Bunga Anak STM

Bunga Anak STM
Hukuman


__ADS_3

Setelah diantar revan dengan selamat ayu berucap terimakasih dan langsung berlalu masuk kedalam pagar yang sedang terbuka itu.


“Assalamualaikum” Ayu mengucapkan salam dengan suara pelan dan kembali menutup pintu rumah nya.


“Dari mana kamu bunga?” Suara berat pria langsung menyapa pendengaran ayu.


Ya kalau dirumah gadis itu dipanggil dengan nama bunga.


“Sekolah” Ayu menjawab singkat, setelah menoleh kepada pria yang kini duduk disofa ruang tamu dengan koran ditangan.


“Sekolah apa yang pulang jam segini?” Pria itu bertanya lagi, tanpa mengalihkan pandangan nya dari koran itu.


“Ibu mu sudah memberitahu mu untuk pulang lebih cepat kan?”


Ayu tahu urusan ini pasti akan panjang, jadi dia hanya berdiri pasrah di dekat kursi pria itu. Padahal dia sangat lelah, perut nya juga belum diisi dari tadi pagi.


“Ya, aku juga sudah bilang pada dia kalau aku terkurung disekolah” ayu menjawab dengan kepala tertunduk.


“Ibu!! Panggil ibu. Apakah terlalu sulit untuk memanggil ibu pada nya?” Ayu kaget karena bentakan itu.


“Tadi ada tawuran” Ayu malah memberitahu lagi alasan dia terlambat pulang. Dia tidak berniat membahas tentang wanita yang harus ia panggil ibu itu.


“Tawuran?, tawuran apalagi?. Saya dengar minggu lalu juga sekolah itu terlibat tawuran sampai banyak warga yang terluka” Pria itu berucap dengan koran yang ia banting ke meja.


Ayu hanya diam, tidak menjawab dan memberi reaksi apapun.


“Kenapa kamu diam? Ha!!” Pria itu membentak ayu dan berdiri dari duduk nya mendekati gadis itu.


“Kami tahu kenapa saya melarang kamu masuk ke sekolah itu?!!” Dia membentak dan menunjuk-nunjuk muka ayu.


“Karena itu sekolah BERANDALAN!!!” Bentak kan pria itu semakin nyaring ditelinga ayu. Tapi ayu tetap tidak memberi reaksi ketakutan sedikitpun.


“Kamu mau jadi berandalan juga? Begitu?” Pria itu memelankan suara nya, namun terdengar sangat mengerikan.


Dan ayu hanya memandang tangan pria itu yang kini mencekik leher nya sangat kuat.


Sangat sakit, ayu tidak bohong. Bahkan luka yang kemarin saja belum kering. Sekarang akan ditambah lagi.


“Atau kamu mau seperti bunda mu yang murahan itu?” Sangat pelan, suara nya sangat pelan. Bahkan seperti orang tengah berbisik.


Ayu yang sedari tadi tidak memberikan reaksi apapun, namun begitu bunda nya disebut ayu langsung mengangkat pandang nya dan memandang pria itu tepat dimata nya.


“Kenapa? Kau keberatan aku sebut bunda mu begitu? HAHAHAH” Pria itu tertawa sangat kencang tapi terpaksa.


“Kau sangat mirip dengan bunda mu itu bunga”


“DIIIAAAMMMM!!” Ayu berteriak tepat di wajah pria itu.


Pria itu memberi tatapan marah pada ayu, tapi ayu tidak peduli dia melanjutkan.


“Yang ayah bilang wanita murahan itu adalah orang yang melahirkan ku!!. Wanita yang setia menemani pria miskin seperti ayah sampai kaya seperti ini!!” Ayu tidak menangis, namun matanya sudah berair.


“Lihat apa yang bunda dapat sekarang? Ayah menghianati nya setelah berjaya. Dan sekarang berani sekali menyuruh ku memanggil perempuan itu dengan sebutan ibu?. Tidak!! Aku tidak akan menghianati bunda” ayu berbicara panjang mata nya melototi pria itu.


“Kau berani dengan saya? SAYA AYAH MU?” Pria itu makin menekan cekikkan nya dileher ayu.


“Ya, aku tidak akan lupa bahwa pria penghianat seperti mu adalah ayah ku” Air mata ayu menetes walau dia sudah menahan sekuat tenaga agar tidak menangis.


Tidak, ayu tidak menangis karena dia telah melawan pria yang mengaku ayah nya itu. Bukan juga karena rasa sakit dileher nya saat ini. Tetapi karena sakit dihati nya lebih parah daripada hal lain.


Apakah dia akan mati hari ini? Ayu bertanya dalam hati.

__ADS_1


Bunyi tamparan menggema diruangan yang sepi. Pria itu menampar pipi ayu dengan keras.


Ayu terdiam, sekarang dia terduduk dilantai. Dileher ayu ada bekas merah karena cekikan tadi dan sekarang pipi nya terasa panas. Bibir gadis itu juga mengeluarkan darah karena sobek oleh tamparan keras dari ayah nya. Tapi ayu tetap tidak memperlihatkan rasa sakit itu.


“Ha ha ha ha” Tawa ayu tersendat, jika orang lain melihat maka akan berpikir jika gadis itu gila.


“Persis, kau persis seperti bunda mu. Suka di lingkungan banyak pria berandalan dan tidak punya sopan santun” Pria itu kembali berucap setelah mendengar tawa gadis itu.


“Sopan santun? Apa itu. Apakah tuan yang terhormat ini pernah mengajarkan aku hal seperti itu?” Tanya ayu yang sudah berdiri kembali.


Pria itu diam, tapi tatapan nya tetap tajam.


“Berkacalah tuan” Ayu berbisik


“Tuan mau tahu? aku persis seperti mu. Aku meniru apa yang aku lihat pada diri tuan, bukan aku adalah anak mu tuan?”


Setelah mengatakan itu ayu berlalu meninggalkan pria itu.


“Asih!!” Pria itu memanggil asisten rumah tangga.


“Iya tuan?” Setelah berada dihadapan tuan nya asih bertanya.


“Jangan beri anak kurang ajar itu makanan apapun hari ini, bahkan minuman sekalipun. Kau dengar asih? Aku akan memecat mu jika melanggar perintah ku!!” Belum sempat asih menjawab pria itu sudah berlalu.


Asih, asisten rumah tangga yang sudah bekerja lama dirumah itu sejak tuan dan nyonya baru menikah sampai sekarang. Sedikit banyak nya dia tau permasalahan rumah ini.


Asih sedari tadi melihat nona nya ayu diperlalukan kasar oleh tuan nya, namun mau bagaimana? Dia hanya orang lain bukan.


Ayu menutup pintu kamar nya dengan keras, melemparkan tas sekolah sembarangan dan duduk dilantai kamar bersandar pada ranjang nya. Gadis itu bermenung.


Setelah beberapa menit bermenung, ayu bergerak ke kamar mandi. Seperti nya dia harus menyiram tubuh lelah nya dengan air dingin. Agar merasa sedikit lebih tenang.


Lengkap dengan pakaian dan rambut sudah kering, ayu beranjak meraih tas sekolah dan mengecek ponsel.


Dia yakin pasti sekarang para sahabat nya sangat khawatir karena dia tidak memberi kabar sejak tadi, Sekarang sudah pukul 22:15.


Dan benar, begitu membuka ponsel ayu melihat banyak sekali panggilan tak terjawab dan chat dari sahabat nya.


Ayu tersenyum, bahkan orang lain sangat mempedulikan diri nya Kenapa bisa ayah nya hanya menyiksa ayu.


...A4 Pretty Girl...


^^^Saya^^^


^^^Gue baik-baik aja, sorry baru ngabarin^^^


Adarajg


Bung, kita khawatir banget loh sama lo


Adibagst


Siyalan lo bung, gue kira si revan ngapa-ngapain lo. Mana dia udah gue maki-maki lagi 😂


Ambarloading


Adiba gak boleh gitu, minta maaf gih sama revan.


Adarajg


si Hambar gitu kalau sama cogan, caper terus.

__ADS_1


^^^Saya^^^


^^^Dia nganterin selamat kok, liatin gue sampai masuk rumah lagi.^^^


Adibagst


Udah bilang makasih belum lo?


^^^Saya^^^


^^^udah adiba sayang^^^


Ambarloading


Tapi lo beneran gakpapa kan bung?


Adarajg


Iya, kenak marah gak lo sampai rumah?


Adibagst


Kalau dimarah sama sibapak itu, biar kita pelet dia dari sini, yakan ra?


Adarajg


Lo aja, gue udah tobat 😂


Adibagst


Gak mau gue temenan sama lo, dasar kacang lupa pada kulitnya!!


^^^Saya^^^


^^^Udah-udah gue gakpapa. Gausah ribut lo pada. Gue kick dari grup ni.^^^


Ambarloading


Dalah tidur sana. Besok sekull.


Eh besok datang awal yuk, gue kangen sarapan dikantin.


Ambarloading


Woi jangan cuma di read. Balas bjir.


Ambarloading


Temen bgst emang!!


Ayu tersenyum membaca obrolan grup nya, para sahabat nya memang paling bisa menghibur disaat seperti ini.


Ayu mematikan data seluler ponsel nya. Memasang Alarm. Kemudian meletakkan ponsel nya di meja samping ranjang.


“Semoga besok lebih baik” Ayu mengucapkan itu pada diri sendiri. Entalah bisa dibilang itu adalah ucapan harapan.


🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼


Terimakasih telah membaca


Jangan luoa vote, komen dan tambahkan ke favorite kalian yaaa

__ADS_1


__ADS_2