
...*Happy Reading**😴*...
“APAA? kamu bertemu dengan anak itu Kai?” Seru wanita itu pada anak laki-lakinya.
“Iya ma..aku bertemu dengan dia di minimarket” Jawab Kai.
“Apa kamu tidak salah orang, kalian sudah hampir tujuh tahun tidak bertemu. Mana mungkin kamu masih mengenali wajah anak itu” Sambut Pria tua, ucapan nya terkesan lebih santai tidak seperti sang istri.
“Aku masih mengenali nya ma, pa. Wajah nya tidak banyak berubah, lagi pula dia juga mengenali ku” Jelas Kai meyakinkan.
“Lalu apa yang kalian bicarakan?”
“Tidak banyak pa, seperti nya dia tidak menyukai kehadiran ku” Jawab Kai lesu, membayangkan wajah penuh benci yang dia dapat dari keponakan nya. Ayu.
“Itu wajar, mengingat buruk nya hubungan kita dengan dia dan….”
“Sudalah pa, jangan bahas lagi anak durhaka itu. Dia juga sudah mati” Ucap Wanita tua itu ketus.
“Jaga bicara mu! Bagaimana pun juga dia tetap anak mu!” Teriak sang pria tua murka.
“Dia bukan anak ku, anak ku tidak akan pernah membangkang”
“Cukup ma, bahkan cece sudah meninggal pun mama tetap membenci nya?” Tanya Kai tidak percaya.
姊姊( jiě jie) : jie jie
◇ Kakak perempuan, biar lebih gampang utor tulis “cece” aja yah.
“Ya” Jawab nya singkat.
Sang suami tidak peduli lagi dengan sikap pendendam istrinya.
“Lalu apa rencana mu pada anak itu Kai?”
“Aku ingin membawa Bunga kembali ke keluarga Lim pa”
“Papa setuju”
“TIDAK!!” Teriak wanita tua itu tidak terima.
”Aku tidak setuju jika anak itu dibawa kembali ke keluarga Lim karena sampai kapan pun aku tidak menganggap dia cucu ku” Tegas nya.
“Mama….dia adalah anak perempuan dari cece!” Sanggah Kai lirih.
Sampai sekarang pun dia tidak bisa mengerti kenapa sang mama tidak bis memaafkan kesalahan yang diperbuat kakak perempuan nya, bahkan sampai sang kakak sudah meninggal pun mama tidak pernah sudi memaafkan kakak.
“Aku tidak peduli, sampai kapan pun aku tidak akan pernah menerima anak itu” Sarkas nya dingin.
“Terserah pada mu, kali ini aku tidak akan mempedulikan pendapat mu lagi. Sudah cukup sekali aku kehilangan anak perempuan ku karena mengikuti ego mu, kali ini aku akan memperjuangkan cucu perempuan ku untuk kembali” Balas sang suami dengan dingin.
Kai langsung menatap papa haru, benar. Jangan sampai mereka mengulangi kesalahan yang sama lagi.
“Apa kau bilang!? Jangan bercanda!!”
“Kau—“
Papa memotong ucapan sang istri dan menatap Kai penasaran.
”Lalu bagaimana kabar nya? Apa cucu ku baik-baik saja”
“Dia terlihat baik pa, bahkan kemarin aku lihat ada anak laki-laki yang terlihat sangat melindungi nya” Anak laki-laki yang Kai maksud adalah Revan, melihat bagaiman perlakuan anak laki-laki itu pada keponakan perempuan nya Kai merasa sedikit aman jika Ayu berada disekitar anak itu.
“Apa maksud mu?” Papa kebingungan.
“Kemarin waktu aku bertemu dengan dia di minimarket, dia tidak sendiri. Ada anak laki-laki berbadan tinggi yang selalu ada disamping nya”
“Apa itu kekasih nya?” Tanya papa.
__ADS_1
“Entalah pa, aku juga tidak tau. Tetapi yang pasti anak laki-laki itu terlihat sangat menjaga Bunga” Kai tersenyum.
“Masih anak ingusan sudah punya kekasih? Cih! Sifat nya tidak berbeda jauh dengan ibu nya”
“Anak perempuan ku Jia, tidak buruk. Hanya cara mu mendidik dia yang buruk” SKAK papa membuat istri nya terdiam.
“Sebaik nya, kita bicara diruangan papa saja Kai. Aku ingin mendengar banyak cerita tentang cucu perempuan ku” Papa beranjak dari kursi nya, mengode Kai untuk untuk mengikuti nya dan meninggalkan sang istri yang masih membeku.
“AKU TIDAK MAU TAU!! SAMPAI KAPAN PUN AKU TIDAK AKAN MENERIMA ANAK ITU DI KELUARGA LIM” Teriakan wanita tua itu menggema diruang makan yang sepi.
.
.
“Ceritakan semua apa yang kamu bicarakan dengan nya kemarin” Perintah papa pada Kai.
Kai pun dengan perlahan menceritakan semua nya, mulai dari dia melihat Ayu diparkiran minimarket sampai perpisahan mereka di cafe.
Papa mendesah “Sangat wajar jika dia membenci kita”.
“Perintahkan asisten mu untuk mencari informasi tentang anak itu, papa harap secepat” Pinta papa tegas.
“Baik pa, Kai akan mencari tau” Kai mengangguk paham.
“Apa papa tidak masalah dengan ucapan mama tadi?” Kai tau, sang papa selalu menurut dengan titah sang istri.
“Papa tidak peduli lagi-“ Papa menunduk, dapat Kai lihat kedua mata papa sudah berkaca-kaca.
“Dulu papa mengikuti ego mama mu sampai papa kehilangan Jia, papa tidak akan mengulangi kesalahan itu lagi dan papa ingin menjaga nya karna anak itu juga bagian dari Jia. Kakak mu”
“Kai mengerti pa, Kai akan berusaha membujuk Bunga”
“Bisakah kamu mempertemukan papa dengan nya Kai?” Papa menatap Kai penuh harap.
“Nanti pa, masih banyak hal yang ingin Kai cari tau tentang Bunga” Papa mengangguk.
“Papa tau, tidak akan mudah untuk membujuk nya. Tapi papa tetap berharap banyak pada mu Kai. Beritahu papa apapun yang kamu butuhkan papa akan memberi bantuan sebisa papa”
Papa adalah sosok yang paling tidak ingin orang lain melihat dia bersedih dan menangis, persis seperti Jia.
Kai memang tidak tinggal di mansion bersama papa dan mama nya, dia lebih memilih tinggal di apartemen mewah miliknya yang berjarak tidak jauh dari perusahaan nya.
Ketika melewati ruang tamu, Kai bertemu pandang dengan mama yang duduk di sofa.
”Kamu mau pulang? Tidak menginap malam ini” Tanya mama pelan, tidak terlihat emosi apapun diwajah nya.
“Tidak ma, kapan-kapan aku akan menginap” Kai mengecup kedua pipi mama kesayangan nya dan berlalu.
Setelah memasuki mobil nya Kai bergegas merogoh saku celana bahan nya untuk menemukan ponsel, berkutat sebentar dengan ponsel Kai mengarahkn ponsel ketelinga kanan nya.
“Halo” Sapa Kai ditelefon.
“Saya sudah mengirim email pada mu, cari informasi tentang anak itu dengan teliti dan saya butuh secepat nya” Perintah Kai pada orang diseberang sana.
Setelah melakukan panggilan telefon Kai bersandar lelah di kursi kemudi, pikiran nya melayang ke waktu dulu saat cece Jia nya masih hidup.
Kai ingat saat itu kakak nya berteriak histeris dirumah sakit tempat Ayu dirawat.
Malam itu Kai dapat telefon dari Jia yang memberitahu kalau Ayu putri nya dilarikan kerumah sakit dan sedang ditangani dokter diruangan ICU.
Dan ketika sampai dirumah sakit Kai menemukan Jia yang menangis histeris didepan ruangan itu dengan dua perawat yang berusaha menenangkan Jia, juga ada beberapa anggota polisi disana. Tentu saja Kai heran, ada urusan apa polisi berada disekitar Jia.
“Cece?” Panggil Kai pelan mendekati Jia.
Menyadari siapa yang menyapa nya, dengan kasar Jia melepaskan pegangan kedua perawat dilengan nya dan berlari kecil kearah Kai.
“Kai! Kai! Tolong putri ku…” Jia berteriak histeris menarik tangan Kai.
__ADS_1
“Cece ini ada apa? Bunga kenapa?” Jia tidak menjawab, dia terus menangis histeris dan menggumamkan nama putri nya.
“Kai….Bungaa….” Jia berulang kali menggumamkan nama putri nya.
“Selama malam..” Salah seorang polisi pria mendekati Kai.
“Malam pak” Jawab Kai.
“Apa bapak keluarga dari ibu ini?” Tanya polisi menunjuk Jia yang terus menangis.
“Iya pak, saya adik nya dan anak yang sedang ditangani didalam itu adalah keponakan saya” Jawab Kai.
“Syukurlah anda datang, ada yang perlu kami beritahu pada anda dan ada beberapa hal yang harus kami tanyai pada keluarga korban tapi beliau tidak bisa diajak komunikasi sejak tadi” Polisi menunjuk Jia yang berada dipelukan Kai.
“Seperti nya anda perlu menenangkan beliau terlebih dahulu” Lanjut Polisi itu.
Kai menatap sendu pada Jia yang tidak berhenti menangis meski sudah dia peluk dan tenangkan, tapi Jia sudah tidak histeris seperti sebelum nya.
“Beritahu saja pak, kakak saya sudah lebih tenang”
“Baik, kalau begitu mari duduk dulu biar ibu nya lebih nyaman” Polisi berjalan kearah kursi tunggu diikuti Kai dengan Jia dipelukan nya.
“Jadi ada apa pak?” Tanya Kai to the point.
“Begini pak, keponakan bapak ditemukan warga sekitar dalam keadaan tidak sadarkan diri di daerah tepi danau taman kota” Kai terkejut, kenapa Ayu bisa sampai ke tepi danau sekitar taman kota malam-malam begini.
“Begitu dapat panggilan darurat dari warga kami langsung ke TKP dan kami langsung melarikan korban kerumah sakit ini”
“Bagaimana keadaan nya saat ditemukan pak? Tempat tinggal kakak saya lumayan jauh dari tepi danau taman kota pak tidak mungkin keponakan saya bisa sampai sana malam-malam begini”
“Alasan kenapa bisa sampai disana kami kurang tau pak, yang pasti saat ditemukan keponakan bapak dalam keadaan yang mengenaskan”
“Me mengenaskan? Apa maksud nya?” Kai mulai panik.
“Ditemukan sudah tidak berpakaian utuh, baju nya sudah tersobek dan sudah tidak mengenakan bawahan seperti celana”
Deg!
Kai melotot kaget, bagaiman bisa….jangan bilang—
“Untuk dugaan sementara, kami simpulkan keponakan bapak sempat mengalami kekerasan sek*sual atau kemungkinan buruk nya keponakan bapak sempat diperko*sa sebelum ditemukan warga”
“Ke kerasan….kekerasan se*ksual?? Per di perkosa?” Hati Kai mencolos sakit mendengar hal itu.
“Aaarrrrrgghhhhh!!!!” Jia kembali menjerit histeris, tapi suara nya teredam di dekapan Kai.
Polisi itu menatap prihatin “Hanya dugaan sementara pak, berdasarkan beberapa barang bukti yang kami temukan di sekitar korban menunjuk ke kemungkinan itu”.
“Tapi alangkah baik nya kita menunggu hasil pemeriksaan dari dokter untuk lebih jelas nya dan akan kita usut kasus ini, jadi minta kerja sama nya dari keluarga”
Kai sudah termenung lemas, dia sudah tidak fokus pada ucapan petugas polisi dihadapan nya pikiran nya membayangkan bagaimana bisa semua ini terjadi. Dan dengan berpikir positif Kai berharap semua itu hanya dugaan saja tidak benar-benar terjadi.
Tapi, lagi-lagi Kai berpikir tidak mungkin petugas polisi gegabah dalam mengambil kesimpulan seperti ini. Mereka pasti sudah menyesuaikan semua dengan bukti-bukti yang ada.
Kai kembali dari lamunan nya saat Jia makin menangis tersedu-sedu dipelukan nya, tanpa sadar air mata nya juga ikut meluruh mendengar tangisan perih Jia.
Kai tidak boleh lemah saat ini, dia harus terlihat kuat demi sang kakak dan keponakan kesayangan nya.
“Bunga akan baik-baik saja, jadi cece harus menenangkan diri kalau cece histeris begini yang ada Bunga merasa tidak nyaman didalam sana” Kai mengelus lembut punggung Jia guna menenangkan.
Benar, saat ini mereka butuh Kai sebagai sandaran.
...🌼🌼🌼...
*Kalau boleh jujur, ini part ternyesek yang utor tulis**😭😭*
*WBener-bener nyesek**😭😭*
__ADS_1
*Betewa utor mau double up, tapi waktu nya mepet jadi….lanjut besok yaa **😬😬*
*Cemungguthh puasa nya oll **🤗🤗*