
...Happy Reading💕...
Sekolah tapi tidak belajar itu ada rasa bahagia tersendiri bagi setiap pelajar, apalagi kalau ada event yang menyenangkan hitung-hitung refreshing biar gak pusing.
Hari ini tidak ada ‘hate monday’ karena semua murid STM PB bersemangat untuk berangkat sekolah, selain tidak ada proses belajar mengajar hari ini juga ada acara hiburan dalam rangka pemberangkatan kakak kelas.
Dimana di setiap waktu itu ada acara hiburan perwakilan dari tiap kelas, ada yang bernyayi, membaca puisi dan banyak lagi semua itu dilakukan dengan tujuan memper’erat rasa kekeluargaan dari semua masyarakat STM Peduli Bangsa.
Semua persiapan sudah mencapai 80% untuk persiapan dalam waktu cepat bisa dibilang petugas kali ini sigap dan cepat.
Jam masuk sekolah tetap normal karena wajib ada upacara Bendera terlebih dahulu, tapi acara akan di mulai jam sembilan nanti karena harus memberikan waktu pada petugas acara untuk mempersiapkan beberapa hal.
Semua murid menurut, mereka tetap datang pada jam normal dan memilih untuk nongkrong di kantin ataupun di kelas sambil menunggu acara dimulai.
“Ayu serius itu pengumuman yang ada di Mading?” Nur bendahara kelas sebelas TKJ1 bertanya pada Ayu.
Kemarin pagi anak ekskul jurnal yang bertanggung jawab mengelolah mading dan isi konten mading, menempelkan selembar kertas pengumuman yang berisi tambahan acara untuk acara pelepasan kakak kelas, yaitu memberikan semacam surat cinta pada kakak kelas yang mereka sukai. Tentu saja ada dengan beberapa persyaratan dari pihak sekolah.
Ayu hanya membalas dengan anggukan kepala tidak melihat Nur yang bertanya karena dia sedang sibuk dengan ponsel nya yang menampilkan Roomchat kelompok petugas acara hari ini.
“Tumben banget ni sekolah ada vibe romansa nya, biasa nya cuma ada vibe ke disiplinan” Nur merasa heran untuk acara kali ini.
“Kak Dinda bendahara angkatan yang ngajuin ide, trus di approved sama bapak kepsek” Adara yang duduk disebelah Ayu menjelaskan, karena dia tahu Ayu pasti tidak akan menjelaskan panjang lebar.
“Nah itu yang bikin kita-kita bingung, pak kepsek ada masalah apa sampai setuju yang begituan ya?” Nur bertanya.
“Mana saya tahu, kok tanya saya” Adara membalas ejekan.
“Anjim” Seru Nur lalu meninggalkan Ayu dkk.
“Gue ke Aula dulu” Ayu berdiri dari duduk nya, pandangan nya masih fokus pada ponsel.
“Yoii, semangat bestie” Ucap Ambar.
“Proud of you bestie” Adara menepuk kepala Ayu yang lebih tinggi dari nya.
“Jalan jangan sambil main hp ntar lu nabrak pak kepsek kan bahaya” Adiba menegur dan Ayu langsung menurut, memasukkan ponsel ke dalam saku rok abu nya.
“Okay paypay bestie” Ayu melambaikan tangan pada ketiga sahabat nya dan berjalan kearah pintu kelas.
“Gue seneng banget kalau Ayu begini” Adara tersenyum memandang kearah Ayu.
Belakangan ini Ayu terlihat aktif dan sibuk, di sekolah sampai pulang sekolah pun sedikit waktu untuk kumpul bersama. But it’s oke mereka lebih suka Ayu banyak interaksi dengan orang lain seperti ini daripada stress dirumah dan ujung-ujung overthinking.
“Kalau liat mas crush deketin Bunga masih bisa seneng?” Ambar menunjuk Adin yang mencegat Ayu di depan pintu kelas, entah apa yang mereka bicarakan yang jelas Adin tidak pernah melepas senyum nya ketika berbicara.
“Simple, rasa sayang gue sama Bunga lebih besar daripada rasa sayang gue sama Adin”
__ADS_1
“So?” Adiba bertanya penasaran, karena selama ini Adara tidak ada menunjuk kan rasa kesal sedikit pun pada Ayu meski sahabat nya itu disukai oleh Adin.
Seperti normal nya orang menyukai orang lain yang menyukai sahabat kita.
Ribet.’
“So, Bunga gak bisa dibandingkan dengan Adin. Karena mereka berdua berada ditempat yang berbeda di hati gue and of course Bunga lebih berharga” Adara berbicara bijak.
“Jadi kalau misal nya lo disuruh pilih antara Bunga sama Adin lo pilih siapa?” Pertanyaan Ambar membuat Adara yang memiki kadar kesabaran yang tipis jadi naik darah.
“Ogeb!!” Adara menoyor kepala Ambar pelan.
“Kan gue udah bilang Bunga gak bisa dibandingkan sama Adin, jelas lah gue pilih Bunga kemana-mana. Karena nyari sahabat itu lebih susah daripada nyari cowok yang belum pasti bisa setia sama kita” Lanjut Adara.
“Nice girl” Adiba mengelus pelan kepala Adara.
“Gue gak mau kita berantem cuma karna cowok” Adiba masih mengelus kepala sahabat nya.
“Apasih jir lebbay, lagian lo berdua gak liat tuh si bunga gak ngerespond Adin. Mau tu cowok salto sambil ngopi di depan biji mata nya pun Bunga gabakal respon atau kasih lampu hijau” Adara menepis tangan yang mengelus kepala nya.
“Tul ugha haha” Ambar terkekeh pelan.
“Yakan kita gatau apa yang terjadi kedepan nya, inti nya dari sekarang gue ingetin. Jangan sampai kita berantem cuma karena rebutan cowok!” Adiba menekan setiap kata nya.
“Gue gak segitu nya kali ah, kan cowo gak cuma satu doang di dunia ini” Ucap Adara.
“Misi apa?” Maklum Ambar telat loading nya.
“Misi membantu Revan dan Ayu peka” Jawab Adara.
“Gue paham” Akhirnya Ambar tersambung.
“Gue nyium bau-bau kesal sih waktu di cafe kemarin” Adara tersenyum puas.
“Iya bener, dan kalian tau gak apa yang gue denger…” Ucapan Ambar membuat dua gadis itu penasaran.
“Lo denger apa?” Tanya Adiba.
“Gue denger, kemarin setelah kita foto di belakang Revan nyamperin Bunga trus bilang…..” Ambar menggantung ucapan nya sengaja mencari keributan.
“Gausah kaya sinetron jir” Maki Adara yang sudah penasaran setengah sadar.
“Revan bilang Lo cantik” Ucap Ambar.
“Revan bilang gue cantik?” Ternyata Adara tak paham alur cerita nya.
“Bukan ogeb, Revan bilang itu ke Bunga. Bener kan bar?” Adiba memastikan pemikiran nya.
__ADS_1
“Bener, gue denger sendiri dengan kepala kuping gue” Ucap Ambar meyakinkan.
“WHATTT?” Adara berteriak dramatis.
“Lebbay jir” Adiba menoyor kepala Adara kencang, emang kalau temenan sama orang berempat ini buat kepala kita agak nya sedikit tidak berharga. 🤔
“Percaya gue mah, kemarin gue iseng nanyain Revan tipe cewek idaman nya dia dan kalian tau….tipe yang disebutkan Revan ita kayak gambarin Bunga banget” Adiba yang bercerita.
“Contoh nya?” Ambar menanyakan tipe idaman Revan yang menggambarkan Ayu.
“Cantik” Jawab Adiba padat, singkat dan bikin emosi.
“Yeee semua cewek juga cantik” Adara kesal hendak menarik bulu mata lentik Adiba yang selalu dia banggakan biar kapok.
“Dih emang situ cantik?” Adiba malah mengejek Adara.
“Gue gundulin nih bulu mata lo” Adara mengancam dan tangan nya mengambil gunting kecil dari kotak pensil nya.
“Hahahah canda cantik”
“Serius ih ba?” Ambar yang juga penasaran tapi lebih kalem.
“Iya gue serius dia bilang cantik, trus waktu gue tanya lebih suka cewek feminim atau tomboy dia bilang suka cewek yang tomboy, trus gue tanya lagi suka yang cuek atau yang friendly trus dia bilang tergantung keadaan dan situasi” Jelas Adiba.
“Gimana itu cerita nya cuek dan friendly sesuai keadaan dan situasi?” Ambar bertanya.
“Gini maksud nya, ada orang yang cuek untuk hal-hal yang emang perlu dia cuekin dan gak ambil pusing tapi bisa berubah jadi friendly kalau berada di keadaan yang mengharuskan dia begitu” Jelas Adiba.
“Contoh nya gini, cewek itu cuek kalau ke cowok lain tapi friendly cuma sama pacar nya aja” Adiba kembali menjelaskan, takut-takut Ambar belum paham.
“Oh gituuuu, Bunga banget itu mah” Jawab Ambar.
“Iya itu maksud nya, trus pas gue tanya lagi suka cewek sifat nya kasar atau lemah lembut dia jawab kayak tadi. Sesuai keadaan dan situasi”
“Bukan nya cowok itu suka cewek lemah lembut” Tanya Ambar.
“Itu gue juga bingung, tapi mungkin dia ada alasan yang sama” Jawba Adiba.
“Gue tebak…Revan itu……” Adara menggantung kalimat nya.
“Apa?”
“Revan itu ilfil sama lo karna banyak nanya” Adara berseru lalu lari kencang keluar kelas takut di amuk oleh Adiba yang kalau marah itu mirip-mirip ibu kos nagih tunggakan.
...🌼🌼🌼...
*Ayem bek tengkiyu al **💕*
__ADS_1