
Kamar adiba sekarang sangat berantakan karena ulah duo keong racun a.k.a Adara dan ambar. Bungkus-bungkus cemilan berserakan, tisu bekas, sampai ranjang king size milik adiba pun sudah berantakan tak berbentuk, selimut bantal entah dimana-mana.
“Beresin!! atau gue usir lo berdua sekarang!” Adiba menggeram kesal pada adara dan ambar disertai mata melotot seperti hendak keluar dari tempat nya.
“Lo sih. dibilangin kalau nonton itu yang tenang. Malah grasak-grusuk” Adara malah menuduh ambar sebagai pelaku utama takut diamuk adiba.
“Enak aja nuduh-nuduh gue, kan lo juga gak bisa diem” Ambar tidak terima disalahkan.
“Wah parah lo gak setia kawan” Ambar menunjuk-nunjuk adara tak lupa memasang wajah dramatis.
Belum sempat adara membela diri, adiba sudah berbicara kembali.
“Gue gak mau tau!!! Beresin kamar gue sekarang juga! TITIK”
Brakk!!
Adiba keluar dari kamar itu membanting pintu, dia sudah sangat kesal karena kamar nya berantakan dan perdebatan unfaedah Adara dan ambar.
Ayu yang sedari tadi hanya menyaksikan keributan tiga sahabat nya itu diam, tidak berani bereaksi apalagi kalau adiba sudah marah begitu. Yang ada malah dia juga kena semprot walaupun gak salah.
“Cepetan sebelum dia ngamuk lagi” Ayu bersuara menyadarkan dua orang pelaku utama keributan malam ini.
Adara dan ambar pun mulai bergerak memunguti sampah dan barang-barang yang berserakan dengan buru-buru, sebelum adiba balik ke kamar.
“Lagian lo berdua aneh-aneh aja, udah tau adiba gitu malah dibuat” Ayu berucap sambil membantu dua orang itu.
Adiba tipe orang yang cinta kebersihan dan kerapian. Dia tidak suka melihat barang-barang nya yang tidak bersih dan berantakan, jangan sekali-kali dia melihat orang naik keatas kasur nya dengan pakaian yang sudah dipakai dari luar, dia akan marah tujuh hari tujuh malam hanya karena masalah itu. Adara yang sering menjadi korban kemarahan nya.
🌼🌼🌼
Keempat gadis itu kini sudah berkumpul diruang makan rumah adiba dengan kegiatan masing-masing, adara dan ambar sedang makan makanan titipan mereka tadi sedangkan adiba dan ayu sedang membaca novel.
Ayu dan adiba memiliki kesamaan yaitu sama-sama menyukai novel tapi mereka menyukai genre novel yang berbeda, ayu suka novel bergenre Thriller sedangkan adiba suka novel romantis.
Sangat berbeda
“Kasih kabar aja bung, takut nya mereka nyariin lo” Adiba menyuruh ayu untuk mengabari orang rumah nya kalau dia menginap dirumah adiba.
“Gak ada yang nyariin gue, tenang aja” Ayu menjawab santai dan tidak mengalihkan bacaan novel nya.
“Ntar ayah lo makin ngamuk kalau lo gini. Setidak nya kasih tau abang lo deh biar dia gak khawatir” Adiba melanjutkan ucapan nya, sungguh dia sangat khawatir dengan ayu kalau sudah begini.
Ucapan adiba langsung membuat ayu mengangkat kepala nya dan memandang adiba dengan tatapan tajam.
Adiba mengerti arti tatapan tajam ayu, dia tahu ayu tidak suka dengan perdebatan mereka kali ini.
“Gue tau lo gak suka sama omongan gue bung. Tapi plis kalau lo gini ayah lo bakal lebih kejam, dia bakal nyiksa lo habis-habisan” Ayu menjelaskan ke khawatiran nya dengan masalah yang akan datang.
“Please setidak nya kasih tau mbak asih aja ya, kita gak suka liat lo terus-terusan luka” Adiba berusaha membujuk ayu agar memberitahu kepada orang rumah nya.
Ayu berdiri dari duduk nya meletakkan novel yang dia pegang tadi keatas meja dan meninggalkan ruang makan itu, raut muka nya yang datar membuat ketiga sahabat nya paham kalau dia sedang marah.
“Biarin aja ba, lo aja yang ngasih tau bang yogi kalau bunga disini. Setidaknya atau mana tau dia bisa belain bunga kalau diamuk sibapak badak itu” Ambar berbicara. Dia tahu ayu adalah tipe anak keras kepala begitu juga dengan adiba.
Tetapi adiba juga melakukan itu demi melindungi sahabat mereka meski tidak terlalu berpengaruh. Ayu akan tetap disiksa bagaimanapun cara mereka menjelaskan keadaan ayu ataupun membantu ayu.
“Setidak nya ada usaha” kalau kata ambar, daripada mereka diam saja.
Hanya Yogi, abang tiri dari ayu yang terpaut usia 4 tahun diatas mereka yang bisa sedikit membantu melindungi ayu dari sibapak badak.
Bapak badak adalah gelar yang diberikan adara kepada ayah ayu karena katanya selalu marah-marah dan mengamuk tidak jelas, mirip BADAK. Canda badak.
🌼🌼🌼
__ADS_1
Hiks hiks hiks
Ayu sudah menangis sesugukan duduk dibalik pintu kamar dan lantai kamar yang dingin, pertahanan nya runtuh padahal dia sudah berusaha tampak baik-baik saja sejak kemarin pertengkaran dia dan ayah nya.
Melihat adiba yang begitu keukeh menyuruh nya memberi kabar membuat dia sedih.
Tidak. Dia tidak marah pada ketiga sahabat nya dia sudah sangat tahu tujuan sahabat nya melakukan itu.
“Bundaa bunga sakit” Ayu memanggil bunda nya dengan nada manja, seperti anak kecil yang mengaduh kepada ibu nya kalau jatuh saat berlari.
Ayu merasa dada nya sesak, kepala nya mulai sakit membuat dia meremas rambut nya kuat bukan nya hilang rasa sakit itu malah makin bertambah. Namun ayu tidak peduli dia terus memukuli kepalanya.
Dia butuh pelampiasan untuk meluapkan emosi dan rasa sakit nya yang mendidih sampai tidak bisa dikontrol.
“Gue yang salah” Ayu bergumam ditengah-tengah dia merasakan rasa sakit fisik nya sekarang dia juga terus menyalahkan diri sendiri.
Dia sangat membenci dirinya sendiri sampai dia sering melukai diri dengan tujuan memberikan hukuman, selalu berpikir keadaan yang sekarang dia jalani adalah akibat kesalahan nya sendiri, dialah penyebab orang-orang terdekat nya membenci dia bahkan sampai menyiksa nya.
“SEMUANYA SALAH GUE!!!” Ayu berteriak sekuat tenaga. Tangan nya meraih hanger baju besi yang tergeletak sudut lantai kamar itu, mungkin karena sudah rusak jadi tidak dipakai dan disimpan saja disitu.
Sisi tajam dari hanger besi itu dia goreskan ke lengan kanan nya, belum berdarah hanya goresan merah saja dan dia tidak puas lalu terus-menerus menggsekkan hanger besi itu ke lengan nya sampai darah keluar dari hasil goresan itu.
Brukk!!
Badan yang tadi nya duduk menyender dipintu sekarang ambruk kelantai. Keadaan ayu sekarang kacau dan darah dilengan nya mengenai pakaian nya dan lantai.
🌼🌼🌼
Adiba sudah setengah jam mengobrol dengan mama nya ditelepon, mama nya terus saja memperingati adiba untuk hati-hati dirumah, menasehati adiba ini dan itu selama mereka tinggal keluar kota.
“Iyaa mama ku syantikkk, ada bunga sama yang lain kok dirumah” Adiba berucap kembali memberitahu mama nya kalau dia tidak sendirian dirumah jadi gak perlu khawatir.
“Iyaa ma, Asslamualaikum” Panggilan terputus setelah adiba mengucapkan salam pada mama nya.
^^^Me^^^
^^^bunga nginep dirumah gue.^^^
^^^Kemarin dia berantem lagi sama bokap lo^^^
^^^muka nya ampe bonyok gitu, jahat banget ^^^
Abang nya bunga
Gue nyariin dari tadi sore
Dia ditelfon gak aktif
Abang nya bunga
Gimana keadaan bunga?
...Panggilan suara tak terjawab...
...Panggilan suara tak terjawab...
...Panggilan suara tak terjawab...
Abang nya bunga
Angkat telfon gue, gue mau ngomong sama bunga
...Panggilan suara tak terjawab...
__ADS_1
^^^Me^^^
^^^Gausah pencitraan lo , sok care sama bunga. Giliran bunga disiksa sama bapak badak lo kemana aja? Gak guna banget jadi abang!^^^
Adiba menonaktifkan ponsel nya biar aja si yogi mati penasaran. Bodo amat.
Adiba hendak kembali ke kamar nya karena sudah sangat larut dan dia juga mulai mengantuk mungkin teman-teman nya sudah ngorok.
Belum sempat mencapai anak tangga pertama dia melihat adara yang keluar dari kamar dengan wajah panik dan seperti nya ingin menyusul adiba.
“Kena..” Adiba baru saja mau bertanya kenapa adara terlihat panik begitu namun sudah dipotong dengan teriakan adara.
“Baaa, Bunga kambuh. Cepetan!!” Adara berseru dari lantas atas melambai-lambaikan tangan nya pada adiba.
Mendengar kata “kambuh” adiba juga ikut panik dan buru-buru menaiki tangga menuju kamar nya, Ayu kalau sudah kambuh pasti selalu mencelakakan diri nya sendiri.
“Bunga kenapa?!” Adiba berucap panik dan juga sangat terkejut melihat ayu yang meringkuk dilantai dengan tangan yang berdarah.
“LO GILA!!!” Adiba meneriaki ayu yang sudah setengah sadar.
“Ayo kita angkat dulu ke tempat tidur!!” Ambar menyadarkan kan adiba dan adara yang masih syok.
Mereka bertiga bergotong royong mengangkat ayu yang terkulai lemas.
“Dara, ambil kotak P3K sekarang cepat!!” Ambar berseru menyuruh adara dan tangan kanan nya tak lepas menahan darah yang masih mengalir sedikit-sedikit dari luka ayu.
“Diba, ayo kita ganti baju nya!!” Ambar bergerak cepat melepas satu persatu pakaian yang dikenakan ayu dan adiba mengambil pakaian baru dari lemari nya.
Ambar adalah orang yang paling bisa mengendalikan emosi nya jika dalam keadaan darurat, selalu berusaha bersikap tenang dan gesit bertindak mencari solusi diantara mereka berempat.
Meskipun dia yang paling melankolis diantara mereka berempat, namun jika dikeadaan darurat seperti ini ambar lah yang paling bisa di andalkan.
Setelah membereskan segala sesuatu nya, akhir nya adiba, adara dan ambar bisa berbaring. Sudah pagi dini hari rasa kantuk yang mereka rasakan tadi sudah hilang digantikan dengan rasa khawatir dan was was, tidak ada yang berani untuk tidur diantara ketiga gadis itu.
Mereka takut, bagaimana kalau ayu bangun dan melakukan hal itu lagi ketika mereka tidur.
Bahkan ayu bisa saja melakukan hal lebih dari itu, berburuk sangka itu kadang memang diperlukan untuk memperingati diri agar berhati-hati.
Malam minggu yang kelabu bagi keempat remaja perempuan ini.
🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼
Tau hanger besikan? Kayak gambar diatas.
Hanger ini kalau udah rusak
kayak shield putih nya mulai lepas trus karatan, tajam juga bund.
Yang gak sengaja kena aja bisa berdarah apalagi yang sengaja kan?
berdasarkan pengalaman sih 😭
Punya pengalaman buruk sama hanger besi ini sampe sekarang masih dendam.
Karna bekas luka yang kena ni hanger gak hilang-hilang 👍
🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼
Termakasih telah membaca cerita ini
Jangan lupa tambahkan ke favorito
__ADS_1
Like, comment nya juga dunggg