Bunga Anak STM

Bunga Anak STM
Kelas bar-bar


__ADS_3

...*Happy Reading**💜*...


XI TKJ 1 hari ini sedang sangat bernyawa karena guru untuk mata pelajaran kali ini tidak hadir dan mereka hanya disuruh untuk membaca materi di buku paket.


Tentu saja mereka mengabaikan nya dan malah sibuk dengan urusan masing-masing.


Di dalam kelas ini semua kompak tanpa ada pilih-pilih teman ataupun ber-geng tetapi untuk beberapa moment mereka berpecah jadi beberapa kelompok sesuai minat dan kebutuhan masing-masing.


Seperti hari ini, cowok-cowok nakal berkumpul duduk lesehan pojok kelas entah main Game online atau mengerjai teman nya yang lain, kelompok cewe-cewe labil plus halu sedang berkumpul di meja tengah menonton drama-drama percintaan yang sedang hits dimasa ini.


Ada juga kelompok cewek-cewek cantik yang kini sibuk membahas per-skincare_an dan lain-lain.


Hanya Ayu yang tidak tertarik untuk bergabung di kelompok manapun, dia duduk sendiri di kursi nya dengan mata fokus pada novel pinjamanan nya dari Revan.


Ketiga sahabat nya sudah berpencar mencari kelompok sesuai minat, Adiba bergabung denga kelompok cewek pecinta skincare, Ambar dengan kelompok remaja labil plus halu alias menonton drama. Adara? Jangan ditanya, anak itu kalau jam kosong jarang ada batang hidung nya di kelas. Dia akan hilir-mudik keliling STM PB mencari informasi terkini bersama geng gossip nya.


BRAKK


Adara muncul dari balik pintu bak super hero yang sudah menyelamatkan dunia, wajah nya terlihat ceria.


Adara berdiri di kursi paling depan yang tidak berpenghuni untuk mengumumkan sesuatu pada teman sekelasnya.


“GUYSS!!! HARI INI KITA PARTY!!” Teriaknya lantang.


Kelas tiba-tiba hening, mereka semua sudah paham maksud kata “PARTY” nya Adara itu adalah party dalam rangka merayakan kesedihan orang lain.


“Party dalam rangka apa dulu nih?” Celetuk Ajis.


Adara tersenyum lalu melirik kearah Nur teman satu meja Lina.


“HARI INI KITA PARTY DALAM RANGKA PUPUSNYA HARAPAN NUR DIKARENAKAN CRUSH NYA SUDAH MEMPUNYAI PACAR!!”


“YEEAAYYYYY!!” Teriak mereka serentak, kecuali Ayu dan Adin yang menggeleng heran dengan tingkah teman satu kelas nya.


Terbukti di kelas ini hanya Adin dan Ayu lah yang tingkat kewarasan nya masih bisa dikatakan normal berbeda dengan yang lain, lihat saja. Mereka bersorak senang sampai ada yang loncat-loncat kesenangan mendengar kabar yang diumumkan Adara.


*Party pas temen jadian **❌*


*Party pas temen jadi sadgirl**✅*


Mereka semua tahu, perjuangan Nur untuk mendekati Crush nya anak sebelas TSM tidak lah mudah. Nur mendekati Budi sejak mereka kelas sepuluh padahal gedung jurusan TKJ dan TSM lumayan jauh, tapi Nur rela bolak-balik bertandang ke gedung itu hanya untuk menempeli Budi.


Adara berjalan mendekati Nur yang lalu menarik tangan gadis itu ke depan kelas, dia mengabaikan tatapan mematikan Nur.


”BUANG SAJA MASALAH MU. JANGAN LAH RAGU-RAGU IKUT BERSAMA KU\~\~”


Aditya, langsung unjuk kemampuan gendang dangdut yang dikuasai nya. Dia memukul-mukul meja guna mengiri suara merdu Adara.


Adara memulai nyanyian maut nya untuk menghibur Nur.


Adara merangkul pundak Nur lalu melanjutkan nyanyian nya.


”BUKALAH MATA. LIHAT DUNIA, DAN SADARILAH\~\~”


“TIADA GUNA HIDUP SELALU, BERDUKA CITA\~\~” Sambung Joko, bernyanyi menatap iba pada Nur.


“SEMUAA NYA!!” Teriak Adara dan Joko mengajak teman-teman nya yang lain untuk bernyanyi bersama.


“MARI BERGEMBIRA\~\~” Saut teman nya yang lain.


“GEMBIRA BERSAMA\~\~”


“HEY HEY HEY”


“MARI BERGEMBIRA BERSAMAAAA\~\~” Semua orang kecuali dua orang waras itu, sudah bernyanyi bersama tanpa peduli suara mereka menganggu kelas lain.


Mengejek teman yang lagi galau adalah kenimatan yang ‘haqiqi’ jadi tidak boleh di sia-siakan.


Brakk


Pintu terbuka kasar dari luar!


Menghentikan kegiatan konser dadakan dikelas itu.


“Apa si—-?” Baru saja Adara hendak memprotes kehadiran orang yang mengganggu mereka, tapi begitu melihat sosok yang ada dipintu kelas Adara langsung mingkem.


“Ngapain kalian?!!” Tanya Pak Edi, guru BK terbar-bar di sekolah ini. Muka beliau sudah merah padam menahan emosi.


“Hehe dangdutan pak” Jawab Ajis polos.


“Kalian tau ini sekolah bukan tempat hajatan! Kenapa dangdutan hah!?”

__ADS_1


“Kita lagi menghibur teman yang lagi galau pak..”Adara menunjuk Nur yang masih dia rangkul.


“Saya tidak peduli, keluar kalian semua!?” Seru pak Edi.


“Kemana pak?” Cicit Joko bingung.


“LAPANGAN!! SEKARANG!!”


“Psstt pssstt ayo keluar!” Adin mengode teman-teman nya untuk keluar kelas.


Mereka beranjak satu persatu, tentu saja tidak ada rasa bersalah sedikit pun dari mereka.


Mereka malah asik saling menyalahkan satu sama lain dan tertawa tidak jelas. Kesenangan bisa menghirup udara segar diluar kelas.


Sudah sampai dilapangan, untung saja cuaca hari ini lumayan sejuk kalau tidak bisa gosong mereka dijemur dibawah terik matahari.


Merka membentuk barisan seperti biasa, menunggu pak Edi menyusul ke lapangan, sudah pasti guru BK killer itu akan ceramah panjang lebar.


“Nanti kalian jangan nge-bantah sama pak Edi, beliau punya darah tinggi nanti kalau darah tinggi nya kambuh gara-gara ngurus kalian. Habis kita” Peringat Adin, karena dia tahu semua teman nya ini tidak punya akhlak.


“Siap pak ketua\~” Adara berseru semangat dan tersenyum manis pada Adin.


”Woi awas aja kalian ngerepotin Adin gue” Dia mengancam teman-teman akhlakess nya.


“Lo yang mulai geblek” Adiba menoyor kepala teman nya.


“Kan kalian juga nikmatin hiburan gue”


”Nur semangatthh”


“Diem..diem pak Edi datang”


Guru paruh baya itu berhenti didepan barisan sebelas TKJ1.


“Kelas kalian ini sudah terkenal paling ribut se-STM PB, kenapasih? Harus nya kelas kalian paling tentram dibanding kelas yang isinya laki-laki semua”


“Ini kenapa jadi terbalik, malah perempuan nya yang paling heboh” Pak Edi tadi pertama kali mendengar suara Adara yang berteriak.


“Maaf pak!!” Seru mereka serentak.


“Tidak ada maaf-maaf, ini bukan kali pertama kelas kalian di hukum karena berisik dan mengganggu kelas lain”


Sontak membuat mereka semua semangat, karena bell istirahat tingga delapan menit lagi jadi.


“Eh? Tidak jadi…” Pak Edi melihat jam tangan nya, sepertinya beliau sadar.


“Berdiri disini sampai bell masuk setelah istirahat berbunyi, tidak ada bantahan karena saya bisa saja menambah waktu nya”


“Saya mengawasi dari kantor guru, awas saja kalian!!” Pak Edi meninggalkan mereka yang menggerutu kesal tidak terima.


“Adara, tanggung jawab anjir. Gara-gara lo nih!” Protes Nur, sudalah galau malah kena hukum pulak…ckckc.


“Kan gue baik, niat nya menghibur elo” Adara tidak terima disalahkan padahal teman nya yang lain juga menikmati.


“Udalah, udah terjadi juga” Ucap Adin melerai.


“Huhuhu Adin, mpok Nur marah-marah sama aku” Rengek Adara manja.


“Najis!” Seru mereka serentak.


“Ada yang mau jadi sukarelawan gak pura-pura pingsan gitu”


“Lo aja Jis! Lo kan cowok lemah”


“Enak aja gue cowok kuat yaa”


“Yang ciwi-ciwi aja, ada yang pingsan gak nanti kita gotong bareng-bareng”


“Gila lo, yang pingsan sebiji yang gotong sekelas”


Kringh kriingggg


Bell istirahat berbunyi dan murid-murid berhamburan keluar kelas, mereka sudah tidak heran melihat pemandangan kelas sebelas TKJ1 dihukum berjemur di lapangan karena itu sudah menjadi pemandangan biasa bagi mereka.


Kelas itu memang bar-bar, ribut, bertingkah. Pokoknya banyak. Tapi mereka kelas paling kompak dibandingkan kelas TKJ yang lain.


“Woi gue laper!!” Keluh Lina.


“Adara lo tanggung jawab lah, sana pergi ke kantin beli makanan untuk kita” Suruh Aditya.


“Gimana cara nya gue ke kantin?” Gerutu Adara.

__ADS_1


“Ambar aja gih! Badanya kan mini jadi bisa nyelip-nyelip”


“Dih ogah”


“Lo aja sana, kan lo yang bikin ulah!”


“Ckk..nyusahin” Maki Adara, padahal kan dia yang salah.


“Tutupin gue cepet”


Mereka kompak membentuk formasi untuk menyembunyikan Adara, gadis itu bergeser kebarisan paling ujung.


“Aman gak?” Bisik nya.


“Aman, Pak Edi gak lihat kesini” Bisik Ajis yang bertugas sebagai pengamat.


“Gue lari nih?”


“Lari cepet, itungan ketiga”


“Satuu….dua…tigaAA..”


Adara lari sambil membungkuk kan badan agar tidak terlihat oleh Pak Edi yang memantau dari kantor guru.


Adara secara refleks bergabung dengan kelompok murid laki-laki yang kebetulan melewati tepi lapangan.


”O hai!” Sapa Adara.


“Ngapain lo?” Tanya Anton bingung, karena gadis itu secara tiba-tiba lari ke tengah-tengah mereka berempat.


“Hehe nebeng gue…mau ke kantin kan?” Adara memang sok akrab, padahal dia hanya mengenal Anton dan Revan dari keempat laki-laki ini.


“Lo pasti kabur dari hukuman pak Edi?” Tuduh Anton.


“Heheh….rakyat gue lagi pada laper, jadi gue sebagai Ratu yang baik harus memerhatikan kebutuhan rakyat gue”


“Dih gaya lo” Sewot Anton.


“Kelas lo kenapa sih, hobi banget berurusan sama pak Edi?” Tanya Anton lagi.


“Emm—kita menikmati masa indah putih abu-abu dengan cara kita sendiri” Jawab Adara bijak.


“Hahah gue suka gaya lo” Ucap laki-laki yang Adara tidak tahu namanya meski sering kelihatan di kantin.


“Kenalin gue Aldi…” Laki-laki menyodorkan tangan untuk berkenalan.


“Adara—“


“Nama yang bagus” Puji laki-laki itu.


“Gombal anjir” Meski memaki, Adara tidak bisa menyembunyikan wajah merah nya.


Jelas dia salting, siapa yang gak salting coba di puji sama cowok. Ganteng pula!!


“Thanks yaa udah di tebengin, gue duluan” Adara meninggalkan keempat laki-laki itu begitu mereka sampai di kantin.


“Iihh lucu banget dia” Pujian Aldi membuat ketiga teman nya menoleh jijik.


“Demen lo?” Tanya Anton.


“Emang boleh?” Tanya Aldi balik.


“Kagak boleh!!” Ketus Anton dan berlalu.


“Kenapa dia?!” Aldi bingung.


“Naksir Adara tu anak” Jawab Revan santai.


“Aduh salah target dong gue”


...🌼🌼🌼...


Utor mau bikin chapter yang happy-happy dulu yaa mau bangun mood yang baik.


*lelah kalau konflik mulu **🤣🤣*



Dapat salam dari Revan n Anton (kedua jodoh utor).


JANGAN LUPA VOTE NYA!!

__ADS_1


__ADS_2