Bunga Anak STM

Bunga Anak STM
Menjaga


__ADS_3

Dilapangan olahraga tersebut telah berkumpul sekitar 20 siswa laki-laki


Anak STM PB memandang sengit siswa SMA 15 yang ada dihadapan mereka saat ini.


“Sebelum ada kekerasan, gue mau jelasin. Ada salah paham disini”. Ujar siswa SMA itu yang ada di barisan paling depan. Mungkin dia ketua geng sekolah itu.


“Salah paham lo bilang? Anak STM dipukulin sampai babak belur sama anak SMA lo dan lo bilang salah paham!!?”Fahri, ketua angkatan kelas XII TKR buka suara.


“Gue tau. tapi gue cuma mau ngasih tau kalau anak SMA yang lo maksud itu bukan bagian dari kami” Arif mencoba menjelaskan.


“Oh ya?, lo mau ngelak, jelas-jelas gue lihat dia pakai almamater sekolah lo” Benar, Agil sebagai korban kemarin malam memberitahu mereka kalau anak itu pakai almet SMA 15


“Udah gak usah banyak bacot” Fahri sudah kelewat emosi melihat mereka, sudah salah masih saja banyak omong.


“Ya dia memang anak SMA 15 yang lagi diskorsing sekolah, karena buat onar sebelum nya.” Arif mulai menjelaskan.


“ Gue juga gak mau bikin masalah sama anak STM PB. Geng gue lagi dalam masa pengawasan pihak sekolah, jadi gue gak bisa nyari masalah sementara ini” ya benar begitu, mencari masalah dengan mereka itu tidak akan ada akhir yang baik.


“Trus lo mau kita diem aja?, sorry gue gak terima dengan jalan damai!! Pukulan harus dibalas pukulan kan?” Yang benar saja harus ada perlakuan timbal balik!!


“Gue paham maksud lo, harus ada balasan disetiap perbuatan kan?” Arif berbicara.


“Bawa dia kesini!!” Teriakan arif itu langsung direspon oleh dua orang dari antara mereka dan keluar menuju mobil yang terparkir didepan.


Setelah menunggu beberapa menit dalam keheningan antara anak STM PB dan SMA 15, tiga orang laki-laki berjalan beriringan dan satu orang yang berada ditengah tampak berjalan pincang serta tangan yang terikat tali.


“Gue gak mau ngambil resiko besar yang mempertaruhkan nama baik geng gue dan juga akan dibubarkan secara paksa dengan tidak terhormat” Arif buka suara ketika tiga orang laki-laki itu berhenti tepat disamping nya menghadap anak STM PB.


“Dia orang yang kalian maksud. Jadi terserah dia mau diapakan kami tidak peduli, lakukan yang menurut kalian bisa membalaskan dendam tadi malam” Arif menyuruh laki-laki yang terikat tangan nya itu untuk bersimpuh ditanah.

__ADS_1


“Lo yakin? Bagaimana kalau anak ini mati ditangan kami?” Fahri bertanya guna memastikan.


“Gue gak peduli!!, dia sudah banyak membuat onar yang mengatas namakan geng kami. Bunuh saja kalau perlu” Arif berkata benar-benar tak peduli dengan teman satu sekolah nya itu.


“Fine. Kita gak ada masalah lagi sama kalian. Kami cabut” Arif bergerak dan mengajak teman nya yang lain.


“Ri, lu yakin mereka dilepasin gitu aja?” Dion anak XII TKR bertanya pada fahri yang terlalu santai sekarang padahal sebelum nya dia yang paling heboh mau baku hantam.


“Kita udah dapat tikus nya, jadi biar dia saja yang kita selesaikan” Fahri tersenyum miring berjalan mendekati laki-laki yang dari tadi bersimpuh ditanah dengan wajah yang pucat, ketakutan.


“Kita harus menyelesaikan bajing*an ini dengan cepat!!” Fahri sudah sangat berusaha mengontrol emosi nya.


“Agil!! cepat selesaikan dia. Karena lo korban tentu saja harus lo yang membalas sendiri” Fahri memanggil agil mendekat dan memberi perintah.


“Kita gak bisa main keroyokan cuma buat ngurus satu tikus bodoh, rasa nya sangat pengecut. Jadi empat orang tetap tinggal disini awasi Agil yang lain kembali kesekolah” Fahri melirik teman nya yang lain.


“Pastikan anak itu jangan sampai mati, kalau agil sudah selesai langsung bawa tikus itu kerumah sakit untuk berobat” Fahri memberi perintah kepada empat teman nya yang sudah mulai mengawasi gerak-gerik agil yang tampak emosi.


Gak jadi baku hantam, padahal mereka sudah sangat rindu perkelahian.


Beberapa hari belakangan ini anak STM PB sedikit membatasi perkelahian tidak jelas yang menyebabkan tawuran besar, bisa saja melukai beberapa penduduk.


Seperti minggu lalu tawuran yang terjadi antara mereka dengan anak SMK tetangga mengakibat kan banyak nya korban masyarakat yang tidak bersalah.


Masalah yang dianggap sepele orang lain. Seorang Murid perempuan anak STM PB mengalami pelecehan verbal dan fisik ketika berada dihalte didaerah rumah nya.


Anak STM PB yang kebetulan lewat memberhentikan motor nya dihalte dan bertanya ada apa pada perempuan itu.


Perempuan itu menangis dan berlari kearah nya memberi tahu apa yang mereka lakukan.

__ADS_1


Tersulut emosi laki-laki itu langsung melayangkan pukulan kearah salah satu anak SMK itu tanpa berpikir bahwa jumlah mereka lebih banyak dari nya.


Terjadilah perkelahian dihalte sore itu satu lawan enam, bagaimana bisa seimbang.


Perempuan itu berlari mencari bantuan warga sekitar, perkelahian itu selesai tentu saja anak STM PB itu terluka parah karena dia melawan enam orang sekaligus.


Berita kejadian sore dihalte itu tersebar disekolah pada pagi hari, karena teman laki-laki mereka itu langsung dilarikan kerumah sakit terdekat.


Tentu saja semua masyarakat STM PB sangat marah termasuk para guru. Terlalu emosi siang itu juga terjadi tawuran besar antara anak STM PB dan SMK itu.


Mereka langsung mendatangi sekolah itu tanpa basa-basi melakukan keributan.


Mereka sudah berdamai, entalah lebih tepat nya antara kepala sekolah mereka saja yang berdamai tapi tidak dengan murid-murid yang masih merasa kesal. Setelah hukuman dan permintaan maaf kepada pihak sekolah SMK itu dengan tidak ikhlas masalah dianggap selesai. Keenam anak laki-laki itu juga dapat hukuman dari pihak berwajib karena melakukan tindakan asusila.


Mereka telah menandai anak SMK tersebut, awas saja kalau berulah lagi. Habis kau!!


Siswi perempuan itupun mendapat bimbingan dari guru konseling untuk dapat menghilangkan rasa trauma nya dan kembali seperti biasa nya.


Hebat nya, tidak ada satupun diantara semua murid ataupun guru STM PB yang memojokkan gadis itu, karena dia adalah korban yang memang tidak bersalah sama sekali.


Sejak kejadian itu dia merasa lebih aman ketika pergi dan pulang sekolah karena setiap hari murid laki-laki secara bergantian mengawasi dia dan memastikan dia selamat sampai sekolah dan rumah.


Sekolah adalah rumah kedua bagi pelajar jadi semua orang yang ada disekolah juga merupakan keluarga kedua mereka.


Saling menjaga adalah tugas masing-masing anggota keluarga bukan?!


🌼🌼🌼


Terimakasih telah membaca 😊

__ADS_1


Jangan lupa like, comment dan vote!!


__ADS_2