Bunga Anak STM

Bunga Anak STM
Tiga Pawang


__ADS_3

...*Happy Reading**🌼*...


“Halo…” Sapa Ayu diseberang.


“Halo, Bung lo sekolah kan?” Tanya Adiba.


“Menurut ngana?”


“Sekul kan? Kalau sekul gue jemput yak, gue udah mau siap-siap otw nich”


“Gue jalan kaki gak nyampe lima belas menit juga nyampe sekolah Diba, jangan lebay pakai jemput segala”


“Dih geer banget lo gue cuma mau jemput lo, gue mau ngajak lo mampir bentar ke tukang bubur ayam yang deket kompleks itu. Orang cantik gaboleh pergi sendirian kemana-mana nanti diculik” Jelas Ayu dengan bangga.


“Cuih! Jijik banget gue, lama-lama lo kayak Dara aja”


“Namanya juga bestie pasti ada kesamaan lah. Yaudah lo udah siap belum? Gue otw nih”


“Udah gue, jemput aja”


“Okee tsayy, byee”


“Tiati!”


...🌼🌼🌼...


Masih pagi sekali, Yogi buru-buru keluar rumah mengendarai motor nya tanpa pamit atau apapun pada mama ataupun Ayah nya.


Dari semalam dia memikir kan bagaimana cara untuk mengetahui keberadaan Ayu, bisa saja dia ke sekolah langsung dan menemui Ayu tapi itu tidak akan berhasil yang ada dia akan mendapat penolakan langsung dari Ayu.


Jadi hari ini dia memutuskan untuk membuntuti satu-persatu sahabat Ayu, kemungkinan mereka akan mengunjungi Ayu diluar sekolah itu sangat besar mengingat mereka berempat selalu banyak menghabiskan waktu bersama.


Target nya hari ini adalah membuntuti Adiba, dia akan mengikuti Adiba saat berangkat sekolah, Yogi yakin Adiba akan bertemu Ayu hari ini begitu juga kedua sahabat Ayu yang lain.


Yogi sudah sampai di komplek perumahan Adiba, tidak ingin ketahuan. Yogi menunggu tidak jauh dari pos security komplek perumahan ini satu-satu nya jalan keluar-masuk di kompleks ini.


Mencari tempat yang aman, sedikit bersembunyi dari tepi jalan tapi Yogi sudah memastikan kalau Adiba lewat akan terlihat oleh nya jika diposisi sekarang.


Setelah sepuluh menit menunggu, akhirnya motor scoopy merah Adiba terlihat melewati pos security. Yogi bergegas memakai helm fullface nya dan menyalakan motor.


Agar tidak terlalu mencurigakan, Yogi mengikuti dari jarak yang lumayan jauh karena bisa saja Adiba mengenali motor nya.


Terus membuntuti sampai akhirnya Adiba memasuki kompleks perumahan yang lumayan dekat dari sekolah, kompleks ini memang terkenal sebagai kompleks anak kost karena rata-rata perumahan disini banyak yang di jadikan kost-kostan oleh pemilik nya.

__ADS_1


Adiba berhenti disalah satu rumah putih bertingkat dua dengan pagar hitam setinggi dua meter, Yogi sudah menebak kalau Ayu tinggal dirumah itu dan benar karena tidak berapa lama Ayu keluar dari balik pagar tinggi dan menaiki motor scoopy Adiba.


Segera saja Yogi memutar balik motor nya keluar dari kompleks perumahan menuju jalan raya agar tidak ketahuan, baik—cukup sampai disini Yogi sudah tahu alamat Ayu. Dia akan berkunjung sore nanti dan semoga saja ketiga sahabat Ayu tidak bersama nya nanti sore.


Yogi sebenarnya agak ngeri kalau harus berhadapan dengan tiga pawang Ayu, mereka terlalu bar-bar untuk melindungi sahabat mereka dari jangkauan Yogi.


Pernah sekali—dan Yogi tidak akan pernah lupa dengan kejadian itu.


Waktu mereka kelas sepuluh, Yogi yang berniat baik untuk menjemput Ayu setelah pulang sekolah dan tentu saja Ayu menolak didukung oleh tiga pawang nya.


Awanya Yogi berpikir mereka tidak akan berani melawan pada nya karena bagaimana pun dia laki-laki yang memiliki postur tubuh besar tinggi, bukan nya biasa nya cewek ciut dan ketakutan ketika melihat pria seperti itu.


Tapi tidak—Ketika Yogi menarik paksa Ayu agar naik keatas motor nga, Yogi malah dapat serangan rudal dadakan dari mereka.


Dengan enteng nya ketiga gadis itu melempari Yogi dengan batu-batu kerikil yang berserakan di tanah, Yogi sudah membentak marah tapi mereka tidak peduli terus saja melempari Yogi sampai lampu bagian depan motor Yogi pecah dan pelipis kanan Yogi tergores batu sampai berdarah.


Bukan hanya itu, mereka terus memaki-mengumpati dan menyumpahi nya dengan semua kata kasar.


Saat itu Yogi kelimpungan, bagaimana cara nya melawan ketiga gadis bar-bar ini.


Dan—ending nya Yogi mengalah, membiarkan Ayu pulang bersama pawang nya. Tapi ada satu hal lagi yang membuat Yogi benar-benar tersentil mental dan harga dirinya.


Salah satu dari mereka mendekat pada Yogi dan melemparkan beberapa lembar uang berwarna merah tepat ke wajah nya sambil berkata.


Sungguh mental laki-laki mana yang tidak terganggu jika diperlakukan seperti itu?


Parah nya lagi, mereka meninggalkan Yogi yang masih termenung diatas motor dengan lembaran uang yang tersangkut di stang motor nya juga.


Ditinggalkan begitu saja—bayangkan….


Tahu kan istilah “Habis manis sepah dibuang?”


Itulah yang Yogi rasakan.


Mau tidak mau, Yogi mengumpulkan duit itu dengan rencana akan mengembalikan nya pada gadis tadi dan tentu saja untuk mengembalikan harga diri nya yang mereka injak-injak.


Tapi sampai sekarang uang itu masih tersimpan utuh di laci meja belajar Yogi, karena ketika dia ingin mengembalikan gadis itu akan menjawab sarkas dengan makian dan terus menghindari nya.


Tentu saja setelah bertemu beberapa kali Yogi tahu siapa nama gadis songong itu—Adiba.


Lupakan!


Sekarang Yogi harus pulang dulu, siap-siap untuk berangkat ke kampus karena ada kelas pagi.

__ADS_1


“Darimana kamu pagi-pagi begini?” Mama nya muncul dari belakang pintu menatap nya datar.


“Lari pagi ma” Jawab Yogi seadaan nya.


“Lari pagi? Pakai sendal?” Wanita itu memicing curiga, penampilan Yogi sama sekali tidak mencermikan orang yang habis lari pagi.


Dia pakai sendal, celana pendek dibawah lutut baju kaos dan jaket denim.


“Oh..oh itu, tadi rencana nya mau lari pagi ma tapi karna taman komplek nya lagi rame banget Yogi jadi males trus lanjut beli bubur ayam yang ada diperempatan depan” Yogi gugup.


“Mana bubur nya?”


“Eh bubur nya?—Yaa Yogi makan ditempat lah ma takut keburu dingin kalau dibawa pulang”


“Kamu bohong?”


“Bohong? Gak lah ma ngapain bohong”


“Jangan bilang kamu habis nemuin anak itu?”


“Hah? Anak siapa?” Yogi berpikir sebentar.


”Oh Bunga maksud nya? Yaa gak lah ma, mau nemuin dimana orang Yogi gak tau dimana dia”


“Bagus, awas saja sampai mama tau kamu diam-diam nemuin dia Yogi”


“Iya ma”


“Mama akan kecewa sama kamu, kamu tau kan kalau membuat dia pergi dari rumah ini adalah salah satu tujuan mama? Dan sekarang dia sudah keluar dari rumah ini jangan sampai kamu dengan baik hati nya memaksa dia untuk pulang”


Yogi terdiam, seolah-olah merasa mama nya mengetahui apa yang akan dia lakukan nanti sore. Rencana nya memang dia akan memaksa Ayu pulang dan menyelesaikan masalah nya dengan Ayah.


Tapi kalau sudah ketahuan begini Yogi harus apa? Kenapa dia selalu berada di posisi serba salah.


“Kamu harus ingat, dengan tidak ada nya dia disini. Kita bisa membujuk Ayahnya untuk memberikan beberapa harta atas nama mu. Mama tidak bisa hidup selama nya dengan laki-laki itu dan sebelum mama meninggalkan nya mama harus menjamin masa depan mu terlebih dahulu.


“Kamu mengerti Yogi?”


“Mengerti ma”


Tolong, siapapun bantu Yogi untuk mengambil keputusan yang benar kali ini. Tanpa harus membuat mama nya kecewa juga tidak membuat Ayu tersakiti.


...🌼🌼🌼...

__ADS_1


Readers Bantuin gih!!


__ADS_2