Calon Kakak Ipar Ku Menjadi SuamiKu

Calon Kakak Ipar Ku Menjadi SuamiKu
Episode 60


__ADS_3

"Apa itu benar Alan?" tanya papah nya dengan mode serius.


"Dia sibuk dengan tugas nya, aku sibuk dengan pekerjaan ku, tidak sempat mah. Palingan nanti juga pulang." ucap Alan.


"Suami seperti apa kamu ini? Bagaimana kalau istri kamu tidak baik-baik aja di sana?" ucap papah nya marah.


Alan langsung terdiam.


"Segera telpon dan tanyakan kabarnya, tanyakan juga kapan dia akan kembali." ucap papah nya.


"Biar mamah saja yang menelpon nya Pah." ucap mamah Alan langsung menelpon nomor Adel.


Menelpon sekali tidak di jawab, kedua kali tidak di jawab.


"Adel kemana yah Pah? Kok gak di jawab? Tidak biasanya seperti ini." ucap mamah Alan.


"Mungkin dia masih tidur ini kan hari libur." ucap suami nya. "Pasti dia sedang bersama Yoga." batin Alan.


"Coba kamu telpon Alan!" ucap papah nya.


"Mamah saj menelpon dia tidak di jawab." ucap Alan.


"Telpon saja! Jangan terlalu banyak berbicara!" ucap Mamah nya.


"Tapi pah."


"Telpon!" ucap Papah nya.


"Baiklah-baiklah kalau begitu." ucap Alan.


Dia akhirnya menelpon istri nya itu.


"Sudah mencoba beberapa kali namun tidak di jawab juga oleh Istri nya. Mencoba untuk ketiga kali nya akhirnya di jawab Adel.


"Halo..." Ucap Adel dengan suara yang sangat serak sekali.


"Kamu dari mana saja baru menjawab telpon saya?" tanya Alan. Mamah nya langsung mengambil handphone Alan.


"Sini biar mamah saja yang berbicara." ucap Mamah nya.


"Adel ini Mamah, kamu lagi apa?" tanya mamah mertua nya. Adel yang baru saja bangun berusaha untuk duduk.


"Maaf mah, aku baru saja bangun. Tadi malam aku bergadang." ucap Adel.


"Kok suara kamu lemas gitu? Kamu kelelahan yah?" tanya Mamah mertua nya.


"Enggak kok mah, efek karena baru bangun saja." ucap Adel. "Oohh begitu. Maaf yah Mamah mengganggu istirahat kamu." ucap mamah mertua nya.


"Gak apa-apa kok mah, kalau boleh tau bagaimana kabar Mamah dan. papah?" tanya Adel. "Baik kok. Kamu sendiri gimana? Kapan kamu akan pulang?" tanya mamah Mertua nya.


"Aku belum tau jelas mah kapan Pulang nya." ucap Adel.

__ADS_1


"Apa itu arti nya masih lama lagi?" tanya Mamah mertua nya.


"Sekitar dua atau tiga hari lagi mah." ucap Adel.


"Oohh begitu." ucap Mamah nya.


"Ya udah kalau kamu lanjut lah istirahat yah." ucap mamah mertua nya.


"Kak Alan mana mah? Ini nomor dia kan?" tanya Adel.


"Dia ada di sini lagi sarapan bareng mamah sama papah. Apa kamu mau bicara?" tanya mamah nya.


"Gak usah mah, aku takut kak Alan marah karena aku belum bisa pulang." ucap Adel.


"Oohh ya udah. Udahan dulu yah telpon nya." ucap mamah nya dan langsung mematikan handphone.


"Nih!" mamah nya memberikan handphone Alan.


"Kamu seperti nya biasa marah kepada kamu hanya karena hal kecil yah?" tanya papah nya.


Alan menggeleng kan kepala nya. "Jangan berbohong! Mamah sama papah tidak suka kamu seperti itu." ucap papah nya.


"Sebenarnya anak papah dan Mamah aku apa Adel sih? Kalian selalu saja membela, perduli kepada dia." ucap Alan.


"Tentu saja kami membela dan perhatian kepada dia karena kamu pasti sangat jahat kepada dia." ucap Papah nya.


"Kalau papah sama Mamah tau aku jahat kepada Adel kenapa Papah menjodohkan aku kepada nya?" tanya Alan.


"Maksud papah?" tanya Mamah nya kaget.


"Tidak semudah itu Pah." ucap Alan.


"Nah itu kamu tau, jadi semua nya sudah terlanjur kamu harus bisa menghargai dia sebagai istri kamu." ucap Papah nya.


"Baiklah Pah." ucap Alan. Mereka lanjut makan


Adel mengirimkan pesan kepada Alan.


"Maafin aku yah kak belum bisa pulang cepat." ucap Adel. Alan yang baru saja masuk ke kamar nya membaca pesan itu.


"Kapan kamu akan kembali? Saya akan menjemput kamu ke sana." ucap Alan.


"Tidak perlu kak, aku pulang sama teman-teman ku."


"Jangan menolak saya! Berikan alamat mu!"


Adel tidak bisa membantah akhirnya dia mengirimkan alamat nya.


"Adel ayo kita sarapan sama-sama." ucap Teman nya. Adel menganguk.


Semua di bawah anak-anak sudah berkumpul.

__ADS_1


"Kamu baru bangun?" tanya guru nya.


"Iyah Bu." ucap Adel. Guru nya tersenyum.


"Nih makan lah." ucap yoga memberikan sarapan kepada Adel.


"Oh iya Bu kapan kita akan kembali?" tanya Adel.


"Kamu sudah bosan di sini?" tanya Ibu guru nya.


"Tugas kita sudah selesai tadi malam, aku rasa kita sudah bisa pulang." ucap Adel.


"Masih ada sedikit lagi belum selesai. Tidak apa-apa kita lama di sini sambil menikmati Suasana di sini, kapan lagi kita bisa seperti ini?" ucap ibu guru nya.


"Oohh begitu yah Bu." ucap Adel.


Semua nya pun makan bersama.


Tidak beberapa lama akhirnya selesai. Semua anak-anak sudah sibuk ke kolam berenang sementara Adel dan satu teman nya perempuan tinggal di penginapan.


Mereka berdua kelelahan sehingga ingin di penginapan saja menghabiskan waktu mereka.


"Loh kamu mau kemana? Bukan nya kamu bilang tidak akan kemana-mana hari ini?" tanya mamah nya Alan karena Alan keluar dari kamar sudah sangat rapi.


"Dan ini tas baju untuk apa?" tanya mamah nya Heran.


"Aku mau menjemput Adel mah." ucap Alan.


"Adel belum bisa pula hari ini, sekitar tiga hari lagi." ucap mamah nya.


"Tidak apa-apa mah, sekalian aku bisa berlibur di sana." ucap Alan.


"Sudah mah biarkan saja, mungkin dia sudah merindukan istri nya." ucap papah Alan.


"Papah..." ucap Alan. mamah nya tersenyum.


"Ya udah kalau begitu kamu hati-hati, jangan lupa kabarin Mamah sama papah." ucap Orang tua nya.


Alan menganguk. "Tunggu aku di sana Adel." ucap Alan memasukkan barang-barang nya ke dalam mobil.


Dia meninggal kan halaman orang tua nya.


"Papah tadi kok berbicara seperti itu sih? Mamah gak mau Alan sama Adel bercerai." ucap mamah Alan.


"Itu hanya ancaman Papah saja, seperti nya Alan sudah takut itu artinya ada peluang besar kalau mereka akan saling mencintai." ucap papah nya.


"Oohh begitu yah pah." ucap mamah Alan. papah nya tersenyum.


"Bagus deh kalau seperti itu. Mamah tidak sabar melihat mereka nanti akur, romantis dan. Alan Perhatian kepada Adel." ucap Mamah nya.


"Papah juga tidak sabar. Adel adalah perempuan yang baik, sangat sia-sia kalau Alan seperti itu kepada Adel." ucap suami nya.

__ADS_1


Mereka berdua berbincang-bincang mengenai anak dan menantunya itu.


__ADS_2