Bunga Anak STM

Bunga Anak STM
Kontrak!!


__ADS_3

...*Happy Reading**đź’•*...


“Bung! Bung! Gue ada kabar gembira buat lo” Adiba baru memasuki kelas, suara nya sudah menggema antusias.


“Apaan?” Tanya Ayu singkat.


“Tadi malam kak Dina ngasih tau gue kalau lo dipanggil ke perusahaan nya”


“Buat Apa?”


“Kata nya sih boss nya dia suka sama hasil foto kita yang kemarin, trus juga mereka mau ngasih royalti karena udah jadiin foto lo sampul majalah”


Jelas Adiba.


“Katanya sih, cuan nya beda kalau foto yang diposting di platform mereka sama foto yang dijadiin sampul”


“Jadi gue kesana ngapain?” Tanya Ayu pada inti masalah nya.


“Ini masih kemungkinan sih Bung—“


Ucap Adiba pelan.


Ayu menaikkan alis bingung, maksudnya apa.


“Kalau kata kak Dina, kemungkinan mereka mau ngontrak lo buat jadi model”


”SERIUS!!??” Itu bukan Ayu yang berteriak, tetapi Adara yang baru saja datang.


“Apa sih teriak-teriak! Pengang kuping gue”


Ambar mengusap telinga pelan, karena Adara berteriak tepat disamping nya.


“Hehe..sorry, tapi itu beneran Bunga mau di kontrak?”


“Masih kemungkinan, makanya Ayu diminta untuk datang ke kantor nya hari ini”


Terang Adiba menambahkn informasi.


“Gimana Bung, lo mau?”


”Bagus nya gimana?” Tanya Ayu balik.


“Kalau kata gue sih dateng aja Bung, siapa tau rezeki lo” Ucap Adara menyarankan.


”Iya kalau menurut gue juga, mending dicoba dulu. Untuk persiapan yang lain nya ya dipikir belakangan” Tambah Adiba.


“Yaudah gue ikut aja” Putus Ayu akhirnya.


“Jadi nanti pulang sekolah kita langsung kesana?” Adara dan Ayu mengangguk.


.


.

__ADS_1


Sesuai kesepakatan, Ayu DKK langsung menuju kantor yang mereka datangi beberapa waktu lalu untuk menepati janji.


“Kata kak Dina langsung masuk aja, dia nungguin di lantai 3” Ucap Adiba setelah membaca chat masuk dari sang kakak.


Keempat nya memasuki lift setelah mendaftarkan diri dibagian resepsionis lantai bawah, sesampai nya dilantai tiga mereka langsung disambut oleh Dina dan diajak keruangan divisi media cetak.


“Tunggu disini dulu yaa…kakak panggilin si boss” Pamit kak Dina meninggalkan mereka bertiga di ruang khusus tamu divisi itu.


Beberapa menit kemudian, Dina kembali dengan seseorang lagi disamping nya.


“Nah, ini mbak adik-adik saya yang pemotretan waktu lalu” Ucao Dina mengenalkan tiga gadis remaja itu.


Mereka kontan berdiri kompak memberi salam sopan dan senyuman tipis menyapa orang yang disamping Dina.


“Duduk aja dek, santai kita kalau disini” Orang yang dipanggil Dina mbak itu mempersilahkan mereka untuk duduk


“Kenalin nama mbak Sila, penanggung jawab divisi media cetak” Mbak Sila tersenyum ramah.


“Kenalan dulu dong, kamu nama nya siapa dek?” Mbak Sila menunjuk Ambar yang duduk paling ujung.


“Saya Ambar mbak” Jawab Ambar tersenyum manis.


“Kamu?” Tunjuk nya lagi pada Adara dan begitu seterus nya sampai mereka bertiga menyebutkan nama masing-masing.


“Ayu yang kemarin jadi model nya kan?” Ayu mengangguk pelan.


“Sebelum nya mbak sama tim mau minta maaf karena foto kamu dijadiin sampul tanpa seizin kamu, padahal perjanjian nya cuma buat di posting di platform”


“Gapapa mbak” Jawab Ayu singkat.


Ucap mbak Sila bercanda.


“Beneran gapapa kok mbak, kita juga merasa beruntung bisa punya kesempatan kerja disini apalagi hasil kerja kita sampai di pakai majalah fashion viral”


“Iya mbak benar, kita malah merasa beruntung kok” Tambah Adara.


“Kalian berlebihan…”


“Dina sudah kasih tau belum, tujuan kami meminta kalian datang kesini?” Ketiga nya kompak menggeleng tidak tahu.


“Jadi gini, divisi mbak lagi ada proyek terbaru untuk karya anak-anak muda. Jadi ada nanti rubrik khusus untuk karya yang dihasilkan sama anak muda seperti kalian ditambah beberapa informasi terupdate tentang kegiatan postitif anak muda sekarang”


Mbak Sila menjelaskan panjang lebar.


“Jadi mbak mengajak kalian untuk bekerja sama mengembangkan proyek tersebut, harapan kedepan nya untuk memancing kreativitas anak muda lain nya”


Mereka berempat kompak mengangguk paham.


“Nah, kalian berempat kebetulan banget paket komplit. Ada model, photographer, make-up artist sama pengarah gaya. Jadi mbak gak perlu cari talent yang lain”


“Jadi bukan cuma Ayu yang mau di kontrak mba?” Cicit Adara pelan.


“Hahah…enggak kok, sepaket kalian mau mbak kontrak. Yaa proyek kecil-kecilan jadi mungkin duit nya gak seberapa tapi cukup lah buat modal nongki atau nge-mall”

__ADS_1


“Kita gapapa sih mbak, untuk awal nyari pengalaman aja mbak” Celetuk Adiba.


“Jadi gapapa nih, kalau gak dibayar?” Ucap mbak Sila bercanda “Haha mbak bercanda kok, kita selalu menghargai karya siapapun”


“Jadi kalian setuju? Kalau setuju biar kita bicarakan lebih lanjut” Tanya mbak Sila.


Mereka berempat langsung berbisik-bisik saling menanyakan pendapat.


”Yaudah, sekarang kalian diskusi dulu disini. Gapapa santai aja. Mbak ada urusan dulu sebentar”


”Minuman nya diminum dulu..”


Begitu mbak Sila pamit meninggalkan mereka.


“Gimana kalian mau?” Adiba mengumpulkan suara. Karena ini untuk kerja tim jadi dibutuhkan keputusan bersama.


“Gue setuju, kalian gimana?” Ayu dan Ambar mengangguk setuju.


“Oke deal!”


Setelah beberapa menit kemudian mbak Sila kembali dengan map biru ditangan nya.


”Gimana? Udah diskusi nya?” Tanya mbak Sila.


“Udah mbak” Jawab mereka serentakz


“Setuju semua kan?” Lagi-lagi mereka mengangguk serentak.


“Good, sekarang kalian isi dulu data ini” Mbak Sila menyerahkan selembar kertas yang berisi beberapa data diri.


“Isi nya yang teliti yaa..jangan sampe ada yang typo apalagi dibagian nomor rekening nya nanti gaji nya nyasar”


Seperti nya mbak Sila memang tipe boss yang santai dan tidak terlalu tegang karena sejak tadi bicara dengan mereka pun mbak Sila pembawaan nya santai dan banyak bercanda.


“Nah, untuk foto yang pertama disampul itu royalti nya bakal dikirim hari ini yaa”


Lanjut mbak Sila sambil memperhatikan mereka mengisi data.


“Tapi ada baik nya kalian tanya orang tua dulu, izin dan jelaskan apa aja kerjaan nya. Gak sampe ganggu waktu belajar kok paling seminggu itu kita pemotretan nya sekali aja. Karna kan majalah fashion nya edisi perminggu”


”Kalau ada yang gak ngerti lebih baik di tanyain sekarang, biar gak ada salah paham kedepan nya”


“Untuk setiap pemotretan itu kan ada tema tertentu” Mbak Sila mengangguk “Tema nya kita yang nentuin sendiri apa dari pihak mbak” Tanya Adiba serius.


“Karna ini proyek khusus untuk mengembangkan kreatifitas anak muda, semua nya kalian yang nentuin nanti mbak sama tim bantu review kelayakan terbitnya”


Jelas mbak Sila.


“Oh gitu yaa mbak…” Adiba mengangguk paham.


“Ada lagi yang mau ditanyain lagi?” Tanya mbak Sila.


“Kalau untuk fasilitas jangan takut, nanti kita fasilitasi kebutuhan yang berhubungan dengan proyek ini”

__ADS_1


Obrolan mereka selesai sampai sore hari, dengan banyak kesepakatan bersama. Dan janji temu untuk pemotretan pertama.


...đź‘‘đź‘‘đź‘‘...


__ADS_2