
"Kamu menyindir saya?" tanya Alan.
"Sebaiknya aku pergi dulu kak." ucap Adel namun tangan di tahan oleh Alan dia mengambil barang-barang Adel.
"Kamu tidak boleh pergi, saya akan berbicara kepada guru kamu, saya akan membayar nilai kamu." ucap Alan.
"Aku pergi bukan hanya untuk belajar kak, tapi aku juga mau menenangkan diri. Aku tidak memiliki hak untuk marah kepada kakak. Aku sangat kecewa, aku sakit hati ketika melihat suami ku tidur bersama wanita lain." ucap Adel.
"Aku mencintai kakak dengan sangat tulus aku Melakukan apapun agar kakak bisa menerima ku, namun semua nya sia-sia." ucap Adel.
"Saya dengan Riska tidak memiliki hubungan lebih. Saya hanya menjadikan dia pelampiasan saya." ucap Alan.
Adel tersenyum tipis.
"Di mana hati kakak yang sangat tega menyakiti hati perempuan dan menjadikan nya pelampiasan?" ucap Adel.
"Aku minta maaf kalau mungkin aku banyak salah sama kakak, aku minta maaf. Aku mohon satu Minggu ini aku tidak mau di ganggu." ucap Adel langsung mengambil barang-barang nya memasuk kan ke dalam Mobil.
Dia pun pergi meninggalkan Suami nya.
"Argh!!!" Alan kesal.
"Aku tidak bisa membiarkan Adel pergi, aku tidak akan bisa tenang kalau seperti ini. Aku tidak akan bisa tidur kalau dia marah kepada ku." ucap Alan.
"Tapi tidak ada yang bisa aku lakukan." ucap Alan. Dia mengingat kata-kata Adel Kalau Adel sangat mencintai dia.
"Iyah aku tau itu, aku bisa merasakan nya Adel. Karena kekuatan cinta kamu, kasih sayang dan juga perhatian kamu membuat saya luluh." ucap Alan.
"Mungkin sebaiknya aku tidak perlu mengganggu Adel. Dia butuh waktu untuk sendiri menenangkan pikiran nya. Walaupun aku tidak tenang aku harus membiarkan dia." ucap Alan.
"Akhirnya kamu datang juga Adel." ucap Yoga.
"Kenapa? aku telat yah? maafin aku yah." ucap Adel.
"Sudah tidak apa-apa, ayo langsung masuk ke dalam bus saja, barang-barang kamu biar aku yang membawa ke dalam bagasi." ucap Yoga.
Adel masuk ke dalam bus. Dia melihat dari atas bus kalau mobil suami nya datang. Alan mendekati bus namun Adel mencoba untuk tidak melihat nya.
"Permisi Bu ada Adel? saya mau berbicara dengan dia sebentar." ucap Yoga.
"Bus sudah mau berangkat. Ayo semua nya naik, kita bisa telat." ucap Yoga karena melihat Alan.
Alan sadar kalau Yoga sengaja. Bus berjalan meninggalkan Alan yang belum berhasil bertemu dengan istri nya.
Yoga duduk di samping Adel.
"Loh kok kamu di sini?" tanya Adel karena setau nya Yoga ketua jadi dia harus di depan bukan di belakang.
__ADS_1
"Gak apa-apa." ucap Yoga.
"Nih aku punya bantal leher, kamu pakai saja." ucap Yoga memberikan bantal kepala Adel.
"Terimakasih." ucap Adel. "Tadi suami kamu ada di Luar bus, kenapa kamu tidak turun?" tanya Yoga.
Adel menoleh ke arah Yoga.
"Aku mohon jangan membahas suami, keluarga, dan masalah ku selama perjalanan ini, aku ingin menenangkan pikiran." ucap Adel.
"Baiklah aku minta maaf, kamu jangan marah gitu dong." ucap Yoga.
"Abis nya kamu ngeselin sih!" ucap Adel.
"Sudah jangan marah-marah lagi. Nih untuk kamu. Aku tau kamu suka ngemil kalau lagi di perjalanan." ucap Yoga memberikan Snack kepada Adel.
"Ekhem-ekhem!!! Hanya Adel saja nih yang di kasih? Semua nya yang ada di bus ini suka snack Juga loh." ucap guru perempuan.
Yoga tersenyum. "Tadi Adel telat Bu, dia tidak akan sempat membeli nya. Yang lain pasti bisa membeli sendiri." ucap Yoga.
"Humm kamu sangat baik sekali kepada Adel." ucap guru nya. Yoga tersenyum.
"Kenapa kalian tidak pacaran saja sih? Aku sudah muak melihat kalian Sahabatan tapi sangat romantis." ucap teman nya Adel.
"Hus ngomong apa kamu? sahabat tetap lah sahabat." ucap Adel. "Teman nya langsung tertawa.
Namun Yoga tiba-tiba Menarik kepala Adel dengan lembut agar bersandar ke pundak nya.
"Perjalanan kita masih lama, kamu tidur lah di pundak ku." ucap Yoga.
Adel kebetulan sudah mengantuk akhirnya dia mau tidur di pundak Yoga.
Yoga sangat senang dia mengambil foto dan membuat di Instragram nya.
Anak buah Alan yang di suruh mengawasi Yoga melihat foto itu dan mengirim kan kepada Alan.
Alan yang masih di perjalanan ke kantor melihat postingan itu tiba-tiba menghentikan mobilnya tiba-tiba.
"Dasar pria modus." umpat Alan.
"Apa aku harus membiarkan Adel dan Yoga selalu bersama selama satu Minggu? aku akan gila memikirkan itu." ucap Alan.
"Huff aku harus mengirimkan orang mengawasi mereka." ucap Alan.
"Tapi kelihatannya Adel sangat nyenyak tidur di bahu Yoga." ucap Alan.
Ada pesan masuk lagi foto baru.
__ADS_1
Yoga yang sedang mencubit pipi Adel.
Alan semakin kesal dia tidak tau harus mengatakan apa, dia membanting handphone nya dan menjalankan mobilnya dengan sangat cepat.
Tidak beberapa lama akhirnya sampai di Kantor.
"Kelin tolong bawakan saya sarapan!" ucap Alan kepada sekretaris nya.
"Tumben Pak? Saya tidak tau apa yang akan bapak makan." ucap sekretaris nya.
"Bawa kan saja yang ada, saya sudah sangat lapar." ucap Alan.
"Melihat wajah yang sangat serius membuat sekretaris nya langsung bergerak.
Tidak beberapa lama akhirnya sarapan datang. Alan memakan dua sendok namun sudah selesai.
"Sama sekali tidak enak! Masakan Adel tidak ada bandingannya." ucap Alan.
"Ada apa ini?" tanya Papah nya baru saka datang.. Melihat papah nya datang Alan langsung berubah.
Kelin membersikan meja.
"Kenapa kamu tidak menghabiskan nya?" tanya papah nya, Alan menggeleng kan kepala nya.
"Aku tidak lapar Pah. Papah sudah sarapan." tanya Alan.
"Sudah tadi di rumah sama mamah mu." ucap papah nya.
"Maafin aku yah pah, papah yang datang ke sini karena aku sangat sibuk bekerja." ucap Alan.
Papah nya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.
"Tidak apa-apa." ucap papah nya.
"Bagaimana kabar kamu? istri kamu?" tanya papah nya.
"Baik kok Pah." ucap Alan.
"Bagaimana pembicaraan kamu dengan mertua kamu kemarin?" tanya papah nya lagi.
"Tidak banyak pah, hanya membicarakan soal pekerjaan yang aku rasa Papah sudah tau." ucap Alan.
Papah nya tersenyum.
"Anggap mereka sebagai orang kamu juga yah nak. Jangan membeda-bedakan mereka." ucap papah nya.
Alan menganguk. "Ya udah kalau begitu ayo kita lanjut saja memeriksa Proposal nya." ucap Papah nya.
__ADS_1
Alan Pun mulai melihat kan data-data yang mau di periksa oleh papah nya.