Bunga Anak STM

Bunga Anak STM
Dia Kenapa


__ADS_3

Ayu sudah sampai disekolah lebih awal sesuai ucapan Ambar dichat group kemarin. Sebenarnya tidak hanya itu alasan nya, tapi juga dia malas dirumah. Apalagi sampai bertemu ayah nya.


Pagi ini ayu menggunakan masker hitam dan juga hoodie hitam andalan nya. Menutup kepala dengan tudung hoodie itu dan berdiri di dekat gerbang sekolah menunggu para sahabat nya yang bilang kalau mereka hampir sampai.


Sekolah belum ramai bahkan hanya ada petugas kebersihan, orang kantin dan satpamyang baru membuka setiap kelas. Kalau para siswa dan siswi biasa nya datang jika bell masuk sudah dekat, bahkan banyak juga yang terlambat.


Menunggu sekitar tiga menit, ayu melihat motor sahabat nya berjalan kearah nya.


“Gue kira tadi lo penculik yang lagi menyamar bung” Adara memulai pagi nya dengan menghujat ayu.


“Dasar lo, masih pagi aja udah nyari dosa” Ambar menjawab dengan tangan lantang menoyor helm adara.


Meraka berangkat dengan satu motor hari ini, dan Adiba naik motor sendiri.


“Yok bung naik, gue anter sampai parkiran lo” Adiba menarik tangan ayu tanpa mempedulikan keributan duo keong racun itu.


“Kuy” ayu naik keatas motor.


“Dikacangin mulu perasaan” ucap ambar cemberut karena adiba dan ayu masuk gerbang tanpa mengajak dia.


“Makanya lo diem” Adara mengejek dan menjalan kan motor nya juga menyusul keparkiran.


A4 sekarang berjalan santai dilorong koridor. Tidak ada obrolan. Mereka hening, mungkin karena lapar 🤣🤣🤣


“Sarapan apanih cantik” Sapa mbak kantin tempat mereka biasa makan dan lain-lain.


“Eh mbak bentar yaa” Adiba menjawab sopan.


“Makan apa lo pada?”


“ Nasi goreng pedes pake telur dadar. Minum nya susu coklat hangat” Ayu menyebutkan pesanan nya, dan mbak kantin mencatat dibuku kecil.


“Samain aja ya?” Adiba memastikan. Masih ingetkan mereka anti ribet-ribet clup.


“Iya tapi gue gak pedes ya, masih pagi lambung belum kuat” Ambar mengoreksi pesanan nya.


“Jadi, nasi goreng telur dadar 4 mbak tapi satu gak pedes. Minuman nya samaiin aja” Adiba kembali memberitahu mbak kantin itu.


“Oke, ditunggu dulu ya cantik pesenan nya” mbak kantin.


“Sipp mbak, makasih yaa” Adiba dihati pokok nya.


Mbak kantin hanya membalas dengan senyuman kemudia berlalu.


“Kenapa lo bung, pakai masker segala?” Adara dari tadi memang menaruh curiga pada penampilan ayu pagi ini.

__ADS_1


“Oh itu, gakpapa” ayu menjawab seadanya.


“Bung…” Adiba memanggil dengan suara lembut dan menyentuh tangan ayu yang berada diatas meja.


“Kita sahabatan bung, jangan gitu”Ambar memulai drama nya, pada saat tertentu otak ambar kadang bisa diajak kerja sama. Contoh nya pagi ini.


“Iye iye, jangan drama lu pada” Ayu jengkel dan kemudian melepas masker nya.


Sahabat nya terkejut melihat pipi sebelah kanan ayu terlihat merah, sangat kontras dengan kulit putih nya.


“BIBIR SAMA PIPI LU KENAPA?” Teriak adara, berdiri dari duduk nya dan memegang punggung ayu dari belakang.


“Tu mulut apa toa sih” Ayu mendengus mendengar teriakan adara.


“Ayah lo?” Tanya adiba. Dan hanya dibalas anggukan oleh ayu.


“Bung.. sakit yaa?” Ambar bertanya dengan mata tang sudah berkaca-kaca. Memang diantara mereka ambar lah yang paling melow.


“Apasih ini gak sakit tau, udah gue obatin tadi malam bentar lagi juga hilang” ayu berbohong dan sahabat nya juga tau.


Mereka berempat hening dengan pikiran masing-masing.


“Makaanannn datang” Mbak kantin datang dengan nampang ditangan nya.


“Eh ayu cantik kenapa, lagi sakit ya?” Tanya mbak kantin karena melihat wajah pucat ayu.


“Makasih yaa mbak” kali ini ambar yang mengucapkan terimakasih, mereka tidak ingin mbak kantin bertanya lebih banyak lagi.


“Permisi yaa” mbak kantin pamit.


“Nanti kita ke UKS kalau udah buka” Adiba berbicara dengan nada yang tidak busa dibantah.


“Bung, jangan makan pedes dulu ntar bibir lo tambah perih. Makan punya gue aja” Ambar menarik piring yang dihadapan ayu dan mengganti dengan piring nya.


“Pelan-pelan makan nya” ucap adara yang kini sudah kembali duduk dikursi nya.


Ayu tau sekarang para sahabat nya itu sedang dalam mode tidak maudibantah. Oleh karena itu ayu hanya patuh dan tidak ada protes pada mereka.


Mereka makan dengan tenang tidak ada obrolan atau pertengkaran kecil antara Adara dan ambar dimeja seperti biasa nya.


Ayu menunduk dan makan pelan-pelan, dia tau mereka pasti kecewa pada nya karena tadi malam dia bilang baik-baik saja. Padahal tidak.


🌼🌼🌼


Revan memang selalu datang awal kesekolah agar sempat sarapan dulu dikantin. Karena dirumah tidak ada yang memasak.

__ADS_1


Begitu membuka pintu kantin, mata revan langsung terfokus pada empat orang gadis yang kini tengah makan bersama. Namun detik kemudian revan mendengus mengingat tadi malam, bagaimana adiba memarahi nya karena teman nya ayu tidak ada kabar.


Bahkan adiba sampai menuduh yang tidak-tidak pada revan. Tidak tau terimakasih memang.


Revan bergerak kearah warjok alias warung joko, nama warung yang ada dikantin itu.


Setelah memesan, revan bergerak mencari meja kosong.


Keadaan kantin memang tidak ramai, masih banyak meja kosong. Namun revan tetap mencari tempat nyaman dan teman.


Rasa nya seperti orang bodoh saja kalau makan sendirian. Saat sedang melihat sekeliling kanto, mata revan melihatada teman-teman nya dimeja pojok kantin.


“Woi, tumben udah disini? Biasa nya masih ngorok lo pada” Revan menyapa teman-teman nya yang ada dimeja itu.


“Biasa bro, banyak tugas belum beres” Anton yang menjawab. Begitulah kebiasaan mereka.


“Ngerjain bareng-bareng, nanti dikelas” teman nya yang lain menjawab.


“Itu gak ngerjain nama nya tapi nyalin” Revan dkk tertawa.


Pesanan revan sudah dimeja. Masih tampak asap mengebul dari makanan itu, tanda memang baru dimasak.


“Ayo sarapan dulu bro, biat ngebut ntar nyalin nya” Revan dan teman-teman nya kembali tertawa.


Revan memakan nasi goreng nya dan mengedarkan pandangan. Begitu melihat kedepan dia bertemu tatap dengan ayu.


Dia baru sadar kalau meja nya berhadapan dengan meja ayu dkk.


Revan melihat ayu langsung menunduk terkejut, revan mendengus. Dia masih kesal dengan geng A4 itu.


Tapi memang dasar mata laki-laki selalu ingin melihat yang bening-bening, jadilah dia selalu melihat kearah ayu sementara teman-teman nya sedang asyik ngobrol.


Hari ini ayu kelihatan aneh, ya walau tiap hari emang dia aneh. Tapi kenapa dia memakai hoodie hitam dan menutup kepala nya, kenapa gak pakai jaket STM PB seperti teman nya yang lain. Sekilas mata revan memperhatikan teman ayu yang lain, mereka sudah selesai makan hanya tersisa ayu yang terlihat masih mengunyah makanan dengan pelan.


Revan masih memperhatikan ayu namun tangan nya tetap menyuapkan nasi goreng kemulut.


Beberapa detik kemudia ayu mengangkat kepala, mata revan menyipit melihat bagian bibir dan pipih gadis itu.


Revan bukan berniat mesum, tapi dia seperti melihat luka dengan darah yang sudah kering dipinggir bibir.


“Kenapa lagi dia?”Batin revan,mengalihkan pandangan dari ayu.


🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼


Terimakasih telah membaca

__ADS_1


Jangan lupa llike komen dan tambahkan ke favorite ya.


__ADS_2