
Ayu sudah mengabari ibu nya kalau dia tidak bisa segera pulang karena ada tawuran di lingkungan sekolah, meski tidak ada balasan dari ibu nya yang penting ayu sudah memberi kabar. Takut mereka khawatir.
Meskipun ayu tau mereka tidak akan khawatir padanya.
“Kok belum pada balik sih, udah sore banget” adara dari tadi sudah menggerutu, gelisah takut siswa laki-laki itu tidak kembali ke sekolah lagi.
“Iya nih, pak satpam hilang ditelan bumi kali atau ikut juga tawuran? Dari tadi gak kelihatan” ambar heran, sekolah mereka kan ada satpam kenapa dari tadi gak kelihatan.
“Mungkin disuruh balik sama mereka juga” Adiba mengira bahwa pak satpam sudah diamankan.
Mereka masih berpikir bahwa ada tawuran hebat yang sedang terjadi diluar sana.
Padahal tidak terjadi hal yang seperti mereka pikirkan.
Sudah hampir 2 jam mereka terkurung disekolah, sebenarnya bisa saja mereka keluar dengan cara memanjat gerbang atau dengan cara lain namun tidak dilakukan karena takut keadaan diluar sana sedang bahaya.
“Eh itu mereka udah datang!!” Adara yang sedari tadi berdiri disisi pintu kelas berteriak memberitahu teman nya lain.
Ayu,adiba dan ambar pun segera bergegas keluar dari kelas. Dan benar saja di gerbang saat ini banyak siswa laki-laki, dua orang diantara mereka sedang membuka gembok gerbang yang terpasang.
Seperti yang ayu lihat tadi bahwa bukan hanya mereka yang terkurung disekolah masih ada beberapa siswa lagi disana yang sekarang juga berhamburan keluar kelas begitu melihat gerbang ramai.
Begitu gerbang terbuka, mereka masuk disusul dan siswa yang terkurung tadi juga bergerak menuju parkiran hendak pulang.
A4 sudah berada diparkiran.
“Woi bang fahri!!, Kok cepet selesai nya!?” Adiba berteriak kepada ketua angkatan kelas XII itu, memang tidak ada takut nya.
“Cepat pala lu, gue udah nunggu sampai kelaparan!!”adara tidak habis pikir dengan adiba yang complaint karena tawuran nya kecepatan.
“Maaf ya semua, gara-gara ini lu pada telat pulang” Fahri melihat mereka yang terkurung disekolah tadi.
“Santuy bang, yang penting aman sekarang?”Tanya Rino siswa XI TSM.
“Tapi kok lu pada gak ada yang luka-luka bang?” Biasanya mereka menang atau kalah pasti tetap babak belur.
“Gak jadi baku hantam nya, karena salah paham aja” Fahri memberitahu mereka agar tidak khawatir.
Ayu sudah berada diatas motor nya tidak peduli dengan obrolan orang-orang itu, yang penting sekarang dia harus cepat pulang.
“Walaupun masalah nya kita selesain baik-baik tapi kita tetap harus waspada takut mereka macam-macam lagi. Jadi sekarang ciwi-ciwi yang mau pulang diawasi sama kita-kita” Fahri berucap dan sambil menghitung jumlah siswi perempuan yang ada sekarang.
“ hmm adiba lu searah gak sama temen-temen lu?” Fahri menanyai adiba. Dia sedang berpikir gimana cara nya biar sama-sama enak, pasti siswa laki-laki juga sudah capek ingin pulang cepat juga.
Siswi yang sekarang cuma ada delapan orang ayu dkk dan kelas XII TKJ sisa nya.
“Searah bang, tapi rumah ayu agak jauh” adiba memberi tahu.
“Oh gitu yaudah. Revan sama Willy anterin mereka, Lu berdua searah sama mereka!” Perintah fahri pada kedua laki-laki itu dan hanya dibalas anggukan.
__ADS_1
Revan?
Ayu memperhatikan laki-laki yang mengangguk tadi, salah seorang dari dua orang itu sepertinya ayu pernah lihat.
“Oh dia kan laki-laki yang di UKS!!”
Ayu membatin dan matanya masih melihat kearah revan.
Merasa ada yang memperhatikan Revan menoleh kearah ayu, tatapan mereka bertemu beberapa detik dan akhirnya ayu membuang muka kearah lain. Revan hanya tersenyum tipis.
“Oke. Yang lain biar gue sama ucok yang anterin. Lu pada udah bisa pulang, hati-hati dijalan” Keputusan final fahri.
Semua siswa laki-laki yang tidak kebagian tugas untuk mengantar pun bergerak menuju motor masing-masing, setelah pamitan kepada fahri dan teman yang lain mereka pun meninggalkan parkiran sekolah.
“Ayo gerak” fahri menuju motor nya disusul yang lain.
Ayu DKK dan mereka yang tersisa disana sudah berada diatas motor masing-masing dan menyalakan mesin motor.
Namun ayu sudah berapa kali menstater motor nya tapi tidak kunjung bisa.
“Kenapa bung?” Tanya adiba kepada ayu yang berada disamping kiri nya.
“Gak tau, kok gabisa nyala” ayu mulai panik, ada saja halangan untuk pulang.
“Kenapa ayu?” Tanya fahri yang sudah dibelakang ayu dan adiba.
“Gak bisa distater motor nya bang” bukan ayu yang menjawab tapi adiba.
“Geser dulu bung, biar coba di engkol sama bang fahri dulu” adiba berbicara dan menarik ayu kesamping memberi ruang kepada fahri.
Fahri sudah mencoba engkol motor itu tapi tetap tidak bisa.
“Lu sih jarang service motor jadi ginikan!!” Adara yang sedari tadi diam, mulai protes.
“Udah bang motor nya ditinggal aja dulu, besok kita masukin kebengkel TSM. Ini udah kesorean takut yang lain dicariin orang tua dirumah” Revan memang betul, sekarang sudah hampir petang.
“Iya sih, gimana ayu?” tanya fahri pada ayu, padahal dia tau pasti ayu tidak akan menjawab pertanyaan nya.
“Yaudah bang gak masalah, tapi ayu bareng siapa dong?” Lagi-lagi adiba yang menjawab. Diantara mereka berempat memang rumah ayu yang paling jauh, kalau mereka tebengin ayu malah makin lama nyampai rumah nya.
“Bareng gue aja, gue gak masalah” Revan yang menjawab. Biar cepat pulang juga kasihan temen yang lain.
“Gimana bung?. kalau lu gak mau, bareng gue aja” adiba tau pasti ayu tidak nyaman kalau harus pulang sama cowok itu.
Ayu berpikir dia melihat teman-teman dan kakak kelas nya yang masih disana dengan wajah yang kelelahan, kalau bareng adiba kasihan juga dia jadi bolak-balik nanti jadi kemaleman pulang nya.
“Yaudah” sahut ayu.
Kembali memastikan motor nya sudah terkunci dan berjalan kearah revan yang dari tadi sudah duduk motor nya.
__ADS_1
Sahabat nya memandang ayu dengan khawatir, pasti ayu gak nyaman. Namun ayu membalas nya dengan senyuman tipis, yang berarti “gue gakpapa”.
“Yaudah ayo jalan, kalian hati-hati ya. Pastiin mereka sampai rumah dengan selamat dulu baru cabut” Ucap fahri pada ayu dkk,willy dan revan. Dibalas anggukan mereka serentak.
“Naik” perintah revan pada gadis yang disamping motor nya.
Ayu berdehem dan memasang helm dan berusaha naik, sedikit kesulitan karena motor revan itu motor gede jadi agak tinggi.
“Udah?”tanya revan untuk memastikan ayu yang sudah siap atau belum.
“Hmm” ayu hanya berdehem dan memangku tas nya.
Yang lain sudah jalan duluan didepan. Revan memacu gas motor nya tidak terlalu ngebut karena takut ayu tak nyaman.
Posisi mereka sekarang, motor adara, ambar dan adiba paling depan, dibelakang sudah ada willy mengikuti mereka dan motor revan dan ayu paling belakang.
Setelah berjalan 15 menit akhir nya adara dan ambar sampai karena memang rumah mereka berdekatan, disusul adiba 10 menit kemudian. Revan dan willy masih mengikuti dan sekarang tinggal ayu yang masih dimotor revan.
“Lu balik duluan aja bang, biar dia gue anter sendiri aja” ucap Revan pada willy yang disamping motor nya. Mereka masih didepan pagar tinggi rumah adiba.
“Gakpapa gue ikut aja, nanggung” Willy merasa harus bertanggung jawab sama mereka semua.
“Gakpapa bang lu duluan aja, rumah lu udah lewat dari tadi biar gak bolak-balik” Revan berucap meyakinkan willy.
“Yakin lu gakpapa?” Willy sedikit tidak enak kalau dia pulang duluan.
“Santai bang, kita duluan kalau gitu” Revan menyalakan motor nya.
“Yaudah hati-hati” Ucap willy juga menyalakan motor nya.
“Tiati lu bawa temen gue, pastiin nyampe rumah dengan selamat” adiba berbicara kepada Revan dan kembali melihat ayu yang sejak tadi hanya diam.
“Babay bungsat, nanti kabari gue kalau udah nyampai rumah yaa” adiba melambaikan tangan nya melihat motor revan yang mulai menjauh.
“Gue balik juga”Willy pamit pada adiba.
“Eh iya bang, hati-hati ya” ucap adiba sambil tersenyum, dibalas anggukan oleh willy.
Diperjalanan Revan dan ayu hanya diam tidak ada percakapan. Ayu dari tadi gelisah dan terus memperhatikan jam tangan nya.
Revan juga sempat melihat kegelisahan deeva dari kaca spion motor nya.
“Pegangan gue mau ngebut!!”Revan berbicara sedikit keras agar dapat terdengar oleh ayu.
Tangan ayu yang sejak tadi memegang tas nya pun beralih meraih jaket STM PB yang dipakai Revan, hanya sedikit!!.
Revan tertawa sekilas melihat raut wajah ayu yang tampak panik karena omongan nya, memacu gas motor lebih kencang agar lebih cepat sampai.
🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼
__ADS_1
Terimakasih telah membaca
Jangan lupa vote dan comment.