Calon Kakak Ipar Ku Menjadi SuamiKu

Calon Kakak Ipar Ku Menjadi SuamiKu
Episode 15


__ADS_3

Alan memerhatikan kedua orang tua nya sangat memperhatikan dan menyanyangi Adel.


"Orang tua ku begitu aneh, kenapa mereka sangat menyukai perempuan bodoh ini." ucap Alan dalam hati.


Tidak beberapa lama makan selesai, Adel Mambawa kan minuman dan juga buah untuk di makan di ruang tamu sambil cerita-cerita.


"Oh iya Adel, apa kamu dan orang tua kamu sudah saling berbicara?" tanya Bu Yani.


"Belum mah, seperti nya mereka sedang sibuk." ucap Adel.


"Humm benar banget, mereka sangat sibuk, mereka meminta Mamah menyampaikan kepada kamu kalau Mereka sedang di luar negeri. Untuk beberapa Minggu ke depan." ucap Bu Yani.


"Oohh gitu yah mah." ucap Adel. Bu Yani mengangguk.


"Ini sudah malam, bagaimana kalau kalian menginap di sini saja?" tanya Bu Yani.


"Tidak perlu mah, Lagian balik ke rumah tidak lah jauh. Sebaik nya kami pulang saja." ucap Alan. "Mamah Saman papah ingin sesekali kalian menginap di sini." ucap Bu Yani.


"Lain kali saja yah Mah, lagian Adel pasti lebih nyaman tidur di rumah." ucap Alan.


"Itu mah kamu." ucap Bu Yani. "Iyah mah, sebaiknya kami pulang saja. lain kali kalau hari ke libur, kami pasti akan tidur di sini." ucap Adel.


"Janji yah?" tanya Bu Yani. Adel dan Alan mengangguk. "Ya sudah deh. Kalian boleh pulang." ucap Bu Yani. Alan dan Adel berpamitan pulang ke pada orang tua Alan.


Di perjalanan pulang tidak ada percakapan apapun di antara mereka. Tidak beberapa lama akhirnya sampai di rumah.


Alan menoleh ke arah Adel. "Sudah sampai!" ucap Alan dengan nada yang sangat dingin. Namun ternyata Adel ketiduran.


Sudah kebiasaan Adel ketiduran di mobil ketika malam.


"Hey bangun!" ucap Alan membangun kan Adel namun Adel tak kunjung bangun.


Alan menghela nafas panjang. Dia menatap wajah Adel.


"Wajah nya begitu mirip sekali dengan Monika." batin Alan.


Adel tiba-tiba membuka mata nya dia melihat Alan langsung mengalihkan pandangannya dari Adel.


"Ki-kita sudah sampai! Kamu kebiasaan sekali tidur di dalam mobil!" ucap Alan langsung keluar dari dalam mobil. Adel mengusap matanya.


"Maaf kak." ucap Adel. Adel keluar dari mobil dan menuju ke dalam rumah.

__ADS_1


"Bukk!!" Tidak sengaja dia menabrak Alan yang sedang membuka Pintu.


"Auhh!!!" Adel memegang kepala nya.


"Kamu bisa melihat jalan dengan benar tidak? saya sudah sebesar ini di sini namun kamu tidak melihat nya?" ucap Alan.


"maaf-maaf kak, tadi aku belum Sadar." ucap Adel. Alan menghela nafas panjang. Dia melihat Adel memegang kepala nya.


"Badan saya tidak sekeras besi sehingga kamu memegang kepala kamu seperti itu!" ucap Alan, Adel langsung menurunkan tangan dari kepala nya.


Mereka masuk ke kamar masing-masing, sampai di kamar Adel langsung tidur, sementara di kamar Alan dia langsung membuka aplikasi game nya karena dia belum mengantuk.


Main game semakin fokus, dia terus berbicara sendiri marah-marah sampai tidak mengingat waktu kalau sudah tengah malam.


Setelah game nya kalah dia kesal dia melempar kan handphone nya dan langsung berbaring.


"Sudah jam dua belas malam, sebaiknya aku tidur." ucap Alan, akhirnya dia tertidur begitu pulas di kasur empuk nya itu.


Di pagi hari yang cerah Adel bangun dia melihat cahaya yang memasuki jendela kamar nya. "Hummmm..." dia bergeliat.


"Kenapa sangat terang sekali yah?" ucap Adel sambil melihat jam ternyata sudah jam sembilan pagi.


"Ya Allah kenapa aku bisa bangun telat?" ucap Adel.


Dia keluar dari kamar dia tidak melihat siapapun di rumah itu, sangat sepi seperti tidak ada siapa-siapa dan rumah itu.


"Seperti nya kak Alan sudah berangkat bekerja, bagaimana dia berangkat bekerja? Apa dia tidak minum atau sarapan dulu?" ucap Adel dalam hati.


Namun tiba-tiba Pintu rumah terbuka. Alan kembali ke rumah dia melihat Adel.


"Kok kakak pulang lagi?" tanya Adel.


"Kamu kenapa bisa ada di rumah jam segini?" tanya Alan. "Aku bangun kesiangan kak." ucap Adel. Alan terdiam sejenak, dia pikir tadi istri nya sudah berangkat ke sekolah.


"Kakak kenapa pulang ke rumah? Apa ada ketinggalan sesuatu?" tanya Adel.


"Kebetulan sekali kamu tidak ke sekolah hari ini, sebaik nya kamu ikut saya!" ucap Adel.


"Kemana kak? Aku belum mandi." ucap Adel.


"Perempuan seperti apa kamu?! Bagaimana kamu ham segini belum mandi? Pergi mana sana, jangan lama kamu bukan lah putri yang harus di tungguin." ucap Alan. Adel mengganguk.

__ADS_1


"Baiklah kak," Adel langsung pergi ke kamar nya langsung mandi tidak beberapa menit dia turun sudah sangat rapi.


"Kita mau ke mana kak?" Tanya Adel sangat senang sekali akhirnya di ajak keluar oleh suami nya untuk pertama kalinya.


"Kamu tidak perlu berlebihan seperti ini, kita hanya membeli beberapa Peralatan untuk mengisi rumah ini." ucap Alan.


Adel melihat dirinya. "Menurut ku aku biasa saja kak, apa aku perlu mengganti nya?" tanya Adel. "Tidak Perlu! Kamu hanya membuat waktu saya terbuang sia-sia!" ucap Alan.


Akhirnya mereka pergi ke sebuah toko perabotan yang benar-benar lengkap.


Tidak beberapa lama akhirnya mereka sampai.


Saat berjalan ke dalam tiba-tiba Adel berhenti, dia memegang perut nya.


"Kamu kenapa?" tanya Alan. "Perut ku sangat sakit sekali kak." ucap Adel. "Bagaimana bisa?" tanya Alan.


"Gak tau kak." ucap Adel.


"Tadi pagi kamu sudah sarapan?" tanya Alan. Adel menggeleng kan kepala nya.


"Belum kak. Aku tidak sempat Sarapan." ucap Adel.


"Huff kamu memang perempuan yang sangat bodoh! Bagaimana bisa makan saja kamu lupain?" ucap Andre.


"Kita mencari tempat makan dulu!" ucap Alan. Dia mengikuti Alan berjalan ke gedung sebelah.


Sampai di sana dia langsung makan, perut nya sudah baikan lagi. "Huff akhirnya tidak sakit lagi." batin Adel.


"Ayo segera pergi. saya tidak punya waktu banyak." ucap Alan.


"Kakak mau kemana lagi?" tanya Adel. "Saya harus kembali ke perusahaan!" ucap Alan. "Kalau pekerjaan kakak sangat mendadak, sebaiknya kakak pergi saja dulu ke kantor." ucap Adel.


"Masih ada dua jam lagi, ayo berangkat." ucap Alan. Mereka pun segera mencari peralatan yang mereka butuhkan.


Sampai di toko perabotan.


"Selamat datang di toko kami Bu, pak, apa yang bisa kami bantu?" tanya karyawan toko.


"Mau mencari Sofa dan kasur kak." ucap Alan.


"Loh kok kasur kak?" tanya Adel.

__ADS_1


"Kasur yang di rumah itu tidak bagus, badan saya sakit-sakit." ucap Alan.


__ADS_2