Bunga Anak STM

Bunga Anak STM
Jerapah Gila!


__ADS_3

...*Happy Reading**🌼*...


Inilah buntut dari semua perbuatan yang Ayu lakukan, setelah menanggung malu karena wajah nya yang terpampang jelas di mading tadi pagi. Sekarang Ayu harus rela dan ikhlas menjalani hukuman yang dia dapat.


Yaa—membersihkan semua ruangan ekskul yang ada di STM PB selama dua bulan kedepan, kalau cuma satu ruangan ekskul sih Ayu tidak masalah. Ini harus semua, bayangkan saja ada sekitar sepuluh ekskul yang aktif saat ini dan masing-masing ekskul memiliki ruangan khusus, baru sekarang rasanya Ayu menyesal masuk ke sekolah elit yang fasilitas nya sangat lengkap seperti STM PB karena sangat merepotkan untuk membersihkan banyak ruangan itu.


Masih bersyukur kalau STM Peduli Bangsa tidak mengenal hukum skorsing pada murid yang sudah melakukan kesalahan dan pelanggaran, karena STM PB menganut paham terlepas dari apapun kesalahan yang murid mereka lakukan. Si murid tetap memiliki hak untuk mengikuti pelajaran setiap hari nya.


Tidak ada alasan apapun untuk membuat murid berhenti mengikuti pelajaran, banyak hukuman yang bisa memberikan efek jerah pada murid tidak harus di skorsing.


“Tenang…nanti kita bantu kok” Bujuk Ambar, mengelus pelan bahu Ayu.


“Iyaa Bung, kita bantu. Gak bakal biarin sahabat tercintah kita nge-babu sendirian”


“He’e santuy, lo masih ada kita”


Yaa—Adara merasa sedikit terhibur dengan ucapan tiga sahabat nya, meski Ayu tahu kalau mereka tidak akan benar-benar membantu semua pekerjaan nya.


“Thanks…hukuman nya mulai besok, kalau gitu gue latihan basket dulu…” Ayu menyandang tas nya dan berjalan gontai keluar kelas.


“Papayy…semangat Bunga” Seru Ambar.


“Nanti kabari kalau udah sampai kostan!!” Seru Adiba juga.


Sepanjang koridor menuju lapangan indoor basket, Ayu menunduk. Isi kepala nya saat ini rasanya mau pecah karena sampai sekarang dia belum bisa menemui sang paman untuk menanyakan alasan ia datang ke sekolah Ayu. Dari mana paman nya tau kalau Ayu sedang bermasalah di sekolah? Apa dia mencari tahu semua kehidupan Ayu?


Tapi, kenapa?


Kenapa…baru sekarang, di saat Ayu merasa hidup nya sudah baik-baik saja tanpa ada keluarga di sisinya.


Apa setelah lepas dari jeratan Ayah, sekarang Ayu harus berurusan dengan keluarga dari pihak bunda nya?


Dukk


“Awwshh” Ayu meringis pelan ketika kepala nya membentur sesuatu yang cukup keras.


Begitu mendongak Ayu langsung bertemu tatap dengan mata hitam kelam milik laki-laki dihadapan nya.


“Jalan itu pake mata, biar gak nabrak” Ucapnya memperingati Ayu.


“Dimana-mana jalan itu pakai kaki” Jawab Ayu ketus.


“Harus pakai mata juga dong, buat lihat jalan” Laki-laki itu tidak mau kalah.


“Terserah!” Ayu malas berdebat saat ini, jadi dengan penuh niat Ayu berlalu meninggalkan nya.


“Mau kemana?” Tanya nya setelah menyusul langkah Ayu.


“Ke Pluto!” Jawab Ayu asal.


“Ihh ngapain ke Pluto, mending ke hati aku aja” Ayu melongo menatap bingung pada laki-laki di samping nya.


“Sejak kapan?”


“Apa nya yang sejak kapan?” Dia bingung dengan Pertanyaan singkat Ayu.


“Gila nya?”


“Oohh gila nya….sejak aku mengenal mu, dan aku jadi tergila-gila padamu”


“Ya Ampun Revan…sejak kapan lo dangdut gini?” Muka Ayu geram bercampur jijik.


“Hahahahaha……muka lo lawak” Revan malah menertawai Ayu.


“Terserah!” Ayu melanjutkan langkah nya.


“Terserah mulu lo kayak cewek” Ejek Revan.

__ADS_1


“Emang gue cewek!” Bentukan jelas begini, masa’ diragukan gender nya. Yaa walaupun secara penampilan Ayu jauh dari kata girly atau feminim.


“Cewek gue?”


Deg


“Hm?” Tidak mendapat sahutan membuat Revan makin mendesak.


“Cewek gue kan?” Tanyanya lagi.


Wajah Ayu seketika memanas dan mungkin sekarang terlihat memerah karena malu, tidak! Jangan sampai Revan melihat wajah bodoh nya sekarang.


Ayu memasang kuda-kuda, lalu berlari kencang meninggalkan Revan yang melongo ditempat.


Melihat punggung Ayu yang hilang dibalik pilar membuat Revan terkekeh, sangat tidak menyangka jika Ayu bisa salting juga.


”Gemes banget sihh…” Gumam Revan pelan.


.


.


“Loh loh, dari mana Yu kok lari nya sampai ngos-ngosan gitu?” Tanya Nisa, melihat Ayu yang baru masuk ke lapangan dengan nafas yang ngos-ngosan.


“Iyaa kenapa lo, kayak di kejar hantu aja”


“Hoshh hosh” Ayu masih mengatur nafas agar kembali normal, ternyata lari dari kenyataan itu melelahkan yaa.


“Minum dulu…nih” Nisa memberikan air mineral gelas dan langsung disambar Ayu, menghabiskan isinya dalam sekali tegukan.


“Kenapa sih? Dikejar sama siapa?” Nisa masih penasaran.


“Di kejar Jerapah gila” Jawab Ayu asal.


“Hah? Jerapah, di sekolah kita ada jerapah?” Lisa yang sejak tadi menyimak pun ikut nimbrung.


“Percaya aja lo! Si Ayu asal ngomong gitu kok” Nisa melempar Lisa dengan kaos kaki nya.


“Sindi udah masuk latihan kan?” Tanya Ayu setelah berhasil menormalkan nafas nya.


“Iya…anak nya lagi ganti seragam” Jawab Nisa.


“Tapi Yu…yang lo gebukin itu anak yang sama, sama yang ngeroyok Sindi di halte” Ayu mengangguk, tidak mungkin dia salah orang karena mereka juga sudah mengaku sendiri.


“Cewek yang muka nya siang tapi leher nya malem kan?” Tanya Nisa lagi.


“Anjir, muka sama leher beda zona waktu nya yak! Hahahaha” Lisa tertawa ngakak.


“Tapi lo gapapa kan?” Sambung Sindi yang baru selesai ganti seragam.


“Aman gue”


“Tapi lo nya jadi di hukum gara-gara balasin dendam gue” Ucap Sindi merasa tidak enak.


“Bukan karna lo, tapi gue juga ada masalah sama dia” Yaa Ayu tidak sepenuh nya berbohong.


“Hukuman nya mulai kapan?”


“Besok”


“Kita udah sepakat bakal bantuin lo kok, tenang aja” Sambung Nisa.


“Eh, gausah. Gue bisa sendiri” Tolak Ayu, dia tidak ingin melibatkan orang lain dalam kesalahan yang dia perbuat.


“Gak bisa gitu, kita harus susah dan senang bersama” Jawab Lisa dramatis.


“Iyaa kita setuju!” Seru anggota tim nya yang lain.

__ADS_1


“Thanks” Ayu tersenyum tipis.


.


.


“Kerja bagus semuaaaa!!” Seru Lisa berteriak, begitu latihan mereka selesai.


“Yaa kerja bagusss” Balas anggota yang lain, setelah melakukan tos ala-ala mereka pun bergegas keluar, sudah waktu nya untuk pulang karena hari sudah petang.


“Duluan ya Yuu” Ucap teman nya yang lain, meninggalkan Ayu yang masih mengunci pintu ruangan. Karena ini merupakan tanggung jawab nya sebagai ketua tim.


Setelah mengunci ruangan, Ayu juga harus menyerah kan kunci tersebut pada satpam yang berjaga malam.


Setelah urusan nya selesai Ayu pun berjalan santai menuju gerbang sekolah sambil memikirkan makan malam apa yang enak nanti nya, huh jangan pikir Ayu akan memasak. Lebih baik itu tidak dilakukan demi keselamatan gedung kostan nya yang bisa saja meledak akibat kecerobohan Ayu dalam memasak.


Baru selangkah keluar dari gerbang, Mata coklat Ayu menangkap keberadaan mobil mewah yang terparkir tidak jauh dari nya.


Bukan mobil itu yang membuat Ayu terpaku, tetapi pemilik mobil yang tengah bersandar di badan samping mobil nya.


Pria itu menyadari keberadaan Ayu dan berjalan mendekati Ayu.


”Habis ekskul ya?” Sapa nya ramah, tidak lupa dengan senyum manis.


“Ada perlu apa?” Tanya Ayu langsung.


“Paman mau jemput kamu”


“Jemput?” Tanya Ayu penuh selidik.


“Iyaa….kakek ingin bertemu dengan mu” Jawab Kai.


“Kakek? Tidak perlu” Ayu melongos meninggalkan Kai, tapi belum sempat jauh lengan sudah kembali ditahan sang paman.


“Lepas!” Ayu menyentak kuat tangan nya sampai terlepas dari genggaman Kai.


“Kakek sangat ingin bertemu dengan cucu nya, ayolah jangan keras kepala”


“Keras kepala anda bilang? Perlu saya bantu ingatkan semua perlakuan kalian pada saya dan bunda saya”


“Sepertinya kalian lupa apa yang membuat saya berlaku keras kepala pada kalian” Lanjutnya.


“Bunga….kakek hanya ingin bertemu dan meminta maaf pada mu” Cicit Kai lembut.


“Tidak perlu, maaf nya tidak akan berpengaruh apapun di hidup saya” Ketus Ayu.


Ayu kembali melangkah, sebelum dia teringat sesuatu.


”Oiyaa…bukan kah anda merasa perlu menjelaskan alasan anda bisa berada di sekolah saya beberapa waktu lalu?” Tanya Ayu.


Kai terdiam, dia pikir Ayu tidak akan mempermasalahkan keberadaan nya yang tiba-tiba.


“Biar saya tebak….anda memata-matai saya bukan? Mencari semua informasi tentang saya dengan kekuasaan yang anda punya?” Skak Ayu.


“Jadi benar…..kali ini akan saya biarkan, tetapi tidak lain kali. Dan untuk biaya rumah sakit dua anak itu biar saya yang menanggung nya sendiri. Saya tidak perlu bantuan dari anda”


“Bungaa….” Panggil Kai pelan, demi apa. Dia merasa terganggu dengan penggunaan bahasa formal yang Ayu pakai saat berbicara dengan nya.


“Saya tidak ingin terlibat apapun dengan keluarga Lim, jadi saya mohon tinggal kan saya” Ayu pun pergi setelah mengucapkan itu, meninggalkan sang paman dengan seribu penyesalan nya.


Kai merindukan gadis kecil yang selalu merengek manja pada nya seperti dulu, tapi sekarang dia tidak melihat gadis kecil manja itu lagi pada diri Ayu. Yang ada hanya gadis remaja yang terbentuk oleh kerasnya kehidupan yang dia jalani.


Gadis remaja yang terpaksa dewasa belum pada waktu nya, hanya kerena keadaan yang menuntut dia dewasa.


Kai sudah tahu semua…tentang keras nya hidup yang Ayu jalani sejak dia meninggalkan gadis kecil itu.


Mulai dari menghadapi bunda yang bipolar sampai harus merasakan kekerasan yang dilakukan sang Ayah, kalau tahu akan seperti itu Kai bersumpah tidak akan meningglkan Ayu sendirian saat itu.

__ADS_1


...🌼🌼🌼...



__ADS_2