Bunga Anak STM

Bunga Anak STM
Naksir


__ADS_3

...*Happy Reading**đź’ś*...


XI TKJ 1 dengan bertanggung jawab menjalani hukuman mereka sampai selesai, sesuai perjanjian hukuman nya selesai kalau bell masuk setelah istirahat berbunyi.


Bukan nya merasa tertekan, mereka justru menikmati sensasi istirahat ditengah lapangan berasa artis karena di jadikan tontonan oleh murid-murid lain. Mereka malu? Uh—tentu saja tidak.


Adin selaku ketua kelas favorite meminta keringanan pada Pak Edi agar mereka bisa dijemur sambil duduk di lapangan dengan alasan takut ada murid perempuan yang pingsan padahal itu hanya alasan saja. Kekuatan fisik murid perempuan di STM tidak selemah itu, mereka hanya pura-pura memasang wajah lemah, letih, lesu pada pak Edi biar dikasihani.


Berhasil! Mereka diizinkan untuk duduk dilapangan dengan perjanjian jangan ada yang kabur dari barisan karena pak Edi tidak bisa memantau, beliau ada urusan.


Dengan sembunyi-sembunyi mereka berpesta gorengan di tengah lapangan, Adara dengan loyal nya men-traktir teman sekelas nya karena merasa bersalah.


Adara membawa satu kantong plastik yang lumayan besar dari kantin, berisi gorengan berbagai jenis tidak lupa dengan air mineral gelas.


Jadilah kelas itu PARTY SEASON 2 ditengah lapangan.


Setelah bell masuk mereka dengan tenang memasuki kelas setelah memastikan tidak ada sedikitpun sampah sisa makanan mereka yang tertinggal dilapangan.


“Gue lapor pak Edi dulu, kalian mingkem jangan ribut. Hari ini cuma satu kali dihukum gak boleh lebih kalau mau betingkah besok lagi” Ucap Adin pada teman satu kelas nya.


“Tenang pak ketua, hari ini hukuman nya di close. Gak tau kalau besok…hahaha” Adara si sumber hukuman berceloteh.


Adin meninggalkan kelas mencari keberadaan pak Edi di ruang BK ataupun kantor guru.


Dan sepeninggalan Adin, anak kelas nya menepati janji mereka dengan tertib mengeluarkan buku paket untuk mata pelajaran selanjut nya.


“Ayu…” Ayu menoleh, melihat Adin yang mendekat kearah meja nya.


“Dipanggil pak Rahmat di kantor guru” Ucap Adin.


“Ada apa?” Adiba yang bertanya.


“Emm—kurang tau, pokoknya ditunggu dikantor guru” Adin kembali kemeja nya setelah melihat Ayu bergerak.


“Nanti izinin sama pak Aris yaa” Adiba mengangguk dan mengusir Ayu dari kelas.


“Permisi pak\~” Sapa Ayu memasuki kantor guru dan langsung menghadap pada pak Rahmat. Di kantor guru hanya ada pak Rahmat seorang, mungkin guru lain sedang ada jadwal mengajar dikelas.


“Eh Ayu, duduk dulu” Pak Rahmat terlihat sibuk dengan laptop nya.


“Kamu saya panggil untuk apa ya?” Cicit pak Rahmat setelah mengabaikan Ayu beberapa menit.


Melihat wajah cengo Ayu, beliau langsung tertawa puas. Entalah pak Rahmat memang paling suka ngerjain Ayu yang minim ekspresi ini.


“Jadi begini…”


“Basket puteri kita kan sudah lama tidur, dari awal kenaikan kelas kita gak pernah ada latihan ataupun sparring seperti biasa nya” Ayu mengangguk, mereka hanya akan latihan jika ada event olahraga yang rutin diadakan atau ada perlombaan antar sekolah.


“Kebetulan banget nih…tadi ketua tim puteri yang sebelum nya kontak bapak katanya ada ajakan sparring dari SMK sebelah” Jelas pak Rahmat.


“Yaahh sparring biasa, persahabatan gitulah. Gimana?”


“Kapan pak?”

__ADS_1


“Mereka ajak nya besok” Ayu setengah kaget, kenapa ajakan nya dadakan begini.


“Kok dadakan pak?”


“Bapak juga kurang tau, ini sih kayaknya cuma sesama murid aja komunikasi nya karna guru mereka gak ada hubungin bapak secara resmi gitu”


“Gimana mau diambil? Kalian masih bisa latihan nanti pulang sekolah, itung-itung pemanasan sih kalau kata bapak karena beberapa bulan lagi event olahraga daerah dimulai. Kalian harus mulai aktif latihan dari sekarang biar gak kelabakan nanti nya kan kamu harus nyusun anggota yang bisa ikut main gantiin kelas dua belas yang lagi PKL”


“Ambil aja pak” Jawab Ayu yakin.


“Okee kita ambil, nanti bapak kabari sama ketua sebelum nya. Sekalian nanti bapak mau informasiin sama anak-anak yang lain”


“Oke pak…”


“Tapi yaa..kalau menurut bapak SMK sebelah itu ngajak sparring persahabatan itu omong kosong deh. Lebih ke nantangin kita karena mereka tau Tim basket puteri kita lagi tidur, belum tau aja mereka kalau udah bangun mereka yang dalam bahaya…hahahahah”


“Bapak soudzon” Ketus Ayu, meski dia setuju dengan pemikiran pak Rahmat barusan.


Entah dari zaman kapan dimulai nya, SMK sebelah memang selalu mencari ribut dengan STM Peduli Bangsa padahal anak STM PB kalau gak di senggol duluan juga gak bakalan mau nyenggol.


“Heleh..padahal kamu setuju sama omongan bapak” Ejek pak Rahmat.


“Udah sana balik kelas…nanti pulang sekolah kita kumpul dilapangan”


Ayu mengangguk dan berdiri dari kursi nya “Permisi pak” Pamit nya, dan berjalan kearah pintu.


“Eh?” Agak nya Ayu terkaget-kaget begitu membuka pintu sosok laki-laki menjulang tinggi di hadapan nya.


Bukan…..bukan hantu!


Eekhmm.


Seperti nya Revan juga agak kaget, karena pintu di hadapan nya tiba-tiba terbuka saat dia hendak membuka apalagi melihat sosok yang muncul di balik pintu…tambah kaget kan lihat jodoh di depan mata. Eh?


Ayu bergeser ke kiri, niat nya ingin memberi ruang agar Revan bisa lewat tapi secara bersamaan Revan juga bergerak kearah kanan nya jadilah mereka sama-sama tidak bisa lewat. Sampai beberapa kali tabrakan arah akhirnya Revan mengalah, dia mundur dua langkah dan menyingkir memberi Ayu ruang untuk lewat.


Sedangkan pak Rahmat yang memerhatikan dua sejoli itu hanya senyum-senyum tipis, dari gerak-gerik mereka pak Rahmat bisa tahu kalau ada “Salting” diantara dua murid nya.


“Kiw kiw, salting ciiiieeee” Goda pak Rahmat langsung menyerang Revan.


Meski pak Rahmat tidak mengajar di jurusan Mesin tetapi beliau cukup terkenal sampai ke anak mesin saking humble dan asik nya jadi guru.


Selain itu pak Rahmat juga salah satu guru yang selalu ikut andil dalam banyak kegiatan non-akademik STM PB.


“Lo sama naksir anak gue?” Mulai…pak Rahmat mengeluarakn bahasa gaul nya.


“Anak bapak? Siapa?”


“Itu Ayu….tadi gue liat muke lo blushing”


Blushing?


“Eng…enggak pak” Jawab Revan gugup karena merasa tertangkap basah.

__ADS_1


“Halah, gengsi bener”


Revan tidak menanggapi, dia lanjut memilah tumpukan laporan di meja pak Roni yang berjarak dua meja dari keberadaan pak Rahmat.


“Lo kalau naksir sama anak gue, harus baik-baikin bapak nya” Apaan, wali kelas ini mulai otoriter dengan murid perempuan nya.


“Gak naksir pak, ya ampun”


“Yakin lo? Yaudah kalau gak naksir”


Revan pikir pak Rahmat berhenti menggoda nya karena sudah mengaku tidak naksir pada Ayu, tapi tiba-tiba celetukan pak Rahmat membuat Revan sedikit kesal.


“Kalau gak naksir jangan deketin anak gue, soalnya gue lagi comblangin Ayu sama Adin ketua kelas kami”


“Bapak buka biro jodoh sekarang?” Canda Revan, padahal asli nya mah kesal.


“Kagak sih, cuma yaa kesian si ketua kelas udah dari lama naksir sama Ayu. Sekali-kali gitu bantuin orang”


Gerakan Revan berhenti, tiba-tiba dia merasa tidak suka mendengar kenyataan kalau si ketua kelas yang sudah lama naksir Ayu.


Padahal baru kemarin dia kesal karena Fahri yang terus terang mengakui menyukai Ayu waktu mereka di kantin, dan sekarang Revan harus mendengar hal yang sama lagi.


“Bantuin aja pak siapa tau jodoh mereka?” Lain di mulut lain di hati.


“Yakin lo bro?” Guru muda itu ternyata tidak bisa dibohongi.


Revan mengangguk dan membereskan tumpukan laporan di meja pak Roni.


”Permisi ya pak, saya cuma mau ambil laporan kelas” Revan pamit dengan sopan, takut nya kalau makin lama di sana bersama pak Rahmat bisa-bisa Revan kebakaran jenggot.


“Kalau suka mah ngaku aja bro, pake gengsi segala. Ingat saingan lo satu sekolah…hahaha” Celetuk pak Rahmat.


“Gak bakal dapat mah kalau modal gengsi”


Sepanjang jalan menuju gedung TKR Revan berpikir keras, memang benar kata pak Rahmat. Satu sekolahan ini bisa jadi saingan nya kalau sampai suka pada Ayu, sudah jelas!


Siapa murid laki-laki yang tidak menyukai Ayu disekolah ini, sini maju!


Rata-rata, dari kelas sepuluh sampai kelas dua belas di semua jurusan itu pasti murid laki-laki setidaknya pernah menyukai Ayu. Ada yang menyerah dan berputar haluan karena merasa Ayu tidak bisa di gapai, ada yang memilih menyukai secara diam-diam karena Ayu tidak mudah di dekati dan juga ada yang sampai sekarang bertahan menyukai Ayu karena memang sudah cinta buta.


Gadis itu paket lengkap, selain visual yang menawan. Karakter Ayu yang mahal dan cenderung tidak bisa di dekati sembarangan orang itulah yang membuat dia menarik.


Dia tidak perlu tebar pesona agar menarik perhatian orang lain, karena keberadaan nya saja susah menjadi pesona bagi orang disekitarnya.


Laki-laki yang memang pada dasar nya menyukai tantangan dan memiliki rasa penasaran yang tinggi, maka akan merasa tertantang ketika menyukai Ayu.


Awalnya hanya penasaran, lama-lama malah menimbulkan perasaan. Begitulah.


Meski tidak ada feedback baik dari Ayu mereka tetap merasa Ayu memang pantas di sukai.


...🌼🌼🌼...


__ADS_1


Yang aus…yangg aaauuuussssss!!


__ADS_2