Bunga Anak STM

Bunga Anak STM
Adin


__ADS_3

...*Happy Reading **💕*...


Keadaan Aula mulai senyap menikmati Alunan gitar dari Adin yang sekarang sudah duduk berdua dengan Ayu.


Aku mengerti


Perjalanan hidup yang kini kau lalui


Suara merdu Adin terdengar menyambut pendengaran semua orang dia Aula, tidak lupa dengan petikan senar gitar yang menghasilkan melodi indah.


Ku berharap


Meski berat kau tak merasa sendiri


Adin menatap Ayu yang duduk di hadapan nya dengan dalam, entalah Adin seperti benar-benar menyampaikan pada Ayu.


Kau telah berjuang menaklukan


hari-hari mu yang tak mudah


Pandangan Adin tidak lepas dari wajah Ayu.


Biar ku menemani mu


Membasuh lelah mu


Izinkan ku lukis senja


Mengukir nama mu disana


Mendengar kamu bercerita


Menangis tertawa


Biar ku lukis malam


bawa kamu bintang-bintang


Tuk temani mu yang terluka


hingga kau bahagia


Setelah menyelesaikan part lagu nya barulah Adin mengalihkan pandangan dari Ayu dan melihat kearah penonton yang terlihat sangat menikmati suara nya.


Tiba bagian Ayu, tapi sayang nya gadis itu tidka melakukan hal yang sama seperti Adin tadi.

__ADS_1


Aku di sini


Walau letih, coba lagi, jangan berhenti


Ku berharap


Meski berat, kau tak merasa sendiri


Pandangan Ayu masih terarah kepada para penonton lebih tepat nya pada Adiba dan Ambar yang duduk di kursi paling depan.


Kau t'lah berjuang


Menaklukkan hari-harimu yang tak indah


Biar ku menemanimu


Membasuh lelahmu


Pada part kali ini Ayu mengikuti hal yang sesuai dengan video yang dia lihat sebelum nya.


Izinkan kulukis senja


Mengukir namamu di sana


Mendengar kamu bercerita


Menangis, tertawa


Biar kulukis malam


Bawa kamu bintang-bintang


Sampai disini, Ayu langsung memutus kontak mata mereka berdua kembali melihat kearah Adiba dan Ambar.


'Tuk temanimu yang terluka


Suara merdu dan tegas Adin menyanyikan lirik ini dengan tatapan tetap pada Ayu.


Hingga kau bahagia, ha-ha


Ha-ah, ha-ha


Ayu mengeluarkan bakat bernyanyi nya dengan baik.


Adin yang merasa Ayu tidak nyaman bertatapan dengan nya hanya bisa tersenyum tipis tanda kecewa.

__ADS_1


Izinkan kulukis senja


Mengukir namamu di sana


Mendengar kamu bercerita


Menangis, tertawa


Suara Adin masih sopan memasuki telinga para pendengar hari ini.


Biar kulukis malam


Bawa kamu bintang-bintang


Ayu memainkan lagu dengan nada-nada yang sangat bagus membuat orang-orang terpukau mendengar suara nya si bintang yang jarang terdendengar.


'Tuk temanimu yang terluka


Hingga kau bahagia


Pada akhir lagu, Ayu kembali menatap Adin lagi-lagi hanya untuk menyesuaikan dengan video sebelum nya tidak ada maksud apa-apa. Bagaimanapun ada hati yang harus Ayu jaga.


Ya, Selain tidak suka pada Adin Ayu juga harus menjaga perasaan sahabat nya yang menyukai Adin.


Hu huuuu huuuuuuu


Sorakan dan tepuk tangan langsung terdengar begitu kedua sejoli itu menyelesaikan lagu nya.


...🌼🌼🌼...


“Ajigile buket keren banget, baru tau gue kalau buket bisa nyanyi” Ucapan Indra menyambut Ayu yang baru saja kembali ke samping panggung.


“Iye ni jarang banget bisa denger suara lo” Pak Rahmat juga menimpali ucapan Indra.


“gue masukin ke band sekolah lo mau kagak?” Pak Rahmat bertanya menggunakan bahasa lo-gue, itu hal biasa dilakukan guru muda itu pada murid-murid nya.


“No, thanks” Ayu langsung menolak tegas, dia tidak menambah beban pikiran dan tenaga cukup ekstrakurikuler Basket saja yang buat pening.


Ayu kembali duduk di tempat nya semula yaitu disamping Revan, sejak tadi laki-laki itu hanya diam tidak memberi respon apapun atas penampilan Ayu dan Adin. Mata nya hanya menatap lurus kedepan tidak peduli Ayu yang kebingungan di samping nya.


Acara berlanjut dengan penampilan kelas-kelas yang lain, ada yang menampilkan puisi, drama singkat hingga hal lain.


Dan sekarang mereka tiba di segmen pembagian ‘jimat keberuntungan’ yang diberikan oleh masing-masing adik kelas.


Juga selama acara Ayu bingung kenapa Revan hanya diam, tidak ada bicara sama sekali tidak seperti biasa nya.

__ADS_1


__ADS_2