
Rapat sudah medapatkan hasil kesepakatan bersama, pemungutan uang juga sudah mulai dilakukan para bendahara kelas, pembagian tugas untuk anggota juga sudah dibagi dan untuk acara tambahan yang di usulkan Dinda juga sudah di setujui oleh kepala sekolah. Entah gimana cara nya pak Rahmat membujuk kepsek yang galak itu sampai setuju hal cringe seperti itu.
“Harus ada perwakilan penampilan dari tiap kelas” Jelas Ayu pada anggota kelas nya.
“Waktu nya mepet Yu gimana mau prepare” Anggi salah satu cewek di kelas ini.
“Yang gampang aja, nyanyi gitu”
“Kalau nyanyi mah lo aja bung” Adara menunjuk teman nya.
“Ribet kalau gue lagi, yang lain aja” Tolak Ayu.
“Lo kayak gatau manusia di kelas ini gada yang berbakat, lo ngomong sampe mulut berbusa pun gada yang mau” Adara bicara blak-blakan.
“Elah model lo berbakat aja” Ajis menanggapi ucapan Adara.
“Harus berapa penampilan dari tiap kelas?” Tanya Adin pada Ayu yang mulai memijit pangkal hidung.
“Satu” Jawab Ayu sambil mengecek ponsel nya membalas chat Revan.
“Kita duet aja gimana?” Adin mencetuskan pendapat dan pendapat nya disambut sorakan meriah anggota kelas nya.
“SETUJUUUUUUUU” Jawab mereka serentak.
Ayu dan Adin pernah menjadi pasangan duet dadakan saat acara MOS sebagai hukuman karena mereka tidak membawa papan nama yang diperintahkan guru di hari sebelum nya, tapi penampilan mereka sangat memukau padahal belum ada latihan semua serba dadakan. Sejak saat itulah banyak orang yang nge-fans sama Ayu dan juga sejak saat itu Adin menyukai Ayu.
Ayu membuang nafas, bagaimana dia bisa mengerjakan banyak hal dalam waktu bersamaan.
Dia Harus memastikan acara senin ini tidak kacau dan malu-maluin meski hanya acara sederhana tapi ini menaruhkan nama baik Pak Rahmat sebagai guru penanggung jawab.
Tarik nafas….buang…
“Hufff….oke. Gada pilihan lain” Jawaban Ayu membuat mereka semua bersorak kesenangan terutama Adara yang tidak sabar melihat penampilan keren Adin.
“Jangan nambahin beban gue, semua iuran harus dibayar lunas hari ini kalau gak gue gak mau maju” Ayu mengancam dengan seringai tipis.
BRAKKK
“WOI SIAPA YANG BELUM BAYAR!!” Adara langsung berteriak tak santai sambil memukul meja, mendatangi Nur meminta data orang yang belum bayar biar ditagih.
“GUE SLEDING YA PALA LO….AJISSSS!!!!” Adiba kembali berteriak begitu melihat nama Ajis diurutan pertama orang yang belum bayar.
“Butuh bantuan?” Adin merasa tidak tega melihat Ayu yang daritadi mengerut pangkal hidung, kali ini Adin merasa membebankan Ayu cuma karena dia sakit.
“Gausah, lo atur aja” Ayu meninggalkan kelas menuju ruang angkatan menyusul Revan dan anggota yang lain.
...🌼🌼🌼...
“Ini dia ibu ketua yang kita tunggu-tunggu” Suara Indra langsung menyambut kedatangan Ayu di ruangan Angakatan.
“Wajah nya kenapa kusut banget buket?” Tanya Indra lagi memperhatikan wajah Ayu, gadis itu hanya menggeleng sebagai jawaban.
“Jadi gimana?” Tanya Ayu pada Revan yang berdiri di samping nya.
“Masih ada beberapa kelas yang belum laporan uang iuran nya jadi kita belum bisa beli ‘jimat keberuntungan’ mungkin sabtu kalau iuran nya udah ngumpul semua” Jelas Revan dengan wajah tenang.
“Kelas gue malu-maluin”
__ADS_1
“Kok bisa belum ngumpul semua? Kita lapor pak Rahmat aja gimana biar cepat” Ayu menanyakan pendapat anggota yang lain.
“Tadi udah gue lapor, besok batas nya” Jawab Revan.
“Jadi nya beli apa ya?” Tanya Revan pada Indra.
“Ni ya setelah gue hitung secara seksama dan penuh teliti, kita bisa beli stationary bisa beli 2 item karena duit nye lebih dari cukup” Indra selaku bendahara menjelaskan.
“Kita belum tau harga di lapangan sesuai atau enggak, harus kelapangan dulu nanti duit nya kurang jadi repot” Revan berpendapat.
“Iya juga, berarti mastiin nya besok aja” Indra mengangguk.
“Siapa yang mau beli?” Tanya Indra lagi.
Hening
Tidak ada yang menjawaba mereka semua pura-pura tidak mendengar apa yang ditanyakan.
“Kan ada seksi Acara” Jawab Revan.
Sedangkan seksi acara adalah anak kelas sepuluh TKR yang sepertinya sejak tadi tidak menyimak pembicaraan mereka.
“Dek lo bisa, besok nyari barang nya?” Indra bertanya.
“Sorry bang, besok gue ada latihan praktek sampai sore” Jawab adik kelas itu.
“Susah juga kalau ini, ada yang mau bantu gak?” Revan bertanya pada anggota yang lain dan tidak ada yang menjawab satu pun diantara mereka entah karena malas atau karena ada kesibukan.
“Biar gue aja” Akhirnya Ayu mengalah.
“Kenapa jadi lo yang pergi?” Tanya Revan, setelah semua anggota keluar ruangan dan hanya tinggal mereka berempat.
“Biarin daripada serah-serahan” Jawab Ayu.
“Lo pergi sama siapa?” Revan bertanya lagi.
“Sama temen yang lain, kalau mereka gabisa sendiri aja” Jawab Ayu.
“Bareng gue aja, pokok nya pulang sekolah gue tunggu diparkiran. Gak mau tau” Setelah mengucapkan itu Revan keluar dari ruangan dan hanya tinggal Ayu sendiri disana.
...🌼🌼🌼...
Ayu kembali ke kelas pada jam pelajaran terakhir, setelah melapor pada guru alasan dia terlambat barulah diizinkan duduk.
“Semangat buket!!” Adiba berseru pada Ayu yang baru saja duduk, tapi suara nya berbisik agar tidak ketahuan guru yang mengajar.
“Pusing pala berbie” Jawab Ayu terkekeh pelan, lalu mengeluarkan peralatan belajar nya.
“Berbie mata lo pelangi!” Ternyata Adara mendengar keluhan Ayu, padahal gadis itu tampak serius mendengarkan pelajaran.
“Dih sirik tanda tak mampu” Lagi dua keong racun yang duduk di meja depan Ayu dan Adiba ini malah berdebat.
“Kalian diam atau keluar!!” Guru rupanya mendengar perdebatan.
“Keluarin aja bu” Adiba yang menjawab.
“Bgst!!”
__ADS_1
“ADARA!!!” Guru itu mendengar Adara yang mengumpat.
“Maaf buk, saya ngomong ke Adiba” Adara mengelak tidak terima di teriakin.
“Saya juga dengar, awas saja kalau kamu ribut lagi saya suruh lari keliling sekolah” Ancam guru itu Lalu melanjutkan pelajaran.
Tuuuhtttt tuuuuttttt
Anggap aja bunyi bell yak.
“YEeee” Jawab seisi kelas semangat, akhir nya waktu nya pulang.
“Sekian untuk hari ini, sampai jumpa minggu depan. Selamat siang”
“SIANG BUUUU” Semangat mah kalau udah jam pulang.
Semua murid mulai membereskan barang-barang yang ada di meja mereka, ada juga yang sudah gercep keluar kelas.
“Ayu, kapan kita latihan?” Adin menghampiri meja Ayu.
“Hmm….besok” Jawab Ayu seadanya dan Adin hanya mengangguk dan tersenyum.
Sekarang di kelas hanya tersisa A4, mereka memang sering keluar kelas paling belakangan karena malas berdesakan di parkiran dan terjebak macet sementara di depan gerbang sekolah.
“Bung, suara lo kasih gue aja napa. Pengen banget gue duet sama mas crush” Adara duduk diatas meja sambil mengikat tali sepatu nya.
“Ambil aja kalau lo bisa” Jawab Ayu mengejek.
“Makanya jadi cewek ada nilai plus kek dikit biar ke notice mas crush” Ambar kalau sudah bicara suka benar.
“Suka bener hambar kalau ngomong, wkwkwk” Adiba tertawa.
“Sahabat macam apa kalian, tertawa diatas penderitaan gue” Adara mendengus.
“Tenang ra, Bunga juga gak bakal naksir tu sama mas crush lo” Adiba meledek Adara.
“Tau kok, kan bunga gak naksir cowok” Perkataan Adara langsung membuat Ayu melotot.
“Lagian kenapa gak lo tembak aja si Adin biar mampus?” Adiba bicara seenak nya.
“Jangan mampus lah ntar gue jadi janda muda. Gak mau” Adara ngeri, membayangkan nya.
“Dih gaya lo” Ambar menatap Adara jijik.
“Tembak aja sih, gayanya sok-sok bar-bar tapi nembak cowok gak barani” Adiba makin gentar mengejek sahabat nya itu.
“Ku kira suhu ternyata cupu. Srepeww” Ambar menirukan kata-kata yang pernah trend di aplikasi toktok.
“Bgst!!!!”
...🌼🌼🌼...
Beli genteng di pasar minggu
Kamu ganteng ai nap yu…
__ADS_1