Bunga Anak STM

Bunga Anak STM
Gurls


__ADS_3

...*Happy Reading**💕*...


“Mau kemana kamu?” Suara bariton pria dewasa itu membuat langkah Ayu terhenti dan menoleh ke sumber suara, ternyata Ayah nya yang sudah pulang dari luar kota dan berhubung ini hari minggu jadi Ayah nya tidak berangkat kerja.


“Keluar” Jawab Ayu sedaanya, melangkah kembali.


“Saya belum selesai bicara!” Siap, pria itu menaikkan nada suara nya.


“Ck apalagi sih?” Ayu berdecak, sudah malas main drama di siang bolong.


“Selain berandalan kamu juga tidak punya sopan santun” Pria dewasa itu menekan setiap kata nya.


“Here wo go…” Ayu membatin.


“Kenapa tidak menjawab? Apa yang saya ucapkan memang benar kan?” Pria itu kembali mengoceh.


“Iye bener, bener banget. Puas?” Ayu masih menanggapi santai juga karena dia malas berdebat siang ini karena ada kerjaan yang menunggu nya.


“Wah sebangga itu?” Wanita yang juga sedang duduk di samping Ayah nya ikut menyambung.


Ayu tebak pasti wanita itu yang mengompori Ayah nya, kalau tidak mana mungkin Ayah nya ngajak ribut padahal baru pulang dari luar kota.


“Ngaduin apa lagi lo kali ini?” Ayu menatap tajam istri kesayangan Ayah nya itu.


“Bunga yang sopan!” Ayah membentak Ayu, namun Ayu tidak bereaksi wajah nya tetap menatap tajam wanita itu.


“Ck…” Setelah berdecak Ayu berbalik melanjutkan langkah nya menuju pintu.


Kedua orang tua itu melongo, terutama wanita itu yang merasa gagal membuat keributan antara Ayah dan Anak siang ini.


Biasa nya Ayu selalu terpancing emosi kalau wanita itu mengadu hal yang tidak benar pada Ayah nya, tapi kali ini Ayu sangat cuek.


...🌼🌼🌼...


“Lama bener neng nyampe nya” Adara menyambut Ayu yang baru sampai.


“Biasa…ada drama” Jawab Ayu meletakkan tas nya diatas kasur Adiba.


“Bukan nya bokap lo diluar kota?” Adiba yang sedang duduk di meja rias nya bertanya.


“Baru balik tadi pagi….kayak nya” Ayu menjawab ragu karena memang dia tidak tahu kapan pasti nya Ayah nya pulang, Ayu tidak ada keluar kamar berhari-hari selain berangkat sekolah. Karena Ayu sangat menghindari bertemu istri Ayah nya yang sudah pasti berujung keributan.


“Oh gituuu…” Ambar yang menjawab.


“Hari ini kita take photo di jalanan gitu gimana?” Adara mengalihkan topik, takut mood nya Ayu down tidak mau kerja lagi hari ini.


Ya kerja yang dimaksud Ayu adalah jadi model produk Adiba, karena sahabat nya itu selalu memberikan upah pada Ayu jika sudah melakukan pemotreran begitu juga Adara dan Ambar yang ikut serta. Adiba akan memberikan mereka upah untuk pekerjaan sederhana itu.


Ketiga gadis itu selalu menolak jika Adiba memberikan mereka upah tapi Adiba tetap bersikeras memberi upah.


“Sahabat ya sahabat, bisnis ya bisnis” Kalau kata Adiba sih gitu.


“Iya, gue juga cuma jualan rok doang” Adiba beranjak dari meja risa nya menuju etalase yang ada di samping lemari baju nya.


“Kayak rok yang lo pake? Bagus loh” Adara bertanya jenis rok yang akan di jual nanti.


“Bukan, ini mah punya gue” Adiba memberi tahu.



“Nih, lo mau pake sekarang?” Adiba melempar platik berisi rok pada Ayu.


“Ribet gak?” Tanya Ayu,

__ADS_1


“Gak, cuma rok doang kaos item lo gausah diganti” Adiba menjelaskan dan Ayu hanya mengangguk dan bergegas mengganti celan waist jeans nya dengan rok jualan Adiba.


Tidak butuh waktu lama Ayu sudah kembali dengan rok putih yang terpasang dipinggang nya.


“Hari ini kita gada pake make-up bung, gue gak bawa tas ajaib soal nya” Ambar memberitahu Ayu.


“Kenapa gak lo bawa?” Tanya Ayu.


“Gue lagi males, lagian Diba cuma jualan rok. Jadi lo gak perlu di foto sampai ke muka-muka, dari pinggang kebawah aja” Ucap Ambar menjelaskan.


“Oks” Ayu mengangguk paham.


“Kuy lah kita cari jalan yang agak sepi aja” Ajak Adara beranjak dari ranjang Adiba.


“Kuyyyyy!!!!!” Ambar bersorak senang, karena hari ini dia lagi gak tugas jadi tidak membawa beban apa-apa selain tas kecil nya.


Sedangkan Adara harus membawaa tas ajaib nya yang berisi Camera kesayangan.


Setelah 30 menit naik motor akhirnya keempat gadis itu berhenti setelah melihat jalan sepi dan ada gapura besar disana yang sesuai untuk tema hari ini.


“Disini aja” Adara berucap dan turun dari motor nya.


Yang lain juga menyusul Adara yang berjalan menuju dinding gapura besar itu.


“Lo berdiri disini aja jangan nyender” Ucap Adara sambil menyetel kamera nya.


“Kita foto nya dari pinggang kebawah aja kan?” Adara memastikan pada pemilik barang yang akan di jual.


“Iya, dari pinggang aja. Kan cuma rok” Adiba mengangguk.


“Oks” Adara mengarahkan lensa kamera nya pada Ayu yang sudah berdiri dengan latar belakang tembok gapura.


“Mmmmm…..” Adara bergumam lagi berpikir untuk pose kali ini.


“Iya, itu nitip Ambar” Ayu menunjuk Ambar yang duduk diatas motor sambil main ponsel, biasa bikin story IG.


“Lo pegang aja, sekalian kacamatanya pegang juga” Oke si kang foto mulai mode serius.


Ayu sudah memegangi jaket nya menunggu perintah selanjut nya dari kang foto.


Ribet kalau nulis photographer 😬


“Gini pegang nya..” Adara mempraktekkan cara memegang jaket sesuai keinginan nya.


Dan Ayu pun melakukan sesuai perintah.


“Oke gitu…tahan ya” Adara mulai menjepret Ayu.


Cekrekkk


“Gimana?” Adara menunjukkan hasil foto nya pada Adiba.


“Ini Oke” Adiba menunjuk satu foto dari beberapa jepretan Adara.



“Oke, coba lo kembangin rok nya deh” Adara melanjutkan untuk foto kedua.


“Gini?” Ayu memang mengembangkan rok nya tapi gerakan nya sangat kaku membuat Ambar menertawai nya.


“Rileks dong, gada orang lain disini” Adara mengomeli Ayu.


“Sekali lagi, di hitungan ketiga lo baru muter oke?” Adara memberi petunjuk.

__ADS_1


“1..2…3”


Srettt


Ayu memutar rok putih yang dia pakai.


“Ulang ulang, burem” Adara menghapus hasil jepretan nya.


“1…..2….3”


Srettt


“Gimana?” Adara menunjukkan kembali foto nya pada Adiba.


“Nais gurl…” Adiba bertepuk tangan pada kedua teman nya.



“Model kita Bunga tidak akan pernah mengecewakan” Ambar ikut bertepuk tangan.


“Udah kelar ni, langsung balik?” Adara merapikan kamera nya dan memasukkan nya kedalam tas.


“Enak aja balik, gue udah dandan lama hari ini masak langsung balik” Ambar cemberut.


“Lo memang selalu lama dandan, gak hari ini aja!” Adara menjawab ketus.


“Kemana kek gitu ah, males banget dirumah” Ambar menatap melas pada ketiga teman nya.


“Yaudah, caffe biasa aja?” Adiba bertanya.


“Kuyyyy!!” Ambar bersorak senang, dan langsung menaiki motor matic nya.


Begitu juga Adiba dan Ayu yang hari ini satu motor dan Adiba lebih memilih memakai motor matic scoopy nya daripada harus naik motor gede ninja 250 milik Ayu. Yang naik nya ribet kalau menurut mereka apalagi hari ini mereka berdua memakai rok kan gak lucu kalau tebar paha.


Setelah 25 menit mereka sampai lah mereka di caffe tempat mereka biasa nongkrong di weekend.


“Wihh ada kaca ni, perasaan kemaren gada kaca disini” Ambar notice kaca panjang di dekat pintu masuk caffe. Seperti nya sengaja dipajang disana untuk jadi photo both pengunjung caffe.


“Poto kuy!” Ambar semangat mengajak ketiga teman nya untuk berfoto ala-ala, tapi Adiba dan Ayu menolak kedua gadis itu lebih memilih masuk terlebih dahulu.


“Dara poto yuk..” Ambar membujuk Adara yang masih setia berdiri disamping nya.


“Kuy lah!” Ternyata Adara juga tak kalah semangat.


Cekrekkk



“Wah cangtip” Ucap Adara begitu melihat poto mereka berdua di ponsel Ambar.


“Siapa dulu dong…Ambar gitu loh” Ambar membanggakan diri.


“Pede!” Adara menoyor kepala Ambar sepenuh hati.


“Kirim ke gue ya” Ambar mengangguk setuju lalu menarik tangan Adara memasuki caffe krena Ambar baru sadar kalau merek berdua jadi pusat perhatian beberapa pelanggan caffe yang di meja outdoor.


“Loh, Ada Revan…” Ambar berseru begitu melihat kedua sahabat nya sudah duduk di meja yang sama dengan Revan dan Anton.


...🌼🌼🌼...


All pictures source by PINTEREST 👍


Ayulah atuh di vote, utor pengen banget ngerasain di vote itu gimana 😭

__ADS_1


__ADS_2