
...Happy Readingđź’•...
“Selamat pagi menjelang pagi semuaaa nyaa?” Suara Adara terdengar menggema di ruangan Aula itu.
“PAGIIIII!!!!” Hampir semua murid menjawab ucapan Adara serentak.
“Baiklah, pada kesempatan kali saya Adara Ulani diberi kesempatan untuk memandu acara yang penuh kebahagian ini”
“Sebelum masuk pada acara nya, ada baik nya kita berdoa terlebih dahulu sesuai dengan kepercayaan masing-masing”
“Berdoa di mulai”
“Berdoa selesai”
Adara melakukan pembukaan dengan sangat bagus dan tidak monoton, sesekali Adara bercanda dan bisa membuat suasana tidak terlalu kaku.
Di samping panggung.
“Bunga, lo mau maju?” Sebentar lagi harus ada sepatah dua kata dari ketua panitia pelaksana sebagai perwakilan dari seluruh adik kelas yang ada disini.
Ayu menggeleng tanda dia tidak bisa maju, sejauh ini Ayu tidak pernah berpikir akan ada susunan acara seperti itu Ayu hanya sibuk ini dan itu.
“Gue aja?” Tanya Revan memastikan, sebenarnya Revan sudah menyiapkan diri untuk perwakilan karena Revan sudah menduga kalau Ayu tidak ingin maju.
“Tolong yaa?” Ayu melipatkan kedua tangan didepan dada dan memasang wajah memelas agar Revan kasihan.
“Hahah gue udah tau kalau lo gamau maju, jadi gue udah prepare” Revan terkekeh kecil, dia baru tahu kalau Ayu juga bisa memasang raut wajah seperti itu. Hmm….menggemaskan.
“Wah terimakasih banyak, gue ngandelin lo deh” Ayu tersenyum lebar begitu mendengar ucapan Revan yang sangat pengertian.
“Gak gratis dong” Revan bercanda.
“Ha?…yaudah nanti gur traktir deh” Ayu malah menanggapi serius,
“Oke gue tunggu, heheh”
“Pidato oleh perwakilan adik kelas”
Suara Adara kembali terdengar dari microphone yang di genggam nya.
“Gue kedepan dulu” Revan pamit pada Ayu yang sejak tadi berdiri di sebelah nya, anggota panitia yang lain sedang berpencar melaksankan tugas masing-masing.
Ayu mengangguk dengan senyuman tipis nya “Semangatt”
Sedang Asik memperhatikan Revan yang di beri MIC oleh Adara, tiba-tiba.
“Ayu!” Mendengar panggilan itu Ayu langsung menoleh mencari sumber suara.
“Eh, kenapa?” Tanya Ayu balik.
__ADS_1
“Lo ngapain sendirian disini?” Tanya Adin yang sudah berdiri di hadapan Ayu.
“Gak ngapain” Jawab Ayu seadanya, lalu mengalihkan pandangan pada Revan berdiri dipanggung dengan MIC di tangan nya.
“Waktu tampil kita masih lama, kayak nya kita masih sempat latihan bentar” Ucapan Adin langsung mengalihkan Ayu.
“Bukan nya apa-apa, gue percaya kok lo bisa tapi setidak nya buat nyatuin suara kita aja sama gitar nya” Adin langsung menjelaskan.
Ayu berpikir betul juga nanti kalau suara mereka sumbang yang ada dia bakalan jadi bahan ejekan pak Rahmat.
“Yaudah, dimana?” Putus Ayu pada akhirnya.
“Di kelas aja kalau lo mau” Ucap Adin menyarankan.
“Kejauhan” Jarak dari Aula ke kelas mereka itu lumayan jauh karena harus memutari lapangan utama, sedangkan Ayu harus stay di samping panggung itu juga atas perintah nya pak Rahmat.
“Disana aja” Ayu beranjak kaki nya menuju ke belakang panggung yang bisa dibilang lumayan senyap dan tidak terlalu bising seperti di samping panggung tadi.
Adin hanya mengikuti saja, lalu duduk di salah satu kursi kosong disana.
“Oke…” Adin mencoba gitar nya memetik tali senar itu dengan sembarang kunci.
“Lo mau nyanyi bait pertama atau gimana?” Tanya Adin berbasa-basi memulai percakapan, karena gadis di hadapan nya ini hanya bermain ponsel.
“Sesuai video aja” Balas Ayu, sibuk di ponsel nya mencari video yang di kirimkan Adin pada nya karena sudah tertimbun dengan foto-foto yang lain.
“Oke…”
Suara yang dihasilkan dari petikan senar gitar Adin itu sangat indah, seperti nya laki-laki itu sudah sangat lihai memainkan gitar.
Adin menanyikan bait pertama pada lagu itu sambil terus memetik gitar nya dan sesekali melihat Ayu yang masih menatap ponsel nya.
Pikiran Adin melayang, melihat Ayu yang selalu bersikap cuek padanya kadang membuat Adin merasa kalau dia seburuk apa sampai Ayu tidak mau berinteraksi lebih dengan nya.
Jika diperhatikan memang Ayu selalu bersikap seperti itu pada murid laki-laki lain, gadis itu hanya akan berbicara seperlu nya dan bertindak sebutuh nya saja. Tapi apa gadis itu tidak ingin memberikan celah pada Adin untuk masuk ke dalam kehidupan nya yang tertutup.
Tidak mungkin gadis itu tidak mengetahui kalau Adin menyukai nya karena teman-teman satu kelas saja sudah tahu, termasuk ketiga sahabat Ayu. Apa gadis itu juga menghindar karena tahu Adin menyukai nya.
Setelah beberapa detik memainkan melodi intro Adin lanjut menyanyi kan bait pertama sampai bagian Reff, karena memang begitu pembagian pada lagu nya.
Pada part selanjut nya Ayu menyanyikan bagian nya dengan mata tak lepas dari ponsel yang memperlihatkan lirik lagu melukis senja.
Kedua nya berlatih dan saling menyesuaikan suara sampai selesai.
“Lo belum hapal lirik nya?” Dari tadi Adin sangat bertanya.
“Hmm udah hapal” Jawab Ayu jujur.
“Bunga!!” Suara husky pria terdengar memanggil Ayu membuat kedua orang itu langsung menoleh.
__ADS_1
“Eh?” Ayu sedikit kaget melihat Revan menyusul nya, kan tadi lagi pidato.
“Gue cariin kemana-mana tau nya lo disini” Ucap Revan begitu sampai di hadapan Ayu dan Adin.
“Bukan nyo lagi…” Ayu menunjuk panggung.
“Udah kelar! Kirain lo nyimak gue pidato udah keren padahal” Revan merengut, dia sengaja membuat pidato sekeren mungkin agar Ayu tidak terlalu malu karena telah mengandalkan dia tapi sayang nya si gadis malah sedang Asik di tempat lain berduaan sama cowok lagi.
“Sorry, gue latihan bentar soal nya mau tampil” Ayu tersenyum tipis menunjuk Adin yang masih diam di tempat memperhatikan interaksi kedua insan ini, mereka terlihat akrab?
“Lo tampil? Kenapa gak bareng gue aja?” Revan merasa sedikit tidak suka.
“Beda kelas bego!” Tangan Ayu bergerak hendak menoyor kepala Revan tapi laki-laki itu lebih cepat menahan tangan Ayu.
Semua pergerakan kedua orang itu tidak lepas dari pandangan Adin.
“Canda” Ucap Revan terkekeh, tangan nya masih menahan tangan Ayu.
“Lupa! Tadi pak Rahmat nyariin lo” Revan baru ingat tujuan nya mencari Ayu sampai kesini.
Ayu mengangguk dan melepaskan tangan nya dari Revan lalu menghadap Adin.
“Thanks, gue duluan” Setelah bicara seperti itu Ayu berlalu dan diikuti Revan di belakang nya.
“Apa-apaan!?” Adin kesal.
Kenapa Ayu terlihat begitu ekspresif saat ngobrol dengan Revan sedangkan dengan dia tidak.
...🌼🌼🌼...
Acara terus berlanjut dan berjalan dengan lancar dengan pembawa acara yang asik membuat semua orang terhibur.
Sekarang sudah di segmen hiburan dari tiap perawakilan adik kelas, untuk nomor urut tampil itu sudah disesuaikan dengan kelas dan jurusan saja biar lebih mudah tapi dengan iseng nya Adara si pembawa acara malah memanggil perwakilan kelas nya untuk tampil pertama.
“Sebelas TKJ satu!! Dipersilahkan!!!” Seru Adara semangat.
Ayu kaget, mental nya tidak siap kalau untuk tampil pertama karena sejak awal dia selalu menghibur diri dengan urutan tampil yang bisa dibilang lama.
“Maju kamu” Pak Rahmat yang sejak tadi berada di samping panggung dengan beberapa anggota panitia langsung mendorong Ayu keatas panggung.
“Pak kan…..” Baru saja Ayu hendak mengelak, tapi tidak sempat.
“No bacot, maju sana” Pak Rahmat tidak memberi kesempatan pada Ayu untuk bicara.
Matu Ayu langsung mengedar kearah tempat duduk penonton mencari keberadaan Adin, gadis itu berdoa semoga Adin sedang tidak di Aula sekarang agar penampilan nya di undur.
Tapi sayang nya mata Ayu mengangkap Adin yang sedang berjalan kearah panggung sambil membawa gitar nya, laki-laki itu juga terlihat bingung.
...🌼🌼🌼...
__ADS_1
Ayem bek…. Yuhuuuu
Jan lupa di like, vote and comment