Bunga Anak STM

Bunga Anak STM
Khawatir


__ADS_3

...*Happy Reading**đź’•*...


Adiba,Adara dan Ambar sedang duduk didalam kelas menunggu kehadiran sahabat mereka satu lagi yang tidak ada kabar dari kemarin malam sampai sekarang, biasanya kalau kalau tidak masuk sekolah karena sakit Ayu pasti mengabari mereka.


Tapi sekarang ponsel gadis itu tidak bisa dihubungi.


“Bunga kenapa gak masuk sekolah ya?” Ambar khawatir.


“Nomer nya juga gak aktif…” Adiba terus menghubungi nomor Ayu tapi yang terdengar hanya suara operator.


“Duh gue khawatir ni” Ucap Adara.


“Udah jam segini gak mungkin dia telat kan?” Ambar bertanya lagi, sekarang sudah jam istirahat pertama tapi Ayu belum muncul juga.


“Gue takut tu anak nekat lagi” Ucapan Adara membuat kedua teman nya yang lain makin khawatir.


“Kemana sih….aktif dong” Adiba terus men-dial nomor Ayu tapi tetap tidak aktif.


“Lo punya nomer nya si Yogi gak?” Seingat Adara waktu itu Adiba pernah chattingan dengan Yogi, abang tiri Ayu.


“Udah gue hapus..” Ucap Adiba jujur.


“Bolos aja yuk… gue takut banget tu anak kenapa-napa” Ucap Ambar mengusulkan ide gila.


“Lo gila, gimana cara nya bisa kabur tiga orang sekaligus” Adara memaki ide gila Ambar.


“Gue punya ide!” Adiba mencentikkan jari nya.


“Sekarang kita simpen tas dulu di loker, Ayo!!” Lanjut Adiba mengambil tas dari kursi nya diikutin kedua sahabat nya.


Setelah menyimpan tas ke loker, Ketiga gadis itu sekarang berjalan cepat menuju belakang gedung sekolah dan melirik segala arah dengan was-was takut ada guru yang keliling atau anak angkatan.


Selamat, di hadapan mereka sekarang sudah ada tembok menjulang tinggi sekitar 2 meter pembatas wilayah sekolah.


“Gimana bisa manjat anjim” Adara mengumpat melihat tembok yang tinggi nya hampir dua kali lipat dari mereka.


“Naik ke bahu gue” Adiba menundukkan badan nya menyuruh Ambar yang badan nya paling kecil untuk naik ke bahu nya.


“Gue berat loh” Ambar takut Adiba kesakitan kalau harus menopang berat badan nya.


“Buruan ah!! Dara bantu tahan badan gue” Perintah Adiba.


“Oke” Adara menjawab antusias, lalu memasang kuda-kuda terkuat nya dan memegangi pinggang Adiba.


“Naik!!” Seru Adiba pada Ambar yang masih ragu, untung mereka belum mengganti seragam olahraga dari jam pertama tadi jadi lebih gampang kalau pakai celana.


Ambar pun menaiki pundak Adiba dengan hati-hati dan berusaha menimang berat badan nya setengah agar Adiba tidak terlalu merasa berat, berhasil Ambar sudah berada diatas tangan kecil nya berusah meraih ujung tembok itu.


“Ngapain kalian?” Suara berat laki-laki menyapa ketiga gadis itu.


DEG!


BRUKK


Ketiga gadis itu ambruk dan saling menimpa.


“Awshh sakit” Adara meringis kesakitan karena ditimpa dua badan bongsor sahabat nya.


“Minggir bgst!!” Seru Adara menggeser badan Adiba yang berada diatas nya, Ambar sudah berdiri dalam keadaan menunduk takut kalau yang menegur mereka barusan adalah guru BK.


“Revan Anjim gue kira siapa! Ngapain sih lo” Adara sudah berdiri dan melihat siapa laki-laki yang menegur mereka.


“Lo bertiga yang ngapain, mau bolos ya?” Revan menatap mereka curiga.


“Iya kita mau bolos dan gara-gara lo jadi gagal, padahal dikit lagi” Adara mengomeli Revan.


Sedangkan Revan menghitung gadis-gadis yang sedang sibuk membersihkan celana olahraga mereka yang kotor terkena tanah.


“Bunga mana?” Akhirnya Revan bertanya.


“Bunga gak masuk, ini kita bolos mau kerumah nya bunga” Adiba yang menjelaskan.


“Iya mohon kerjasama nya ya Revan jangan kasih tau orang lain” Ambar menangkup kedua tangan nya di dada.


Di STM PB ini hal bolos adalah bentuk pelanggran yang fatal, hukuman nya juga tidak main-main tidak peduli mau murid perempuan atau murid laki-laki semua nya di sama ratakan.

__ADS_1


“Kenapa dia gak masuk?” Tanya Revan balik.


“Aduh banyak nanya dah” Adara sudah emosi.


“Jadi gini, dari kemarin malam Bunga gak ada ngabarin kita. Tadi pagi juga gak. Ditelfon nomer nya gak aktif kita cuma khawatir dia kenapa-napa” Adiba menjelaskan dengan sabar, dia tahu kalau Revan juga penasaran.


“Serius?” Raut wajah Revan berubah khawatir karena dia tahu apa hal yang di khawatir kan oleh tiga gadis ini.


“Iye!” Jawab Adara ketus.


“Gue ikut!” Seru Revan.


“Makin ribet Anjim kalau lo ikut, gimana kabur nya coba” ucap Adara.


“Naik!” Revan menyandarkan badan nya ke tembok tinggi itu lalu mengadahkan kedua tangan nya.


“Lo gapapa?” Adiba yang paham maksud Revan pun bertanya.


“Its oke, naik aja” Ucap Revan lagi menunjuk kedua telapak tangan nya.


“Naik bar” Adiba menyuruh Ambar yang punya tubuh paling kecil naik lebih dulu.


“Gue naik nih? Kesitu” Ambar menunjuk kedua tangan Revan yang sudah siap.


“Iya buruan” Adara sudah paham maksud Revan dan Adiba pun mendorong Ambar.


“Tenang aja, gue gak bakal ngintip” Revan menutup kedua matanya.


“Lagian lo mau ngintip apa orang kita pakai celana.. hahah” Adara tertawa ngakak melihat tingkah Revan.


“Oh iya” Revan baru sadar melihat seragam gadis-gadis itu, tapi dia tetap menutup matanya.


“Sorry ya, gue naik” Ambar menaikkan kaki kiri nya pertama lalu yang kanan.


“Pegangan sama tembok nya, gue berdiri” Revan beruara memberi perintah.


BRAK


Ambar selamat melewati tembok itu, lalu disusul Adara.


“Lo naik nya gimana?” Adiba yang hendak menaiki tangan Revan pun bertanya.


BRAK


Adiba juga berhasil melewati tembok tinggi itu, sekarang mereka bertiga menyingkir kesamping dan sesekali melirik kiri kanan takut ada yang melihat aksi mereka.


BRAK


Revan pun bisa melewati tembok itu dengan mudah, ya gimana gak mudah badan nya saja sudah macam tiang listrik gitu.


“Lari nya yang kencang” Mereka harus melewati gerbang sekolah dengan cepat agar satpam yang bertugas tidak melihat, tidak ada jalan lain.


“Kita ke warung embak” Jelas Revan dan hitungan ketiga mereka lari sekencang mungkin melewati gerbang.


Sampai di warung embak ketiga gadis itu melihat ada beberapa motor dan mobil yang terparkir di sekitaran warung embak, dan Revan memasuki salah satu mobil yang ada disana.


“Ayo naik!” Seru Revan dari dalam mobil pada tiga gadis itu dan mereka buru-buru naik.


“Kok lo bisa parkir mobil disana?” Tanya Adara yang duduk kursi belakang bersama Ambar.


“Tadi gue nganter nyokap gue kerja trus telat nyampe sekolah, jadi parkir di warung embak aja biar gak ribet sama satpam. Biasa nya mereka yang telat milih parkir disitu biar aman”


Ketiga gadis itu pun mengangguk, Adiba terus menghubungi nomor ponsel Ayu tapi tetap tidak bisa tersambung.


...🌼🌼🌼...


Setelah mobil sampai di pelataran rumah Ayu, ketiga gadis itu langsung bergegas turun dari mobil.


“Permisi pakde, Bunga ada dirumah?” Adiba menyapa penjaga rumah Ayu yang sedang membersihkan halaman.


“Loh kok pada disini gak sekolah ya nduk?” Tanya pakde yang memang sudah mengenal sahabat Ayu.


“Sekolah pakde, tapi Ayu kenapa gak masuk ya?” Adiba bertanya lagi.


“Kurang tau non, dari kemarin malam habis berantem sama tuan saya gak ada lihat non Bunga lagi” Jelas Pakde serius.

__ADS_1


“Berantem pakde?” Adara yang bertanya.


“Iya non, coba deh lihat di kamarnya langsung” Pakde menyuruh para gadis itu karena dia juga khawatir pada anak majikan nya itu.


“Ada orang didalam pakde?” Tanya Adiba.


Pakde itu menggeleng “Gak ada non, semua sudah pergi. Masuk saja ndakpapa”


“Iya izin masuk ya pakde” Setelah mengucapkan itu Adiba langsung berlari memasuki rumah diikuti yang lain.


Sampai dilantai dua Adiba langsung mengetok pintu kamar Ayu yang ternyata terkunci dari dalam.


Tol tok tok


“Bunga….bungaa.. buka pintu nya”


“Bungaa!! Buka pintu nya, ini gue” Adiba terus mengetuk pintu itu keras tapi tidak ada sahutan dari pemilik kamar.


“Duh di kunci dari dalam…gimana dong?” Adiba sudah sangat panik, berpikir buruk tentang keadaan Ayu sekarang.


“BUNGAAAA!!!!” Adara berteriak, menendang pintu kamar Ayu.


“Bar.. tanyain bik Asih atau pakde ada kunci cadangan atau enggak” Ambar langsung bergerak ke bawah mencari keberadaan ART dirumah Ayu.


Melihat ketiga gadis itu panik, Revan juga jadi ikut panik.


Tok tok tok


“Bungaa” Panggil Revan pelan berharap ada sahutan dari gadis itu.


Tak tak tak


Suara langkah buru-buru ambar menaiki anak tangga.


“Kata bik asih kunci cadangan di pegang sama Ayah nya Ayu” Ambar ngos-ngosan karena berlari naik tangga.


BRUK! BRUK!


“Woi lo Ngapain!!” Adara langsung berteriak begitu melihat Revan yang sedang berusaha mendobrak pintu kamar.


“Biar cepat”


BRUK! BRUK!


Sudah beberapa kali dobrakan tapi tetap tidak terbuka, baru saja Adara hendak menarik Revan yang berusaha mendobrak pintu tapi Adiba melarang.


“Biarin aja, urusan pintu belakangan” Ucap Adara membiarkan tindakan Revan.


BRUK!! BRUK


Suara kayu patah terdengar diiringi pintu kamar yang terbuka perlahan, Revan berhasil membuat pintu itu terbuka.


“Bung…aa” Ambar yang melihat pintu itu terbuka pun langsung berlari kedalam mencari keberadaan sahabat nya, namun begitu menemukan Ayu di lantai Ambar langsung tercegat membekab mulut terkejut.


“BUNGAAA” Suara teriakan Adara dan Adiba serentak langsung mendudukkan diri di samping tubuh Ayu yang tergeletak bersimpah darah, darah yang sudah kering baik ditangan nya dan juga dilantai.


Revan menunggu diluar, menurut nya tidak sopan kalau laki-laki memasuki kamar teman perempuan nya. Mendengar teriakan ketiga gadis membuat Revan khawatir ada apa?, tapi Revan tetap bertahan di luar kamar menunggu.


“REVAN BANTUIN!!” Ambar yang sudah sadar dari keterkejutan nya menghampiri Revan.


Mendengar itu Revan langsung berlari kedalam kamar dan bertapa terkejut nya Revan melihat keadaan kamar Ayu yang sangat berantakan banyak serpihan kaca berserakan dilantai.


Hati Revan berdenyut sakit melihat gadis yang daritadi dia khawatir kan sedang tergeletak tidak sadarakan diri dilantai dengan tangan penuh darah, wajah pucat seperti orang kehabisan darah.


“Kita bawa kerumah sakit!” Seru Revan langsung membopong tubuh terkulai Ayu, mengangkat gadis itu ala bridal style tanpa peduli seragam putih nya terkena noda darah gadis itu.


“Lo ngapain sih?” Revan membatin melihat wajah pucat Ayu.


...🌼🌼🌼...



Kenalin nih dia Revan Raga Satria, cocok tak?


Kalau gak cocok bisa ganti kok

__ADS_1


pakai imajinasi sendiri bae ya, soal nya kalau kata hati utor ini mah cocok bingit.


...Terimakasih sudah membacađź’•...


__ADS_2