
Hari senin adalah hari kedua dalam satu pekan, kebanyakan masyarakat tidak menyukai hari senin mulai dari kalangan pekerja sampai pelajar.
Memulai hari produktif setelah hari libur adalah hal yang menyebalkan, bukan tidak suka hari senin nya tapi tidak suka memulai hari nya dan memikirkan hari minggu masih lama.
Seperti keempat pelajar perempuan yang tidak menyukai hari senin, sekarang sudah heboh di pagi buta ini mempersiapkan diri menyambut hari ini dan menjalani hari ini.
“Celana abu-abu gue cuma satu bung, itu juga lagi dipinjem sama sepupu gue. Gimana dong” Adiba berbicara pada ayu yang meminjam seragam nya untuk ke sekolah hari ini.
“Gue gak suka pake rok” Ayu menjawab dengan nada lesu.
Sejak masuk ke STM PB memang ayu selalu memakai celana abu-abu untuk teman kemeja putih nya.
STM PB memperbolehkan siswi perempuan untuk menggunakan celana penjang abu-abu ataupun rok terserah pada siswi yang bersangkutan, tidak ada peraturan khusus yang penting tidak celana pendek dan rok tidak boleh jauh diatas lutut.
Ke bebasan itu hanya berlaku untuk siswi perempuan kalau untuk laki-laki tentu WAJIB memakai celana panjang abu-abu tidak boleh memakai Rok.
“Gue sama ambar juga cuma bawa rok abu. Karna jadi pengibar bendera hari ini” Adara berbicara melirik ayu yang sedang menatap rok yang diletekkan dikasur.
Adiba, adara dan ambar memang sering berganti-ganti kadang memakai rok juga kadang memakai celana tergantung mood kalau kata Adiba.
Hanya ayu saja yang konsisten memakai celana kalau ke sekolah sejak kelas satu sampai sekarang. Karena hari sabtu itu dia tidak pulang kerumah terlebih dahulu seperti adara dan ambar untuk mengambil seragam jadilah dia meminjam seragam adiba yang dia pikir pasti ada celana.
“Pakai rok aja sih bung, sama aja kok” Ambar membujuk ayu agar mau memakai rok karna jam terus bergerak takut mereka terlambat.
“Iya buruan deh, nanti kita telat. Mana belum sarapan lagi” Adiba berbicara sambil merias wajah cantik nya sekedar memakai bedak tabur dan lipbalm.
Ayu mendengus, kalau tahu bakal begini mending dia pulang dulu buat ambil seragam sekolah nya tapi malas juga sih kalau pulang kerumah itu.
“Yaudah” Ayu menarik rok itu dari ranjang dan masuk ke kamar mandi untuk berganti padahal ketiga teman nya sudah ready dengan seragam lengkap.
Adiba, adara dan ambar tersenyum tipis melihat ayu yang masuk untuk beganti baju. Dalam hati mereka menertawakan ayu yang terjepit keadaan memakai rok.
Sejujurnya celana abu adiba tidak dipinjam sepupu nya melainkan ada didalam lemari terlipat rapi, ini memang rencana mereka bertiga yang ingin mengerjai ayu yang bergaya layak nya anak laki-laki tidak punya jiwa feminine sedikit pun kalau berpakaian. Jujur Mereka menghargai selera berpakaian ayu begitu juga sebalik nya, tapi sekali-kali kan tak apa kalau cewek pakai rok.
Sahabat durhaka.
“Udah? Gini baru ayu sesuai sama nama nya.” Adiba berbicara melihat ayu yang baru keluar dari kamar mandi.
“Gak kayak biasa, nama nya ayu tapi tingkah nya jantan gak mencerminkan ayu sama sekali” Adiba tertawa keras sampai terbahak-bahak diikutu adara dan ambar.
“Bgst!! Ayo buruan” Ayu meraih tas yang dipinjam nya dari adiba dan keluar kamar.
🌼🌼🌼
Setelah dari kantin untuk sarapan keempat gadis itu sekarang tengah berjalan menuju kelas karena sebentar lagi bell berbunyi.
__ADS_1
“Santuy ae kali bung jan tegang gitu” Adara tertawa lagi, hari ini sangat puas untuk mengejek ayu.
Ayu memberi tatapan tajam pada adara yang tidak ada puas nya mengejek dia pagi ini.
Begitu sampai di sekolah sampai sekarang berjalan di koridor kelas beberapa orang yang melihat mereka berempat selalu menatap heran kearah ayu.
Apa seaneh itu kalau dia pakai rok, berusaha tidak peduli dengan pandangan orang lain dan mencoba percaya diri. Meski tetap canggung.
Ayu pikir penderitaan nya sudah berakhir begitu memasuki kelas namun tidak malah makin parah karena ajis, laki-laki terkutuk yang punya mulut lemes.
“Eitss ada murid baru ni” Ajis berbicara dengan suara keras melihat kearah ayu dkk yang baru memasuki kelas.
Sudah pasti murid baru yang dimaksud itu adalah ayu karena mata ajis melihat kearah gadis itu.
Mendengar suara ajis semua anggota kelas yang awal nya sibuk masing-masing melihat kearah ayu dan mereka tertawa serentak.
“Laknat!!” Ayu berseru lalu berjalan kearah papan tulis mengambil penghapus kayu dan melemparkan ke arah ajis.
Dan Headshot!!
Penghapus kayu itu tepat sasaran mengenai kepala ajis membuat korban meringis pelan karena memang sangat sakit.
“Aw Kasar banget murid baru nya” Ajis tetap mengejek ayu yang makin geram.
“Attention please” Adin yang berdiri di pintu kelas berteriak karena suara tertawa teman sekelas nya sangat nyaring.
“Kita di suruh kelapangan” Ucap nya kembali, dia belum tahu apa yang teman sekelas nya tertawai sebelum mata nya melihat kearah ayu yang masih berdiri deket meja guru.
Adin menunduk dan tersenyum, menurut nya ayu sangat cantik hari ini namun begitu melihat tangan ayu yang terlihat di perban dia mengernyit bingung.
“Dia kenapa?” Batin adin, pandangan nya mengikuti ayu yang berjalan ke meja nya.
“Eheemmm!! Ayo buru” Teriak nya kembali dan keluar kelas menuju ruang guru sebentar mengambil alat-alat yang di pakai untuk upacara.
Upacara akan dimulai 10 menit lagi jadi setiap petugas ucapara harus sudah ready lebih dulu dilapangan daripada peserta upacara.
Anggota kelas XI TKJ1 sudah berkumpul dilapangan upacara menunggu adin mengambil perlengkapan upacara.
Adin datang bersama wali kelas yang membantu dia membawa membawa perlengkapan itu.
“PAGI SEMUA!!” Pak rahmat berteriak dilapangan membuat banyak orang mengalihkan pandangan kearah lapangan yang diisi anggota kelas X TKJ1, guru ini memang pencari sensasi.
“Pagiii pak” jawab anggota kelas itu serentak.
“Baik, lakukan tugas masing-masing dengan baik. Jangan sampai ada kesalahan fatal. Jangan nervous anggap aja gak ada orang yang ngeliatin kalian” Pak rahmat selaku wali kelas mulai memberikan sedikit arahan.
__ADS_1
“Siap pak” Jawab anggota kelas serentak dan lantang.
“Semua petugas lengkap kan? Ayu Bunga Kaureen mana dia?” Pak rahmat mencari ayu dibarisan perempuan.
Begitu melihat ayu mengangkat tangan nya di barisan paling belakang pak rahmat melanjutkan ucapan nya.
“Saya pikir kamu gak hadir karna takut jadi pemimpin upacara” Ucapan rahmat di sambut tawa oleh semua anggota kelas dan ayu hanya mendengus.
“Ada baik nya sebelum melakukan segala sesuatu itu kita awali dengan doa, semoga tugas yang kita laksanakan hari berjalan dengan lancar. Berdoa dimulai” ucap Pak rahmat memimpin doa.
“Doa Selesai”
“Silahkakan stand by di posisi masing-masing, bapak permisi dulu” Pak rahmat berlalu ke ruang guru setelah memberikan arahan dan memimpin kelas untuk murid-murid kelas nya.
Barisan bubar, petugas upacara mengambil alat nya dan menuju ke posisi sedangkan murid yang tidak bertugas membentuk barisan untuk menjadi paduan suara nanti.
“Ayu!” Adin memanggil ayu. Begitu gadis itu membalik badan kebelakang adin berlari kecil menyusul ayu.
“Lo okay? Kalau lo sakit gue gantiin aja” Adin berbicara begitu sampai dihadapan ayu.
Gadis itu hanya mengernyitkan kening, dia bingung maksud adin itu apa.
“Maksud gue, kayak nya lo lagi sakit jadi kalau lo gabisa biar gue aja” Adin menjelaskan maksud nya dan melirik tangan ayu yang di perban.
“Oh” Ayu mengerti maksud nya
“Gapapa” lanjut ayu dan kembali berjalan ke posisi nya.
Adin lagi-lagi terkacang kan. Hahaha
Laki-laki itu kembali ke barisan paduan suara dengan rasa kecewa dia pikir bisa membantu ayu.
Bell sekolah pun berbunyi membuat beberapa murid yang awal nya di dalam kelas, di koridor dan di kantin bergerak menuju lapangan.
Setelah beberapa menit pengaturan barisan dari masing-masing kelas sudah terlihat rapi dan sejajar, upacara pun akan segera dimulai.
“Aduh guee deg degan” Ayu membatin melihat semua peserta upacara.
🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼
Terimakasih telah membaca cerita ini
Jangan lupa tambahkan ke favorito
Like, comment nya juga dunggg
__ADS_1