Bunga Anak STM

Bunga Anak STM
Sandaran Nyaman


__ADS_3

...*Happy Reading**🌼*...


“Rasa penyesalan kalian tidak akan bisa mengembalikan apa-apa, termasuk bunda saya”


Kai dan kakek terdiam seribu bahasa, tidak ingin memberikan sanggahan apapun karena apa yang dikatakan Ayu benar adanya.


“Kalian sudah mencari tahu tentang kehidupan saya bukan? Bagaimana? Apa yang kalian temukan”


“Bunga…apa benar selama ini kamu menjadi korban kekerasan dari pria miskin itu?” Tanya Kai.


“Pria miskin?” Beo nya “Ah maksud nya ayah saya?” Ayu mengangguk paham.


“Setelah mengetahui itu, apa tanggapan anda?” Tanya Ayu balik.


“Tenang saja, paman akan segera menjerat nya dengan hukum yang seberat-beratnya” Ucap Kai tegas.


“Wah…saya terkesan mendengar nya…paman?” Darah Kai berdesir hangat, setelah sekian lama akhirnya Ayu kembali memanggilnya paman.


“Lalu, bagaimana tanggapan anda tentang kekerasan sek sual dan pelecehan sek sual yang saya alami dulu?”


Deg!


Kai terdiam, membayangkan tindakan apa yang dia lakukan saat itu.


“Kenapa diam? Apa tanggapan dan tindakan yang anda lakukan saat itu?” Cecar Ayu.


”Meninggalkan saya!” Ayu menekan setiap kata nya.


“Jadi untuk kasus kekerasan kali ini pun, saya berharap anda juga bertindak sama yaitu meninggalkan saya. Tidak perlu repot-repot mengurusi hal yang bukan urusan anda”


“Bungaa…maafkan paman, waktu itu paman meninggalkan mu bukan karena ingin. Tetapi kakek dan neneklah yang menekan paman agar tidak ikut campur dengan masalah itu” Kai menatap sendu kearah Ayu.


“Benar Bunga…maafkan kakek, kakek yang salah karena sudah buta dengan ego dan kebencian pada ibumu. Sampai harus menekan Kai agar tidak ikut campur” Pria tua itu ikut bicara.


“Apa yang membuat kalian begitu membenci nya? Dia hanya berjuang untuk hal yang dia inginkan” Cicit Ayu pelan.


“Kami tahu, tetapi pria yang dia perjuangkan itu tidak beres. Dia menikahi Jia hanya ingin harta nya dan dia juga sudah berhubungan gelap dengan kekasih nya sampai memiliki anak diluar nikah tanpa sepengetahuan Jia”


Deg!


“Bagaimana kalian bisa tau? Oh tidak! tidak! Apa kalian mengetahui nya lebih dulu?”


Ayu tercekat, dada tiba-tiba merasa sesak. Air matanya mengalir tanpa izin.


“JAWABB!!” Ayu berteriak, Revan langsung mengelus jemari Ayu berusaha menenangkan gadis nya.


“Kakek sudah mencaritahu tentang pria itu jauh sebelum Jia menikah dengan nya”


“Bukan itu yang ingin saya dengar! Apa kalian tahu ayah berselingkuh dari bunda dan sampai punya anak….kalian tahu lebih dulu dan membiarkan nya saja?


“Bu…bukan! maksud ku, kalian mengetahui semua dan hanya membiarkan nya? Membiarkan bunda menjalani hidup dengan pria brengsek itu?”

__ADS_1


“Hahahaa…wah sungguh lucu sekali” Ayu tertawa pedih, tidak ada yang lucu. Ayu hanya menertawakan kemalangan hidup yang dijalani bunda nya selama ini.


“Kalau tidak ada yang ingin kalian bicarakan lagi, saya permisi”


Ayu mengajak Revan untuk berdiri, dan laki-laki itu hanya diam menurut.


“Sebentar Bunga!” Panggil sang kakek.


“Tidak bisakah kamu tinggal lebih lama lagi disini bersama kakek?” Lirih nya pelan.


“Siapa dia Kai?” Suara wanita paruh baya terdengar dari ujung anak tangga.


“Mama?” Sapa Kai.


Mama? Berarti dia adalah ibu dari bunda?


Wahh…ternyata ini wanita yang memiliki ego tinggi itu, tidak mau memaafkan puteri nya hanya karena menolak menikah dengan pilihan nya.


“Siapa dia Kai?”


Dia sudah menuruni semua anak tangga dan berjalan mendekat kearah Kai.


“Dia Bunga ma, anak perempuan dari cece” Cicit Kai pelan.


“Wahh…siapa yang mengundang nya kemari Kai? Bukan kah mama sudah bilang tidak ingin melihat anak dari perempuan itu” Kalimat nya terdengar sangat ketus.


“Kau mengundang nya pa? Cih” Menatapa jijik Ayu dari atas sampai kebawah.


“Cukup! Aku yang mengundang nya kemari dan jangan mengacaukan nya!” Seru kakek kuat.


Revan merasa genggaman Ayu mengerat, dan tangan nya bergetar.


“Hei…” Panggil Revan lembut “Ayo kita pulang” Tarikan tangan Revan tertahan karena Ayu tidak mau beranjak sedikit pun.


“Tunggu…tadi aku mendengar pertanyaan mu, kau bertanya apa kami mengetahui semua nya kan?” Wanita itu mengulangi pertanyaan Ayu.


“Kamu ingin aku menjawab nya…gadis kecil?”


“Diam mu berarti iya—“ Wanita itu menggantung kalimat nya.


“Benar! Kami mengetahui SEMUA nya, bahkan jauh sebelum ibu mu itu tau….kami sudah tau lebih dulu, apa dan siapa wanita selingkuhan ayah brengsek mu”


Rasanya, Ayu menyesal mengetahui fakta yang menyakitkan ini. Kalau bisa memilih rasanya lebih baik Ayu tidak tahu sama sekali.


“Apa kami membiarkan nya?—Oh tentu saja, karena itu yang dia inginkan. Karena itu yang dia perjuangkan sampai berani membantah perintah ku dan papa nya”


“Dia yang bersikeras memperjuangkan pria brengsek itu, jadi apa kami salah membiarkan dia menikmati hasil dari perjuangan nya?”


“Bagaimana bisa..kalian tega membiarkan dia menderita setiap hari nya bahkan sampai di hari kematian nya, bukan kah dia keluarga kalian?” Sedikit saja, Ayu sangat berharap sedikit saja ada kebohongan untuk menyenangkan hati nya.


“Tidak! Dia bukan lagi bagian dari keluarga Lim, setelah memilih keluar dari rumah ini”

__ADS_1


“Hemm…baiklah, saya paham” Ayu mengangguk “Terimakasih telah memberitahu saya fakta yang sebenarnya, jadi untuk kedepan nya saya lebih tau bersikap seperti apa” Ayu tersenyum miring.


“Bagus kalau kamu paham, jadi saya harap kamu tidak memperlihatkan wajah mu lagi dirumah saya” Ucap wanita itu sinis.


“Baik nyonya, jadi mohon bicarakan dengan anak anda agar tidak lagi mengusik hidup saya kedepan nya” Ayu menatap sekilas kearah Kai.


Ayu menarik Revan dari sana, tanpa ada kata pamit pada mereka.


Revan juga paham dan mengikuti dengan tenang ketika Ayu menarik nya.


Sampai disamping motor Ayu melepas genggaman tangan mereka, wajah nya tetap menunduk tidak melihat Revan sedikitpun.


Sampai tangan besar Revan mengangkat pelan dagu nya dan menatap lekat mata berair Ayu.


Tidak bicara apapun, Revan hanya tersenyum manis memamerkan lesung pipi nya pada Ayu dan dengan lembut memakai kan helm di kepala Ayu.


Revan menaiku motor nya setelah memakai helm juga “Naik” Ayu menurut.


Begitu duduk nyaman dibelakang, Revan meraih kedua tangan Ayu dan melingkarkan kepinggang nya sendiri.


Ayu tersentak dan berusaha melepas tangan nya yang melingkari pinggang Revan, tetapi laki-laki itu dengan cepat mencegat nya.


“Pegangan, gue mau ngebut!” Ucap nya tegas.


Dan benar—Revan benar-benar ngebut membawa Ayu keluar dari kawasan istana keluarga Lim itu, ah dia paling bisa mengerti kalau Ayu sangat ingin cepat pergi dari sini.


Hening—Ayu menikmati angin malam yang menerpa wajah sembab nya dengan tangan yang masih setia melingkar di pinggang Revan.


Dengan usil Revan menarik lagi kedua tangan Ayu agar makin erat memeluk nya, membuat Ayu berdecih! Dasar, dia mencari kesampatan dalam kesempitan!


Meski begitu Ayu tidak menolak, justru gadis itu semakin mengeratkan pelukan nya dan membiarkan kepala nya bertumpu di bahu bidang Revan.


Nyaman sekali


Tidak apa kan, jika Ayu memanfaatkan sandaran yang nyaman ini untuk menenangkan pikiran nya?


...🌼🌼🌼...


Hei hei heii!!!


Berikan dukungan dong, untuk karya terbaru utor!!


Judulnya THE HEAVEN KINGDOM


Kalau malas ngetik bisa langsung tekan aja profil utor dan carideh didaftar karya utor.


Mohon dukungan nya yaa semuaaa…


Trimmss >.<


__ADS_1


__ADS_2