
...*Happy Reading**đź’ś*...
Ayu diperjalanan pulang ke kost saat hari sudah gelap, hari yang cukup melelahkan. Latihan basket dan mejalani hukuman meski dibantu para anggota tim nya tetapi tetap saja Ayu harus mengambil tanggung jawab lebih banyak dan tidak perlu terus merepotkan anggota tim dan sahabat nya.
Untung besok hari libur, jadi Ayu pikir bisa beristirahat seharian dan menabung energi untuk hari senin.
Tapi pesan dari Adiba membuat Ayu mendengus pasrah, mungkin belum saat nya Ayu hibernasi seperti beruang di musim dingin.
Ayu berjalan santai sambil sesekali mengintip isi kantong plastik minimarket yang dia bawa, lidah Ayu sudah tidak sabar untuk mencicip rasa pedas dari mie instan kesukaan nya. Pasti menyenangkan, makan mie instan super pedas lalu menikmati ice cream vanila jumbo.
Membayangkan nya saja air liur Ayu hampir menetes.
Tapi begitu matanya menangkap keberadaan seseorang di depan gerbang kost nya, Ayu langsung kehilangan selera makan nya.
“Ngerusak mood gue aja”
Ayu tetap berjalan dan mencari kunci gerbang ditas milik nya mengabaikan orang yang sudah menangkap keberadaan gadis itu.
“Bunga..”
Ayu tidak menoleh ataupun menyahut sampai pria itu meraih tangan Ayu.
PLAK!
“Jangan sentuh gue!” Ayu menepis tangan pria itu kasar.
“Bunga…gue mau ngomong”
Setelah menemukan kunci nya Ayu dengan tergesa-gesa membuka gembok dan menggeser gerbang, baru saja hendak masuk seruan pria itu membuat Ayu menghentikan langkah nya.
“Ayah sakit! Dan ingin ketemu sama lo!”
Melihat Ayu yang berhenti pria itu merasa lega, meksi gadis itu tidak ingin melihat kearah nya.
”Ayah udah dirawat tiga hari dirumah sakit karena jantung nya kambuh dan tadi Ayah bilang ingin ketemu sama lo”
Setelah beberapa detik diam akhirnya Ayu berbalik menatap datar pria itu.
”Sampein salam gue, semoga cepat sembuh…ayah”
Setelah mengatakan itu Ayu berbalik dengan langkah cepat berjalan kearah tangga mengabaikan teriakan pria itu yang terus memanggil nya.
BRAK!
Ayu menutup pintu kamar nya dengan kuat, persetan jika penghuni kamar lain terganggu karena sekarang Ayu hanya perlu pelampiasan rasa kesal nya pada pria dibawah tadi.
Untuk apa dia memberitahu Ayu tentang ayah yang sakit, apa mereka tidak bisa mengurusi nya sendiri? Kenapa harus melibat kan Ayu.
Ayolah? Ayu baru saja merasa nyaman dengan hidup nya tanpa keluarga itu, tapi kenapa sekarang mereka menganggu hidup Ayu.
Tidak hanya dari keluarga bunda nya sekarang Ayu diganggu oleh ayah nya.
Apa pantas jika Ayu berkata kalau Ayah nya menganggu?
Tentu saja pantas, karena semenjak Ayu kabur dari rumah tidak pernah sekalipun beliau berusaha membujuk Ayu untuk pulang layak nya seperti orangtua yang khawatir jika puteri nya hidup sendirian diluar rumah.
Ayah nya dengan tenang melanjutkan hidup tanpa memikirkan Ayu, bahkan saat Ayu masuk rumah sakit terkahir kali beliau tidak ada khawtir sekalipun justru keluarga orang lain lah yang mengkhawatirkan Ayu.
__ADS_1
Apa tidak bisa dia melanjutkan hidup nya dengan tenang seperti beberapa waktu belakangan ini, kenapa harus ingin bertemu dengan Ayu setelah dia jatuh sakit.
Ah! Sudalah, Ayu rasa dia tidak perlu bersikap khawatir disana sudah ada istri dan anak laki-laki nya yang bisa mengurus Ayah. Peran Ayu sudaj tidak diperlukan lagi.
Ayu beranjak, melempar tas, sepatu dan kantong plastik belanjaan nya sembarangan.
Ayu harus mandi untuk menyegarkan diri lalu memasak mie instan nya di dapur bersama.
Tenang saja, Ayu cukup handal jika hanya untuk memasak mie instan.
Hueheheh
Setelah duapuluh menit bebersih diri, Ayu keluar kamar mandi dan langsung meraih ponsel nya untuk mengecek pesan grup.
Tetapi satu pesan dari nomor tidak dikenal menghentikan gerakan jari Ayu.
Deg!
Jantung Ayu langsung berdesir cepat, apa penyakit jantung ayah sudah separah itu. Jujur Ayu mulai khawatir sekarang dan—
Tindakan ayah yang seperti ini seolah-olah menggantung kan harapan hidup nya pada Ayu, apa ayah ingin Ayu disalahkan jika terjadi sesuatu yang buruk nanti nya?
Kemungkinan terburuk…..kematian, misalnya.
Apa ayah ingin Ayu disalahkan oleh orang lain jika ayah meninggal.
Sialan! Bahkan dalam keadaan seperti ini pun Ayah masih menyiksa Ayu.
Rasa trauma dan bersalah atas kematian bunda nya saja belum sepenuh nya hilang dari benak Ayu sekarang apa Ayu harus menanggung perasaan itu lagi?
Bayangan bunda yang tergeletak lemas tidak bernyawa diranjang rumah sakit membuat Ayu gemetar takut air matanya tanpa sadar sudah membanjiri pipi nya.
Seorang gadis kecil yang memakai seragam merah putih yang sudah lusuh memasuki ruang rawat inap.
“Bundaa! Bunda, bunda tidur ya?”
Setelah mendekat ke ranjang pesakitan dia melihat sang bunda yang memejamkan mata damai. Gadis kecil itu berpikir pasti bunda tertidur setelah meminum obat. Yaa—seperti biasanya.
“Bunda, Bunga mau cerita….tadi kepala Bunga dipukul pakai sepatu sama anak laki-laki bandel itu, sakit banget bunda”
Seperti hari-hari sebelum nya, gadis kecil itu akan bercerita tentang hari nya saat sang bunda terlelap.
Entalah, dia hanya ingin bercerita tanpa ingin didengarkan.
“Hikss..padahal Bunga gak salah apa-apa tapi kenapa mereka sering banget mukulin Bunga..hiks hiks”
“Bunda..”
Gadis kecil itu meraih tangan bunda nya yang terpasang selang infus, mengelus nya pelan.
“Bunda cepat sembuh yaa..biar bunda bisa marahin orang-orang yang udah jahatin Bunga..”
”Bunda juga harus cepat sembuh karena Bunga cuma punya bunda didunia ini, ayah udah gak peduli sama kita lagi…hikss..hiks”
Jemari kecil nya mengusap bulir air mata nya sendiri, air berlendir pun sudah memaksa keluar dari hidung mungil nya.
Sssruuuppp
__ADS_1
Gadis kecil itu menghirup kuat ingus nya agar tidak jatuh.
“Bunda…”
Panggil nya lirih, jika sedang seperti ini gadis kecil itu sering memerhatikan dada sang bunda yang naik turun menghirup udara.
Hanya ingin memastikan jika sang bunda masih bernafas dengan baik meski banyak alat medis yang menghimpit hidung dan mulut sang bunda.
Kata dokter alat itu bisa membantu sang bunda untuk bernafas lebih baik, jadi dia tidak meminta dokter lagi untuk melepaskan alat tersebut dari bunda nya. Selama itu yang terbaik dia tidak masalah.
Tapi—-kali ini ada yang berbeda!
Sudah beberapa menit memerhatikan, dada bunda nya sama sekali tidak bergerak seperti biasa. Bukan nya orang tidur tetap harus bernafas, tapi kenapa bunda tidak?
“Bunda…bundaa!! Bunda tidur?”
Gadis kecil itu mengguncang lengan pelan lengan bunda nya.
“Bunda masih tidur kan? Bunda tidur nya nyenyak banget yaa?”
Tidak ada sahutan ataupun pergerakan dari sang bunda.
“Bunda! Bangun, tidur nya jangan lama-lama…bunda bangun!!”
Seru gadis kecil itu mulai panik, dia tahu bunda nya orang yang mudah terbangun dengan gangguan sedikit saja. Tapi kali ini tidak, meski dia sudah mengguncang kuat tangan bunda.
“Bunda kata bu guru gak boleh tidur lama, nanti jadi orang malas! Bunda bangun yaa..”
Tungkai nya berlari keluar ruangan mencari seseorang yang bisa membangunkan bunda.
”Kak! Kakak suster!”
Dia meraih ujung seragam suster perempuan yang dia lihat.
“Kak suster, tolong bantuin Bunga buat bangunin bunda. Daritadi bunda gak mau bangun”
Rengek nya tidak sabaran, terus menarik ujung baju suster itu.
“Mungkin bunda nya istirahat setelah minum obat dek”
“Tapi kak suster, Dada bunda gak bergerak daritadi”
Mendengar itu suster perempuan tersebut berlari kearah ruangan yang gadis kecil itu tunjuk.
Dengan cepat dia menyusul suster tersebut didalam hati berharap suster bisa membangunkan sang bunda.
“Tapi sampai sekarang bunda gak bangun-bangun..”
...đź’śđź’śđź’ś...
Hai hai hai
Utor back setelah libur panjang🤣🤣
Masih ingat alur ceritanya kan? Kalau masih ingat biar utor lanjutin.
Sebenarnya mau minta maaf karena jarang update, tapi utor tau pasti kedepan nya bakal diulangi lagi jarang update nya. Jadi permohonan maaf nya utor tunda dulu. Hehe.
Kalau udah bisa konsisten update nya.
__ADS_1
Utor lagi dipuncak depresy memikirkan skripsy, jadi harap dimaklumi kalau sering tenggelam.
malah jadi curhat! Ck!