
Lapangan outdoor STM Peduli Bangsa hari ini sudah ramai dengan barisan yang rapi, upacara akan dimulai.
“Upacara pengibaran bendera Merah Putih hari senin tanggal 26 maret 2020 segera di mulai”
Suara lantang adiba terdengar ke penjuru lapangan tanda upacara sudah dimulai.
“Masing-masing pemimpin barisan menyiapkan barisannya”
Sesuai protokol upacara, para ketua kelas dibarisan masing-masing kembali mengatur barisan.
“Pemimpim Upacara memasuki lapangan upacara, barisan disiapkan”
Giliran ayu yang menjalankan tugas nya, dengan langkah tegap ayu berjalan menuju ke tengah lapangan.
Semua pasang mata memperhatikan setiap langkah ayu, mereka sedikit terkejut melihat ayu yang jarang menjadi petugas inti upacara sekali muncul malah jadi pemimpin upacara.
Pemimpim barisan paling kanan ujung memberi aba-aba.
“SIAP GRAK!!”
“Penghormatan peserta upacara kepada pemimpin ucapara dipimpin oleh pemimpin barisan”
“Kepada Pemimpin upacara HORMAT GRAK!!”
Serentak semua peserta upacara kecuali para guru sekarang sedang memberi hormat kepada ayu selaku pemimpin upacara.
Ayu meletakkan tangan kanan nya diatas pelipis mata kanan nya memberi hormat kembali kepada peserta upacara.
Mengedarkan pandangan ke seluruh barisan lalu ayu merasa sedikit kikuk karena semua mata melihat kearah nya. Rasanya sangat gugup.
Apalagi barisan yang tepat di hadapan ayu adalah anak jurusan TKR yang memandang dia dengan pandangan berbeda-beda.
Mata ayu tak sengaja bertemu pandang dengan Fahri si Ketua angkatan, ayu memutuskan pandangan mereka begitu melihat fahri tersenyum tipis pada nya.
Tidak ingin dikuasai rasa gugup yang justru membuat dia tidak fokus, ayu harus menerapkan ucapan pak rahmat wali kelas nya tadi.
“Anggap aja gak ada orang yang ngeliatin kalian”
Oke ayu coba. jika terus gugup ayu takut kalau dia membuat kesalahan yang mempermalukan diri sendiri dan teman-teman sekelas nya.
“Pembina upacara memasuki lapangan upacara”
Seorang guru yang bertugas sebagai pembina upacara pun naik keatas podium upcara.
“Penghormatan peserta upacara kepada pembina upacara dipimpin oleh pemimpin upacara”
“KEPADA PEMBINA UPACARA HORMAT GRAK!!”
Suara berat ayu terdengar lantang dan keras ketika mengucapkan perintah.
“TEGAK GRAK”
Beberapa diantara mereka terpana begitu mendengar suara ayu untuk pertama kali nya, ternyata perempuan itu memiliki suara sedikit berat untuk ukuran perempuan. Tapi begitu enak terdengar di telinga sangat cocok dengan pembawaan dia yang sangat tomboy.
Tapi tunggu dulu, ayu pakai rok?
Upacara hari ini berjalan sangat lancar dan tidak ada kesalahan sama sekali dari para petugas mereka melakukan tugas dengan baik.
🌼🌼🌼
Setelah upacara di bubarkan banyak dari para murid yang menuju ke kantin juga ke toilet sekedar melepaskan rasa haus dan juga hajat yang hendak di buang, sebelum guru pada mata pelajaran pertama masuk ke dalam kelas.
Tidak banyak waktu, jadi harus buru-buru.
Begitu juga adiba, adara dan ambar yang sekarang berada di kantin tepat nya di salah satu warung langganan mereka untuk membeli air mineral.
“Eh Diba!!” Seru fahri si ketua angkatan yang berlari kecil menuju ketiga gadis yang sudah berjalan keluar kantin.
“Wassap bang?” Adiba membalas sok keren begitu menoleh kebelakang melihat kearah fahri.
“Mm ayu mana?” Tanya fahri.
“Di kelas bang, why?”
“Oh gakpapa, entar deh gue susul ke kelas kalian” Setelah mengucapkan itu fahri meninggalkan ketiga gadis dengan rasa penasaran.
__ADS_1
“Tumbenan bang fahri nanya si ayu. Gosip itu betulan!?” Adara bertanya pada kedua teman nya.
“Gosip apaan, lo mah nimbun gosip mulu” Ambar menoyor kepala adara.
“Gue denger-denger dari anak TKR kalau bang fahri itu naksir si bunga dari kelas 1” Adara tidak mempedulikan kepala nya yang di toyor ambar. Gosip seru soalnya.
“Ngarang lo! Dia punya cewek” Adiba berucap lalu beranjak keluar kantin.
“Yaa gak tau sih bener apa nggak nya. Tapi cewek nya siapa kok gue gak tau?” Adara yang merasa diri nya adalah orang yang up to date masalah asmara nya anak-anak STM hits ini masak dia tidak tahu kalau fahri sudah punya cewek.
“Gue ngarang” Setelah berkata Adiba berlari menuju kelas nya yang sudah didepan mata sebelum diamuk adara yang kesal.
“Gue udah serius malah becanda tu bocil. Lagian kan gak mungkin banget gue ketinggalan informasi begitu. Pasti gua yang pertama tau” Adara membanggakan diri.
“Bangga banget lo jadi tukang gosip. Gak penting!” Ambar sedih melihat hal yang di banggakan adara, kasihan sekali sahabat nya itu.
Adiba masuk ke kelas adiba melihat ajis yang terduduk di lantai dekat meja guru dan ada ayu yang berdiri di depan ajis di tangan nya ada sapu.
“Kenapa lo?” Tanya adiba pada laki-laki yang duduk mengenaskan di lantai itu.
“Nih temen lo KDRT!!” Laki-laki itu mengadu sambil menunjuk ayu yang sejak tadi menatap nya tajam.
“Ha siapa yang KDRT?” Tanya adiba yang tampak tidak mengerti.
“Ayu nendang bokong gue keras banget sampe gue jatuh, padahal kan gue diem-diem aja” Ajis berbohong mana mungkin ayu begitu.
Ayu yang mendengar kebohongan ajis mengangkat tangan nya hendak memukul ajis dengan sapu yang ada di tangan nya.
“Bungg…” Adiba hanya memanggil ayu pelan dengan maksud untuk tidak memukul ajis.
“Gak usah bohong tadi lo yang mulai nyari perkara sama ayu” Adin yang menonton sejak tadi hanya berucap dengan nada sinis pada ajis.
Beberapa menit yang lalu memang ajis terus saja memuji ayu karena penampilan nya di upacara tadi.
Bukan nya senang ayu malah kesal karena ajis itu sangat berisik bagi nya.
Dan terjadilah hal yang diinginkan, ayu menendang kaki ajis dengan keras membuat laki-laki itu tersungkur di lantai.
“Ketua cepu lo!!” Ajis berdiri dari duduk nya.
“Hiks hiks hiks, gue aduin lo pada sama pak samsul karena udah bully gue” Ajis akting merengek. Bukan nya di pujuk teman nya yang lain malah menertawa kan.
“Temen gue tukang pukul lo bisa apa?” Adara menanggapi akting buruk ajis.
Tukang pukul yang di maksud adalah ayu. Di kelas ayu sering sekali berperan sebagai tukang pukul kalau ketenangan nya di ganggu.
“SELAMAT PAGI!!” Seru pak samsul yang memasuki kelah mengalihkan fokus anak itu dari ajis.
Bergegas mereka semua kembali ke meja masing-masing.
“PAGI PAK!!”
Pak samsul mengangguk dan tersenyum.
“Baik. Hari ini mau belajar di kelas saja atau di praktek di lapangan?”
“LAPANGAN!!” Jawab serentak dari anggota kelas itu.
Kalau di suruh pilih anatara belajar di kelas atau di lapangan saat pelajaran olahraga tentu saja mereka lebih memilih praktek di lapangan saja.
“Yasudah silahkan ganti baju, bapak tunggu di lapangan!” Pak samsul keluar kelas di susul beberapa siswi perempuan, Mereka hendak ke toilet berganti baju olahraga.
“Baik, hari ini materi pelajaran kita masih sama seperti minggu lalu yaitu basket” Ujar pak samsul.
“Berhubung minggu lalu bapak tidak bisa memberi pelajaran secara langsung tapi digantiikan oleh ayu bunga dan Adin, Jadi hari ini kita ulang lagi praktek nya bapak ingin tahu apakah kalian serius belajar atau tidak minggu lalu” Pak samsul berucap panjang lebar.
“Ketua kelas, pimpin barisan silahkan pemanasan terlebih dahulu seperti biasa” Perintah pak samsul kepada semua anak TKJ1 itu.
Adin mengambil alih barisan dan mulai memimpin pemanasan yaitu lari keliling lapang juga beberapa gerakan pemanasan lain.
Pelajaran olahraga di hari senin dan jam pertama adalah yang menyebalkan bagi para pelajar, sudah dijemur pas upacara berdiri lama dan setelah nya malah olahraga.
Masih hari pertama aja udah keringetan belajar nya.
“Aduh, lelah hayati” Adara mengomel sambil berlari kecil tetap pemanasan.
__ADS_1
“Ngeluh mulu hidup lo” SKAK ajis yang sengaja memperlambat lari nya hanya untuk mengejek adara.
Adara tidak membalas, detik ini tidak ada ***** untuk berdebat dengan ajis. Tapi gak tahu kalau nanti.
Pemanasan telah selesai dan mereka kembali membentuk barisan seperti awal untuk memulai pelajaran inti.
“Kembali bentuk kelompok seperti minggu lalu” Perintah pak samsul.
“Sudah?”
Pak samsul bertanya begitu melihat murid-murid nya telah berdiri sesuai kelompok
“Lalu untuk hari ini kita melakukan pertandingan tim, setelah di temukan 2 kelompok pemenang maka akan kita adu di pertandingan final”
Semua anak TKJ kelas itu bersorak semangat kecuali ayu, tanda mereka suka melakukan pertandingan seperti ini daripada hanya terpaku pada materi di buku.
“Semua anggota kelompok bergiliran melakukan shooting, terserah mau pakai teknik shooting apa yang jelas tidak boleh asal-asal menembak ke arah keranjang”
Pak samsul menjelaskan aturan main nya.
“Siap Pak!!” Jawaban serentak dari mereka.
Pertandingan pun dimulai dari anggota perkelompok melakukan shooting dan 2 kelompok dengan score terbanyak lah yang akan maju ke pertandingan final.
“Ayu dan adin nanti kalian berdua jadi kapten tim saja, oke?”
Ayu dan bunga mengangguk serentak setuju dengan usul guru itu.
Jumlah murid dalam satu kelas XI TKJ1 ada 30 murid yahg terdiri dari 22 murid laki-laki dan 8 murid perempuan.
Kelompok yang bertanding hari ini ada 7 kelompok yang berisi 4 anggota, bercampur antara murid perempuan dan laki-laki.
Setelah permainan sengit dengan jumlah score yang tipis pertandingan awal di menangkan oleh kelompok 2 dan 5 dengan perbandingan score 10:11 point.
Selanjut nya pertandingan final dimana kelompok 2 dan 5 lah yang akan bertanding permain basket sesungguh nya tidak hanya shooting seperti pertandingan awal.
“Baik sekarang kita masuk ke pertandingan sesungguh nya untuk kelompok 2 dan 5” Pak samsul berucap.
“Ayu dan adin akan menjadi kapten tim kalian biar lengkap lima orang pemain. Ayu untuk kelompok dua dan adin untuk kelompok lima”
“Pak, tangan ayu seperti nya lagi sakit lebih baik di ganti sama yang lain pak” Perkataan adin membuat pandangan mereka teralih pada tangan kanan ayu.
“Saya baik-baik aja pak, bisa main kok” Ayu menjawab duluan sebelum di tanya pak samsul.
“Kamu yakin?” Pak samsul bertanya dan hanya di balas anggukan kepala oleh ayu.
Adiba, adara dan ambar hanya mendengus kesal melihat ayu yang bersikeras hendak main. Awal nya adiba lah yang hendak memberitahu pak samsul pasal tangan ayu yang sakit tapi sudah keduluan sama adin jadi adiba hanya diam.
Mengingat ayu adalah orang yang keras kepala maka percuma mereka melarang gadis itu jadi biarkan saja, nanti kalau ayu mengeluh sakit mereka hanya perlu memarahi gadis itu.
“Baiklah kalau kamu yakin, tapi kalau nanti sakit bilang sama bapak biar di gantikan teman mu yang lain. Oke?” Pak samsul tahu pasti ayu sangat ingin bermain.
Ayu hanya mengangguk dan berjalan kearah kelompo 2 yang berisi empat laki-laki.
“Lo posisi 1, lo posisi 2. Lo posisi 3 dan lo 4, gue diposisi 5” Ayu menunjuk keempat teman nya itu dan menentukan posisi mereka selaku kapten tim.
Hanya menyebutkan nomor posisi saja mereka sudah paham apa itu dan juga tugas nya masing-masing.
Tidak ada bantahan keempat laki-laki itu hanya mengangguk dan berjalan menuju posisi sesuai nomor posisi mereka.
Adin juga melakukan hal sama seperti ayu, menentukan posisi anggota tim nya.
Sebenarnya adin tidak suka jika dia harus melawan ayu tapi mau bagaimana lagi.
“Semua siap? MARI KITA MULAI!!”
🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼
Maaf kalau ceritanya ngebosenin 😬
Terimakasih buat yang selalu like setiap bab di cerita ku.
Jangan lupa tambahkan ke favorito
__ADS_1
Like, comment nya juga dunggg