
...*Happy Reading **💕*...
Keadaan Aula mulai senyap menikmati Alunan gitar dari Adin yang sekarang sudah duduk berdua dengan Ayu.
Aku mengerti
Perjalanan hidup yang kini kau lalui
Suara merdu Adin terdengar menyambut pendengaran semua orang dia Aula, tidak lupa dengan petikan senar gitar yang menghasilkan melodi indah.
Ku berharap
Meski berat kau tak merasa sendiri
Adin menatap Ayu yang duduk di hadapan nya dengan dalam, entalah Adin seperti benar-benar menyampaikan pada Ayu.
Kau telah berjuang menaklukan
hari-hari mu yang tak mudah
Pandangan Adin tidak lepas dari wajah Ayu.
Biar ku menemani mu
Membasuh lelah mu
Izinkan ku lukis senja
Mengukir nama mu disana
Mendengar kamu bercerita
Menangis tertawa
Biar ku lukis malam
bawa kamu bintang-bintang
Tuk temani mu yang terluka
hingga kau bahagia
Setelah menyelesaikan part lagu nya barulah Adin mengalihkan pandangan dari Ayu dan melihat kearah penonton yang terlihat sangat menikmati suara nya.
Tiba bagian Ayu, tapi sayang nya gadis itu tidka melakukan hal yang sama seperti Adin tadi.
__ADS_1
Aku di sini
Walau letih, coba lagi, jangan berhenti
Ku berharap
Meski berat, kau tak merasa sendiri
Pandangan Ayu masih terarah kepada para penonton lebih tepat nya pada Adiba dan Ambar yang duduk di kursi paling depan.
Kau t'lah berjuang
Menaklukkan hari-harimu yang tak indah
Biar ku menemanimu
Membasuh lelahmu
Pada part kali ini Ayu mengikuti hal yang sesuai dengan video yang dia lihat sebelum nya.
Izinkan kulukis senja
Mengukir namamu di sana
Mendengar kamu bercerita
Menangis, tertawa
Biar kulukis malam
Bawa kamu bintang-bintang
Sampai disini, Ayu langsung memutus kontak mata mereka berdua kembali melihat kearah Adiba dan Ambar.
'Tuk temanimu yang terluka
Suara merdu dan tegas Adin menyanyikan lirik ini dengan tatapan tetap pada Ayu.
Hingga kau bahagia, ha-ha
Ha-ah, ha-ha
Ayu mengeluarkan bakat bernyanyi nya dengan baik.
Adin yang merasa Ayu tidak nyaman bertatapan dengan nya hanya bisa tersenyum tipis tanda kecewa.
__ADS_1
Izinkan kulukis senja
Mengukir namamu di sana
Mendengar kamu bercerita
Menangis, tertawa
Suara Adin masih sopan memasuki telinga para pendengar hari ini.
Biar kulukis malam
Bawa kamu bintang-bintang
Ayu memainkan lagu dengan nada-nada yang sangat bagus membuat orang-orang terpukau mendengar suara nya si bintang yang jarang terdendengar.
'Tuk temanimu yang terluka
Hingga kau bahagia
Pada akhir lagu, Ayu kembali menatap Adin lagi-lagi hanya untuk menyesuaikan dengan video sebelum nya tidak ada maksud apa-apa. Bagaimanapun ada hati yang harus Ayu jaga.
Ya, Selain tidak suka pada Adin Ayu juga harus menjaga perasaan sahabat nya yang menyukai Adin.
Hu huuuu huuuuuuu
Sorakan dan tepuk tangan langsung terdengar begitu kedua sejoli itu menyelesaikan lagu nya.
...🌼🌼🌼...
“Ajigile buket keren banget, baru tau gue kalau buket bisa nyanyi” Ucapan Indra menyambut Ayu yang baru saja kembali ke samping panggung.
“Iye ni jarang banget bisa denger suara lo” Pak Rahmat juga menimpali ucapan Indra.
“gue masukin ke band sekolah lo mau kagak?” Pak Rahmat bertanya menggunakan bahasa lo-gue, itu hal biasa dilakukan guru muda itu pada murid-murid nya.
“No, thanks” Ayu langsung menolak tegas, dia tidak menambah beban pikiran dan tenaga cukup ekstrakurikuler Basket saja yang buat pening.
Ayu kembali duduk di tempat nya semula yaitu disamping Revan, sejak tadi laki-laki itu hanya diam tidak memberi respon apapun atas penampilan Ayu dan Adin. Mata nya hanya menatap lurus kedepan tidak peduli Ayu yang kebingungan di samping nya.
Acara berlanjut dengan penampilan kelas-kelas yang lain, ada yang menampilkan puisi, drama singkat hingga hal lain.
Dan sekarang mereka tiba di segmen pembagian ‘jimat keberuntungan’ yang diberikan oleh masing-masing adik kelas.
Juga selama acara Ayu bingung kenapa Revan hanya diam, tidak ada bicara sama sekali tidak seperti biasa nya.
__ADS_1