
Adiba langsung menarik lengan ayu begitu mendengar bell istirahat pertama berbunyi. Ayu kaget karena dia belum sempat membereskan alat tulis dimeja nya, sudah keburu ditarik. Namun hanya pasrah saja.
Seperti perjanjian dikelas tadi, ayu dan adiba sekarang sudah berada didepan kelas XI TKR-1 dilantai 2 dari gedung Jurusan TKR. Bukan tujuan untuk tebar pesona atau cari perhatian. Mereka cuma ingin bertemu seseorang.
Adiba main nyelonong masuk saja kedalam kelas itu, mengedarkan pandangan nya mencari orang yang ingin mereka temui.
Tapi adiba sedikit kesulitan karena mereka hampir telihat mirip semua, apalagi rata-rata memakai topi sekolah.
“Ngapain lu masuk kandang monyet?” Yang bertanya itu anton, berjalan menghampiri adiba yang kebingungan.
“Lo kan anak kelas ini , berarti lo juga monyet dong?” Adiba mengejek dengan kekehan pelan.
“Hahahaha” anton menertawakan kebodohan nya. “Jadi ngapain kesini?” Tanya anton balik.
“Hmmm gue mau nanya revan, dia dimana ya?” Adiba tetap mengedarkan pandangan nya mencari revan, sesekali tersenyum ramah kepada siswa-siswa yang menatap nya.
“Oh revan, dia lagi dikantor guru. Bentar lagi juga balik” Anton menjawab santai dan berjalan menuju meja paling depan untuk duduk.
“Oh gitu, yaudah gue tungguin aja” Adiba menyusul anton duduk juga.
Adiba merasa ada yang mengganjal pikiran nya, tapi apa yaa? Dia bingung. Belum sempat berpikir ulang, eh anton udah ngajak ngobrol aja jadi dia lupa apa yang mengganjal pikiran nya tadi.
🌼🌼🌼
“Gue dilupain, temen bgst emang!!” Ayu bergumam memaki adiba yang pasti sudah lupa denga dia.
“Masuk jangan? Atau balik aja?” Ayu berbicara pada diri sendiri dan coba menjinjit mengintip dari jendela kelas. Adiba sedang apa sih, sampai ngelupain dia.
“Kalau gue balik ke kelas, pasti diba ngamuk lagi” Ayu berpikir ulang. Tapi dia sudah merasa tidak nyaman sekarang.
Banyak siswa-siswa yang berlalu lalang dan menatap nya penasaran dan bingung. Bagaimana bisa ayunina berada di gedung TKR.
Koridor-koridor kelas sekarang memang sudah sangat ramai, apalagi jam istirahat begini.
“Emang mereka kenal gue? Kan muka gue ketutup masker?” Ayu membatin.
“Apa karena penampilan gue aneh?” Ayu kembali melihat hoodie hitam nya.
Ayu memang tetap memakai masker, tapi tidak warna hitam lagi melainkan masker berwarna hijau. Setelah dari kantin tadi pagi mereka memang langsung ke UKS mengobati luka ayu yang dibibir, leher dan pipi nya serta mengganti masker dengan masker medis.
Agar tetap bisa memakai masker dan hoodie didalam kelas para sahabat nya bilang kepada guru bahwa ayu sedang flu berat dan akan kedinginan jika tidak memakai hoodie dan menutup kepalanya.
Guru percaya dan mengizinkan saja.
Peraturan disekolah memang begitu, mereka tidak bisa memakai masker, topi dan jacket jika sudah melangsungkan proses belajar mengajar. Namun masih bisa diizinkan jika ada alasan pasti.
Ayu masih mengutuk adiba dalam hati nya, tau begitu lebih baik dia dikelas saja.
🌼🌼🌼
Revan menaiki anak tangga terakhir dan sampai dilantai 2, ditangan setumpuk makalah laporan praktik mereka XI TKR-1.
Berjalan sedikit terburu-buru dan sesekali menyapa teman satu jurusan nya.
“Siapa itu?” Revan mengernyit melihat seorang perempuan berdiri didepan kelas nya sendirian.
Ketika dia sudah berada lumayan dekat dengan kelas, baru dia sadar jika perempuan itu adalah ayu. Dia sudah cukup mengenal hoodie yang dipakai gadis itu.
__ADS_1
Revan mendekati gadis itu yang tampak tak nyaman berdiri disana.
“Ngapain lo?” Revan bertanya begitu sampai dihadapan gadis itu.
Gadis itu hanya diam, tidak menggubris ucapan revan.
Merasa dicuekin revan kesal, dan memilih memasuki kelas nya saja daripada melihat patung hidup itu.
“Bro! Dicariin cewek cantik nih” Anton memanggil revan yang baru memasuki kelas.
Revan hanya menoleh sekilas dan melanjutkan kegiatan nya. Menyusun laporan tadi.
“Eh gue ke revan dulu yaa” Diba berdiri dari duduk nya dan melambai kearah anton.
“Mmm..Revan”Panggil Diba begitu berdiri dihadapan revan yang nampak sibuk.
“Hm?” Revan masih kesal dengan diba, karena kejadian kemarin.
“Gue mau ngomong, boleh keluar sebentar?” Tanya adiba serius.
“Ehh Astagfirullah gue lupa” Adiba berlari kearah pintu kelas. Parah nya dia baru ingat kalau tadi kesini itu bareng ayu, tapi ayu dia tinggal dari tadi diluar.
“Boleh keluar bentar?” Adiba berbalik lagi kearah revan, dan kembali mengajak untuk keluar.
Revan mendengus, meletakkan laporan yang dia cek dari tadi. Berjalan kearah adiba.
Barangkali yang mau diomongin itu penting.
🌼🌼🌼
“Masih inget lu sama gue, dari tadi gue nungguin kayak orang bego disini. Dan lo didalam kelas itu malah asik ngobrol sama cowok!! Tau gitu mending gue tidur dikelas atau ikut Adara sama ambar ke kantin!!” Daeebak ayu mengatakan kalimat itu dalam satu tarikan nafas.
Ayu hanya memastikan bahwa dikoridor sudah tidak ada para siswa lain dikoridors, makanya dia berani ngoceh panjang.
“Mampus lo!!” Adiba tertawa mengejek, adiba tau pasti sekarang ayu sedang malu dan gemetaran.
Ayu hanya mengepalkan tangan emosi dengan tingkah provokasi adiba, lalu mata nya melirik kearah revan. Dia melihat tampang kaget laki-laki itu.
“Pasti tadi dia ngeliat gue ngoceh” Ayu membatin dan ada sedikit rasa malu dihati nya. Namun hanya sedikit, sisa nya bodo amat.
“Jadi lo mau ngomong apa?” Revan bertanya setelah sadar dari rasa kaget nya.
“Mm…gue mau minta maaf sama lo, karena udah ngomong jahat sama lo” Adiba membuka acara maaf-maafan ini.
“Kemarin kita khawatir banget sama ayu, Karena gak ada ngasih kabar. Dan gue tau nya terakhir dia sama lo, maaf sekali lagi. Gue gak ada niat buat ngatain lo” Adiba serius, dia jadi salah paham pada revan.
Revan hanya diam, tapi mata nya menatap kedua perempuan yang dihadapan nya saat ini. Sejujur nya dia tidak marah hanya karena dikata-katain sama cewek, dia hanya kesal.
Revan pun tidak menyangka jika adiba dan ayu akan menyusul nya sampai harus ke gedung TKR yang hanya ada siswa laki-laki.
Sekali lagi revan melihat tatapan menyesal adiba yang dari tadi memandang nya dengan tatapan itu. Namun berbeda dengan gadis disamping nya.
Ayu tampak tak peduli, mata nya melihat kearah lain kedua tangan nya dimasukkan kedalam saku hoodie nya. Cuek sekali perempuan ini.
Muncul ide dipikiran revan untuk mengerjai perempuan itu.
“Temen lo gak ada niat minta maaf juga?” Revan bertanya kearah adiba yang terlihat kaget dengan pertanyaan revan.
__ADS_1
“Ha?” Adiba kaget dan segera menoleh kesamping, melihat ayu hanya diam. Tampak nya dia tidak peduli.
“Dia juga minta maaf” Adiba mewakili ayu yang dia tau pasti tidak mau meminta maaf.
“Gue gak liat dia ngomong dari tadi” Revan kembali berbicara dengan muka datar melihat adiba.
Ayu menoleh kearah laki-laki itu, dia merasa seperti nya laki-laki ini haus kata maaf. Mengingat kan nya pada seseorang.
Adiba menyenggol lengan ayu, kode untuk minta maaf juga.
Tapi dasar ayu kepala batu, dia tidak akan mau melakukan itu.
“Bung, buruan” Adiba masih berusaha agar ayu mau.
Ayu masih diam, namun sekarang dia sudah menatap balik kearah revan. Tampak tidak suka.
“Sorry revan, anak ini emang kepala batu” Adiba merasa tidak enak pada revan.
“Yaudah, gue gak mau maafin lo kalau dia juga gak minta maaf” Revan tidak serius, dia hanya berniat mengerjai ayu. Dia tidak sejahat itu sampai tidak mau memaafkan. Dai bercanda sekali lagi.
“Ayo!!” Ayu langsung menarik tangan adiba, meninggalkan revan.
“Apasih bung, ngomong itu aja susah banget. Kan kita yang salah” Adiba berhenti dan melepaskan tangan ayu.
“Gue gak suka” ayu menjawab dengan suara serak.
“Ayolah, minta maaf gak bakalan buat harga diri lo jatuh” Adiba ikut kesal, kenapa jadi ribet gini.
“Gue gak suka orang haus maaf” Masih dengan suara serak.
Revan masih bisa mendengar dengan jelas obrolan mereka.
“Apa gue berlebihan?” Revan bertanya pada diri sendiri, melihat tatap ayu yang tampak marah dia merasa sudah berlebihan.
“Bung, tap” ucapan adiba dipotong oleh ayu.
“Dia ngingetin gue sama pria penghianat itu” Setelah berucap ayu berlalu meninggalkan adiba yang terdiam.
Sekarang adiba tau kenapa ayu bersikap seperti itu.
“Sorry van, temen gue lagi ada masalah” Adiba kembali berdiri dihadapan revan.
“Gue gak niat gitu, sumpah. Gue gak tau reaksi dia bakalan gitu” Revan panik menjelaskan.
“Its oke, gue paham. Sekali lagi maaf yaa, gue nyusul ayu dulu” Adiba tersenyum tipis melihat kepanikan revan.
“Dia baik-baik aja kan?” Revan bertanya pada adiba yang baru dua langkah.
Adiba hanya balas tersenyum dan berjalan kearah tangga.
Revan membayangkan raut wajah ayu tadi, mata nya merah dan tampak seperti dengan menahan tangis.
“Harus gue cari tau” Revan melihat kearah tangga lalu menunduk.
🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼
Terimakasih telah membaca
__ADS_1
Jangan Lupa Vote, Comment dan jadikan favorite..