Bunga Anak STM

Bunga Anak STM
Sparring


__ADS_3

...*Happy Reading**đź’•*...


Hari ini murid STM PB di hebohkan dengan pengumuman dari Pak Rahmat saat apel pagi tadi, kebetulan beliau yang menjadi pembina apel pagi dan menyampaikan perihal sparring persahabatan basket puteri nanti sore. Pak Rahmat mengajak murid-murid untuk menyaksikan pertandingan dan memberikan dukungan secara langsung pada tim basket sekolah.


Kenapa bisa heboh? Karena semua tahu bahwa tim basket puteri sudah lama tidak aktif latihan, dan semua juga tahu seburuk apa hubungan anak STM PB dengan anak SMK sebelah itu.


Meski bertetangga, kedua sekolah itu tidak pernah berdamai selalu saja bersitegang tidak jelas.


Tidak tahu pasti awal mulanya seperti apa, tetapi berdasarkan gossip yang beredar kalau anak SMK sebelah merasa ketenaran sekolah nya terancam semenjak STM PB berpindah lokasi di sekitar daerah mereka.


“Pokoknya kalian semua nanti harus nonton!” Ucap Adara berseru pada teman sekelas nya.


“Kita harus mendukung teman sejawat kita dipertandingan” Adara menepuk bahu Ayu bangga.


Menjadi kebanggan tersendiri bagi murid sebelas TKJ-1 karena salah satu dari teman mereka menjadi anggota inti di dalam tim basket puteri dan lebih membanggakan nya lagi ketika Ayu terpilih menjadi kapten nya langsung.


“Tanpa lo suruh-suruh kita juga pasti nonton” Sinis Ajis.


“Oh bagus dong”


...🌼🌼🌼...


Setelah pulang sekolah, murid-murid STM Peduli Bangsa berbondong-bondong mendatangi Gedung Olahraga daerah yang berjarak tidak jauh dari sekolah mereka.


Sudah tentu tujuan mereka datang untuk menyaksikan sparring basket puteri STM PB melawan SMK sebelah, busuh bebuyutan sekolah mereka.


Di tribun sebelah kiri sudah berkumpul pendukung dari STM PB dan di tribun sebelah kiri sudah berkumpul pendukung dari SMK sebelah.


Kalau dihitung dari jumlah, maka pendukung SMK sebelah kalah banyak jumlah nya dengan mereka.


Pertandingnan akan dimulai lima belas menit lagi, teman satu tim Ayu tadi pamit untuk berganti seragam dan juga pamit untuk ketoilet.


Ayu dan tiga sahabat nya sedang duduk di temo


“Bar, temenin gue beli cilok yang di depan yok” Ajak Adara pada Ambar.


“Kuy lah, gue juga pengen ngemil” Ambar dan Adara berdiri.


“Gue ikut dong” Adiba jadi pengen cilok juga kan.


“Ayolah bareng, lo mau nitip Bung?” Tanya Adiba.


“Nitip mizone aja yak”


“Siipp, kita tinggal dulu” Mereka bertiga meninggalkan Ayu sendirian di kursi tunggu pemain.


“Hi, long time no see\~” Ayu menoleh sekilas ke sumber suara.


Berhubung dia tidak mengenal orang yang baru saja menyapa nya, Ayu mengabaikan dan kembali fokus pada ponsel nya.


“Wahh sampai sekarang, lo masih bisu?”


Deg!


Bisu?


Kontan Ayu menoleh, dia tahu panggilan itu dia dapatkan waktu dia SMP.


Tapi ini siapa, Ayu sama sekali tidak mengenal gadis dengan bedak tebal yang berdiri dihadapan nya sekarang.


“Lo inget gue?” Dia kembali bersuara.


“Gue temen SMP lo” Dia berusaha membuat Ayu mengingat nya dimasa lalu.


Ayu membatin “Excuse me?”Ayu tidak pernah mengingat orang-orang yang sama sekali tidak penting di hidup nya.


“Gue temen satu kelas lo waktu SMP, tapi tunggu seperti nya kita gak pernah temenan….hahah” Dia tertawa mengejek.


“Soal nya gue dari dulu gak pernah mau sama cewek kotor dan bisu kayak lo”


Baik, sekarang Ayu bisa ingat siapa perempuan berbedak tebal ini. Dia orang yang dulu paling semangat menyebarkan gossip tentang Ayu dan menghasut teman sekelas nya untuk membully Ayu.


Ayu masih diam, dia ingin melihat sejauh apa gadis ini mengejek nya.


“Lo beneran masih bisu!?” Wajah yang di dempul bedam lima centi itu, berpura-pura kaget.


“Gue gak nyangka bakal ketemu sama lo disini…btw lo sekolah di STM Peduli Bangsa?”


Merasa kesal karena diabaikan dia melangkah mendekat kearah Ayu.


”Emang orang bisa bisa masuk sekolah disitu?”


“Loh?” Adiba yang baru kembali membeli jajanan, kontan kaget melihat orang yang berbicara pada Ayu.


“Lo Adiba kan?”


“Lo siapaa yaa? Duh gue lupa nama lo” Adiba ingat dengan wajah menyebalkan itu, tapi tidak ingat dengan nama nya.


“Gue Zila” Gadis itu mengulurkan tangan nya.


“Sorry tangn gue penuh” Adiba menunjuk kan bungkus plastik kan yang dia bawa.


“Lo masih temenan sama si bisu? Wahh langgeng ya” Nada nya mengejek.


“Ohh jelas dong, orang bener kalau sama orang bener temenan itu biasa nya langgeng. Beda lagi kalau baik di depan busuk di belakang”


“Orang bener? Ahahaha”


“Siapa yang lo maksud orang bener…dia?” Gadis itu menunjuk Ayu meremehkan.


“Ya iya dong, masak elo!” Ketus Adiba.


“Pppffttt”


“Bener dari mana nya? Orang kotor gitu..”


“Udah deh, gausah ngomong nafas lo bau ****** tikus” Adiba menutup hidung nya.

__ADS_1


“Ngatain orang kotor lo, emang lo gimana bersih? Gak yakin gue…lihat dari muka lo aja gue bisa nebak lo sering mangkal dimana”


Gadis itu terdiam, wajah nya langsung memerah menahan emosi.


”Gak usah sok tau lo!!” Seru nya emosi.


“Loh kok ngamuk”


“Siape nih?“ Adara dan Ambar baru datang langsung kebingungan.


“Binatang” Jawab Adiba santai, sangat santai.


”Pergi lo! Sebelum gue malu-maluin lo disini” Sentak Adiba.


Dengan wajah kesal nya gadis itu pergi, karena dia tidak ingin di permalukan dan dia sudah kalah jumlah.


Jadi, sekarang si bisu itu sudah banyak teman nya yah?


Kedua kubu sudah berada di posisi nya masing-masing, sesuai dengan tugas dan fungsi nya.


Priiiittt


Bola orange itu melambung ke udara berbarengan dengan bunyi peluit yang di bunyikan sang wasit.


“GO STM GO STM GO\~\~!!” Yel-yel dari kubu STM PB langsung menggema dilapangan.


Ayu melompat, berusaha menggapai bola di udara dan langsung mendorong kearah kandang lawan.


Di menit pertama bola langsung di kuasai tim Ayu, teman nya menggiring dengan semangat kearah kandang lawan. Bola terus melambung ke tangan pemain satu ke pemain yang lain dan dengan gerakan cepat Nisa dari Tim Ayu melakukan shooting namun dengan cepat pemain lawan menghalau bola untuk masuk ke ring.


Permainan dilanjutkan, kali ini bola digiring oleh tim lawan ke kandang tim Ayu mereka bermain dengan cepat dan dengan gegabah melakukan tembakan, tidak berhasil. Bola malah melambung jauh dari ring.


Dengan mudah tim Ayu membalikkan keadaan, sekarang tim Ayu berusaha melakukan serangan balik dan mengacak pertahanan lawan. Tentu saja dengan mudah Ayu berhasil mencetak point untuk tim nya.


“Yaayyyyy\~\~”


“Nis Nis!!” Panggil Ayu mengode teman nya agar mengoper bola kearah nya, namun secara tiba-tiba pemain lawan dengan sengaja menyenggol bahu Nisa kuat.


“WOII!!” Sorak pendukung STM PB tidak terima.


“Lo oke?” Ayu memastikan keadaan Nisa, meski tidak sampai terjatuh tetapi senggolan itu terlihat sangat kuat.


“Oke” Jawab Nisa santai, sekarang mereka mulai bisa membaca cara main dan teknik curang yang akan dilakukan pemain SMK sebelah.


Ayu menggiring bola, mencari posisi teman nya untuk mengoper bola namun keadaan tidak memungkin kan karena dia melihat teman nya di jaga ketat oleh tim lawan.


Lebih cepat lebih baik, Ayu melakukan tembakan di posisi three point line dan masuk.


Ayu berhasil mencetak tiga point dalam sekali tembakan.


“YEEEEAAYYY\~\~”


Penonton bersorak senang dengan pencapaian Ayu dan tim.


Di menit-menit terakhir, untuk berakhir nya kuarter pertama. Permainan tim lawan makin kacau, mereka mulai bermain kasar dan memaki-maki tim Ayu yang selalu bisa menggagalkan tembakan mereka.


“Lo bisa main gak Anjing!” Maki tim lawan yang bernomor punggung satu ke Lisa, teman tim Ayu.


“Anjing lo ya!!” Gadis itu berjalan mendekat dan hendak mendorong Lisa, namun dengan cepat Ayu menepis tangan nya kasar.


“Main itu pake otak, bukan mulut!” Sergah Ayu geram, sejak tadi dia sudah kesal dengan cara main tim lawan yang berusaha mencelakai tim nya.


“Awas lo ya!” Ancam nya marah.


Prriittttt


Permainan kuarter pertama selesai, sementara ini tim Ayu lebih unggul sedangkan tim lawan belum ada mencetak point satupun.


Semua pemain berkesempatan untuk minum sejenak sebelum masuk ke kuarter dua.


“Anjir mereka main nya kasar”


“Nanti lo cegah si nomor lima” Tunjuk Ayu pada Lisa.


“Kalau posisi bola ada di gue ataupun Nisa, jangan kasih dia masuk untuk ngambil bola” Ayu memberi arahan.


Suara peluit dari wasit berbunyi, membuat kedua kubu berkumpul lalu melanjutkan pertandingan kuarter kedua.


Kali ini tim lawan maju, lebih galak dari sebelum nya mungkin karena mereka sudah jauh tertinggal point.


Lalu ketika bola berhasil dipegang Nisa—tim Ayu, pemain lawan yang bernomor punggung lima maju untuk merebut bola dan dengan sengaja dia menendang lalu menabrak badan kiri Nisa. Membuat seruan marah pendukung STM PB menggema.


“WOI ANJING CURANG LO!” Maki Adara tidak terima.


“WOI SPORTIF DONG!!“ Seruan marah yang lain terdengar.


“Apa gue gak melakukan kesalahan! Iyakan?!” Gadis itu tidak terima dia bertanya sengak pada wasit.


“Kalau gak bisa main basket, gausah sok-sok mau main” Cibir Lisa.


“Apa lo gak terima?” Tanya nya ketika langkaj Ayu mendekat kearah nya.


“Gue gak ngapa-ngapain dia aja yang lebay pake jatuh segala”


“Lo apa temen gue yang lebay?” Ucap Ayu pada pemain lawan.


“Lah gak terima lo?”


“Iya. Kenapa?”


“Sok banget lo mentang-mentang udah bisa ngomong” Ya—dia adalah gadis yang datang untuk mengejek Ayu bisu dan berakhir di usir oleh Adiba. Siapa tadi namanya?


“Cuihh…sok-sokan main, padahal gak bisa” Sengak Ayu.


Gadis itu menggeram marah, tapi Ayu tidak peduli. Dia mengajak teman tim nya kembali ke posisi semula setelah memastikan Nisa masih bisa bermain.


Pertandingan berlanjut, dengan brutal tim lawan terus berusah main adu fisik dengan tim Ayu membuat Ayu geram.

__ADS_1


Buk!


Kali ini Lisa terjatuh akibat tendangan tim lawan di kaki nya, memang mereka sengaj menciderai tim Ayu.


“Aman?” Tanya Ayu memastikan keadaan Lisa.


“Aman!” Lisa mengangguk, meski lutut nya nyeri tapi Ayu bilang tahan sebentar.


“WOII WOOIII PELANGGARAN!!!”


“WASIT NYA GAJI BUTAAAAA”


Saking sibuk nya dengan tujuan mereka untuk membuat tim Ayu cedera sampai lupa mempertahankan dan menjaga rumah mereka sampai beberapa kali kecolongan dan tim Ayu bisa menghasilkan point.


Ayu dan tim nya menyerang secara brutal.


Meski berkali-kali diperlakukan kasar secara sengaja, Ayu selalu membisikan untuk sportif pada tim nya abaikan mereka dan sabar sebentar lagi pertandingan akan selesai.


Prrriiittttt


Peluit tanda permainan selesai pun berbunyi, pertandingan ini dimenangkan oleh STM Peduli bangsa dengan score yang banyak sedangkan tim SMK sebelah sama sekali tidak ada mencetak score.


“Anjing!” Teriakkan gadis bernomor punggung lima dan wajah tebal itu.


“Jangan senang dulu, kalian memang karena beruntung” Cela nya pada Ayu dan tim yang sedang asyik melakukan celebrate kemenangan.


Mendengar itu semua tim Ayu menatap nya nyalan, gadis ini memang tidak tahu malu justru mereka menang karena memang skill dan kerja sama yang baik.


“Ngaca anjing, tim lo yang gak bisa main” Lisa sudah kepalang emosi dengan muka tebal ini.


“Kalau mau adu body sana lo di ring tinju, jangan disini”


“Ngomong apa lo anjing” Tangan nya terangkat hendak menjambak rambut Lisa.


“Gausah pegang-pegang!” Ayu menepis kasar tangan nya.


“Heh bisu! Jangan belagu lo ya”


“Bacot banget!” Sindir Nisa.


“APA LO!!?”


“APA!!??” Nisa maju hendak menyerang tapi di halangi Ayu karena dia tahu gak ada gunanya melawan kan orang gila.


“Yang waras ngalah Nis”


“Maksud lo gue gila hah!?” Gadis itu kembali membentak.


“Hahah Jir ngaku sendiri” Kekeh Lisa.


“Yuk cabut!” Ayu mengajak tim nya untuk meninggalkan lapangan.


“Babay…lo yang muka nya tebel” Ejek Lisa.


“Anjing!”


Buk!


Gadis itu melemparkan bola orange itu kearah Ayu dan tepat mengenai belakang kepala Ayu.


Kontan Ayu dan tim nya berhenti, lalu berbalik menatap nyalang gadis itu.


“Anjing lo ngelunjak ya!” Nisa maju dan mendorong kuat bahu kanan gadis itu sampai dia mundur beberapa langkah.


“Hahahah….gimana sakit?” Bukan nya merasa bersalah, dia malah makin menantang.


Ayu mendekat, tangan nya sudah memutih karena terlalu kuat dia kepal.


Lalu karena sudah kepalang basah akibat peluh dan emosi Ayu membalas.


“Dibaikin ngelunjak lo!”


Bugghh


Hal yang membuat tim dan teman-teman nya yang sedang nonton sambil bercanda gurau tadi langsung tercengang.


Ayu melayangkan tinjuan tangan kiri andalan nya kearah hidung lawan nya dan—


Brukkk


Gadis itu tergelatak dilantai dan—Pingsan.


PINGSAN!!


Darah merah kental keluar dari hidung nya, membuat teman nya berteriak panik.


“Tadi nantangin, eh pas dipukul balik malah pingsan” Ejek Lisa menatap iba pada dia yang tergeletak pingsan.


“Ajigile…pukulan kidal nya Ayu tidak sebercanda itu” Ajis bertepuk tangan merasa bangga.


“Aduhh gimane yak itu rasanya, sampe pingsan gitu” Sahut Adin.


“Semoga gak amnesia tuh orang” Sahut Joko.


“Semoga khusnul khotimah”


“Aamiin” Jawab mereka serentak.


Sementara dilapangan, gadis itu sudah dibopong oleh murid laki-laki satu sekolah nya.


Teman tim Ayu bersorak senang, menepuk bangga pucuk kepala Ayu.


”Cabut!” Perintah Ayu, berlalu lebih dulu meninggalkan lapangan.


...🌼🌼🌼...


Guys utor mau promosi nih, dibaca juga dong novel utor satu lagi judul nya.

__ADS_1


FAJAR MENCINTAI SENJA


...Dibaca yak! Jangan lupa vote, hadiah dan komen nya....


__ADS_2