Bunga Anak STM

Bunga Anak STM
Dia cantik


__ADS_3

...*Happy Reading**🌼*...


Keadaan kelas begitu ramai di pagi hari. Ada yang menyalin tugas, menggosip seputar selebritis yang sedang booming bernyanyi tidak jelas, bermain game online serta aktifitas lain nya yang kebanyakan dilakukan anak seusia mereka saat menunggu bell masuk berbunyi.


Hampir sama dengan yang dilakukan Aldi dan Alif mereka tengah menceritakan tentang sepak bola yang berakhir seri dini hari tadi, padahal keduanya sudah memegang tim adalan masing-masing. Alhasil taruhan traktir pun hangus, berbeda dengan Revan yang malah menyumpal telinga nya untuk mendengar musik sambil menyandarkan punggung dengan mata terpejam.


“Good morning!! Anton Abdilla datang kembali membawa keceriaan….yuhuuuuu!!”


Kedatangan Anton dengan suara yang menyamai pedangan ikan dipasar menambah keramaian. Bukan nya mendapat sambutan, Anton justru mendapat sorakan dan lemparan kertas, Anton hanya cengegesan lalu berjalan menuju tempat duduk nya.


“Masih pagi udah polusi suara aja lo!” Revan sudah melepas earphone nya. Terang saja volume suara Anton mengalahkan suara musik yang dia dengarkan.


“Iya nih, untung gue gak jantungan. Lo tuh udah kayak emak-emak yang jualan ikan dipasar tau gak” Tambah Alif yang membuat Anton hanya menyengir tidak tahu malu.


“Lo gak gila kan Ton?” Aldi menyentuh dahinya, memastikan bahwa Anton tidak sedang demam dan berdampak pada psikologis nya.


“Apaan sih lo?” Cowok itu memundurkan wajah nya jijik “Gue punya sesuatu buat kalian”


Aldi, Alif dan Revan hanya saling bertatapan lalu mengedikkan bahu.


“Taraaa!!” Anton menunjukkan sebuah katalog majalah fashion.


“Lo sejak kapan suka liat-liat yang begituan?” Seingat Aldi, kakak perempuan nya sering melihat majalah fashion dari perusahaan itu.


”Lo ngikutin jejak Amel? Mau jadi banci juga?”


Amal yang sering di panggil Amel—dia lekaki gemulai yang bersemayam dikelas sebelas TKR1.


“Enak aja, gue masih normal yaa!” Anton tidak terima jika disama-samakan dengan Amel.


”Ini katalog punya kakak gue”


“Terus, ngapain lo bawa-bawa?” Pedas nya omongan Revan mengalahkan cabe sekilo. Namun Anton sudah kebal dengan hal itu. Dia akhirnya mengangkat telapak tangan nya guna menenangkan Revan yang sudah terbakar emosi. Seperti nya mood Revan pagi ini tidak bagus.


“Gini ya sahabat-sahabat, gue ini mau nunjukin sesuatu buat kalian. Tadi pas mau berangkat gue sengaja liat nih katalog dan lo semua tau apa yang gue temuin disini?”


Alif dan Aldi hanya menggeleng polos tanda tidak tau, sedangkan Revan hanya menaikkan sebelah alisnya.


“Aha, gue tau!” Ujar Aldi antusias.


”Gambar lipstik merah cabe Selena Gomez yang sering di pake Amel?”


Anton menggeleng,


“Spidol mata punya Amel yang lo ilangin kemarin udah keluar?” Anton mendengus, bisa-bisanya Alif masih ingat perkara spidol mata milik Amel yang dia hilangkan beberapa waktu lalu.

__ADS_1


“Eyeliner bodoh, bukan spidol mata!” Seru Aldi kuat “Mampus lo, diteror Amel lagi. Buruan ganti” Peringat Aldi pada Anton.


“Ogah banget gue gantiin, siapa suruh dia makein ke gue pas gue lagi tidur. Di pikir gue sejenis dia apa” Ketus Anton.


“Tebak terus dong, ini gak hubungan nya sama Amel ya!”


“Foto cewek” Singkat Revan, dia tahu bahwa Anton dan pikiran nya tidak akan pernah jauh-jauh dengan yang namanya perempuan.


“Gue tau jawaban lo gak pernah mengecewakan Van” Anton menepuk bahu cowok itu bangga lalu membalik majalah ditangan nya sampai menampilkan halaman sampul.


“Taraaa!!! Ada si cantik disini”


Mata Aldi dan Alif membola dan Revan sendiri hanya mendengus, meski mata nya tak lepas menatap foto cewek dihalaman sampul itu.


”Dih gaje banget lo”


“Apapun yang berhubungan dengan yang namanya cewek dan cantik gue akan selalu suka” Anton tersenyum lebar.


“Ini bener Ayu? Kok beda banget sih?” Tanya Aldi, Ayu memang cantik tapi di sampul itu cantik nya berkali lipat.


“Cantik banget, gilak. Tapi sayang yaa, orang nya sombong abis” Celetuk Alif setelah lama mengamati wajah Ayu.


“Heh!” Revan mendorong kepala Alif tanpa perasaan “Dia gak sombong ya!”


“Ekkhmm” Dehem Anton kuat “ Ada yang secara gak langsung mengaku deket sama doi nih” Sindir Anton.


“Iya nih, feeling gue bilang kalau Revan udah mulai falling in love sama doi” Aldi ikut mencibir.


“Lagi ngomongin siapa sih?” Dia Alif—lelaki tampan dengan segala kelemotan nya.


Aldi dan Anton hanya mendengus kesal dengan Alif yang terkadang lola disaat yang tidak tepat.


“Kayak nya lo belum sarapan Lif, makanya lemot kan?” Tuduh Aldi.


“Iya belum sarapan gue, otak gue jadi kosong” Alif mengelus kepala nya sendiri.


“Orang mah kalau lapar itu yang kosong perut, bukan otak. Orang juga kalau lapar itu ngelus perut, bukan ngelus kepala” Cecar Anton kesal.


“Yaudah kuy lah kantin, gue juga laper. Gak sempat sarapan gue karna terlalu semangat lihat foto cewek cantik yang ada disampul majalah ini” Jelas Anton.


“Kuy lah” Aldi dan Alif serentak beranjak dari kursi mereka.


“Lo gak ngantin?“ Revan hanya menggeleng dan kembali memasang earphone nya.


“Yaudah” Baru saja Anton hendak berjalan, tapi pergelangan tangan nya sudah ditahan Revan.

__ADS_1


“Mau kemana?” Anton mengernyit bingung.


“Kantin lah, kan lo tau” Jawab Anton.


“Bukan…maksudnya majalah itu mau lo bawa kemana?” Revan menunjuk majalah ditangan kanan Anton.


“Oh…ini…gue mau bawa ke kantin lah”


“Ngapain lo bawa ke kantin nanti lo kelupaan trus ilang. Habis lo sama kakak lo yang kayak singa betina itu, titip sama gue aja” Ucap Revan terdengar membujuk.


“Halah…bilang aja lo belum puas ngeliatin doi kan? Banyak alesan lo dasar cowok gengsian!!” Maki Anton tapi tetap melemparkan majalah itu ke meja Revan.


“Jagain jangan sampe rusak, gue aduin lo sama kakak gue” Setelah itu Anton keluar kelas menyusul Aldi dan Alif.


Revan meraih majalah itu dan membalik, melihat foto gadis yang terlihat disampulnya.


“Cantik” Gumam Revan sambil tersenyum tipis.


Gadis yang biasanya terlihat imut-imut seperti bocil dengan rambut pendek sebahu nya, sekarang terlihat lebih dewasa dengan rambut palsu panjang nya. Ditambah make-up dan setelan pakaian semi formal yang dia kenakan. Rasanya sangat pas dan membuat gadis itu terlihat berkali lipat tambah cantik nya.



Revan terus mengamati foto tersebut, sampai satu ide muncul dipikiran nya. Dengan cepat Revan meraih ponsel nya dan membuka aplikasi chat mencari kontak yang akan dia kirimi pesan.



Revan panik, dia salah menekan emoticon yang kebetulan bersebelahan dengan emoticon yang ingin dia kirim. Baru saja Revan hendak menarik pesan itu tapi ternyata terlambat, gadis itu sudah terlanjur membaca pesan nya dan membalas dengan satu tanda baca yang membuat Revan kesal.


Dia sudah panik sampai ke bulan hanya karna salah emoticon yang membuat Revan takut kalau dia akan salah paham, tapi melihat balasan gadis itu Revan jadi kesal sendiri.


Apa diponsel nya tidak ada huruf selain tanda baca?


Dengan malas Revan mengirim ulang pesan nya dan mengganti dengan emoticon yang seharus nya.



“Dia cantik dan—menyebalkan” Gumam Revan memandang foto sang gadis.


...🌼🌼🌼...


Utor melakukan kesalahan update episode, dua chapter sebelum chapter ini di up itu salah update. Harus nya chapter ini dulu yang di update tapi malah ke update yang lain.


Jadi dengan berat hati utor minta maaf atas kesalahan alur yang jadi berantakan, tapi nanti yang udah dihapus itu bakal utor up lagi sesuai dengan alur nya.


Jdi boleh dibaca ulang biar nyambung yaa ges ya.

__ADS_1


__ADS_2