
Happy reading ✓
Suasana dikampus itu nampak sangat ramai. Banyak anak Maba yang berbondong-bondong baru sampai, terlihat begitu antusias dan penuh semangat. Begitu juga bulan gadis itu berjalan menyusuri koridor menuju area lapangan terbuka, tempat dimana diselenggarakan nya acara perkemahan.
"Bulaaaaan" gadis itu berhenti, menoleh kebelakang untuk melihat siapa orang yang memanggil namanya dengan suara menggelegar, dan nampaklah pretty yang sudah nyengir manja
"Cieee kayak nya ada yang udah jadian nih, tadi gue liat Lo makin akrab aja sama Langit" ucap pretty menyenggol lengan bulan menggunakan siku nya.
Kini keduanya kembali berjalan saling berdampingan "Apaan sih" elaknya, bulan mendengus
"Kayaknya si Langit suka deh sama Lo, Btw tapi Lo berdua cocok tau serasi pake banget" kata pretty meyakinkan.
"Yang ada gue empet sama dia" jawab bulan dengan muka malas.
"Hati-hati Lo kalau ngomong, sekarang Lo bilang empet siapa tau ntar Lo malah yang tergila-gila sama dia. Eh taunya si doi udah ogah-ogahan sama Lo. Ucap pretty sok bijak.
"Amit-amit deh" jawab bulan semaunya. Mendengar itu pretty mendesah pelan.
"Kayaknya mata lahir dan mata batin Lo perlu dibuka deh, Lo nggak nyadar Langit itu ganteng parah nggak sih. Denger-denger juga nih yah dia anak pengusaha sukses tau, yang pastinya tajir melintir cuy, kurang apa coba?"
"Kurang didikan dan kurang etika" jawab bulan dengan muka BT nya.
"Ah masa sih " kata pretty tak percaya
__ADS_1
"Emang Lo mau pacaran sama dia?!" Tanya bulan
"Banget" jawab pretty dengan wajah mupeng nya. Alhasil membuat bulan langsung merotasikan bola matanya.
*****
Para anak Maba sudah berkumpul kembali diarea lapangan terbuka, kini seluruh nya dibagi oleh panitia menjadi beberapa kelompok, setiap kelompok nya akan dipandu dengan dua panitia sekaligus.
Pucuk dicinta ulam pun tiba, mungkin itu pepatah yang pas untuk Langit saat ini. Saat pembagian kelompok akan dilangsungkan. Lelaki itu sangat berharap bisa satu kelompok bersama bulan. Dan sepertinya Dewi Fortuna sedang memihak nya,
Mimik wajah bulan mendadak langsung kusut, saat tahu kalau dirinya satu kelompok dengan Langit, jujur saja saat ini ia merasa tidak ingin berurusan dengan seseorang yang bernama langit itu. Entah kenapa moodnya langsung anjlok jika ia berhadapan dengan orang sepertinya.
Tiap kelompok dengan dibimbing oleh panitia mulai bergerak menuju tiap-tiap spot atau bangunan, itu salah satu yang kegiatan ospek lakukan, mengenalkan seluk beluk ruangan disetiap gedungnya.
Laki-laki itu senantiasa akan terus berdiri dibelakang bulan, tangan nya yang jahil sesekali ia gunakan untuk membelai lembut kepala gadis itu.
"Ck" bulan menoleh kebelakang dan berdecak kesal. Saat langit terus mengganggu nya dengan cara membelai kepalanya atau memainkan rambutnya.
Langit terkekeh senang saat bulan sudah menunjukan wajah marah nya, sepertinya bertambah satu lagi hobi langit yaitu membuat bulan marah.
"Jutek banget sih" ucap langit lirih tepat ditelinga bulan. Posisinya masih berdiri di belakang gadis itu, wajahnya ia majukan saat berucap demikian, gadis itu mencoba mengabaikan dengan segala tingkah langit.
Karena dirinya takut jika ia merespon, akan ada kegaduhan membuat yang lainnya atau si panitia bertanya-tanya, dan untungnya posisi bulan berada paling belakang.
__ADS_1
Kedua Kaka panitia meminta agar kelompok tadi kembali mengikutinya. Untuk menuju ke spot ruangan yang lain, karena penjelasan diruangan yang sekarang nampak sudah cukup. Para Maba yang lain mengiyakan dengan kompak dan perlahan berjalan mengikuti panitia dibelakang nya.
Saat bulan juga akan keluar dan ingin mengikuti yang lain, tiba-tiba langit mencekal pergelangan tangannya lalu dengan cepat lelaki itu menutup pintu ruangan lab tersebut. Melihat itu bulan membulatkan mata
"Lo apa-apaan sih Lang nggak lucu , buka nggak!!" Kata bulan memaksa
"Aku cuma pengen berduaan aja sebentar sama kamu" jawabnya enteng
"Langit please Lo jangan seenaknya kaya gini dong" bulan memohon ia takut kalau Kaka panitia sadar akan dirinya yang tidak ikut serta.
"Udah deh Lang buka pintunya gue mau keluar " paksa bulan lagi
"Aku masih pengen disini sama kamu" lelaki itu maju ingin menghampiri bulan. Gadis itu sontak memundurkan langkahnya sampai punggungnya mentok pada tembok. langit kembali mengunci tubuh bulan sembari menatapnya dengan bibir yang tersenyum.
"Langit please jangan macem-macem " ujar bulan yang terlihat sudah salah tingkah. Hal itu dikarenakan langit yang semakin menatapnya lekat
"Kenapa? kamu gugup berduaan sama aku hm?" Langit semakin memajukan wajahnya sampai keningnya sudah menempel pada kening bulan. Hal itu sukses membuat jantung bulan mendadak berdebar tidak karuan. Bulan diam membiarkan pertanyaan Langit menguap begitu saja.
"Jadi pacar ku yah" ucap lelaki itu tulus. Masih menempel kan keningnya pada kening gadis itu.
"E-enggak mau" jawab bulan, langit terkekeh lalu ia memiringkan wajahnya, menghirup aroma parfum strawberry pada ceruk leher gadis itu sesekali akan mencium nya sekilas, tentu saja apa yang dilakukan langit membuat bulan bergetar. Namun aneh gadis itu bahkan tak sanggup melawan. Ia hanya bisa diam terpaku berusaha mengendalikan debaran jantung nya yang makin menggila.
"Langit!!" Desis bulan kesal saat laki-laki itu masih saja menempelkan bibirnya pada ceruk leher miliknya. Lalu dengan sekuat tenaga bulan mendorong dada langit. Sampai lelaki itu mundur beberapa langkah, hal itu tak disia-siakan oleh bulan. Ia langsung berlari keluar dari ruangan tersebut.
__ADS_1
Bersambung. .