Bunga Anak STM

Bunga Anak STM
Pulang bersama


__ADS_3

...*Happy Reading**đź’•*...


Bell masuk sudah berbunyi, apel pagi seperti biasa juga sudah selesai. Sekarang semua murid sudah masuk ke kelas masing-masing untuk memulai proses belajar, hanya ada beberapa murid yang terlambat lah yang masih berada di lapangan.


“Assalamualaikum…” Seorang guru pria memasuki kelas XI TKJ1.


“Walaikumsalam Pakkkk” Jawab murid kelas itu serentak.


“Sudah siap untuk latihan, everyone?” Tanya Guru tersebut to the point.


“Yaaaa…” Seru beberapa murid mengeluh, tidak terima.


“Minggu lalu, bapak sudah ingatkan kalau hari ini kita ada latihan praktik. Jadi jangan banyak alasan kalian” Ucap Pak Rudi selaku guru di mata pelajaran jurusan TKJ.


“Kita langsung ke workshop!!” Ucap Pak Rudi memberitahu.


Untuk setiap jurusan memiliki workshop masing-masing yang berisi semua alat-alat yang diperlukan untuk menjalankan proses belajar mengajar.


“Ajis mana baju praktik mu?!” Pak Rudi menegur Ajis yang terlihat berbeda dari teman sekelas nya yang lain, karena dia tidak memakai baju praktik.


“Saya lupa ada praktik hari ini pak” Jawab Ajis sambil nyengir tidak berdosa.


“Yang tidak pakai baju praktik tidak boleh masuk workshop!”


“Bapak tunggu di workshop” Setelah mengucapkan itu Pak Rudi berlalu keluar kelas.


“Aduuh gimana ini, woi kalian ada yang bawa baju double!!?” Ajis bertanya pada teman sekelas nya, namun banyak yang menjawab dengan gelengan kepala.


“Setau gue, hari ini anak sebelas TKJ 3 ada kelas praktik. Pinjam sana coba” Ucap Adara belum meninggalkan kelas dengan teman nya yang lain.


“Iyaa buru lo!! Nanti pintu nya ditutup pak Rudi” Andi teman sebangku Ajis langsung mendorong Ajis keluar kelas.


...🌼🌼🌼...


“Sudah masuk semua?” Tanya pak Rudi memastikan.


“SUDAHH Pak!!” Seru murid serentak.


“Ajis mana, sudah ganti baju dia?”


“Sudah pak, i’m here!!” Jawab Ajis semangat, sambil melambaikan tangan agar pak Rudi menyadari keberadaan nya.


“Baik, kita mulai ya..”


“Kali ini kalian bentuk kelompok masing-masing 4 orang, catat nama anggota nya diselembar kertas. Serahkan ke bapak sekarang!!” Semua murid sudah grasak-grusuk mencari orang yang ingin membentuk kelompok bersama.


Berbeda dari mereka yang sibuk cari kelompok, A4 diam ditempat dan dengan santai Ambar merobek bagian tengah buku nya dan menulis nama anggota kelompok nya. Siapa lagi kalau bukan Ayu, Adiba, Adara dan Ambar.


Setelah selesai menulis, Ambar maju ke depan mengantarkan selembar kertas yang berisi nama anggota kelompok nya.


“Yang lain mana!!? Jangan lambat!” Seru pak Rudi.


Di menit kemudian beberapa perwakilan kelompok juga maju menyerahkan daftar anggota kelompok masing-masing.


“Sudah semua? Sekarang kumpul sesuai kelompok”


“Baik, Nama yang bapak bacakan silahkan maju dan ambil perangkat komputer yang ada di ruangan sebelah”


Ruangan sebelah yang di maksud Pak Rudi adalah tempat penyimpanan barang-barang jurusan TKJ, di lantai 4 dari gedung jurusan TKJ ini memang di khusus kan untuk workshop pelatihan jurusan, ruangan penyimpanan barang dan ruangan ekskul jurusan.


“Baik pak” Jawab murid-murid itu serentak.


“Kelompok 1. Ayu, Adiba, Ambar dan Adara” Pak Rudi mulai membacakan nama kelompok pertama.


“Silahkan ambil perangkat computer di sebelah”

__ADS_1


“Ngambil apa pak?” Tanya Ambar memastikan.


“PC!! PERSONAL COMPUTER” Pak Rudi mengeja setiap huruf nya untuk memperjelas.


“Tau PC kan? Kalau gak tau sana kalian balik ke SD!!”


“Emang SD ada belajar PC pak?” Tanya Ambar makin kebingungan.


PC adalah singkatan dari Personal Computer yang maksudnya adalah perangkat elektronik yang terdiri dari beberapa komponen seperti hardware (perangkat keras) dan software (perangkat lunak).


Singkatnya PC itu komputer yang lengkap dan siap pakai yang sudah ada Monitor, CPU, keyboar dan mouse.


“Maaf Pak, temen saya emang agak-agak. Hehe” Adara menarik Ambar keluar dari ruangan itu menyusul dua teman nya lagi.


Setelah beberapa menit semua kelompok sudah mendapatkan PC masing-masing sebagai alat praktik kali ini.


“Hari ini kita belajar secara estafet, perorang itu tugas nya bagi-bagi. Orang pertama bertugas untuk membongkar perangkat CPU, kemudian di pasang lagi oleh orang kedua, lalu orang ketiga bertugas untuk Install sistem operasi dan orang keempat langkah terakhir itu install driver”


“Gue bagian bongkar ya” Ambar langsung mengajukan diri untuk tugas yang paling mudah.


“Enak di lo dong” Ucap Adara membantah.


“Biar Ambar aja, gue kedua, Bunga ketiga, lo keempat” Adiba dengan cepat membagi tugas mereka.


“Awas aja lo kalau baut nya lebih, apalagi kurang!!” Adiba memperingati Ambar lebih dulu, karena kesalahan yang biasa terjadi dalam perakitan CPU itu baut nya sering kurang dan juga lebih.


“Bagi tugas, kalian yang nentuin sesuai job desk masing-masing”


“Baik pak” Jawab murid serentak.


“Dan….kecepatan kalian bapak ambil jadi nilai” Pak Rudi tersenyum miring melihat ekspresi kagat dari para murid nya.


“MULAIIII!!” Seru Pak Rudi, menekan stopwatch di ponsel nya. Dan murid-murid yang bertugas jadi orang pertama langsung bergerak cepat.


...🌼🌼🌼...


Ini sudah menjadi kebiasaan mereka, menunggu sekolah sepi dulu barulah mereka bergerak untuk pulang karena malas untuk berdesak-desakan di parkiran dan berebutan untuk keluar gerbang.


“Kalau kata gue sih dia ganteng” Ucap Adara yakin.


“Emang ganteng!! Gue setuju!” Seru Ambar menganggukkan kepala tanda setuju ucapan sahabat nya itu.


“Mana tinggi banget lagi, setinggi harapan gue bisa hidup bersama Mas Adin” Adara menghayal.


“Haluu terosss” Sindir Adiba sambil mengunyah snack kentang favorite nya.


“Selama halu gak bayar, gue bakal tetep berhalu ria” Jawab Adara tegas.


“Gue tau, lo berdua itu semua cowok juga dibilang ganteng” Adiba mendengus kesal.


“Lo pikir kita cewek mata keranjang, gak pernah sejarah nya gue bilangin semua cowok itu ganteng. Gue juga pilih-pilih tau selera gue tu tinggi” Ucapan Adara menolak.


“Dih gaya lo, kayak lo cantik aja pake segala selera tinggi. Syukur-syukur masih ada yang mau sama lo” Ucap Ambar menusuk relung hati terdalam.


“Hahahahhaahha” Adiba dan Ayu tertawa serentak mendengar ucapan Ambar yang nyelekit.


“Ambar kalau ngomong suka bener deh” Adiba mengelus kepala Ambar pelan.


“Lo bikin mental breakdance aja ah, punya sahabat gini banget. Ya Allah bantu Baim” Adara bicara dramatis, seolah-seolah benar seperti orang yang teraniaya.


“Lo gak ada rasa gitu sama dia Bung? Secara gitu dia udah baik banget sama lo” Pertanyaan tiba-tiba Adara membawa Ayu kembali sadar, padahal tadi ia sedang memikirkan suasana rumah nya. Apa ayah mencari keberadaan nya?


“Siapa?” Ayu malah bertanga balik.


“Itu loh.. yang itu” Adara menjawab tidak jelas.

__ADS_1


“Gaje banget lo!!” Maki Ayu.


“Gue kasih tau ciri-ciri nya, ntar lo tebak” Ucap Adara semangat.


“Siapa cowok yang belakangan ini dekat sama lo?”


“ADIIINN!!”


Bukan Ayu yang menjawab, tapi Ambar.


“Gue nyuruh Bunga yang nebak bukan elu!”


“Lagian sejak kapan Bunga deket sama Adin”


“Kan Adin suka nya sama gue” Jawab Adara sambil tersenyum manis.


“Kebalik woi, lo yang suka Adin” Adiba menoyor kepala Adara kuat, dasar pilih kasih tadi Ambar malah di elus-elus kepala nya sedangkan Adara..


“Kalau Adin tau lo suka sama dia nih ya, gue jamin pasti tu cowok kabur sampe pindah sekolah mungkin” Ucap Ambar percaya diri.


“Emang gue se-najis itu apa?” Tanya Adara dengan raut wajah sedih yang dibuat-buat.


“Gak kok…” Jawab Adiba menatap sendu.


“Sahabat gue ini gak se-najis itu……..” Adiba menggantung ucapan nya.


“Tapi lebih najis” Ayu melanjutkan ucapan Adiba, tepat sasaran memang itu lah yang ingin Adiba ucapkan.


“Kenapa sih gue mulu yang kalian nistain” Lirih Adara dengan wajah terluka, ia menyentuh dada kiri nya. Dramatis sekali.


“Muka lo nista-able tau gak?” Adiba masih memegangi perut nya yang sakit akibat terlalu kuat tertawa.


“Cantik gini lo bilang nista-able?”


“Hoax, yang asli ada badak nya” Ucapan Ambar makin membuat dua sahabat nya yang lain tertawa.


Hahahahahahha


Melihat ketiga sahabat nya yang senang menertawai nya, Adara cemberut.


Mengalihkan pandangan nya kearah pintu kelas dan mata nya langsung menangkap seorang laki-laki tinggi menjulang berdiri di depan pintu kelas.


“Revan…”


Benar, laki-laki yang berdiri di depan pintu kelas itu adalah Revan. Dia sudah berdiri sejak tadi disana mendengar semua obrolan absurd para gadis.


“Ngapain lo parkir disana?” Tanya Adara.


Motor kali ah pake segala parkir.


“Gue mau jemput Bunga, Mama nyuruh gue balik bareng Bunga” Jawab Revan, memasuki kelas.


“Mama apa mama….?” Cibir Adara.


“Mama” Jawab Revan seadanya.


“Gue balik bareng Diba” Ayu yang sejak tadi diam pun menatap Revan.


“Kenapa jadi bareng gue? Kan lo balik nya kerumah Revan”


“Lah iyaa Bung” Lanjut Ambar.


“Gue gak mau nganterin ya, soal nya muter nya jauh kalau harus nganter lo ke rumah Revan dulu” Pernyataan Adiba membuat Ayu langsung melotot tajam kearah nya.


...🌼🌼🌼...

__ADS_1


__ADS_2