
...*Happy Reading**đź’•*...
“Dari mana saja kamu?” Suara bariton Pria paruh baya menyapa Ayu yang baru masuk.
“Luar” Jawab Ayu seadaanya melanjutkan langkah nya.
“Jual diri?” Tanya Pria itu.
“Hm” Ayu hanya berdehem menjawab.
“Saya belum selesai bicara” Ucap Ayah nya datar, Ayu berhenti dan berbalik kearah Ayah nya yang duduk di sofa ruang tamu.
“Kamu semakin liar ya mentang-mentang saya diluar kota. Sering pulang tengah malam” Ayu sudah tahu ujung percakapan ini, jadi dia hanya diam.
Sejak kapan Ayu pulang tengah malam, dia hanya pulang paling lama jam sepuluh malam dan malam ini masih jam setengah sepuluh tengah malam darimana nya.
“Tidak menjawab?” Tanya pria itu dingin.
“Emang kenapa” Pertanyaan Ayu membuat ayah nya naik darah karena merasa tidak dianggap.
“Yang sopan sama saya!!” Pria itu membentak, Oh ayolah Ayu malas ribut.
“Hmm” Hanya itu jawaban nya.
“Dasar kamu ya tidak menghargai Ayah mu” Wanita ular itu menimpali, memanaskan keadaan. Ayu paham itu.
“Diem lo!” Bentak Ayu pada wanita itu.
“BUNGA!!”
“APAAA!!!”
Ayu membalas bentakan ayah nya dengan teriakan tidak kalah kuat.
“Kenapa sih pengen banget gue sopanin, pengen banget gue hargain?” Ayu bertanya kesal, ladeni saja toh diam atau tidak tetap salah.
“Karena kamu anak perempuan yang tidak tau sopan santun!” Ayah nya menjawab.
“Oya? Sorry nih gue anak perempuan yang gak pernah diajarin sopan santun sama bokap gue”Ucap Ayu santai tapi membuat wanita yang disamping Ayah nya emosi, melangkah cepat kearah Ayu lalu melayangkan tangan nya hendak menampar Ayu.
“Wiihh santai gurl, tangan lo kotor” Ayu menepis kuat tangan wanita itu, Ayu tidak akan membiarkan wanita itu sedikitpun menyentuh nya.
“Berani nya!” Wanita itu tidak kapok bersikeras hendak menampar Ayu lagi.
Plak!!
Bunyi tamparan keras menggema diruangan tamu itu.
“Kamu…..”
“Sorry refleks” Ayu tersenyum miring melihat wanita itu kesakitan memegang pipi merah nya dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
“Bungaa” Ayahnya geram melihat tindakan bunga.
“Salahin istri nya dong pak, seenak nya mau nampar saya padahal bukan siapa-siapa saya” Ujar Ayu kemudian berbalik menuju tangga.
“Berhenti!!” Pria itu berseru kencang menyuruh Ayu.
“Apa bunda mu tidak pernah mengajari mu sopan santun!!?” Wanita itu sudah menangis tapi tidak terisak.
“Kalau iya kenapa trus kalau enggak kenapa? Urusan mu?” Jawab Ayu santai.
“Saya tidak pernah mengajarimu seperti itu!” Sekarang giliran suami nya yang bicara.
__ADS_1
“Ya, memang tidak pernah. Karena waktu saya masa pertumbuhan Bapak sibuk selingkuh dengan ular”
“Apa kamu bilang HAH?”
“Kurang jelas?… baik saya ulangi”
“Bapak tidak pernah mengajari saya tentang hal apapun, karena bapak melewatkan masa pertumbuhan saya dengan sibuk selingkuh dengan wanita malam ini” Ayu menekan setiap kata nya agar lebih jelas didengar kedua orang itu.
“Bahkan ketika saya dan bunda saya mengalami kesulitan, ANDA TIDAK ADA!!” Ayu berteriak di ujung kalimat nya.
“Anda sibuk berzina, ketika bunda saya sakit-sakitan”
“Apa anda tidak jijik? Haha tidak mungkin juga karena kalian sama-sama menjijikkan” Nada rendah suara Ayu terdengar mengerikan.
“Dan Lo!!” Ayu menunjuk wanita yang sedang mengeluarkan Air mata buaya betina.
“Dari awal udah gue bilang lo gak ada hak apapun atas gue, jangan bertingkah menjijikan di hadapan gue!!” Seru Ayu kesal.
“KELUAR KAMU DARI RUMAH INI!!” Ayah Ayu berteriak keras.
“Ha ha ha ha” Ayu tertawa memaksa.
“Bapak lupa? Rumah ini punya gue, rumah ini dan semua fasilitas yang kalian nikmati itu atas nama gue. Kalian yang harus nya keluar dari sini!!!” Ayu terbawa emosi.
Pria itu terdiam ucapan Ayu memang benar, rumah dan semua isi benda-benda dirumah ini atas nama Ayu.
“Lo kira pria yang lo godain ini orang kaya?” Tanya Ayu lagi pada Istri Ayah nya.
“Enggak…dia pria miskin” Ayu menggeleng.
“Dia bahkan gak akan bisa seperti sekarang kalau bukan karna jasa bunda gue, lo tau semua perjuangan yang mati-matian bunda gue lakuin buat dia ternyata dibalas dengan penghianatan”
“Dan lo juga mati-matian menggoda pria yang tidak ada apa-apa nya?” Ayu bertanya sarkas tidak peduli dengan Ayah nya yang sudah menggeram marah ditempat.
“Anda pikir saya bangga punya ayah seperti anda? Pertanyaan Ayu nyelekit.
“Tidak!! Tidak pernah sedetik pun saya merasa bangga punya Ayah seperti anda”
PLAK!
Tangan besar berurat pria dewasa itu sudah melayang ke pipi anak nya, Ayu sudah tidak menangis.
“Selalu begitu… ha ha ha” Ayu tertawa garing.
“Sampai bunda meninggal pun saya gak pernah lihat rasa penyesalan sedikit pun dari anda”
“Kuburan bunda masih basah belum sampai sebulan pun anda langsung bersikeras menikah dengan wanita ini, anda bahkan tau kalau dia adalah kakak dari lelaki bangs@t yang melecehkan saya”
“Anda membela mereka saat anda tau saya dilecehkan, saya anak anda. Apa tidak ada kesal sedikit pun waktu tau saya mengalami pelecehan?”
“Dari dulu saya ingin bertanya, apa tidak ada rasa marah sedikit pun ketika mendengar anak perempuan anda satu-satu nya mengalami pelecehan seksual? Sedikit saja?”
Hening tidak ada jawaban dari Ayah nya, pria itu hanya menunduk.
“Waktu Bunga pengen banget lihat Ayah membela Bunga dihadapan banyak orang karena masalah itu tapi sebalik nya, ayah sibuk membela pria itu hanya karna ayah menyukai kakak nya”
Hiks hikss hiksss
“Bunga pengen waktu itu ayah datang dan memeluk bunga, menenangkan Bunga”
“Bunga bener-bener berharap waktu itu ayah datang dan menjanjikan semua akan baik-baik saja karna Bunga punya Ayah”
Hiks hikss
__ADS_1
“Ayah tau? Waktu itu Bunga sangat ketakutan melihat semua laki-laki, Ayah tahu sehancur apa perasaan bunga waktu tau Ayah akan menikah dengan kakak laki-laki brengsek itu?”
“Bunga takut….hiks.. bayangan perbuatan nya terus mengantui bunga sampai mau mati rasanya”
“Ayah dimana waktu itu?”
Ayu sudah berbicara lembut dan menggunakan bahasa yang sopan karena sudah lelah melakukan hal yang bunda nya tidak suka.
“Dengan semua kesalahan yang Ayah lakukan di masa lalu pun Ayah masih tega menyiksa Bunga sampai sekarang…kadang Bunga berpikir kalau bunga bukan anak kandung Ayah. Tapi bunda berkali-kali meyakinkan hal yang sama”
“Sekarang Ayah mempermasalahkan Bunga yang sekolah di STM, berandalan lah, murahan lah, semua hal buruk sudah ayah tuduhkan pada Bunga”
“Demi Tuhan..tidak pernah sedikitpun Bunga berpikir melakukan semua tuduhan Ayah..Bunga cuma capek terus-terusan takut dengan laki-laki, Bunga punya harapan menemukan laki-laki yang menyayangi Bunga seburuk apapun masa lalu Bunga. Semua itu gak bakal Bunga temuin kalau takut sama laki-laki”
“Jadi stop…bunga bukan murahan”
Ayu menaiki anak tangga meninggalkan sepasang suami istri yang terdiam disana.
BRAKK
Suara pintu kamar Ayu yang dibanting kuat oleh pemilik nya.
AAAAAAAAAAA
Ayu berteriak sekuat tenaga saking kesal nya, dia tidak mau menangis dihadapan Ayah nya tapi ketika membahas masa lalu yang menyakitkan tanpa sadar Air mata Ayu menetes begitu saja.
Aaaarrrrgggggghhhh
Ayu sudah susah payah mengubur bayangan buruk itu meyakinkan diri sendiri kalau itu terjadi bukan karena kesalahan nya, tapi ayah nya tetap memaksa dia mengingat kembali.
PRANG
PRANG
PRANG
Ayu membanting semua barang yang dia lihat.
“Bun..bundaa Bunga sakit. Jemput bungaaa. Huuu huu hiks”
Mata Ayu melihat serpihan botol kaca yang dia hancurkan tadi, tanpa basa-basi Ayu meraih nya menggenggam kuat di kepalan tangan sampai meneteskan dari merah kental mengenai lantai kamar nya.
Merasa kurang puas melihat luka di telapak tangan nya Ayu mengambil serpihan kaca yang lain untuk menggores tangan nya.
Satu sayatan
Dua sayatan
Tiga sayatan
Empat sayatan
Sebelum akhir nya Ayu terjatuh pingsan dilantai.
...🌼🌼🌼...
Aku anak perempuan yang sudah terbiasa
Menerima tekanan batin, tekanan mental sejak kecil.
Dipaksa dewasa oleh keadaan adalah hal yang menyakitkan.
Mudah tersinggung mudah kecewa
__ADS_1
muda menangis dan punya rasa trauma yang dalam.