
...*Happy Reading**🌤*...
Sesuai rencana mereka beberapa waktu lalu, Ayu DKK sekarang sudah berada disalah satu perusahaan swasta yang bergerak di bidang fashion dan platform penjualan online. Gedung nya tidak terlalu besar hanya bertingkat tiga, meski masih terbilang perusahaan swasta baru tapi perusahaan ini sudah cukup terkenal di kalangan masyarakat karena prosuct-product yang mereka tawarkan selalu laku dipasar. Dina, kakak kandung Adiba bekerja disini dibagian pemasaran product. Tapi berhubung Dina dan satu tim nya sudah ada jadwal berlibur ke Bali dia meminta Adiba untuk mengajak sahabat nya melakukan pemotretan untuk mengganti kan dia tentu saja dengan upah yang seharus nya.
“Serius kita bisa pemotreran disini?” Tanya Adara kagum.
“Iya kakak gue udah info ke temen nya juga” Adiba sibuk dengan ponsel nya untuk menghubungi teman sang kakak.
“Halo kak, kami udah di bawah nih” Sapa Adiba pada orang di telefon.
“Oke kak..kita tunggu” Adiba memutuskan panggilan.
”Tunggu bentar, kakak nya mau jemput kesini” Jelas Adiba pada ketiga sahabat nya.
Tidak menunggu lama, seorang wanita cantik datang menghampiri mereka berempat.
”Adiknya Dina ya?” Sapa nya.
“Iya kak, Adiba adik nya kak Dina” Adiba memperkenalkan diri.
”Ini temen-temen aku yang mau pemotretan kak” Ketiga orang itu pun saling memperkenalkan diri.
“Cantik semua eeyy…” Puji nya, menatap satu persatu gadis remaja dihadapan nya.
”Yaudah ayo kita naik, silahkan” Mereka berempat di bawa ke lantai dua.
Sekitaran kantor ini memang terlihat sepi hanya ada beberapa orang yang berlalu lalang, mungkin karena hari minggu jadi tidak banyak yang mengambil lembur.
“Duduk dulu yaa, kakak ambil perlengkapan nya dulu” Dia berlalu kesalah satu ruangan yang ada di pojok.
“Gilak, ruangan nya bagus banget” Adara masih terkagum dengan ruangan kantor yang di design simple tapi terlihat elegant.
“Norak lo ah” Cecar Ambar.
“Nah….ini dia” Silvi keluar dengan membawa beberapa hanger pakaian membuat gadis itu sedikit kerepotan.
“Aku bantu kak..” Adiba langsung berdiri mengambil sebagian hanger pakaian yang ditangan Silvi.
“Thanks” Silvi tersenyum dan meletakkan pakaian yang dia bawa ke meja.
“Nahh…kemarin Dina udah info kalau produk yang mau di poto yang ini” Silvi menunjukkan kemeja abu-abu bergaris lalu mengambil rok span berwarna abu-abu juga.
“Model nya yang mana?” Serentak Adara, Adiba dan Ambar menunjuk kearah Ayu.
“Wahh cantik, udah kayak model beneran” Puji Silvi menatap lekat kearah Ayu.
“Iya kak, temen kami emang bakal jadi model beneran” Jawab Adara.
“Nih dek dicoba dulu baju nya” Silvi menyerahkan setelan pakaian yang dia pegang.
“Ada ruang ganti disana” Ayu mengikuti arah tunjuk Silvi.
“Nah sekarang photographer nya yang mana? Ikut kakak ambil camera dulu” Adara berdiri dengan semangat.
Untuk Adara tidak perlu perlengkapan yang di sediakan, karena dia sudah membawa alat make-up milik pribadi.
Adara sudah kembali dengan kamera ditangan nya.
”Gilak, baru kali ini gue megang kamera mahal” Kagum Adara sambil mengotak-atik kamera yang diberi pinjam Silvi.
Sambil menunggu Ayu selesai bergantu baju mereka berempat mengobrol.
”Kak Silvi kenapa gak ikut holiday ke Bali?” Tanya Adara.
“Kakak gak bisa ikut, karena ada urusan keluarga” Jawab Silvi.
“Ohh gitu, sayang banget yaa kak”
Menit berikut nya Ayu keluar dari ruang ganti dengan pakaian yang sudah berbeda.
__ADS_1
“Model kita Bunga tidak pernah mengecewakan” Ucap Adara menatap kagum pada sahabat nya.
“Serius baju nya ini kak?”
“Iyaa…kita lagi ada project untuk pakaian formal gitu dek, cocok banget di kamu”
“Tapi…pakaian formal nya agak seksi ya kak” Cicit Ayu ragu.
“Hahaha iyaa…sebenernya lebih ke semi formal gitu”
“Cantik kok” Puji Adiba.
“Tapi ada yang kurang..” Silvi tampak berpikir.
”Make-up artist nya siapa?” Tanya Silvi.
“Aku kak” Ambar angkat tangan.
“Nanti make-up agak dibuat sedikit image dewasa boleh gak dek?”
“Emm—boleh kak, gampang itu mah” Adara sudah terpikir kan itu sejak tadi, karena menurut nya muka Ayu terlalu baby face untuk memakai pakaian seperti itu terlihat tidak cocok.
“Okee..aman ya?”
“Aman!” Jawab Adara semangat.
“Nah untuk latar nya kita ambil di sekitaran gedung kantor aja ya”
Akhirnya kelima orang itu berdiskusi untuk menghasilkan karya yang bagus sesuai dengan permintaan dari pihak kantor.
“Nah kita take disini dulu…Ayu ready?” Ayu mengangguk.
“Bunga cantik deh kalau panjang rambut begitu, kelihatan kayak cewek” Puji Ambar.
Demi menciptakan image dewasa pada Ayu, Ambar dan Silvi sepakat untuk memakai kan Ayu rambut palsu panjang berwarna cokelat dan memoles lipstik berwarna merah.
“Gausah lo suruh datar, tu anak muka nya udah dasar nya emang datar..haha” Adiba terkekeh.
“Kelihatan nya Ayu agak pendiem ya?” Cicit Silvi yang berdiri disamping Ambar.
“Iyaa kak, emang agak kurang gizi anak nya”
Mereka bertiga pun tertawa mendengar candaan Adiba, berbeda dengan Ayu yang berpose ala model mengikuti perintah kang foto.
“Nahh….tahan”
Ckrekk!!
“Nicee!!” Pekik Adara kesenangan melihat hasil foto nya.
“Wahh kamera mahal emang beda ya”
“Bukan tergantung kamera nya juga dek, tergantung orang yang moto sama orang yang di foto sih” Ucap Silvi.
“Hehe iyaa kak, ini gimana bagus gak kak?” Adara memperlihatkan hasil foto nya.
“Wahhh…bagus banget ini mah, sekarang kita pindah tempat”
Adiba dan Ambar mengacungkan jempol bangga pada Ayu.
Sekarang mereka berhenti di dekat tangga, Adara langsung mengarahkan gaya pada Ayu.
Ckrekk!!
“Niceee!!” Seru Adara lagi, lalu menunjuk kan hasil foto nya pada Silvi agar bisa dipastikan mau dipakai atau dihapus.
“Iihh bagus juga….” Silvi ikut kegirangan, karena sejak awal dia tidak terlalu berekspetasi tinggi untuk hasil pemotretan kali ini. Yaa karena menurut nya mereka hanya anak remaja yang iseng-iseng dan kebetulan Dina rekan kantor nya merekomendasikan.
__ADS_1
“
“Satu take lagi lah di tangga, ntar gue ambil nya dari atas” Perintah Adiba.
“Nahh…nengok kebawah aja…nah gitu” Seru Adara.
Ckrekk!!
“Yuk pindah lagi, ke rooftop kayak nya bagus” Silvi mengajak mereka untuk menaiki lift menuju lantai paling atas gedung.
“Lo duduk nya nyamping coba” Ayu mengikuti instruksi.
“Eh bentar rambut diginiin aja” Ambar mengatur sedemikian rupa rambut Ayu.
“Hah lebih bagus…tahan yaa”
Ckrekk!!
“Widih, Bunga Kaureen sang model!!” Seru Adiba bangga.
“Cantik banget”
“Iyaa cantik banget”
Ayu hanya mendengus mendengar pujian ketiga sahabat nya, padahal mereka bertemu dengan nya hampir tiap hari tapi tetap saja tidak pernah berhenti memuji nya sampai dia muak.
“Gimana kak?” Tegur Adiba pada Silvi yang sejak tadi masih diam terksesima dengan hasil foto nya.
“Emm—cantik banget, sampai terpesona kakak”
“Hahaha kami aja yang tiap hari ketemu dia masih bisa terpesona apalagi kakak yang baru ketemu” Mereka kompak tertawa mengabaikan Ayu yang masih duduk manis dengan jarak yang lumayan jauh.
“Lanjut gak nih!” Seru Ayu.
“Eh, model nya salting dipuji-puji tuh” Ejek Ambar.
“Emm—satu lagi deh, tapi ini closeup gitu ambil nya dek” Saran Silvi pada Adara.
“Oke kak, kita coba yaa”
”Lo duduk kayak tadi aja!”
“Ambar aturin rambut nya dong” Pinta Adiba.
“Okee nicee”
“Terakhir yaa…tahann”
Ckrekk!!
“Awww seksoy” Ucap Adara bernada centil.
“Lihat deh kak!” Silvi langsung mendekat untuk melihat hasil nya.
“WOW AMAZING!!” Silvi kehabisan kata pujian.
“Ya ampun Bunga…”
“Uncchh cantik baget”
...🌼🌼🌼...
Side story
Semua photo sumber PINTEREST
Gakbisa upload foto banyak-banyak, jadi aku hapus lagi :,)
__ADS_1