Calon Kakak Ipar Ku Menjadi SuamiKu

Calon Kakak Ipar Ku Menjadi SuamiKu
Episode 57


__ADS_3

"Maafin aku yah pah, papah yang datang ke sini karena aku sangat sibuk bekerja." ucap Alan.


Papah nya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.


"Tidak apa-apa." ucap papah nya.


"Bagaimana kabar kamu? istri kamu?" tanya papah nya.


"Baik kok Pah." ucap Alan.


"Bagaimana pembicaraan kamu dengan mertua kamu kemarin?" tanya papah nya lagi.


"Tidak banyak pah, hanya membicarakan soal pekerjaan yang aku rasa Papah sudah tau." ucap Alan.


Papah nya tersenyum.


"Anggap mereka sebagai orang kamu juga yah nak. Jangan membeda-bedakan mereka." ucap papah nya.


Alan menganguk. "Ya udah kalau begitu ayo kita lanjut saja memeriksa Proposal nya." ucap Papah nya.


Alan Pun mulai melihat kan data-data yang mau di periksa oleh papah nya.


Tidak beberapa lama akhirnya Adel dan semua teman-teman nya sampai di penginapan tepat nya di pinggir pantai.


"Ini mah namanya jalan-jalan gaes bukan belajar meneliti pelajaran." ucap Yoga kepada semua teman-teman nya.


Mereka semua sangat senang sekali.


"Adel aku bantuin yah, kamar kamu yang mana?" tanya Yoga.


"Gak apa-apa, aku bisa sendiri kok." ucap Adel.


"Aku bantuin kamu saja. Jangan nolak dong." ucap Yoga. Adel menganguk akhirnya dia mau di antar ke kamar nya.


"Makasih yah sudah mau nganterin ke sini." ucap Adel.


"Sama-sama, kamu langsung mandi yah, ini sudah jam lima sore jangan kemalaman mandi nya nanti masuk angin." ucap Yoga.


Adel menganguk sambil tersenyum.


"Aku mau melihat anak-anak yang lain dulu yah, kalau kamu membutuhkan bantuan kamu bilang saja." ucap Yoga.


Adel menganguk. Yoga segera pergi dan Adel bisa istirahat.


"Huff aku bisa meluruskan pinggang ku sebentar sebelum mandi." ucap Adel.


"Tempat ini sangat nyaman sekali, ini pertama kali nya aku merasa lepas dari masalah, aku lepas dari semua beban hidup ku." ucap Adel.


Baru saja tiduran dia sudah mengantuk dan tidur.


Di tempat lain..


"Bapak tidak pula?" tanya Sekretaris Yoga kepada Yoga yang sedang duduk di ruangan kerja nya.

__ADS_1


"Sebentar lagi." ucap Alan.


"Oohh kalau begitu saya pulang duluan yah pak." ucap Sekretaris nya. Alan menganguk.


Dia melihat Sekretaris nya pergi dia menghela nafas panjang.


"Aku sama sekali tidak bisa fokus bekerja." ucap nya. Akhirnya dia memutuskan untuk keluar dan minum di salah satu club sendiri.


Alan memeriksa handphone nya.


"Apa Adel sudah sampai? Kenapa dia tidak mengabari ku?" tanya Alan berbicara sendiri sambil melihat handphone nya.


"Tidak mungkin lah dia mengabari aku. Aku memang suami nya tapi aku sadar kalau aku tidak bisa menjadi suami yang baik." ucap Alan.


Dia minum lagi.


"Namun aku sangat ingin mendengar suara nya, aku ingin tau dia sudah sampai apa belum." batin Alan.


Dia memutuskan untuk menelpon istri nya.


"Tutt.... Tut... Tut..."


"Adel.." Panggil Yoga mengetuk pintu namun tidak ada jawaban.


"Adel!" yoga membuka pintu dan ternyata Adel masih tidur. "Ya ampun nih anak di suruh mandi malah tidur." ucap Yoga.


Yoga melihat handphone Adel berdering dari kak Alan.


"Halo!" Ucap Yoga. Alan kaget mendengar suara laki-laki.


"Kamu siapa? Di mana Adel?" tanya Alan.


"Adel ketiduran. Kalau mau berbicara dengan nya setelah dia bangun saja, seperti nya sangat kelelahan." ucap yoga.


Telpon langsung mati.


"Dia tidur bersama Yoga? Ini sama sekali tidak bisa di biarkan!" ucap Alan.


Alan semakin kesal dia meminum banyak sampai di mabuk.


Sudah sangat mabuk dia memutuskan untuk kembali ke rumah.


Sampai di rumah dia melihat rumah sangat gelap.


"Huff rumah ini sangat sepi sekali." ucap Alan.


Ia tidur di sofa karena sudah sangat mabuk.


Keesokan harinya dia bangun telat karena tidak di bangun kan oleh Adel.


Dia langsung melihat ke arah dapur namun tidak ada istri nya membuat dia semakin sedih.


Ia membuka handphone nya tidak ada notifikasi dari Adel.

__ADS_1


"Berhenti berharap kalau Adel akan menelpon mu Alan, dia tidak akan melakukan itu." ucap Alan.


Alan siap-siap ke kantor Tampa sarapan pagi.


Sementara di tempat lain Yoga sedang menemani Adel memasak di dapur umum.


"Wangi banget masakan kamu Adel." ucap Yoga. Adel hanya diam. Setelah semua nya masak mereka semua makan bersama.


"Aku baru tau ternyata Adel sangat pintar memasak, masakan nya juga sangat enak sekali, aku sangat suka." ucap teman Adel.


"Ibu saja kalah." ucap gurunya. Mereka makan dengan sangat gembira. Sementara Adel mengenang suami nya yang harus selalu makan pagi dan malam.


Setelah semua nya selesai mereka mulai meneliti.


Adel berjalan sendirian di pinggir pantai.


"Tadi malam kak Alan makan malam pakai apa yah? Pagi tadi kak Alan sarapan di Mana?" batin Adel.


"Huff rasa cinta ini membuat ku tidak bisa tenang sama sekali. Aku mohon Hilang kan dia dari pikiran ku. Belum tentu juga dia memikirkan aku seperti apa." ucap Adel.


Dia duduk di bawah pohon.


"Hayoo kamu lagi mikirin apa?" Tante Yoga yang entah datang datang dari mana.


"Ya ampun yoga! Kamu ngagetin saja!" ucap Adel kesal.


"Abis nya dari tadi kamu melamun Mulu, tugas kamu sudah selesai belum?" Tanya Yoga. Adel menganguk.


"Oohh bagus deh." ucap Yoga.


"Yang lain pada kemana? Kok belum ada yang istirahat?" tanya Adel.


"Mereka kembali ke penginapan." ucap Yoga. "Oohh." ucap Adel.


"Aku memerhatikan akhir-akhir ini kamu kebanyakan diam, kamu juga tidak ceria seperti sebelumnya. Satu lagi kamu selalu mengabaikan aku. Apa aku memiliki salah sama kamu?" Tanya Yoga.


Adel menggeleng kan kepala nya.


"Enggak ada kok, aku hanya ingin seperti ini saja untuk saat ini." ucap Adel.


Yoga menggeleng kan kepala nya. "Aku rasa ada yang aneh sama kamu. Kamu tidak pernah mengabaikan dan menghindari aku seperti ini." ucap Yoga.


"Aku tidak menghindari kamu, itu hanya perasaan kamu saja mungkin." ucap Adel.


"Tidak mungkin Adel. Aku bisa merasakan itu. Kamu lebih banyak menjaga jarak dari ku." ucap Yoga.


Adel Menatap wajah Yoga.


"Sebenarnya aku mau jujur sama kamu. Tapi kamu jangan Marah yah." ucap Adel. Yoga mengangguk.


"Kamu tau sendiri kan kalau aku sudah menikah. Aku sudah menjadi istri orang lain. Tidak jarang kedekatan kita berdua menjadi masalah kepada orang tua ku dan juga kepada suami ku." ucap Adel.


Yoga terdiam. "Aku tau kalau kita hanya sahabat, aku sangat senang bersahabat dengan kamu, aku berterimakasih kepada kamu karena ada nya kamu sangat membuat ku bahagia." ucap Adel.

__ADS_1


"Tapi aku harus menjaga jarak sama kamu karena orang tua ku dan suami ku melarang kita terlalu dekat." ucap Adel.


__ADS_2