__ADS_1
"Emang nomor siapa sih, aelah ganggu aja Lo, lagian Lo bukanya malam pertama sama bini Lo, malah ganggu gue mau tidur" ucap Darren kesal.
"Cepetan anjing, Lo nggak kasih hasil nya dalam satu menit, gue penggal kepala Lo" sergah langit kesal. Darren langsung kicep mendengar ancaman tersebut. Dia langsung mengeluarkan laptopnya dengan lincah jari-jemari nya berselancar diatas Mos, untuk melacak keberadaan nomer yang tadi Langit kasih.
Langit mondar-mandir menunggu hasil dari Darren, sesekali ia akan berdecak kesal pada temannya itu karena menurutnya sangat lama memberikan nya info. Padahal belum juga ada satu menit. Tapi untuk saat ini bagi langit satu detik terasa sangat lama.
Benar saja tak lama suara notifikasi masuk dalam ponselnya, Langit memperhatikan kiriman titik koordinat lokasi dimana nomer bintang berhasil dilacak.
"Papi aku berhasil nemuin Titik dimana bintang sama bulan" beritahu nya
"Ya udah ayo kita kesana" kata Edwar. Mengajak serta orangtua bulan dan juga menghubungi orang tua bintang. Sebelum pergi langit mengajak orang kepercayaan keluarga nya dalam hal siapa tahu membutuhkan bantuannya.
Setelah menempuh perjalanan cukup jauh, sesuai titik koordinat dari hasil penelusuran yang dilakukan Darren, langit berhasil menemukan tempat dimana bintang berada, sebuah gedung tak berpenghuni, selanjutnya berjalan masuk perlahan masuk kedalamnya Disusul dengan yang lain.
Langit terus menyusuri tiap ruangan yang ada disitu. Sampai ia menuju keatas dan samar-samar ia mendengar suara rintihan perempuan, jantung langit sempat bergemuruh dia paham betul itu suara istrinya. Sampai Langit melihat satu ruangan yang diyakini ada bulan dan Bintang didalamnya, dengan kakinya Langit langsung menendang kuat pintu yang tertutup itu. Sehingga nampak lah bintang yang sedang mencengkram rahang bulan.
Disaat itu emosi Langit langsung menyeruak saat bintang menodongkan sebuah belati pada leher bulan, 's h i t' langit mengumpat dalam hati, ia juga sempat gentar dengan aksi bintang yang sangat membahayakan. ditambah langit yang melihat sorot mata bulan yang seakan meminta tolong. Hal itu membuat emosi didada langit seketika mencuat ia kesal dengan bintang yang dengan berani menyakiti gadis kesayangannya.
Langit mengikuti bintang yang menyandera bulan dibawah Hujaman belatinya, bintang membawa bulan keatas atap gedung. Langit berfikir keras bagaimana caranya supaya bintang lengah. Makanya dengan memberi kode mata pada orang kepercayaan keluarga Edwar. Langit langsung terjun kebawah pagar pembatas. Padahal dirinya tidak benar-benar terjun, tapi bergelantungan pada sebuah besi.
Disitulah saat bintang lengah karena melihat langit yang dikira terjun kebawah. Hal itu langsung dimanfaatkan oleh orang kepercayaan nya maju menerjang untuk melumpuhkan bintang.
FLASHBACK OFF.
Bersambung. .
__ADS_1