Bunga Anak STM

Bunga Anak STM
Sabtu Malam


__ADS_3

Sabtu malam pukul 20:12 revan sudah 1 jam lebih memicingkan mata dengan tujuan mencoba untuk tidur, namun selama itupun pikiran nya malah entah kemana-mana.


Otak nya terus membayangkan raut wajah ayu saat disekolah tadi.


Apa dia salah bicara, atau bagaimana? Namun menurut nya juga apa ayu gak berlebihan masa’ cuma ngomong gitu aja sampai marah-marah gak jelas.


Apa memang gadis itu lagi ada masalah seperti yang dikatakan adiba.


“Gue gak suka orang haus maaf” Revan kembali mengingat ucapan ayu tadi siang dan membayangkan kembali raut wajah gadis itu, terlihat seperti orang yang menahan emosi dan tangis?


“Dalah, bodo amat!” Revan berseru dan bangun, dia duduk dipinggir ranjang lalu meraih ponsel nya.


Nanti saja tidur nya kalau udah ngantuk banget pikir nya. Sekarang dia baru sadar kalau perut nya belum diisi sejak pulang sekolah tadi.


Revan beranjak dari ranjang nya dan sudah berniat mau keluar sebentar nyari makan malam nya sekalian nyari udara segar juga biar gak mumet mikirin si ayu.


“Ajak anton ah, biasa nya tu jones dirumah ae” Revan kembali duduk dipinggir ranjang dan membuka ruang obrolan terakhir nya dengan anton.


Saya


Bro gue lpr


^^^Antonim^^^


^^^Trus? Lo mau minta makan sama gue?^^^


Saya


Bukan! gas lah nyari


^^^Antonim^^^


^^^Gas lah gue laper juga, udah dari TK gak makan. Lo traktir kan? Gak ada duit gue.^^^


Saya


👍


^^^Antonim^^^


^^^👎🏿^^^


Revan terkekeh teman nya itu memang selalu mengaku tidak punya uang, padahal dia berasal dari keluarga yang sangat kecukupan.


“Kalau ada yang gratis, kenapa harus bayar” Itulah yang anton ucapkan kalau diejek sama teman-teman nya.


Revan berdiri dan meraih jaket jeans yang tersangkut dibelakang pintu kamar nya dan keluar dari kamar, sekarang dia harus menjemput anton kerumah nya yang hanya berjarak 5 rumah dari rumah nya.


🌼🌼🌼


“Busett rame banget” Anton berucap ketika mereka sampai di angkringan pinggir jalan tempat mereka biasa makan.


“Malam minggu bro” jawab revan yang sekarang tenagh melepas helm dari kepala nya.


“Gue jomblo, jadi gak tau” Anton berbicara dengan nada memelas, seolah dia sedang sedih dengan status kejombloan nya.


“Masuk lah” Revan berjalan masuk kedalam angkringan yang beratap terpal biru itu.


“Gue yang biasa” Belum sempat anton duduk revan sudah berucap seperti itu, maksudnya biar anton yang pesenin.


“Bro, tadi siang anak TKJ ngapain nyariin lo?” Anton sudah duduk dikursi yang bersebrangan dengan revan setelah memesan makanan mereka berdua.


“Gak tau” Revan mengangkat bahu tanda acuh, dan masih memainkan ponsel nya.


Anton tidak puas dengn jawaban revan, pura-pura gak tau padahal tadi waktu anton mengintip dari jendela kelas dia melihat revan sedang berbicara dengan adiba dan ayu.

__ADS_1


“Pasang pelet apa lo? Bisa-bisa nya sampe didatengin mereka berdua” Anton masih memancing revan agar berbicara banyak alasan adiba dan ayu sampai mendatangi gedung TKR.


“Norak lo, kayak gak pernah liat cewek aja” Revan memukul kepala anton dengan sendok yang tersusun dimeja.


“Sakit, sat!” Anton mengusap kepala nya yang memang sakit seperti nya revan ada dendam pada nya.


Anton melihat sekeliling, mungkin karena malam minggu jadi agak ramai dan pelanggan nya kelihatan banyak yang berpasangan. Nasib nasib pikir nya lagi.


“Eh” Anton sedikit kaget ketika mata nya tak sengaja melihat gadis yang dia kenal.


“Kenapa lo?” Tanya revan yang mendengar nada kaget anton tadi.


“Itu bukan nya adiba?” Anton menunjuk kearah samping kanan, gadis itu tampak celingak celinguk. Mungkin mencari meja kosong tapi kenapa dia sendirian.


“AdibAA!” Anton sedikit berteriak agar terdengar oleh gadis itu, karena dia lumayan jauh ditambah pula disini berisik.


“Kenapa dipanggil sih?!” Revan kesan.


“Dia sendirian gak kasian lu. Lagian kan masih ada kursi yang kosong” Anton berdalih kalau dia kasihan, padahal mah modus bisa malam mingguan sama cewek cantik. Hahahah.


Mereka berdebat tanpa sadar kalau sekarang adiba sudah berada disamping anton.


“Eh ada anton sama revan” Ucap adiba sekedar menyapa dan tersenyum.


“Lagi kencan ya lo berdua?” Adiba kembali berucap dengan kekehan kecil membuat revan langsung mengalihkan pandang pada ponsel.


“Iye kencan! Terus lo ngapain disini?” Anton yang kesal menjawab dengan nada sinis.


“Ngamen!!” Adiba membalas tak kalah sinis.


“Gak ada orang kan? Gue numpang duduk” Adiba duduk dikursi sebelah kanan anton.


“Kalau mau numpang duduk sono noh dilampu merah, orang disini mau makan” Anton berkata dan disambut ketawa garing adiba.


“Gak lucu!” Adiba sinis dan langsung memukul bahu anton.


“Baru nyampe kita, udah pesen sih” Anton yang menjawab revan hanya diam saja tidak berniat ikut tanya jawab orang berdua itu.


“Oh” Jawaban singkat dari adiba dan kembali mengambil ponsel nya seperti mengetik sesuatu.


Anton salah fokus pada penampilan adiba, ini pertama kali nya mereka bertemu diluar sekolah bahkan disekolah pun jarang bertemu karena beda gedung. Ya paling hanya terlihat dari kejauhan ketika jam istirahat.


Memang aura nya beda ya kalau pakai seragam sekolah dan pakaian luar, terlihat lebih cantik meski tampilan sederhana.



Anton tiba-tiba jadi deg degan melihat adiba yang kini duduk disamping nya, padahal tadi biasa aja kenapa sekarang deg degan.


Dekat sama satu orang aja udah deg degan begini apalagi kalau kena serang keempat nya ayu, adara dan ambar. Pasti anton kena serangan jantung, pesona mereka tidak bisa diragukan lagi.


“Lo sendiri ba?” Tanya anton penasaran, apa ada kemungkin dia kena serangan jantung malam ini kalau keempat gadis itu satu meja dengan nya.


“Gak. Nitip tas bentar yaa, gue mau jemput temen dulu” Adiba berucap sambil berdiri dari kursi nya berjalan keluar dari angkringan tenda biru itu.


“Jan jadi laki-laki murahan ya lo! Sampe segitu nya ngeliatin si adiba” Revan memperingati teman nya yang memang sering lupa diri kalau udah dekat cewek cantik.


“Brisik, sat!” Anton yang merasa tercyduk langsung terpancing emosi.


“Lo penasaran gak si adiba bareng siapa kesini?” Anton lanjut bertanya pada teman nya yang kembali bermain game di ponsel nya.


“Gak!” Jutek sekali laki-laki ini pikir anton karna revan membalas seperti tidak niat.


“Duduk disini aja ya, gak ada meja kosong” Adiba ternyata sudah kembali ke meja itu dengan seseorang.


Mendengar suara adiba yang berbicara kedua laki-laki yang tadi sibuk main ponsel itu menoleh kesumber suara.

__ADS_1


Deg!!


Revan hampir batuk begitu tau siapa teman yang dimaksud adiba.


sumber kegelisahan nya sejak tadi, sekarang ada didepan mata.


“Lo duduk sono!” Adiba kembali berbicara menyuruh teman nya duduk disamping revan.


Karena 1 meja ini hanya berisi 4 kursi dan kursi yang kosong itu cuma disebelah kiri revan.


Setelah di plototin adiba akhir nya gadis itu menyerah dan duduk disebelah revan tanpa dia tahu kalau laki-laki itu sedang grogi tapi tidak diperlihatkan saja.


Ting!


Ponsel revan berbunyi tanda ada pesan masuk


Antonim


Keciduk lo!! Wkwkwk


Jan jadi laki murahan ya kalau duduk disamping cewek cakep


WKWKKWWKWKWK


Sial, apa kelihatan banget kalau dia lagi grogi?


anton membalik kan ucapan dia tadi.


Revan melotot kearah kearah anton yang hanya dibalas senyum tipis yang mengejek.


“Gapapa kan kalau kita duduk disini?” Adiba baru bertanya kepada kedua laki-laki itu padahal sudah seenak nya dari tadi.


“Sans” Anton hanya berucap sambil tersenyum tipis.


“Maaf ya mas, mbak pesenan nya lama” Ucap seorang pria paruh baya kepada mereka sambil meletakkan makanan keatas meja.


“Gapapa pakde, matur nuwun” Adiba berucap kepada pria itu dan tersenyum.


“Selamat makan\~” Adiba bersuara seperti diimut-diimutkan.


“Jijik!” Balas gadis yang dihadapan nya.


“Sirik bung, noh makan ni cabe banyak-banyak biar mulut lo makin pedes” Adiba menggeser piring tempat sambel hijau nya kehadapan ayu.


Iya itu ayu, malam ini hanya adiba dan ayu yang keluar untuk makan sedangkan adara dan ambar hanya menitip saja karena mereka malas keluar lagi asik nonton drama soal nya.


Masih ingat revan yang duduk disebelah ayu?


Sama hal nya seperti anton, dia tampak salah fokus dengan penampilan ayu sekarang.



Hanya memakai celana jeans kebesaran dan juga baju lengan panjang kebesaran, seperti nya bisa mengubah pesona seorang ayu.


Mereka kembali makan dalam keheningan tidak ada yang berbicara.


Revan hanya membatin sedari tadi melihat ayu yang makan ayam sambel hijau itu dengan lahap, tidak peduli sekitar dia makan banyak dan cuek.


“Biasa nya cewek jaga image gak sih kalau makan sama cowok?” Revan membatin denhan ujung mata yang sesekali melihat kearah ayu yang makan.


“Apa gue gak dianggap cowok?” Revan kembali membatin.


🌼🌼🌼🌼🌼🌼


Mohon maaf kalau membosan kan dan tidak jelas 😂

__ADS_1


Terimakasih Telah Membaca cerita ini


Jangan lupa like, comment dan tambahkan ke favorite cerita ini yaa.


__ADS_2