
...*Happy Reading**💕*...
“Ada live music gak ya hari ini?” Adiba mengalihkan topik dari perjodohan Ayu dan Revan hanya karena Iced caramel macchiato.
“Iya ni minggu lalu gada kan?” Ambar ikut nimbrung.
“Bukan nya live music malem ya?” Adara mudah teralihkan fokus nya.
“Kan malem minggu doang, ini kan minggu siang” Ucap Adiba.
“Maksud nya?” Ambar belum tersambungkan.
“Au ah gelap” Adiba malas menjelaskan lagi, karena perkataan nya sudah sangat jelas.
“Ayu tanya gih sama mas nya” Adara menyuruh Ayu.
“Kenapa gue?” Ayu bingung.
“Ya masak Ambar, kan mas nya naksir elu” Pembahasan Adara memang tidak jauh-jauh dari laki-laki.
“Lah iya” Kali ini jaringan Ambar langsung tersambung.
“Permisi pesanan nya” Pelayan caffe menghampiri meja mereka dengan nampan ditangan nya.
“Oh iya, makasih mbak” Ucap Adiba membantu mbak nya menggeser minuman teman nya yang lain.
Coba deh biasain bilang makasih sama orang lain untuk hal kecil sekalipun.
“Ada live music gak mbak?” Adiba bertanya pada Pelayan.
“Mmm ada sih, tapi ntar agak sorean” Jawab pelayan caffe.
“Oh gitu, okelah mbak makasih” Adiba tersenyum pada pelayan caffe sebelum mbak nya meninggalkan meja mereka.
Meja hening tidak ada percakapan apa-apa karena mereka sibuk dengan pesanan masing-masing.
“Toilet dulu ya..” Ucap Ayu dan beranjak dari kursi, ketiga sahabat nya pun mengangguk.
“Gue pindah sana dah” Anton bergerak pindah ke kursi Ayu yang berada disamping Adiba dan di hadapan Ambar.
“Napa lo pindah, ntar bunga ngamuk” Adara menegur.
“Males banget gue adep-adepan sama Revan, gue mau ngobrol sama Ambar” Anton mengedipkan mata nya pada Ambar sengaja.
“Mata lo kelilipan?” Dengan polos nya Ambar bertanya.
“Kagak!” Anton salah orang rupa nya.
“Eh…..” Ayu bingung melihat kursi nya yang sudah di duduki Anton begitu dia kembali dari toilet.
“Yu gue pindah sini ya, ada yang mau gue obrolin sama Ambar. Penting banget” Anton memasang wajah memelas.
Ayu bingung dan melirik tempat duduk Anton sebelum nya yang kebetulan tepat di hadapan Revan, tapi melihat wajah Anton yang serius meminta pindah pun Ayu tidak tega kalau menolak. Tanpa bicara apapun Ayu berjalan menuju kursi itu.
Krieeet
Bunyi kursi ditarik itu mengalihkan fokus Revan yang sebelum nya ada di novel Thriller nya, melihat siapa yang menarik kursi di hadapan nya.
“Loh Anton mana?” Revan bingung begitu melihat Ayu lah yang duduk, lalu kemana Anton lucknat dan dia melihat Anton yang tengah berbincang dengan Ambar.
Semua orang dimeja itu sibuk masing-masing, Adiba sibuk dengan Ipad mini yang biasa dibawa nya kemana-mana biasa nya sih mantau olshop, Anton dan Ambar memang sedang ngobrol entah apa yang di obrolin dan Adara sesekali nimbrung.
Ayu sekarang sudah sibuk dengan ponsel nya, hanya Revan yang melakukan kesibukan berbeda dari yang lain. Yaitu mandangin Ayu yang lagi main ponsel, ehhmmm.
__ADS_1
Saking asik nya mandangin Ayu, Revan sampai tidak sadar kalau keempat orang yang di meja itu sudah memandang nya senyum-senyum curiga.
“Ini novel nya” Revan menggeser novel yang terletak di meja nya kearah Ayu.
“Eh….” Ayu kaget, karena tindakan tiba-tiba Revan.
“Lo udah siap baca yang minggu lalu?” Ucap menghiraukan kekagetan Ayu, gadis itu hanya menggeleng.
“Yaudah lo bawa aja sekalian, gue udah gabaca lagi” Ucapan Revan membuat gadis itu kebingungan. Bukan nya minggu lalu berkata hal yang berlawanan,
Tanpa banyak bicara Ayu mengangguk dan meraih Novel itu lalu memasukkan kedalam tas kecil yang dia bawa.
Keadaan kembali hening sebelum mas pemilik caffe ini menghampiri meja mereka.
“Adiba!” Panggil mas pemilik caffe pada Adiba, yang dipanggil Adiba tapi yang menoleh mereka semua.
“Kenapa mas?” Tanya Adiba yang sudah selesai dengan Ipad mini nya.
“Hmm Ada Ayu?” Mas nya bertanya seolah-olah tidak melihat Ayu yang duduk di meja pojok.
“Tuh…” Adiba menunjuk Ayu dengan dagu nya.
“Emmmm……” Mas nya terlihat canggung untuk berbicara.
“Kenapa mas?” Adiba mewakilkan rasa penasaran teman-teman nya.
“Ayu sibuk gak? Mas ada perlu” Yang bertanya Adiba tapi mas nya nanya balik pada Ayu.
“Ih mas ditanyain daritadi kenapa juga” Adara yang kesal melihat mas pemilik caffe itu.
“Jadi gini…Hari ini vocalist band yang untuk live music hari ini datang telat” Mas nya menjelaskan.
“And then?” Tanya Adara sok ingriss.
Ayu mengerutkan kening kebingungan.
“Kenapa harus Ayu mas?” Tanya Ambar penasaran, kan disini banyak orang kenapa harus sahabat nya yang lagi sariawan dadakan.
“Mas cuma tau Ayu suara nya bagus” Jawab mas itu cepat.
Ayu memang pernah bernyanyi di caffe ini tapi bukan karena disuruh melainkan untuk persembahan kejutan ulang tahun Ambar beberapa bulan yang lalu dan sejak itu juga mas nya suka pada Ayu.
“Mau bung?” Tanya Adiba.
“Ada bayaran nya gak mas?” Ya Ampun Adara terlalu lantang, gue suka gaya lu.
“Ada kok tenang aja” Mas nya menjawab tegas, tidak mau dianggap kere.
“Gas lah bung, mayan buat beli Novel baru” Adara semakin didepan.
“Kalau Ayu mau beli novel segudang, jadi vocalist tetap juga gapapa kok, mas sanggup kok bayar nya” Mas nya malah ngelantur.
“Apalagi kalau mau dijadiin binik yakan mas sanggup lahir batin tin tin” Adara blak-blakan karena mereka bertiga sudah tahu betapa suka nya mas pemilik caffe muda itu pada sahabat mereka.
Mas pemilik caffe ini memang masih muda, masih mahasiswa semester akhir yang mencoba peruntungan buka usaha caffe dengan tampang yang rupawan membuat pengunjung caffe ini didominasi pelanggan perempuan. You know lah hitung-hitungan cuci mata tiap weekend.
“Ehm ehm” Mas nya mengsalting dibilangin gitu sama Adara.
“Dih mas nya salting” Ambar malah mengejek.
“Mau bung? Nanyi aja kan lumayan cuan nya. Kita tungguin kok” Adiba tersenyum pada Ayu yang menatap nya minta persetujuan.
“Yaudah..” Ayu beranjak dari kursi nya menghampiri mas nya, Ayu juga butuh Duit.
__ADS_1
“Makasih ya.. pinjem Ayu nya bentar” Mas nya berjalan terlebih dahulu diikuti Ayu dibelakang nya.
...🌼🌼🌼...
Petikan gitar mulai terdengar membuat semua pengunjung caffe mengalihkan pandangan kearah panggung kecil yang berada di sudut caffe.
Terlihat seorang gadis tengah memangku gitar coklat dan stand mic tepat di hadapan nya, gadis itu memakai kaos hitam polos dengan rok plisket putih dan sepatu converse sejuta umat terlihat sangat manis. meski rambut nya dikucir asal-asalan dan terkesan berantakan tapi tidak mengurangi kesan manis gadis itu.
Jari-jari lentik nya dengan telaten memetik senar gitar yang dipangkuan nya. Ayu sudah menjadi pusat perhatian para pengunjung caffe yang sangat ramai bahkan pengunjung yang duduk di meja outdoor memilih masuk sekedar melihat penampilan Ayu.
🎶🎶🎶🎶
Do you love the rain, does it make you dance
When you're drunk with your friends at a party
What's your favorite song
does it make you smile
Do you think of me
Suara berat gadis itu menyapa rungu para pengunjung, beberapa pengunjung merekam penampilan Ayu dengan ponsel.
When you close your eyes, tell me, what are you dreamin'
Everything, I wanna know it all
Ayu tidak berani menatap kearah para pengunjung yang dia tidak kenal,
I'd spend ten thousand hours and ten thousand more
Oh, if that's what it takes to learn that sweet heart of yours
And I might never get there, but I'm gonna try
If it's ten thousand hours or the rest of my life
I'm gonna love you
Revan, laki-laki itu sejak tadi tidak pernah mengalihkan sedikitpun padangan dari Ayu, dalam hati Revan sibuk menganggumi semua hal yang dia lihat hari ini dari Ayu.
Do you miss the road that you grew up on
Did you get your middle name from your grandma
When you think about your forever now, do you think of me
Mata Ayu tidak sengaja bertubrukan dengan Revan, tidak lama Ayu langsung beralih melihat kunci gitar nya.
When you close your eyes, tell me, what are you dreamin'
Everything, I wanna know it all
...🌼🌼🌼...
Bayangin ini Ayu, gile sih ini nge-cover nya 😍
Jangan lupa!!
iya jangan lupa.
__ADS_1