Bunga Anak STM

Bunga Anak STM
Permainan dimulai


__ADS_3

...*Happy Reading**đź’ś*...


Kembali pada hari senin yang ceria, seperti cuaca yang cerah pertanda Upacara Bendera hari ini akan terlaksana.


Lingkungan sekolah sudah cukup ramai, sebagian murid datang karena semangat menyambut hari dan sebagian lagi terpaksa karena hari senin biasa nya gerbang sekolah ditutup lebih awal dari hari biasa.


Hari senin juga hari yang berat bagi mereka yang melanggar peraturan, karena banyak razia mingguan yang dilaksanakan hari ini.


Seperti kelengkapan atribut sekolah, rambut panjang bagi murid laki-laki, dan rok yang diatas lutut bagi murid perempuan. Semua razia serentak dihari senin membuat murid ketar-ketir ketika melewati gerbang sekolah.


Didepan gerbang sudah berdiri oknum yang akan merazia para pelanggar aturan, Dua orang guru BK dan dua orang guru olahraga anak mesin.


Mata mereka siap men-scan setiap murid yang lewat dan tidak segan-segan memberi hukuman sesuai pelanggaran yang dilakukan.


“Indra!!” Teriak pak Edi, si Guru BK yang garang.


“Sini mendekat!” Perintah nya.


Dengan was-was Indra mendekat kearah beliau sambil mengingat pelanggaran apa yang dia lakukan karena perasaan nya hari ini dia jadi murid teladan.


“Pagi pak\~” Sapa Indra ceria.


“Tahu apa kesalahan mu?” Indra menggeleng polos.


“Kenapa tali sepatu mu berwarna hijau neon?” Indra langsung menunduk untuk melihat tali sepatu nya.


“Hehehe salah pake pak” Jawab Indra tidak berdosa, padahal dalam hati sudah deg-degan.


“Salah pakai? Atau memang sengaja?”


“Lupa ganti pak” Lebih baik jujur sekarang daripada menyesal diakhir.


“Jalan jongkok, keliling lapangan!”


“Sekarang pak?” Tanya Indra ragu.


“Tahun depan…”


“Baik pak, kalau begitu saya masuk ke kelas dulu tahun depan saya laksanakan hukuman nya” Bodoh dan polos itu memang beda tipis ya kawan.


“SEKARANG INDRA!!” Teriak Pak Edi membahana badai.


“Ohh iyaa..baik pak baik, permisi” Pamit Indra.


“Jangan kabur kamu, saya pantau dari sini”


Dilapangan sudah ada sekitar lima orang murid laki-laki yang melaksanakan hukuman jalan jongkok mengelilingi lapangan.


“Widihh rame nih pagi-pagi\~\~” Indra langsung ceria karena tahu bukan hanya diri nya saja yang dihukum.


“Kenapa kamu pakai rok pendek begini?!” Tanya bu Eka selaku guru BK yang bertugas untuk merazia khusu murid perempuan.


“Kamu tahu aturan nya rok harus berada dibawah lutut!” Tegas bu Eka.


“Tahu bu…” Jawab murid itu.


“Terus? Kenapa pakai begini….Ibu ingat kan, kamu bersekolah di STM yang murid nya mayoritas laki-laki jadi kamu harus bisa menjaga dirimu dari pandangan mereka, mengerti?”


“Mengerti bu”


“Sekarang pergi ke Koperasi beli rok baru yang panjang nya dibawah lutut, SE KA RANG”


Beliau menekan kan kata sekarang agar murid nya segera bergerak.


Bell untuk Upacara Bendera lima menit lagi akan berbunyi, gerbang sudah ditutup sejak tadi oleh guru yang bertugas menyisakan murid-murid yang terlambat diluar gerbang sekolah. Mereka akan disuruh masuk dan mengikuti upacara nanti.


Kelas yang kebagian tugas menjadi petugas upacara sudah berkumpul dilapangan mendengarkan arahan waki kelas dan acara doa bersama sebelum mulai melaksanakan tugas mereka.


Setelah itu mereka bubar mengambil posisi masing-masing dan menyiapkan diri.


Tettttt teeettttt teeetttt


(Anggap aja bunyi bell sekolah, susai ey nulisnya nada bell beneran)


Secara bertahap dan serentak murid-murid keluar dari peradaban sebelum nya menuju lapangan upacara dan mengambil barisan sesuai kelas dan jurusan masing-masing.


Tidak butuh waktu lama untuk membentuk barisan rapi, karena mereka sudah biasa mendisiplinkan diri sendiri jadi lebih mudah untuk diatur.


Seluruh barisan peserta dan petugas upacara sudah rapi, lalu barisan diambil alih oleh pemimpin upacara agar diperintahkan dalam posisi SIAP.


Protokol memulai tugas nya mengumumkan upacara yang dimulai, upacara hari berjalan lancar dan khidmat tanpa ada kesalahan fatal dari petugas baik peserta upacara.


...🌼🌼🌼...


“Kayaknya AC kelas ini gak pernah di service deh karna dingin nya gak berasa banget” Adara menggerutu kesal karena tetap kepanasan meski telah mengatur AC pada suhu terendah.

__ADS_1


“Kulit lo yang ketebelan kayak kulit biawak makanya gak berasa” Cela Ambar.


“Ck, nyambung mulu kalau ngejekin gue”


Brakk


Pintu kelas terbuka kasar dari luar, sepertinya sengaja.


“Pelan-pelan buka pintu nya Ajis bab! Kalau rusak lo mau ganti hah!!?” Seru Adara.


“Gak sengaja gue, lagian kenapa pake ditutup segala sih pintu nya. Kan gue ngira udah ada guru yang masuk” Ajis membela diri.


“AC nya gak berasa, jadi tutup pintu biar udara dingin nya gak keluar”


“Teori dari mana itu, percuma lo tutup pintu kalau jendela kelas ini masih kebuka semua ih bodoh. Ajis gak like”


“Ganti baju kuy!” Ajak Adiba pada Ayu dan Ambar, tidak peduli dengan Adara yang masih adu bacot. Mereka berdua memang serasih kalau sudah adu bacot.


“Good morning class!!” Seru pak Samsul menyapa murid kelas XI TKJ1 (sebelas TKJ1).


“Morning Sir\~\~” Balas murid serentak, mereka sudah siap dengan seragam olahraga berwarna biru mereka tidak lupa dengan tulisan besar STM PEDULI BANGSA lengkap dengan simbol nya dibagian punggung baju itu.


“Semua sudah ganti baju kan? Kalau sudah ayo kelapangan!”


“Lets go!!”


“Enak nya ngapain nih guys?” Tanya Pak Samsul santai.


“Ngopi pakkk” Jawab Joko antusias.


“Ngarang kamu! Sekarang kita pemanasan dulu biar gak kaget otot-otot orang pemalas seperti kalian” Ejek Pak Samsul dan memberi kode pada Adin agar memimpin jalan nya pemanasan.


Pelajaran olahraga hari ini cukup memakan banyak energi, sampai membuat Adara tepar diatas meja nya. Tidak peduli dengan teman sekelas nya yang.


“Jangan tidur woi, ayo ganti baju biar bisa langsung ke kantin gue laper nih” Ambar menggoyang lengan Adara.


“Kuy lah gue laper banget” Adara beranjak dari meja dan meraih kantung baju seragam putih abu-abu nya.


“Diba sama Bunga mana?”


“Diluar nungguin”


Kedua gadis itu pun keluar menyusul teman nya yang lain lalu berjalan berjalan beriringan di koridor kelas yang sepi karena ini masih jam pelajaran terkahir sebelum bell istirahat.


Ditengah lapangan mereka tidak sengaja berpapasan dengan Fahri si ketua angkatan tahun ini, dia memaksi ware pack andalan jurusan nya yang sudah terlihat kotor banyak bekas oli dan karatan besi yaa biasalah. Baju anak Teknik jarang ada yang bersih.


Fahri langsung mendongak menatapa keempat gadis cantik yang berjarak beberapa meter di didepan nya.


Merek berempat memang terlihat cantik-cantik tapi hanya satu orang yang membuat Fahri selalu berdebar jika berada di dekat nya.


“Wassap bang, ngapain lo disini?” Adiba memang kalau sudah akrab bahasa nya akan asik.


“Ini kan sekolah gue juga Adiba..hehe” Kekeh Fahri, matanya tetap saja ingin terus menatap Ayu.


“Yaa kan lo lagi dinas diluar bang” Jawab Adiba.


“Gue cuma mau ngasih laporan sama guru yang monitoring di bengkel gue PKL” Fahri mengangkat makalah bersampul kuning ditangan nya.


“Ohhh gitu, yaudah good luck dah. Kita duluan yaa bang mau ganti baju nih” Adiba pamit, melanjutkan tujuan utama untuk ketoilet.


“Yaa silahkan, gue mau ke kantor guru juga” Fahri tersenyum, dan kedua kelompok itu bubar.


...🌼🌼🌼...


“Boleh numpang duduk ya ciwi-ciwi\~” Itu suara Anton anak sebelas TKR1, dan tentu saja dimana ada Anton disitu pula ada Revan.


“Gak ada meja lain apa elah, merusak pemandang lo!” Ketus Adara.


“Duduk aja” Berbalik, Adiba justru mempersilahkan mereka untuk bergabung dimeja ini tersedia delapan kursi.


“Thanks Adiba” Ucap Anton dan duduk tepat disamping Ambar, seperti nya dia sengaja.


“Makan apa tuh dek Ambar?” Nah, buaya jantan akan memulai aksi nya.


“Buta lo mata lo? Ini mie ayam!!” Yang sewot malah Adara.


“Gue gak ngomong sama lo ya”


“Yaudah pergi sanah!” Usir Adara.


“Inikan kantin milik bersama bukan punya lo”


“Diam deh, urusan rumah tangga jangan dibawa-dibawa kesekolah dong” Cicit Ambar menghentikan keributan.


“Hi guys!” Seseorang datang menyapa.

__ADS_1


“Loh belum balik lo bang?” Tanya Adiba.


“Wassap brother” Sapa Anton sedangkan Revan hanya tersenyum menyapa.


“Belum, laporan gue belum selesai di review sama pak Roni” Jawab Fahri.


“Gue nebeng duduk ya..kangen makanan kantin nih”


“Kangen makanan kantin apa yang lain?” Tanya Adiba usil, dia tahu Fahri sedang berbohong.


“Hahaha kangen yang lain juga sih” Jawab Fahri, sekilas menoleh kearah Ayu yang asik dengan mie ayam nya.


“Kangen siapa bang? Kangen gue yak?” Ambar malah kepedean, tapi tak apa selama itu cogan Ambar tidak akan rugi.


“Ngadi-ngadi lo, udah jelas bang Fahri itu kangen sama Bunga. Yakan bang?”


“Bunga?” Fahri bingung.


“Ayu maksud gue bang, gimana sih katanya calon bini masak nama lengkap nya gak tau” Adara tolong mulut nya agak mingkem, jangan sampai sendok garpu Ayu melayang.


“Hahahahahhaha….Ada-ada aja, kan gue biasa sama nama Ayu” Fahri tertawa ngakak.


“Orang terdekat biasa nya manggil Bunga bang” Jelas Adara.


“Oohh gitu”


“Jadi gimana? Lo kangen Ayu kan bang?” Adara menuntut jawaban.


“Iya” Singkat padat dan jelas—jelas membuat Adara tepuk tangan bangga.


“Kan apa gue bilang, gue yakin gossip itu bukan omong kosong”


“Gossip apa memang nya?”


“Ituloh bang, temen-temen rumpi gue bilang kalau lo naksir Ayu dari kami kelas sepuluh kan?”


“Emm—iyaa kok pada tahu ya?”


Diam-diam, Adiba meneliti wajah Revan yang merah. Seperti orang tengah menahan kesal.


“Yaa tahu lah, itu udah kayak rahasia umum loh. Masak cowok populer modelan abang gak ada yang kepo sama urusan asmara abang”


“Iyadeh, gak urus juga gue” Jawab Fahri.


“Tapi abang beneran suka Bunga?” Kali ini Ambar yang bertanya.


Fahri mengangguk mantap, menatap kearah Ayu yang pura-pura budeg dengan obrolan orang sekitar nya.


“Cieee abang jujur banget” Ambar antusias melihat kejujuran Fahri.


“Kenapa gak pernah nembak Ayu bang?”


“Emm?…..takut nya Ayu udah punya cowok”


“GAK KOK bang!!” Adara nge-gas epribadeh.


“Gak kok bang, temen gue ini dari dalam kandungan sampe sekarang masih jomblo”


Berbeda dengan kedua sahabat nya yang merecoki Fahri dengan pertanyaan-pertanyaan tidak bermutu mereka, Adiba malah sibuk memerhatikan gerak-geril Revan yang mulai gelisah. Meski diam dan menunduk Adiba yakin kalau laki-laki itu sejak tadi menyimak obrolan tadi.


“Pepet aja bang…” l


Ampun deh, Adara ngebet banget sahabat nya punya pacar.


Krekk


“Gue duluan ya” Pamit Revan berdiri dari kursi nya.


“Duluan bang” Pamit Revan pada Fahri dan diangguki.


“Hahahahahahha” Tiba-tiba Adara tertawa keras, membuat orang dimeja itu kebingungan.


“Napa lo?”


“Gak ada,hahahah” Tawanya belum reda, kalian haris lihat tadi ekspresi wajah kesal Revan. Ya ampun lucu banget.


Dia kelihatan panas mendengar pengakuan Fahri yang terang-terangan meski tidak ditanggapi.


“Cih gengsi, belum apa-apa udah cemburu” Batin Adiba memaki Revan yang gengsi mengakui perasaan nya sendiri.


Baik, tampak nya permainan ini akana menyenangkan —Adiba.


...🌼🌼🌼...


Ada notifikasi gak sih guys kalau novel ini update?

__ADS_1


Info nya dong, karena belakangan ini utor gak ada dapat notifikasi apapun.


Takut nya gak ada notif trus gak ada pembaca lagi kan utor gak semangat update.


__ADS_2