Bunga Anak STM

Bunga Anak STM
Mading


__ADS_3

...*Happy Reading**🌼*...


Ayu tidak sadar berapa lama dia terperangkap diruang BK sampai begitu keluar dari ruangan itu bell masuk untuk istrihat pertama sudah berbunyi, mau tidak mau Ayu langsung berjalan lunglai menuju kelas karena tidak ada waktu lagi untuk istirahat makam meski Ayu saat ini sangat lapar.


Ruang BK dan jajaran kantor-kantor disekolah memang berada lumayan jauh dari gedung jurusan Teknik Komputer Jaringan, sehingga Ayu harus berjalan melewati koridor gedung TKR dan TSM untung saja sudah sepi jadi Ayu tidak perlu merasa risih menjadi pusat perhatian mata anak-anak mesin yang keranjang.


Saat melewati koridor gedung TKR seseorang menarik pelan lengan Ayu dan menyeretnya, Ayu terkejut, memberontak dan menarik tangan nya dari orang itu. Tapi begitu melihat pelaku nya Ayu langsung mendengus pasrah kemana laki-laki ini membawa nya karena berontak juga percuma.


Tidak jauh, dia membawa Ayu kebawah tangga menuju lantai dua yang biasa digunakan sebagai gudang sementara tempat peralatan yang akan diperbaiki.


Ayu langsung menyentak tangan nya begitu mereka berdua berhasil masuk kegudang.


“Apaan sih!?” Sentak Ayu kesal.


“Buat masalah apa?”


“Kepo lo!” Balas Ayu sarkas.


“Gue nanya serius, buat masalah apa?” Tanya nya lagi dengan raut wajah serius.


Diam—Ayu tidak berniat menjawab ataupun menatap wajah orang itu.


“Lima lawan satu? Lo waras?”


”Waraslah! Gue kan gak keroyokan” Bela Ayu.


“Justru lo sendiri, kalau lo kenapa napa gimana hah?” Tersirat nada khawatir dari nya.


“Ya bukti nya gue gak baik-baik aja”


“Ini terakhir lo buat masalah kayak gini, gak ada lain kali” Ucap nya tegas.


“Dih gajelas lo” Cibir Ayu, merasa tidak ada yang perlu dibicarakan lagi Ayu pun melangkah.


Tapi belum sampai pintu, dia kembali menahan lengan Ayu yang langsung ditepis kuat.


“Apalagi sih!?” Ayu sudah cukup kesal karena kehadiran orang yang tidak dia harapkan tadi di ruang BK dan sekarang laki-laki ini semakin menambah kekesalan nya.


“Makan” Ayu menatap kantung plastik dan orang itu bergantian, bingung karena tiba-tiba disodorkan begitu saja.


“Ck!” Decak nya kesal karena Ayu tak kunjung menerima kantung plastik pemberian nya.


Dengan cepat dia menarik jemari Ayu dan menyangkut kan tali kantung plastik itu diantara sela jari Ayu.


“Habisin, gak boleh mubazir dan sana balik ke kelas”


Ayu masih melongo ditempat menatap kantong yang sudah berpindah ketangan nya sampai tidak sadar kalau laki-laki dihadapan nya tersenyum gemas menatap kearah nya.


“Gue duluan” Perlakuan berikutnya membuat tubuh Ayu menegang seketika.


Bagaimana tidak, laki-laki itu mengacak pelan surai sebahu Ayu. Sangat pelan sampai Ayu mengira laki-laki itu hanya mengelus surai nya lembut.


Ayu menepuk cukup kuat pipi nya yang tiba-tiba terasa panas sampai ke kuping nya juga panas.

__ADS_1


Setelah dirasa sadar dari keterkejutan nya, Ayu mengintip isi dari kantong plastik yang diberi tadi.


Sebotol air mineral, dua kotak susu varian rasa coklat dan vanila juga roti berbagai rasa selai.


Kenapa banyak sekali? Apa dia pikir Ayu bisa menghabiskan roti sebanyak ini dan juga kenapa susu nya ada dua rasa?


Ayu terus bertanya sampai satu chat masuk di ponsel nya



“Hahaha” Ayu tertawa sumbang membaca chat masuk dari Revan, yaa laki-laki yang menyeret nya sampai ke gudang ini lalu meninggalkan nya sendirian sekarang.


Jangan bilang dia beli roti berbagai rasa selai ini juga karena tidak tau Ayu suka nya selai rasa apa? Haha—lucu sekali.


Mereka tidak sedekat itu kan, sampai Ayu harus bercerita susu rasa apa yang disukai atau selai roti rasa apa yang dia sukai.


Sangat tidak wajar jika bercerita hal sekecil itu pada orang lain yang baru kita kenal, yang ada nanti di kira narsis lagi.


Ting!


Ting!



WHATTT!!??


...🌼🌼🌼...


Oh no! Kalau tau guru mata pelajaran berikutnya sedang tidak berada dikelas lebih baik Ayu menunggu sampai guru nya masuk, kalau begini Ayu malas meladeni pertanyaan kepo dari teman satu kelas nya.


Tentang apa? Tentu saja masalah yang diperbuat sampai harus menghadap ke ruang BK, kenapa mereka bisa seantusias ini hanya karena Ayu masuk ruang BK—tentu saja karena anak yang tidak pernah timbul dipermukaan seperti Ayu, sekali nya timbul langsung nerobos BK dengan kasus yang menghebohkan.


“Yu!! Yu!! Kok bisa? Woi?”


“Ayu lo disidang di BK?”


“Lama banget gilak sidang nya!”


“Dihukum apa lo?”


Kan—sudah Ayu duga, dia langsung dikerubungi para pencari berita.


“Woi gilaaaa!! Bestie gue punya bakat tukang pukul” Bisa ditebak ini teriakan siapa?—Adara.


“Berhembus kalian semuaa, persilahkan bestie gue lewat. Kerjain itu soal nya sebelum pak Bahar balik kesini” Perintah Adara sarkas dan dibalas sorakan dari teman yang lain meski begitu mereka menurt dan kembali duduk ke meja masing-masing.


Adara menarik Ayu dari kerumunan teman yang lain dan mempersilahkan Ayu untuk duduk dikursi nya.


“Gue bangga punya bestie kayak lo, gilak keren banget” Adara menjempoli Ayu dengan dua jempol nya.


“Apa sih?” Tanya Ayu masih sedikit linglung.


“Lima lawan satu cuy dan lo menang, tanpa lecet sedikit pun” Ucap Adara lagi.

__ADS_1


“Tau darimana?” Perasaan Ayu tidak ada bercerita perihal masalah itu bahkan sampai dia dipanggil ke BK pun Ayu tidak cerita apa-apa jadi dari mana mereka tau.


“Tadi pak Rahmat nyamperin kesini, trus ceramah panjang lebar dan yaa ujung-ujung nya beliau ceritain masalah lo” Jelas Adiba dan Ayu hanya mengangguk pasrah.


“Jadi lo dihukum apa?”


“Belum tau”


“Trus kenapa lama banget disana?”


“Orangtua nya banyak drama, tadi gue cuma disuruh jelasin versi gue dan disuruh minta maaf. Udah habis itu disuruh keluar”


“Paling ntar muka lo terpampang jelas di mading sekolah diumumin masalah yang lo buat lengkap beserta hukuman yang bakal lo terima”


“Jir gue lupa, Adiba bener. sekolah kita sering umbar aib murid nya…..hahaha”


Adara benar, konsep “Efek jera” STM PB pada murid yang membuat masalah adalah dengan memasang wajah murid yang bersangkutan di mading sekolah yang berisi kesalahan dan lengkap dengan hukuman yang diterima. Tentu saja mading sekolah bisa dilihat siapa saja.


Apa tujuan nya? Katanya sih, biar memberi efek jera alias malu dan sekaligus memperingati murid yang lain jangan sampai membuat masalah yang sama atau akan dipermalukan di mading sekolah juga.


“Ya ampun, baru kemarin muka nya jadi sampul majalah fashion sekarang malah jadi sampul mading sekolah dengan rubrik ‘Murid bermasalah’ Hahahaha” Adara tertawa lepas.


“Tai!” Maki Ayu, dia pun baru sadar jika dalam waktu yang tidak lama lagi wajah nya akan terpampang jelas di mading sekolah.


“Btw lo gebukin anak SMK sebelah kan siapa?” Tanya Ambar.


“Basket putri” Jawab Ayu singkat.


“Oo yang ngeroyok Sindi itu? Yang pake bedak tebal itu?” Ayu mengangguk.


“Tapi kapan lo nyamperin mereka, kok kita sampai gak tau masalahnya”


“Emm—kemarin, sebenarnya gak sengaja ketemu jadi yaaa mumpung ada kesempatan dan niat. Gue gas aja” Ucap Ayu pelan.


“Ceritain dong!!” Desak Ambar.


Tapi belum sempat Ayu membuka mulut, pak Bahar guru yang mengajar kali ini sudah masuk ke kelas dan menyuruh mereka untuk tenang mengerjakan soal yang beliau berikan.


“Pokoknya nanti lo harus cerita!” Bisik Adara pelan, sebelum kembali pada posisi seharusnya.


Ayu merenung, bukan memikirkan sahabat nya yang menuntut cerita darinya tetapi kehadiran sang paman yang tiba-tiba disekolah nya.


Sejak tadi Ayu menebak, kalau paman nya pasti sudah mencari tau banyak hal tentang dia dalam bahasa lain nya “Memata matai”


Tidak habis pikir, kenapa mereka repot-repot melakukan itu. Seolah menarik Ayu kembali pada kehidupan mereka padahal dulu mereka lah yang mendorong Ayu agar menjauh.


Dan—satu hal lagi yang mengganjal dipikiran Ayu.


Emm—isi chat terakhir dari Revan.


Apa coba maksud nya?


...🌼🌼🌼...

__ADS_1


__ADS_2