
"Bukan nya kakak sendiri yang meminta ku agar berhenti perduli dan melakukan hal itu? aku takut memasak namun tidak dimakan." ucap Adel.
Alan terdiam sejenak.
"Sekarang kamu harus melakukan nya, kamu sudah menjadi istri saya jadi setidaknya kamu memiliki tanggung jawab. Agar suatu saat nanti kamu bisa mengurus suami yang kamu cintai." ucap Alan.
"Aku hanya mau mengurus kakak suami ku satu-satunya." ucap Adel.
Alan terdiam. "Kok kakak diam?" tanya Adel..Alan menggeleng kan kepala nya. "Sebaiknya kamu segera masak sana!" ucap Alan.
"Tapi kak." ucap Adel.
"Ada apa lagi? Saya sudah sangat lapar sekali." ucap Alan.
"Aku tidak memasak bukan karena mau, Tapi bahan-bahan yang mau di masak sudah habis." ucap Adel.
"Kenapa kamu tidak belanja." ucap Alan. "Humm aku tidak memiliki uang kak." ucap Adel.
"Kartu kredit yang saya berikan sebelum nya kemana?" tanya Alan.
"Aku tidak berani menggunakan nya kalau tidak di suruh kak, aku juga tidak memiliki uang untuk belanja." ucap Adel.
Alan masuk ke kamar nya dan tidak beberapa lama kembali. "Nih ambil lah ini." ucap Alan memberikan uang cash.
"Ini untuk apa kak?" tanya Adel.
"Besok kamu tidak sekolah kan? Pergi lah belanja." ucap Alan. Adel mengambil kartu dari kamar dan memberikan nya kepada Alan.
"Aku tidak ingin menggunakan ini kak, sebaiknya kakak memberikan setiap bulan nya untuk belanja saja." ucap Adel.
"Apa ini cukup?" tanya Alan. Adel menganguk.
"Ini lebih dari cukup." ucap Adel.
"Lalu bagaimana dengan keperluan kamu yang lain?" tanya Alan.
"Aku masih bisa menggunakan uang tabungan ku kak, aku tidak ingin menjadi beban kakak." ucap Adel. Alan menghela nafas panjang.
"Kamu sudah menjadi tanggung jawab saya, apapun itu kebutuhan kamu katakan kepada saya." ucap Alan. Adel menggeleng kan kepala nya.
"Kita menikah memang resmi kak, tapi aku harus sadar posisi ku di sini seperti apa." ucap Adel. Alan seketika langsung terdiam.
Dia mengingat kata-kata jahat yang dia katakan kepada istri nya itu sehingga sekarang Adel menolak kebaikan nya.
"Apa kamu mengatakan itu karena sifat saya?" tanya Alan..Adel tampa ragu mengangguk.
"Kakak tidak mencintai ku, seperti yang kakak katakan kalau suatu saat nanti kita akan berpisah, jadi aku tidak ingin berutang Budi atau pun uang kepada kakak." ucap Adel.
__ADS_1
"Tapi kamu istri saya." ucap Alan. Adel menggeleng kan kepala nya.
"Aku tidak istri kakak seutuhnya. Aku tidak melakukan apa-apa untuk kakak sehingga membuat kakak wajib menafkahi ku, jadi tidak perlu memikirkan tentang itu." ucap Adel.
Alan paham dan sangat mengerti apa yang di katakan Adel mengarah ke mana.
"Baiklah saya mengerti apa yang kamu maksud, tapi saya suami kamu, apapun yang saya katakan tidak bisa di bantah oleh kamu! Jadi minta nomor rekening kamu karena saya akan memberikan jatah perbulan kamu." ucap Alan.
Adel menggeleng kan kepala nya.. Namun Alan langsung mengambil handphone Adel.
"Kak aku mohon jangan, orang tua ku sudah banyak menyusahkan keluarga kakak, aku tidak ingin." ucap Adel mau mengambil handphone nya namun Alan tidak memberikan nya.
"Buka ini! Buka!" ucap Alan.
Adel mau akhirnya membuka kunci handphone nya.
Alan melihat notifikasi dari Yoga yang belum di baca oleh Adel. "Selamat tidur yah, mimpi yang indah sampai jumpa Besok cantik." Isi pesan.
Wajah Alan seketika berubah dingin melihat itu.
"Sebaiknya kamu membalas pesan itu dulu." ucap Alan. Adel melihat pesan dari Yoga dan membalas nya.
Setelah itu Alan mengambil nomor rekening Adel.
"Nih sudah masuk." ucap Alan.
"Kalau kamu tidak menerima nya saya tidak segan-segan memberi tau kepada orang tua kamu tentang Yoga dengan kamu." ucap Alan.
Adel langsung diam. "Kalau begitu kamu harus menemani saya makan malam di luar." ucap Alan.
"Tapi ini sudah jam berapa kak?" ucap Adel.
"Kamu besok tidak sekolah kan? Lagian ini masih jam sembilan lewat. Buruan saya sudah lapar." ucap Alan langsung menarik tangan Adel.
Adel masuk ke dalam mobil suami nya. Di dalam mobil tidak ada percakapan apapun.
Sesampainya di tempat makan tidak jauh dari rumah.
Makanan sudah di hidangkan di atas meja.
"Kenapa begitu banyak kak? Apa Kakak bisa menghabiskan nya?" tanya Adel.
Alan menatap Adel.
"Apa kamu tidak makan? Makan bersama Yoga sudah membuat kamu kenyang?" tanya Alan. Adel menganguk.
"Aku tidak biasa makan tengah malam kak." ucap Adel. "Saya melihat badan kamu sangat kurus, saya tidak ingin orang tua saya beranggapan kalau saya tidak memberi kan kamu makan. Makan lah yang banyak karena hari Minggu kita harus ke sana." ucap Alan.
__ADS_1
"Tapi kak."
Namun Alan langsung menyuapi nya.
Adel seketika berhenti berbicara.
"Makan lah. Saya tidak suka orang yang menolak perkataan saya." ucap Alan..Adel tidak bisa mengatakan apapun dia akhirnya mau makan.
Melihat Adel makan Alan tersenyum namun tidak di tau oleh Adel.
Setelah selesai makan mereka duduk di taman. Alan merokok di samping Adel membuat Adel batuk-batuk. Alan langsung menatap Adel.
"Ada apa?" tanya Alan.
Adel menggeleng kan kepala nya, Alan langsung mematikan rokoknya.
"Saya terbiasa merokok setelah selesai makan." ucap Alan. "Humm aku tau." ucap Adel. Alan menoleh ke arah Adel yang hanya menggunakan Daster pendek.
Dia kedinginan sambil menggosok kedua tangan nya..
Kebetulan Alan memakai kemeja.
"Nih pakai lah, saya tidak ingin tinggal dengan perempuan yang masuk angin hanya karena menemani suaminya merokok di taman." ucap Alan.
Adel mengambil kemeja Alan dan menyelimut kan nya.
Alan masih menikmati rokok nya lebih jauh dari Adel. Dari jauh dia memerhatikan Adel yang hanya diam saja sambil melihat-lihat orang-orang yang ada di depan nya.
"Huff di sini sangat dingin sekali. Apa kak Alan masih lama lagi." ucap nya.
Dia menoleh ke arah Alan, namun Alan langsung memalingkan pandangannya.
"Kak apa Kakak masih lama? Aku sangat kedinginan." ucap Adel mendekati Alan.
Alan berdiri. "Baiklah kita pulang." ucap Alan. Adel mengangguk dia mengikuti Alan dari belakang.
Adel melihat gulali yang berbentuk lucu-lucu.
"Auh" dia tidak melihat jalan sehingga tidak sadar Alan berhenti dan dia tabrak.
"Apa yang kamu lihat sehingga tidak bisa melihat saya di sini?" ucap Alan.
Adel menggeleng kan kepala nya.
Alan melihat ke arah yang di lihat oleh Adel Tadi.
Dia berjalan ke penjual gulali.
__ADS_1
"Kamu mau?" tanya Alan. Adel mengangguk dengan cepat sambil tersenyum.