Bunga Anak STM

Bunga Anak STM
Rumah Revan


__ADS_3

Setelah perginya Revan membawa ayu


dari sana adiba, adara dan ambar melanjutkan laju motor nya menuju rumah adiba


untuk menemui ayah ayu dan mereka harus bertindak seperti tidak tahu keberadaan


ayu.


"Eh ada apa ini? rame-rame


dirumah saya?" Tanya adiba begitu sampai didepan pagar rumah nya..


"Mana bunga?" Ayah ayu


bertanya to the point.


"Loh kan anak om kok tanya


saya?" Adiba menjawab pura-pura tidak tahu.


"Jangan sembunyikan anak kurang


ajar itu!" Seru ayah ayu lagi dia yakin kalau anak-anak ini berbohong pada


nya pasti mereka tahu keberadaan ayu sekarang.


"Demi kerang ajaib ni om, kami


gak tau ayu  ada dimana" Kali ini adara yang menjawab.


"Tidak usah berbohong saya tahu


kalau dia disini karena yogi yang memberitahu, jangan sembunyikan dia atau saya


akan menggeledah rumah ini untuk mencari bunga!" Pria paruh baya itu


memberikan ancaman pada ketiga gadis itu.


"Mau rumah nya di jungkir balik


kan juga om gak akan nemuin ayu. Kan udah dibilang kita gak tau ayu ada


dimana" Ucapan adara ini memancing emosi pria itu dan memerintahkan anak


buah nya untuk membongkar rumah adiba.


"Bongkar rumah ini!" Perintah


ayah ayu pada empat orang anak buah nya yang berotot dan muka seram.


"eits jan sembarangan masuk


rumah orang dong kalau gak diizinin. Punya sopan santun gak sih kalian?"


ucap adiba sambil mennghadang pagar hitam rumah nya menghali orang suruhan pria


itu untuk  membongkar rumah nya, Bodo amat sama sopan santun.


“Tidak usah sok mengajari saya sopan


santun kamu YA!!” Pria itu a.k.a ayah ayu itu membentak.


"Kalau om tetep mau nerobos


saya teriak maling ni biar di gebukin warga sekalian" Kali ini ambar yang


mengancam.


"Sebelum kamu teriak saya sudah


bunuh kamu" Wah luar biasa sekali pria ini tidak ada takutnya.


"Om pikir saya takut? Maap-maap


ini saya gak takut sama sekali" Ambar berusaha melawan dan tidak telihat


takut padahal sebenarnya mereka bertiga ketakutan, karena sangat tidak


sebanding kalau mereka bertiga yang punya badan mini dan tenaga kacang ini


melawan lima laki-laki dewasa berbadan raksasa. DIlilhat dari segi manapun


tidak ada kemungkinan mereka menang.


"Gini ya om, kita udah bilang


kalau bunga gak ada sama kita. Ini juga tadi kita terakhir ketemu di sekolah


habis itu gak tau bunga kemana lagi" Adiba kembali  menjelaskan


dengan pelan siapa tahu masuk kedalam otak pria  itu.


"Saya tidak percaya, kalian


semua cari anak itu dikompleks ini sekarag!!" perintah ayah ayu pada anak


buah nya.


“Baik Boss!!” Jawab serentak keempat


pria raksasa itu.


“Kok om masih disini?” Tanya adara


melihat ayah ayu yang masih diam ditempat dengan pandangan tajam pada adiba,


adara, dan ambar.


“Om gak percaya sama kita yah? Yaudah


sih gamasalah. Guys gue duluan ya kebelet nih” Ucap ayu pada kedua teman nya


dengan sesekali mengedipkan mata, mereka yang paham akhir nya menangguk.


“Jangan biarin siapapun masuk”


Peringat ayu lalu pergi berlari kedalam lalu kembali menutup pagar.


Dengan tergesa-gesa adiba mengambil


ponsel nya dari kantong rok abu-abu nya lalu mencari kontak revan.


"Halo." Ucap adiba begitu


revan mengangkat panggilan telefon nya.


"van sorry banget ni, sekarang


bisa lo bawa ayu keluar dari kompleks ini, ayah nya tadi nyuruh orang-orang nya


untuk nyari ayu disini" Adiba menjelaskan pada revan


" Kemana?" Suara revan


menyahut di telefon.


"Kemana aja plis, kita percaya


sama lo. Nanti gue hubungin lagi" Hnya sampai disitu adiba menjelaskan


lalu memutuskan panggilan sepihak.


""""


Panggilan sudah terputus dan revan


masih menatap ponsel nya dengan raut wajah kebingungan karena adiba tidak


menjelaskan lebih banyak, sekarang kemana dia harus membawa ayu untuk


bersembunyi revan bingung. Melihat ke kaca spion nya memperhatikan ayu yang


masih betah menunduk duduk dibelakang nya seperti nya gadis itu sedang berpikir


keras.


"Turun" Revan mneyuruh ayu


untuk turun karena dia sudah memberhentikan motor trail nya, namun gadis itu


tidak merespon. Ayu masih menunduk dan melamun. Sudalah akhirnya revan


yang mengalah dia beranjak dengan hati-hati agar kaki panjang nya tidak mengenai


ayu yang duduk di belakang dan syukurlah kali ini kaki panjang nya tidak

__ADS_1


membawa celaka.


Setelah berhasil revan masih berdiri


diam ditempat melihat ayu, juga masih memikirkan akan kemana dia membawa


ayu  sekarang. Meski menunduk wajah ayu


masih bisa terlihat jelas dari tempat revan berdiri, wajah terlihat sangat


kelelahan dan juga merah sangat kontras dengan wajah nya yang putih. Revan


berjalan melewati ayu yang masih duduk diatas motor namun langkah revan


terhenti begitu ujung seragam nya ditahan oleh ayu.Seperti nya gadis itu tidak


mau ditinggalkan.


“Sebentar” Ucap revan lalu


melepaskan genggaman tangan gadis itu dari ujung seragam nya.


Taman ini masih sangat ramai meski


sudah hampir memasuki waktu  maghrib,


banyak pedagang gerobakan dan juga ada yang sekedar lari sore. Bukan lari dari


kenyataan yak wkwkw.


Melihat revan yang berjalan kearah


gerobak jualan itu ayu kembali menunduk, pikiran ayu sekarang membayangkan


bagaimana ketiga sahabat nya itu bisa melawan ayah nya yang keras kepala dan


kasar itu, ayu bersumpah tidak akan memaafkan ayah nya kalau sampai main tangan


pada adiba, adara dan ambar dia bersumpah.


“Nih minum dulu” Ucap revan sambil


mengangkat botol air mineral ditangan kanan nya menyodorkan pada ayu.


Ayu mendongak melihat revan sekilas


lalu menatap air mineral dan tissue basah yang disodorkan revan lalu menerima


kedua barang itu.


“Ini?” Ayu bertanya sambil


mengangkat tissue basah itu.


Revan yang mengerti maksud ayu lalu


mengangguk dan tersenyum tipis.


“Itu bersihin ingus yang ada di pipi


lo, jorok banget jadi cewek” Ucap revan dengan nada mengejek.


“Ha?” Ayu bingun dan menyentuk kedua


pipi nya, memeriksa apakah bener ada ingus tapi dari mana datang nya kan ayu


tidak lagi flu.


“hahahahahahaa” Itu suara tawa revan


yang besar, menertawakan ekspresi lucu ayu yang meraba-raba kedua pipi nya.


Setelah sadar dengan tatapan tajam


ayu, revan pun meredakan tawa nya.


“Gak, maksud gue itu lo bersihin


muka soalnya muka lo kusut banget sampe merah gitu” Akhirnya revan menjawab


serius karena melihat tatapan tajam ayu, bukan revan bukan takut tapi salting saja


kalau dipandangi cewek cantik. Ekhmmm.


Ayu hanya mendengus, sedekil apa sih


membelikan dia tissue basah. Sudalah toh dia juga tidak peduli mau sejelek


apapun dia sekarang biar illfeel aja sekalian ini cowok pikir ayu.


Tangan ayu pun perlahan membersihkan


muka nya dengan wajah yang masih ditekuk karena kesal.


“Lo bersih-bersih nya sambil jalan


ya, tadi adiba nelfon gue bawa lo dari sini karna orang-orang nya bokap lo


nyariin di sekitar kompleks ini sekarang” Ucapan revan sontak membuat ayu


berhenti dari kegiatan nya dan beralih memandang revan sendu.


“Iya kita pergi dari sini, jadi tenang


aja oke?” Nada bicara revan terdengar sangat lembut dan tenang di telinga ayu.


Ayu langsung menunduk nada bicara dan tatapan lembut revan yang menenangkan nya


membuat debaran jantung ayu mendadak tidak santai.


“permisi” Gumam revan yang sekarang


tengah berusaha naik keatas motor nya, sedikit sulit karena ada nya ayu yang


masih duduk diatas motor itu juga.


“Gue mau ngebut, lo pegangan yang


kenceng” Revan memperingati ayu, jadi langsung saja ayu memegang tali tas


punggung revan erat.


Sesuai peringatan nya tadi revan


memang melajukan motor nya dengan kecepatan tinggi membuat ayu ketakutan tapi


hanya diam tidak berani protes karena ayu juga tidak mau sampai tertangkap oleh


orang-orang suruhan ayah nya. Kalau tertangkap bisa habis dia hari ini juga.


Tidak sampai sepuluh menit motor


revan sudah berhenti didepan pagar silver yang tinggi da nada rumah bertingkat


didalam sana. Revan membunyikan klakson motor nya dua kali sampai pagar itu


dibuka oleh seorang pria paruh baya yang tersenyum kearah revan.


“Silahkan bang” Ucap pria paruh baya


itu tetap tersenyum.


“Makasih ya pakde” Seru revan lalu


menjalankan motor nya melewati pria yang revan panggil pakde tadi.


Begitu motor berhenti ayu langsung


turun tanpa diperintah revan lagi.


“Dimana?” Tanya ayu sambil melihat


rumah dihadapan nya saat ini. Dia bingung kenapa revan membawa nya ketempat


yang tidak dia ketahui.


“Ini rumah gue, gue bingung tadi mau


bawa lo kemana” Jelas revan yang turun dari motor nya.


Mendengar itu ayu reflex memundurkan


kaki nya kebelakang.


“Eh sorry jangan salah paham gue gak

__ADS_1


maksud apa-apa sama lo” Revan panic dan dia maju mendekati ayu,


“Didalam ada mama sama adik cewek


gue kok, bukan gue sendiri” Jelas revan lagi sebelum ayu benar-benar salah


paham.


“Eh abang, udah pulang kok gak


masuk?” Terdengar suara perempuan revan langsung membalik tubuh nya dan


mendapati adik nya yang berdiri di belakang pintu. Bukan nya menjawab


pertanyaan adik nya revan malah menghadap ke ayu lagi.


“Nah itu adik gue” Revan memebenarkan


maksud nya tadi kalau dia tidak berbohong.


“Masuk bang, mama nyariin abang tuh


ajak kakak cantik nya masuk” Ucap adik nya lagi dan berlalu dari pintu.


“Ayo masuk dulu udah maghrib”


Setelah berucap revan pun meninggalkan ayu yang masih bingung, tapi mau


bagaimana lagi ayu harus mengikuti revan dari belakang.


Melihat ayu yang mengikuti nya revan


pun tersenyum tipis lalu masuk kedalam rumah nya.


“Dari mana saja kamu bang hah, kalau


mau pulang lama itu kabari mama atau adik mu biar gak khawatir” Begitu masuk


revan langsung disambut oleh kebawelan mama nya.


“Iya mama cantik maaf ya tadi revan


gak sempat” Ucap revan lalu meraih tangan mama nya untuk salam.


“Ya ampun abang, anak gadis siapa


ini yang kamu culik HAH? Jangan macam-macam ya bang mau kamu di gantung papa”


Mama revan langsung menghujani revan dengan pertanyaan begitu melihat anak nya


pulang membawa anak gadis orang.


“Atuh si mama kuping abang pengang


ini jangan teriak-teriak, dengerin abang dulu” Revan mengeluh.


“Marahin aja terus ma, abang emang


gak pernah jelas” Itu ucapan adik perempuan revan yang dipintu tadi.


“Gausah kompor kamu dek” Revan


memperingati adik nya.


“Jadi ini the temen sekolah revan,


nama nya ayu” Revan membuka perkenalan pada mama nya.


“Gak usah kamu kasih tau mama bisa


baca dari seragam nya” Jawaban mama membuat revan mendengus kesal.


“Halo bunga” Sapaan mama terdengar


sangat lembut.


“Atuh nama nya cantik kayak orang


nya ya” Mama kembali memuji ayu, padahal tadi marah-marah gak jelas.


“Iya tante” Ucap ayu sambil


tersenyum dan salam seperti yang dilakukan revan tadi pada mama nya.


“Kamu pacar nya revan?” Tanya mama


pada ayu, sudah pasti ayu kaget dan menoleh kearah revan meminta pertolongan.


“Ih mama jangan nanya yang aneh-aneh”


“Jangan mau sama abang kak, dia


kalau tidur mata nya melek” Ucap adik perempuan itu pada ayu.


“Bukan pacar revan” Ayu menjawab


seadanya.


“Bagus lah kalau bukan, jangan mau


ya sama anak tante nyusahin aja bisa nya revan itu” Mama revan kembali memburukan


revan pada ayu.


“Mama jangan gitu, nanti anak nya


gak laku-laku” Revan berbicara dengan nada merengek manja. Ayu hanya mengangguk


menanggapi ucapan mama revan.


“Dek, kamu bawa kakak nya keatas ya.


Pinjemin baju juga soal nya dia udah bau. hehe” Revan memberitahu adik nya.


“Enak aja, mana ada cewek bau” Balas adik nya


tidak terima.


“Ayo kak ke kamar aku, jangan


dengerin omongan si abang jelek itu” Adik revan menarik ayu.


“Iya ikut riva aja ya bunga, nanti


kesini lagi kamu ganti baju dulu” Ucap mama lembut sambil mengelus puncak


kepala ayu pelan.


Entah mengapa rasa nya mama revan


memperlakukan dia seperti itu, seperti orang yang sudah berkenalan lama saja.


Akhirnya ayu beranjak dari sana


mengikuti riva. Namun begitu berpapasan dengan revan ayu dengan sengaja


menyenggol bahu revan kuat sampai laki-laki itu termundur selangkah saking


keras nya membuat revan meringis pelan.


“Makanya jangan usil” Ucap mama


karena pasti tadi ayu tidak terima dibilang bau sama revan.


“Jelasin sama mama cepat”


“””””””””””””””””””””””””””””””””


Maaf banget ni baru bisa update.


Huhuhu hp ku rusak  ;(


Ini aku ngetik di laptop jadi mohon


di maklumi kalau banyak typo, Karena ngetik di laptop lebih susah ternyata..


wkwkwk


Terimaksasih telah membaca cerita ku


Jangan lupa like, comment dan


tambahkan ke favorite yaaa.


Sampai jumpe..

__ADS_1


__ADS_2