Bunga Anak STM

Bunga Anak STM
Minimarket


__ADS_3

...*Happy Reading**💕*...


Setelah perdebatan panjang antara Ayu dengan ketiga sahabat nya, Ayu pun memilih mengalah saja demi kebaikan bersama. Sekarang dia dan Revan sedang berjalan menuju parkiran.


Berdua? Iya!


Sahabat laknat nya masih tetap tinggal dikelas dengan alasan kalau mereka ada hal yang ingin dibahas terlebih dahulu sebelum pulang, apa hal yang ingin mereka bahas tanpa Ayu?


*Apakah ada circle* didalam circle?


Tidak! Ketiga gadis itu sengaja mencari alasan agar Ayu dan Revan pulang lebih dulu, masih ingat misi ketiga gadis itu?


Ya, mereka masih menjalankan misi dalam rangka proses pendekatan antara Ayu dan Revan padahal kedua orang itu tidak tahu apa-apa.


“Helm lo mana, Tadi berangkat pake helm kan?” Tanya Revan begitu sampai di parkiran dan mencari keberadaan motor nya.


“Pake..” Jawab Ayu singkat, lalu mengedarkan pandangan mencari keberadaan motor sahabat nya Adiba. Begitu ketemu Ayu berjalan meninggalkan Revan.


“Eh mau kemana?” Tanya Revan kebingungan, sedikit panik juga dia pikir Ayu kabur karena saking tidak mau pulang bareng. Tapi melihat Ayu yang menghampiri motor Scoopy berwarna merah dan mengambil helm yang tersangkut di kaca spion motor itu Revan langsung bernafas lega.


“Udah?” Revan memperhatikan Ayu yang sudah anteng duduk di belakang nya, tidak lupa dengan tas yang sengaja Ayu taruh di tengah-tengah mereka.


“Hm..”


Motor trail hitam Revan bergerak meninggalkan parkiran sekolah yang memang sudah lumayan sepi, tinggal beberapa motor murid yang mungkin masih mengikuti ekskul dan beberapa motor guru.


Tidak ada obrolan di sepanjang perjalanan, kedua orang itu sibuk dengan kegiatan masing-masing. Ayu yang sejak tadi hanya memandang jalanan diam dengan pikiran mengudara lalu Revan yang sibuk menyetir dan sesekali melirik kearah spion motor yang memperlihatkan wajah Ayu disana.


Dalam beberapa keadaan memang fungsi kaca spion di motor sering beralih fungsi, apalagi kalau boncengan ama doi. Yang harus nya membantu melihat kendaraan lain dibelakang kita eh beralih fungsi jadi objek buat mantengin muka doi dibelakang.


Hadehh, dasar anak muda.


Revan merasakan getaran ponsel di saku celana abu nya sejak tadi, tapi dia hiraukan karena kalau lagi nyetir itu tidak boleh sambil bermain gadget apalagi telfonan.


Begitu sampai dilampu merah pun ponsel nya masih terus bergetar, Revan merogoh saku nya untuk melihat siapa yang sejak tadi sibuk menelefon.


...Ibu Negara is calling...


Ternyata yang menghubungi nya daritadi adalah Mama, kalau sudah nelfon beberapa kali itu artinya ada kepentingan tapi karena sebentar lagi lampu lalu lintas nya berubah hijau jadilah Revan menyodorkan ponsel nya pada Ayu tanpa bicara apa-apa.


Ayu yang sejak tadi melamun langsung tersentak begitu Revan menyodorkan ponsel nya, untung saja dia sigap menggegam ponsel itu meski sedikit kaget.


“Eh?” Belum sempat bertanya lampu sudah berubah hijau yang artinya harus segera jalan, karena pengendara yang di belakang sudah sibuk membunyikan klakson kendaraan milik mereka dengan tidak sabaran padahal belum sampai 2 detik lampu hijau nya menyala.


“Ini kenapa?” Tanya Ayu pelan, tapi tidak ada sahutan dari Revan.


Ayu paham pasti Revan tidak mendengar suaranya karena terbawa angin dan kebisingan dijalan saat ini, ditambah laki-laki itu pakai helm fullface jadi pasti tidak kedengaran.


“Hp lo kenapa!!?” Ayu kembali bertanya.


“HAA?” Seru Revan dan menolehkan kepala nya ke kiri sebentar melihat Ayu.


Ayu mendengus, dia paling malas kalau harus berkomunikasi diatas motor seperti ini susah nyambung. Yang ditanya apa jawab nya apa.


Mengambil tas nya dari tengah dan menyandangkan ke bahu kanan, Ayu menggeser badan nya lagi kearah Revan. Sekarang hanya tas Revan yang menjadi batasan mereka.


“Hp lo kenapa?” Dengan sabar Ayu kembali bertanya.


“Oh..mama nelfon” Jawab Revan, karena jarak mereka yang sudah lumayan dekat dia jadi lebih jelas mendengar suara Ayu.


“Gak ad…” Belum sempat Ayu berucap ponsel Revan bergetar tanpa ada panggilan masuk.


“Ibu negara?” Gumam Ayu membaca nama kontak dilayar ponsel.


“Ini…?”


“Angkat dulu, kayak nya mama ada perlu” Revan yang melihat gerak-gerik Ayu dari kaca spion pun langsung memberi penjelasan.


“Halo tan..” Sapa Ayu begitu panggilan tersambung.


“Lagi dijalan tan..”

__ADS_1


“Halo?” Ayu tidak bisa mendengar jelas suara dari seberang sana.


Ayu menepuk bahu Revan, dan laki-laki itu langsung menoleh singkat “Pelanin” Ucap Ayu.


Setelah itu Revan mengurangi kecepatan motor nya karena mereka sudah masuk jalan yang lumayan sepi.


“Iya tan? Gimana tadi gak kedengeran” Sapa Ayu, Meski motor Revan sudah melaju lebih lambat tetap saja suaranya masih terdengar kurang jelas. Tanpa sadar Ayu makin merapatkan kepala nya ke punggung Revan dan menutup sebelah telinga nya dibalik helm.


“Minimarket?”


“Oh gitu…”


“Iya tan…yaa” Setelah itu Ayu memutuskan panggilan.


“Kenapa?” Dari tadi Revan tidak bisa mendengar percakapan Ayu dan mama nya.


“Tante nyuruh mampir ke minimarket victoria dulu!!” Jawab Ayu.


“Ngapain?”


“Ada yang mau di beli katanya”


“Emang mama bilang mau beli apa?”


“Masih jauh?” Bukan nya menjawab, Ayu malab bertanya balik.


“Apa nya?”


“Minimarket nya”


“Tinggal belok depan sana”


“Yaudah mampir aja” Setelah mengatakan itu Ayu kembali terdiam.


...🌼🌼🌼...


“Mama ngapain nyuruh kesini?” Tanya Revan setelah melepas helm.


Setelah membuka aplikasi chat itu Revan mendengus.


“Mama nyuruh beli bahan kue” Ucap Revan sambil melihat foto yang di kirim mama nya, foto itu berisi list bahan yang harus Revan beli.


“Lo mau pulang? Kalau iya, ayo gue anterin lo pulang dulu. Baru balik sini lagi” Revan merasa tidak enak saja kalau sampai memaksa Ayu menemani dia belanja.


“Ribet” Ayu menyangkut kan helm bogo yang dia pakai di kaca spion motor Revan dan melangkah meninggalkan nya.


“Dijawab dulu kek” Revan bergumam pelan dan menyusul Ayu yang sudah di pintu masuk minimarket itu.


Sekarang mereka sudah berjalan beriringan memasuki minimarket yang lumayan ramai sore ini.


“Sorry ni yaa, bukan gue mau ngerepotin lo” Suara Revan membuat Ayu langsung menoleh.


“Tapi…lo tau bahan-bahan ini?” Revan menunjukkan foto list bahan dari mama nya.


“Gue gak tau ini sejenis apa, biasanya gue cuma nemenin sama angkut barang belanjaan mama doang” Revan memasang tampang polos nya.


“Yaudah, mana?” Ayu meminta ponsel Revan, agar lebih mudah melihat list bahan yang harus mereka beli.


“Thanks” Jawab Revan kegirangan, karena merasa dia tidak perlu berpikir keras untuk mencari bahan-bahan itu. Lalu memberikan ponsel nya pada Ayu.


Sebelum mulai keliling ada satu benda yang diperlukan untuk memudahkan mengangkut barang belanjaan.


Keranjang!


Baru saja mau mengambil keranjang, Ayu dikagetkan dengan Revan yang sudah siap dengan keranjang ditangan kanan nya.


Wah seperti nya dia sudah berpengalaman sekali menemani mama nya berbelanja.


Dengan patuh Revan mengikuti gadis itu kemana saja, tidak mengeluh seperti biasa kalau belanja bersama mama.


Keranjang mulai berisi beberapa bahan yang Ayu pilih sesuai dengan list, mulai dari tepung, gula, telur, minyak goreng.

__ADS_1


“Mama mau buat apa sih?” Revan sangat penasaran, mau diapakan bahan-bahan ini.


“Donat, maybe?” Ayu menjawab dengan sedikit ragu, karena bahan nya itu lengkap untuk buat donat tapikan bisa jadi untuk buat adonan kue yang lain.


“Ohhh.. tumben” Meski sama bingung nya, Revan hanya mengangguk.


“Masih banyak?”


“Hmm….” Ayu tampak sedikit berpikir dan membaca lagi foto di ponsel Revan.


“Biasa nya, semua bahan kue ada di lorong yang sama. Tapi kok cokelat gak ada yaa?”


Entah bicara pada diri sendiri atau bicara pada nya Revan tidak tahu, karena gadis itu bicara dengan bergumam pelan.


“Setau gue coklat ada di sebelah sana” Tunjuk Revan dibagian ujung lorong bahan-bahan kue.


“Oh!!” Dengan langkah cepat Ayu beralih kearah yang ditunjuk Revan.


“Semua udah!!” Tanpa sadar Ayu berseru semangat, seperti orang yang sudah menyelesaikan misi berat.


“Semangat sekali kamu anak muda” Revan terkekeh pelan, Ayu langsung kikuk menyadari tingkah nya.


“Ayo bayar” Saking malu nya, Ayu jadi buru-buru meninggalkan Revan.


“Eh tunggu bentar..” Revan langsung menarik tas punggung Ayu pelan.


“Apa?” Tanya Ayu ketus.


“Kesitu dulu, bentar aja” Mau tidak mau Ayu harus mengikuti Revan.


Ternyata Revan membawa Ayu ke lorong khusus makanan ringan, surga bagi mereka yang suka ngemil.


“Gue mau jajanin bocil prik dulu, tu bocil resek kalau gak di jajanin” Ucap Revan memberitahu.


“Lo mau jajan juga?” Tanya Revan sambil memilih snack kesukaan adik perempuan nya, Revan sudah hafal lahir batin selera cemilan adik nya itu.


“Gue gak bocil!”


“Yang bilang bocil siapa, kan gue cuma nyuruh jajan. Sensitif bener” Revan lanjut memilih cemilan untuk adik nya, melihat itu Ayu bingung.


“Lo asal ngambil?”


“Apa nya?” Jawab Revan bingung, membolak-balik kemasan cemilan itu mencari tanggal kedaluwarsa. Tetap harus teliti untuk membeli makanan di manapun takut nya ada nyelip yang sudah lewat expired date nya kan gak baik buat kesehatan apalagi jenis makanan ringan yang pakai perasa.


“Oh ini? Udah hapal gue lahir batin selera si bocil prik. Gak jauh-jauh dari coklat sama keju dia mah” Lalu Revan memasukkan snack setelah memastikan expired date nya.


“Mau ambil sendiri atau gue ambilin?” Melihat Ayu yang tidak bergerak untuk memilih makanan ringan Revan ingin inisiatif membantu.


“Gue aja” Ayu menolak bantuan Revan, karena menurut nya laki-laki itu daritadi hanya memilih snack yang rasa coklat dan dia kurang suka cokelat.


“Mau coklat ini?” Revan menunjuk cokelat batangan yang terkenal di dunia per-perempuanan.


“Mmm gue gak suka coklat” Jawab Ayu menolak.


“Oya? Gue kira semua cewek suka cokelat”


“Sotoy!!”


“Gue tau nya Riva suka cokelat, kirain semua cewek sama aja”


“Lo cuma tau Riva aja” Jawab Ayu tangan nya sudah mengambil snack pedas favorite nya.


“Gak ada pengalaman gue sama cewek lain, yang ada cuma mama sama Riva” Jawab Revan seadanya.


...🌼🌼🌼...


Pengen punya abang kayak Revan.


*capek punya abang yang kerjaan nya ngajak gelud mulu**😌*


Canda abang..

__ADS_1


__ADS_2