Bunga Anak STM

Bunga Anak STM
Flashback II


__ADS_3

...*Happy Reading**🥱*...


“Aku tidak bisa percaya siapapun!!”


Jia berteriak menggeram dengan air mata yang terus meluruh di pipi nya.


“Aku akan menemukan pelaku nya”


Jia bertindak implusif dengan memukuli dada Kai yang tengah menenangkan nya.


“Ce, tenang lah…” Cicit Kai lembut.


”Kita serahkan pada pihak yang berwajib..” Bujuk Kai lagi.


“Kamu pikir aku akan membiarkan mereka hidup setelah menyakiti putri ku?”


Kai diam, bukan hanya Jia. Dia pun juga tidak akan membiarkan orang itu hidup setelah menyakiti keponakan perempuan nya.


Tapi satu hal yang harus diingat, negara ini adalah negara hukum yang setiap warga negara nya tidak dibenarkan untuk main hakim sendiri meski dilakukan pada penjahat sekalipun.


“Kai….” Lirih Jia menangis.


“Bagaimana jika ada yang tidak beres dengan Bunga?” Sudah tidak berteriak lagi, tapi suaranya terdengar sangat lirih.


“Bagimana jika sesuatu yang buruk terjadi…hikss hikss”


“Aku merasa seperti akan gila…KAI!!”


“Tenang lah ce, jangan begini!” Kai berusaha untuk menenangkan Jia.


“Bagaimana aku bisa tenang!!” Bentak Jia.


“Kalau ingin menangkap pelaku nya cece harus tenang dulu, kita harus berpikir jernih sekarang” Tanpa sadar Kai juga ikut menangis dalam diam.


Beberapa saat lalu, dokter yang melakukan pemeriksaan pada Ayu memberitahu mereka keadaan terkini Ayu.


Dan juga berdasarkan hasil pemeriksaan dokter dapat disimpulkan bahwa dugaan sementara petugas kepolisian tadi itu adalah kebenaran.


Yaa—Gadis kecil itu mengalami kekerasan seksual, dengan ditemukan nya cairan sper ma disekitar ke maluan Ayu dan juga ke maluan nya yang mengalami kerobekan.


Bejat!


Tidak hanya sampai disitu, sekujur tubuh Ayu ada banyak luka lebam bekas pukulan benda tumpul dan luka-luka lain nya.


“Kita perlu bicara pak” Tegas petugas kepolisian.


Kai melihat Jia yang sudah tertidur didekapan nya, masih sesegukan sisa tangis nya tadi.


“Apa bisa dilakukan besok saja pak? Maaf sebelum nya pak, saya harus mengurus kakak saya terlebih dahulu” Jelas Kai.


“Baik, tidak masalah. Kalau begitu kami akan kembali kesini besok pagi untuk meminta beberapa keterangan dan juga alangkah baik nya jika ibu dari korban juga sudah tenang dan bisa diajak komunikasi” Ucap polisi menunjuk Jia.

__ADS_1


“Baik pak, saya usahakan”


“Kalau begitu kami permisi” Polisi menepuk pelan bahu Kai seolah memberi kan kekuatan.


Para petugas kepolisian pun berlalu, menyisakan Kai dan Jia di kursi tunggu didepan ruangan Ayu.


Malam sudah larut, koridor rumah sakit juga sudah sangat sepi hanya ada beberapa petugas kesehatan yang hilir mudik.


Kai mengeratkan pelukan nya pada Jia, keadaan sunyi ini membuat pikiran nya melayang, membayangkan kejadian yang buruk ini.


Kai sebenarnya ingin menanyakan banyak hal pada Jia, Apa penyebab Ayu bisa keluar rumah saat malam dan sejak tadi ada yang menganggu pikiran Kai.


Kai menunduk kan kepala nya, mengamati wajah putih pucat sang kakak.


Tidak hanya mata yang sembab karena terlalu banyak menangis, tapi juga ada luka lebam yang membiru ditulang pipi kanan nya, ujung bibir yang sobek dengan bekas darah yang sudah mengering. Pelipis kanan juga ada goresan luka berdarah yang sudah kering.


Kai yakin ini pasti ulah seseorang yang dengan sengaja memukuli sang kakak?


Wajah laki-laki brengsek yang sial nya adalah suami kakak nya terbayang dibenak Kai, apa dia melakukan kekerasan rumah tangga?


Satu persatu Kai mulai menyusun kemungkinan yang terjadi sebelum Ayu pergi dari rumah, bisa jadi gadis kecil itu kabur dari rumah setelah menyaksikan pertengkaran orang tua nya lalu ditengah jalan bertemu preman yang memperkosa nya.


Dan—Kai baru tersadar, sejak tadi suami sang kakak tidak terlihat disini.


Tidak mungkin dia tidak tau kejadian yang menimpa anak nya, pasti pihak polisi tadi mendatangi langsung kediaman sang kaka untuk menyampai kan informasi kejadian.


“Brengsek!!” Maki Kai.


...🌼🌼🌼...


“Jangan bengong nanti kesurupan barongsai lo”


Ayu hanya menoleh sebentar dan lanjut membenamkan wajah dilipatan tangan nya.


“Lo lagi mikirin apasih?” Ambar mengamati tingkah Ayu hari ini sangat aneh, dia banyak melamun dengan pandangan kosong.


Ayu menggeleng sebagai jawaban, meski mereka tau pasti ada hal yang mengganggu pikiran Ayu tapi mereka tidak ingin banyak bertanya sebelum Ayu sendirilah yang mau bercerita.


“Oiyaa kok Adiba ke toilet nya lama ya?” Tanya Adara bingung, pasalnya sudah hampir limabelas menit Adiba tidak juga kembali ke kelas.


.


.


.


“Bisa lo ceritain?” Tanya Adiba to the point, setelah menyeret Revan ke samping gedung TKR.


Revan mendengus kesal karena tingkah Adiba yang menerobos masuk ke kelas nya dan menarik dia keluar kelas, membuat keributan dan godaan dari teman sekelas Revan.


“Bagian mana yang mau diceritain?” Tanya Revan.

__ADS_1


“Semua!” Tegas Adiba.


Revan mengangguk “Sebenernya gue gak terlalu fokus dengerin obrolan mereka berdua”


“Jadi lo ngapain disitu?” Kesal Adiba.


“Selain merasa gue gak pantes untuk dengerin obrolan mereka karna privacy, gue juga terlalu fokus sama Bunga yang waktu itu ketakutan.


“Ketakutan?”


“Ya..gue gak tau sebab nya, yang pasti waktu pertama ketemu di minimarket sama paman nya Ayu udah gemeteran ketakutan”


“Gak mungkin lo gak denger sama sekali obrolan mereka, sedikitpun gitu?”


“Emm—inti nya, paman nya Bunga ngajak untuk kembali ke keluarga Lim” Singkat Revan.


“Keluarga Lim?” Bingung Adiba.


“Iya…apa bener kalau Bunga ada keturunan Tionghoa?”


Adiba mengangguk, mereka tau tentang Ayu yang memiliki darah Tionghoa dari sang Ibu dan selaku orang yang pernah melihat langsung bunda nya Ayu semasa hidup waktu mereka bertetangga dulu Adiba yakin kalau Ayu tidak berbohong karena wajah yang ibu sangat oriental.


Wajah putih pucat dan bermata sipit, ciri khas gadis keturunan Tionghoa. Berbeda dengan Ayu yang tidak terlalu ketara dengan wajah oriental nya dia lebih kewajah orang Indonesia mungkin karena gen sang ayah lebih dominan.


“Tapi Bunga gak pernah ngasih tau marga nya apa” Cicit Adiba pelan.


“Dari yang gue denger, Bunga juga bilang kalau dia gak mau balik lagi ke keluarga Lim dan lain-lain” Revan malas menjelaskan bagian cerita ini karena dia selalu terbayang raut ketakutan Ayu yang menyiksa nya.


“Sebentar…..apa kelurga Lim yang itu?” Gumam Adiba.


“Yang itu?” Beo Revan.


“Lo tau Lim group? Keluarga kaya raya yang punya perusahaan dimana-mana” Tanya Adiba.


Revan mengangguk, siapa yang tidak kenal dengan keluarga yang dijuluki “Sultan” di kota ini. Hampir setiap hari keluarga itu muncul di televisi dengan pemberitaan tentang keberhasilan perusahaan mereka, dan banyak lagi.


“Gue gak tau, Lim yang itu atau bukan dan gue juga gak peduli” Sarkas Revan.


Adiba mengangguk lalu menatap curiga pada Revan.


”Lo masih belum mau ngaku?” Tanya nya tiba-tiba.


“Ngaku?”


“Iya! Lo belum mau ngaku kalau lo suka sama Bunga?” Revan tersentak dan mengalihkan pandangan kesembarang arah.


“Cih, cemen!” Setelah mengucapkan itu Adiba bergegas meninggalkan Revan yang masih salah tingkah.


...🌼🌼🌼...


Masih ada yang nungguin cerita ini kah?

__ADS_1


__ADS_2