
...*Happy Reading**🌼*...
**B**aru saja dua hari yang lalu Ayu viral di masyarakat STM PB karena wajah nya yang terpampang nyata di sampuo majalah fashion setempat, sekarang Ayu kembali viral karena nama nya yang dipanggil melalui pengeras suara sekolah.
“Kepada Ayunina Bunga Kaureen, Sebelas TKJ1 diharap segera menghadap keruang BK”
“Kepada Ayunina Bunga Kaureen, Sebelas TKJ1 diharap segera menghadap keruang BK”
Seisi kelas sontak menoleh kearah keberadaan Ayu, mereka menatap Ayu dengan mata penasaran mungkin jika sedang tidak ada guru di kelas mereka semua akan langsung mengerubungi Ayu sekedar bertanya masalah apa yang diperbuat Ayu sampai harus menghadap keruang BK.
Sedangakan tersangka utama memasang wajah datar, dengan santai merapikan buku, peralatan tulis lalu menyimpan nya ditepi meja. Setelah dirasa rapi, Ayu berdiri dan berjalan menuju meja guru.
“Permisi pak, saya dipanggil ke ruang BK” Ucap Ayu izin.
“Buat masalah apa kamu Ayu?” Tanya guru memicing mata.
“Saya juga tidak tau pak” Jawab Ayu santai.
“Yasudah, keluar saja” Mendengar itu Ayu langsung berjalan santai keluar kelas diikuti banyak pasang mata dibelakang nya.
“Psst psstt!” Panggil Adara pelan pada Adiba yang didepan nya.
”Bunga bikin masalah apa?” Adiba langsung menggeleng tidak tahu.
“Oo mungkin Bunga mau di kontrak sama pihak majalah itu ya?” Bisik Adara pelan sambil menutup mulut nya pakai buku.
“Apa itu disana! Bisik-bisik!!” Sentakan guru membuat Adara dan Adiba kembali ke posisi masing-masing.
.
.
Tok tok tok
“Masuk!” Suara perintah terdengar dari dalam ruangan.
“Permisi\~” Ucap Ayu pelan ketika memasuki ruangan.
“Ayu, kemari!”
Ayu menurut, langsung mendatangi meja yang berada di sudut ruangan dan berdiri dengan posisi tegap di hadapan guru BK.
”Kamu tau alasan saya memanggil kamu kemari?” Ayu mengangguk paham.
“Bagus kalau kamu tau, jadi saya tidak perlu menjelaskan panjang lebar perkara nya” Guru BK dengan tubuh berisi itu menurunkan sedikit kacamata nya lalu mengamati Ayu.
“Pertama kali masuk BK dan langsung dengan kasus yang cukup mencengangkan ya nak?” Tidak ada nada menyudutkan dari kalimat guru tersebut.
“Memukuli lima orang murid SMK sebelah sampai babak belur dan dua diantara nya sampai harus masuk rumah sakit” Dikte guru membaca selembar kertas yanh sejak tadi ditanganya.
__ADS_1
“Wow! Impressive” Gumam nya.
“Sebenarnya bapak mau bilang kamu keren, tapi berhubung ini kekerasan yang menyangkut pautkan nama sekolah. Jadi tetap di proses sesuai peraturan yang ada”
“Kamu ingin sendiri yang menghubungi orang tua mu? Atau bapak”
Mendengar kata orang tua, Ayu yang sejak tadi menunduk langsung mengangkat wajah nya menatap nanar kearah guru.
“Kenapa? Tidak berani, yasudah biar bapak saja—“
“Tidak pak!” Ayu menghentikan gerakan guru yang sudah mengangkat gagang telefon yang terletak dimeja nya.
“Tidak pak, biar saya saja yang menghubungi orang tua saya” Gumam Ayu pelan tapi masih bisa terdengar jelas.
“Lakukan, dan mereka harus datang sekarang juga. Saya beri waktu karena orang tua murid dari pihak yang kamu hajar akan datang sebentar lagi” Jelas guru dan mempersilahkan Ayu keluar ruangan untuk segera menghubungi orang tua nya.
Setelah permisi Ayu pun berjalan pelan keluar ruangan, dibalik pintu Ayu langsung berpikir keras.
Orang tua?
Siapa yang harus Ayu hubungi sekarang, tidak ada siapapun yang terlintas dipikiran nya sekarang untuk mewakili kata orang tua.
Hening
Ayu menatap lamat ponsel ditangan nya, apakah dia harus meminta orang tua dari sahabat nya datang? Tapi…tapi pasti mereka sibuk lagi pula Ayu takut melibatkan orang lain dalam masalah yang dia perbuat.
Lalu—bagaimana?
Ayu mengangguk menyetujui pikiran nya dan berlalu dari koridor ruang BK menuju toilet.
.
.
“Maaf pak, orangtua saya hari ini sangat sibuk dan tidak sempat untuk datang kesini” Cicit Ayu pelan, mengelak dari tatapan tajam guru.
“Kamu tidak menghubungi orangtua kamu kan?” Tanya guru penuh selidik.
“Baiklah jika kamu tidak mau menghubungi, biar saya yang hubungi langsung” Dengan gerakan cepat beliau mengangkat gagang telefon dan menekan deretan angka yang sesuai dengan yang tertera di biodata Ayu.
Tutt tuttt tutt
Ayu menghela nafas lega, karena nomor ayah nya tidak bisa dihubungi.
Tok tok tok
“Masuk” Seru beliau.
Pintu terbuka menampak kan seorang wanita dengan make-up tebal dan tidak lupa gincu merah merona di bibir nya memasuki ruangan.
__ADS_1
Ayu tebak—dia ibu dari anak yang beberapa hari lalu dia hajar?
“Oh jadi ini anak yang melukai anak saya sampai harus dirawat dirumah sakit hah!?” Wanita itu langsung menyentak marah kearah Ayu.
“Tenang dulu bu, bisa kita bicarakan dengan baik-baik” Ucap guru menangkan lalu mempersilahkan wanita itu untuk duduk.
“Saya tidak ingin permasalahan ini diselesaikan secara baik-baik, anak kurang ajar ini harus mendapat hukuman yang berat dari pihak sekolah! Bila perlu saya akan seret dia ke kantor polisi!!” Bukan nya tenang, wanita ini justru makin berang.
“Ayo! Kamu ikut saya ke kantor polisi sekarang juga!” Wanita itu menarik kuat lengan kanan Ayu, dan Ayu berusaha menahan agar dia tidak terseret oleh wanita dengan badan berisi itu.
“Ibu bisa tenang? Kalau tidak bisa saya persilahkan untuk keluar dari ruangan saya” Sentak guru geram, wanita ini tidak punya sopan santun bertamu ke tempat orang lain.
“Cih, bapak menyuruh saya tenang setelah melihat wajah anak sialan yang melukai anak saya hah!?” Bentak nya kuat.
Anak sialan? Mendengar ucapan itu dada Ayu bergemuruh kuat, tangan nya mengepal. Andai saja bisa Ayu hendak melayangkan satu tinjuan ke mulut wanita menor itu sekarang juga.
“Cukup! Jaga bicara anda kepada anak didik kami! Kami sudah berusaha untuk beritikad baik mengundang anda kesini dengan tujuan bisa menyelesaikan masalah secara baik-baik tetapi sejak tadi anda tidak punya sopan santun ditempat orang lain”
“Terlepas dari anak didik kami yang melakukan kesalahan, harus nya anda sebagai orangtua juga harus memiliki sikap yang lebih bijaksana untuk menghadapi masalah ini. Tapi sebaliknya anda justru memaki dan membentak anak didik kami”
“Saya tidak peduli! Mana orangtua mu hah!!?” Bentak nya “Saya ingin bertanya langsung, apa yang mereka lakukan sampai gagal mendidik anak seperti ini”
Guru menghembuskan nafas, terlalu geram dengan sikap wanita satu ini.
“Ayu, kamu keluar dan panggil wali kelas mu” Ayu mengangguk pelan.
Belum sempat Ayu berbalik, pintu ruangan sudah di ketuk dari luar.
Tok tok tok
“Masuk”
Pintu terbuka dan menampak pak Rahmat wali kelas Ayu dan seorang laki-laki dibelakang nya, tapi Ayu belum menyadari kehadiran laki-laki tersebut.
“Baguslah pak Rahmat sudah kesini dan…?”
Ucapan guru BK menggantung sambil menatap penasaran pada orang yang berdiri dibelakang pak Rahmat.
“Perkenalkan pak beliau wali dari nak Ayu” Ucap Pak Rahmat memperkenalkan.
Sontak Ayu mendongak, untuk melihat siapa orang yang mengaku wali nya.
Dan begitu bertemu pandang dengan laki-laki itu, Ayu langsung membuang muka marah.
”Anda orang tua nya?”
“Bukan pak, perkenalkan pak saya Kai paman dari Bunga” Dengan sopan Kai menjabat tangan guru BK mengabaikan wanita yang menatapnya diam.
...🌼🌼🌼...
__ADS_1
Udah di up ulang ya ges ya…