Bunga Anak STM

Bunga Anak STM
Iced Caramel Macchiato


__ADS_3

...*Happy Reading**đź’•*...


Brakkk


“Bro, kemana ni weekend?” Anton menyapa pemilik kamar yang sudah melotot kearah nya.


“Gak bisa ya buka pintu kamar gue biasa aja, lama-lama pintu gue rusak!” Ketus Revan pada Anton yang dengan santai nya berbaring di ranjang Revan.


“Keluar yuk, bosan gue” Anton berucao lesu.


“Mau kemana?” Tanya Revan akhir nya.


“Nongkrong gitu” Anton bergumam.


“Iye kemana jamali!!!”


“Gimana kalau ke caffe yang minggu lalu?” Anton semangat, karean dia lumayan suka suasana caffe itu.


“Jauh ah, yang deket-deket aja” Revan menolak.


“Dih lemah, Ayo kesana aja siapa tau ketemu A4” Ucapan Anton membuat Revan berpikir ulang.


“Yaudah” Revan berusaha bersikap biasa saja agar tidak diejek Anton.


“Sudah ku dugong, gue balik dulu mau ganti celana. Naik motor lo aja motor gue gak ada bensin” Anton bergerak keluar kamar.


“Kere!!” Revan berseru.


Kedua laki-laki itu sudah sampai di caffe dan Revan langsung mengedarkan pandangan nya mencari keberadaan seseorang.


“Yahhh gak ada A4…..” Anton mengeluh.


“Kasian udah semangat kesini malah gak ketemu” Kali ini Revan peka kalau Anton sedang mengejek nya.


“Siapa juga yang semangat, kan lo yang ngajak kesini” Revan menoyor kepala Anton.


“Dih bacot, gue tau tadi lo semangat banget mau kesini” Anton tetap kekeuj dengan pendapat nya.


Revan mengabaikan Anton yang terus mengoceh, laki-laki itu lebih memilih duduk disalah satu meja di pojok caffe yang langsung menyajikan hamparan pantai yang tenang.


Sebenarnya lebih seru kalau duduk-duduk di outdoor caffe tapi siang ini matahari sangat terik jadi nanti saja kalau sudah lumayan adem.


“Mabar kuy, WIFI nya lancar!!” Ini yang membuat Anton menyukai caffe ini meski baru pertama kali datang. Selain pemandang pantai nya yang indah dicaffe ini juga WIFI nya lancar sekali jadi kalau main game online tak perlu emosi.


“Males…” Revan mengeluarkan novel Thriller yang dibawa dari rumah.


Revan membawa novel yang Ayu dan dia bahas minggu lalu, revan sengaja membawa nya karena bisa saja bertemu dengan Ayu di caffe ini dan kalau bertemu Revan akan memberi pinjam novel miliknya pada gadis itu.


Tapi sayang, gadis yang dia harapkan ada disini ternyata tidak ada sia-sia Revan bawa novel ini.


Revan membolak-balik kan lembaran halaman di novel itu mencoba baca sekilas saja karena dia sudah beberapa kali membaca ini jadi sidah tidak selera lagi.


“Bro, bukan nya itu Adiba?” Anton menggoyangkan lengan Revan yang terletak di meja.


“Mana….” Revan mengikuti arah yang Anton tunjuk.


“Iya, Adiba” Revan membenarkan ucapan Anton, namun mata nya masih mencari kebelakang gadis itu lebih tepat nya kearah pintu masuk melihat dengan siapa Adiba datang sedih nya yang terlihat hanya gadis itu sendiri.


Revan mendengus, ada apa dengan dia kenapa seperti berharap sekali bisa melihat gadis itu sekarang.


“Yaaa Adiba sendirian…” Anton mengejek Revan karena tadi dia melihat teman nya itu seperti mencari seseorang.

__ADS_1


“ADIBA!!” Anton berseru memanggil gadis itu yang celingukan mencari meja kosong.


Mendengar ada yang memanggil nama nya Gadis langsung menoleh dan disana ada Anton yang melambai kan tangan memanggilnya.


“Loh kalian disini?” Tanya Adiba begitu sampai di meja Anton dan Revan.


“Iyaa kita baru aja nyampe” Terang Anton.


“Yaudah boleh gabung kan?” Tanya Adiba dan diangguki Anton sementara Revan masih membaca novel nya guna mengalihkan rasa kesal nya.


“Rajin bener si bapak nongkrong ke caffe buat baca novel” Adiba menegur Revan.


“Iya habis nya dia lagi kesel, orang yang dicariin gak kelihatan” Anton yang menjawab.


“Anjir lo!” Ketus Revan, teman nya itu masih terus mengejek nya.


“Lo sendiri kesini?” Pertanyaan yang Anton ajukan itu sangat mewakili Revan yang juga penasaran tapi malu bertanya.


“Ha? Gue sa……” Ucapan Adiba terpotong begitu ada orang yang menghampiri nya.


“Ba…..”


Suara itu membuat Revan langsung mengangkat pandangan nya dari Novel yang dia baca, penasaran siapa gadis yang menyapa Adiba..dan suara itu mirip dengan orang yang di tunggu.


Tanpa sadar Revan tersenyum tipis, begitu mengetahui gadis itu adalah Ayunina Bunga Kaureen gadis yang sejak tadi dia cari.


Perubahan ekspresi Revan tidak luput dari pengelihatan Anton yang memang duduk di seberang nya.


“Ehmm, eh ada Ayu juga…” Anton tersenyum manis menyapa Ayu yang terlihat bingung.


“Kita gabung disini aja, lagi penuh” Adoba menarik Ayu duduk disebelah nya dan gadis itu hanya menurut.


“Loh…ada Revan” Terdengar lagi suara gadis yang menyapa.


“Hayy..” Revan tersenyum menyapa kedua gadis yang terlihat kaget begitu melihat dia ada disana.


“Kok Revan aja yang di sapa, padahal ada gue disini” Anton cemberut karena merasa keberadaan nya tidak dianggap.


“Karna lo jelek, gue males nyapa” Adara lagi-lagi mencari ketubiran.


“Kok lo bisa disini?” Adara memilih duduk disamping Ambar.


“Yakan tempat umum, wajar lah kalau gue bisa disini” Anton menjawab pertanyaan Adara dengan ketus.


“Wih sante dong, hahah” Adara terkekeh melihat Anton yang kesal.


“Btw lo pada beda banget ya di sekolah sama di luar” Anton memulai topik pembahasan.


“Ya jelas beda lah, disekolah pakai seragam kalau diluar kan enggak” Adara yang membalas.


“Ck gabisa diajak waras lo” Anton berdecak kesal.


“Ya makanya lo jelasin beda begimane yang lo maksud karena kalau soal pakaian ya jelas bedalah yakali kita ke caffe hari minggu pakai seragam sekolah. Lawak lo ah”


“Yagitu maksud gue kelihatab beda banget kalau di luar dan pakai baju biasa” Anton mencoba sabar meladeni Adara.


“Semua orang juga beda kali kalau udah pake pakaian biasa, emang lo bentukam nya samaaa aja mau pake baju apaan” Adara mencari keributan.


“Nyari tubir lo hah?” Anton menantang Adara.


“Tubir apaan dah?” Tanya Adara bingung.

__ADS_1


“Dih masak gitu aja gak tau, kolot lo!. Wkwkwk” Anton tertawa ngakak.


“Sok iye banget lo” Adara kesal karena diejek kolot.


Baru saja Anton hendak menjawab ucapan Adara tapi keburu dipotong ibu kepala desa.


“Ribut lagi gue kawinin lo berdua!” Adiba mengancam tapi tidak berlaku bagi mereka berdua.


“Nikah loh bukan kawin, kan kita buka kucing” Anton tidak terima.


“Mau itu nikah kek mau itu kawin gue gak peduli, lagian siapa juga yang mau sama elu!!” Seru Adara.


“Gue jug….”


“Diem!” Revan memotong ucapan Anton.


“Ini pesenan nya kak” Seorang pelayan datang dengan nampan di tangan nya.


“Thanks mbak” Ucap Ambar.


“Mas nya udah pesen?” Tanya Pelayan itu pada kedua laki-laki yang ada di meja itu.


“Eh belum, lupa gue” Anton menepuk jidat nya pelan.


“Silahkan” Pelayan itu memberikan kertas menu.


“Pesen apa bro?” Anton meneliti setiap menu makanan dan minumam di kertas itu.


“Iced caramel macchiato aja” Revan menyebutkan pesanan nya, ini pertama kali Revan memesan minumam caramel macchiato entalah tiba-tiba saja itu terlintas di pikiran nya.


“Tumben lo” Anton yang masih meneliti kertas menu.


“Ini..sama ini.. aja ya mbak” Anton menunjuk gambar pada buku menu itu.


“Oke, ditunggu ya” Pelayan itupun berlalu.


“Lo suka ices caramel macchiato van?” Setelah keadaan hening sebentar, Adiba kembali berbicara.


“Enggg…gak juga ini baru mau nyoba” Jawab Revan.


“Kirain lo suka” Balas Adiba lagi.


“Kenapa?” Tanya Revan.


“Minuman itu favorite nya mbak Bunga, gue kira lo suka. Kalau lo suka berarti lo sama Bunga Suka minumam yang sama trus kan kata orang tanda jodoh itu salah satu nya menyukai hal yang sama” Adara menjelaskan panjang kali lebar.


“Ngomong apa sih Dara…” Jaringan otak Ambar tidak sampai.


“Kesimpulan nya Bunga sama Revan jodoh” Jawab Adara santai tanpa beban, dan dengan tanpa beban nya lagi Ambar mengucapkan.


“Aamiin…..” Duh Ambar Aamiin nya kenceng nian.


“Dara!” Ayu menegur sahabat nya yang asal berbicara itu. Ayu takut sahabat Adiba selaku pacar Revan akan tersinggung jika mereka bicara seperti itu.


Sungguh Ayu tidak mau mereka canggung hanya karena laki-laki, cukup hanya Adin.


Ayu tidak mau lagi terjebak diantara laki-laki yang disukai sahabat nya.


...🌼🌼🌼...


Bab lanjut nya utor mau show up visual Revan Raga Satri…

__ADS_1


Cocok?


__ADS_2