Calon Kakak Ipar Ku Menjadi SuamiKu

Calon Kakak Ipar Ku Menjadi SuamiKu
Episode 10


__ADS_3

"Apa yang harus aku lakukan? Kenapa aku sangat sedih sekali. Aku sama sekali tidak diperlakukan seperti istri pak Alan sendiri." ucap Adel.


"Adel kamu tidak boleh menangis, walaupun kalian tidak saling mencintai Tapi kamu adalah seorang istri, tugas kamu harus melayani Suami, mematuhi nya." batin Adel menguat kan diri sendiri.


Setelah meletakkan semua foto di kamar dia memasang nya sendiri memenuhi dinding kamar nya itu. Dengan cara seperti itu dia sangat bahagia sekali.


"Pernikahan ini memang tidak lah aku ingin kan, tapi aku tau ini sudah pilihan Tuhan untuk ku, aku pasti yakin ada hikmah dari semua ini." ucap Adel sambil tersenyum.


Dia keluar dari kamar dia melihat Alan sedang sibuk dengan laptop dan berkas-berkas nya di atas meja.


"Kak.." panggil Adel mendekati Alan.


"Ada apa?" tanya Alan.


"Rumah ini masih banyak kekurangan barang, aku ingin membeli nya agar aku bisa masak juga di rumah." ucap Adel.


Alan mengeluarkan dompet dan memberikan uang kepada Adel.


"Belilah semua kebutuhan yang kamu ingin beli dan jangan mengganggu saya lagi!" ucap Alan memberikan uang.


"Tapi kak, aku tidak tau membeli nya di bagian mana, aku juga tidak bisa membawa semua nya sendiri." ucap Adel..Alan menatap Adel.


"Hanya membeli barang-barang seperti itu saja harus di temanin? Dasar anak yang sangat manja!" ucap Alan.


"Orang tua kakak bilang kalau aku tidak boleh keluar sendiri. Itu sebab nya aku mengajak kakak." ucap Adel.


Alan Menghela nafas panjang.


"Kamu tidak melihat saya sedang bekerja? Sebaik nya kamu pergi saja sendiri!" ucap Alan.


"Kalau begitu aku akan menunggu kakak selesai bekerja." ucap Adel.


"Terserahlah." ucap Alan kembali fokus bekerja.


"Kakak mau di buat kan Kopi?" tanya Adel. Alan tidak menjawab, Adel berinisiatif untuk membuat nya.


Dia meletakkan di atas Meja.


"Ini sudah dingin bisa langsung di minum Kopi nya kak." ucap Adel karena dari tadi tidak di perduli kan.


"Kamu bisa berhenti mengganggu saya tidak? Saya sedang bekerja! Kamu pergi lah mencari kesibukan." ucap Alan.


"Tidak ada yang bisa aku lakukan kak, semua nya sudah aku bersihkan. Barang-barang sudah aku rapikan." ucap Adel.

__ADS_1


"Pergi lah dari hadapan saya! Jangan ada di sini, karena kamu membuat saya terganggu." Ucap Alan.


Adel berdiri dia duduk di lantai karena hanya ada satu kursi dan satu meja di sana.


"Baiklah Kak, aku minta maaf." ucap Adel. Dia merasa kopi yang dia buat tidak akan bisa di minum akhirnya dia membawa nya ke dapur.


"Aku pikir aku tidak akan Bosan di sini, ternyata lebih membosankan." batin Adel.


"Tapi tidak apa-apa, setidaknya aku tidak lagi di marahi oleh Bunda dan Ayah." ucap Adel. Dia jalan-jalan memeriksa setiap sudut rumah itu.


"Aku akan menata rumah ini seperti yang aku inginkan." batin Adel.


Tidak terasa sudah sangat malam. Alan baru saja selesai bekerja dia melihat sekitar nya sangat sepi. Dia mau ke kamar namun dia mendengar Suara.


"Auhhh perut ku sangat sakit sekali.."


Alan mendekati asal suara itu.


"Apa yang kamu lakukan di sana?" tanya Alan melihat Adel meringkuk di Balik meja masak.


Adel menoleh ke arah Alan.


"Aku sangat lapar kak." ucap Adel.


"Tidak ada yang bisa di makan di rumah ini." ucap Adel.


"Kenapa kamu sangat bodoh? kamu bisa memesan dari luar, kamu bisa membeli keluar sendiri." ucap Alan.


"Tapi tempat belanja sangat jauh dari sini, aku juga bingung memasak nya dengan apa, yang menjual makanan juga sangat jauh." ucap Adel.


"Kamu sudah dewasa, kamu bukan anak SD yang harus di layani. Jangan hanya bisa menyusahkan orang lain saja." ucap Alan langsung masuk ke kamar nya.


Adel menghela nafas panjang. "Aku bingung dengan alamat di sini, aku sama sekali tidak tau, bagaimana cara aku memesan makanan?" ucap Adel.


Dia meminum air putih dan segera keluar dari rumah itu.


Adel menghentikan ojek yang kebetulan lewat. Dia meminta di antar kan ke tempat makan terdekat.


Setelah sampai akhir nya dia bisa Makan. Dia memesan dua porsi sekaligus.


Tidak beberapa lama akhirnya dia kenyang.


"Aku harus segera pulang." ucap Adel.. Namun dia teringat Alan yang belum makan Sama sekali akhirnya dia membungkus untuk nya.

__ADS_1


Setelah itu dia berjalan karena tidak menemukan Taksi atau ojek.


Dia sangat lelah setelah sudah di depan simpan ke rumah nya dia melihat mobil suami nya melewati dia.


"Itu kan Kak Alan, dia mau kemana?" ucap Adel.


Adel menghentikan nya. Alan menghentikan mobilnya mendadak.


"Apa-apaan kamu?! Kamu mau mati?" ucap Alan sangat marah. Adel juga ikut terkejut.


"Aku minta maaf kak, aku hanya ingin bertanya kakak mau kemana?" tanya Adel.


"Bukan urusan kamu! Pergi lah dari sana, saya buru-buru." ucap Alan.


"Kakak belum makan, aku sudah membeli makanan untuk kakak." ucap Adel sambil mengangkat makanan di tangan nya.


"Ingat yah kita hanya di jodohkan, jangan bertingkah seolah-olah kita saling mencintai dan saling perduli. Sebaik nya kamu memikirkan diri kamu sendiri yang seperti anak kecil." ucap Alan menutup pintu dan langsung meninggalkan Adel.


Adel menghela nafas panjang.


"Huff seperti nya kak Alan buru-buru, biarkan saja lah, aku akan memasukkan ini ke pamanas makanan." ucap nya.


Dia sampai di rumah dan ternyata rumah di kunci dia sama sekali tidak memiliki kunci cadangan. Handphone nya juga ada di dalam rumah.


Adel panik dia mencoba mencari jalan masuk namun tidak ada.


Terpaksa Adel harus menunggu suaminya pulang. Di luar sendirian kedinginan dan di Gigit nyamuk.


"Kak Alan masih lama yah pulang nya?" batin Adel.


Sementara di tempat lain Alan sedang berkumpul dengan teman-teman nya di restoran makan bersama.


Setelah selesai makan mereka menghadiri party bersama teman-teman nya.


"Hey bro! Ini sudah jam 12 malam, apa kamu tidak pulang? Kasihan istri mu pasti menunggu." ucap salah satu teman nya karena semua teman nya tau kalau dia sudah menikah.


"Hufff sudah lah jangan di pikirkan, dia banyak teman di rumah." ucap Alan.


Alan dan teman-teman nya sudah mabuk.


"Bro kami pulang dulu yah " Semua teman Alan sudah pulang tinggal hanya Alan sendirian di sana.


Dia mengambil handphone nya dan melihat foto nya bersama mutiara.

__ADS_1


"Mutiara, kamu di mana? Kenapa kamu tidak membalas pesan ku? Apa kamu tidak merasakan kalau sekarang aku sangat merindukan kamu." ucap Alan.


__ADS_2