Calon Kakak Ipar Ku Menjadi SuamiKu

Calon Kakak Ipar Ku Menjadi SuamiKu
Episode 33


__ADS_3

Terpaksa dia menikah dengan perempuan yang tidak dia cintai. Karena perempuan yang dia cintai sebelum nya tidak ingin menikah dengan dia.


"Kamu makan obat dulu." ucap Mamah nya, Alan menggangu. "Mamah mau menemani papah di bawah. Kamu lanjut lah istirahat." ucap mamah nya.


Alan mengangguk. Mamah nya keluar. Alan melihat obat dia Sama sekali tidak meminum obat itu malah membuat nya ke tempat sampah.


"Aku akan muntah kalau makan itu." ucap Alan.


Sementara di tempat lain Adel sedang belajar.


"Kira-kira sekarang kak Alan udah minum obat belum?" batin Adel.


"Huff semoga saja dia mau minum obat."


Tiba-tiba ada pesan masuk.


"Alan sudah makan dan minum obat, kamu tidak perlu khawatir kami akan menjaga nya. Fokus lah belajar agar tidak ketinggalan." isi pesan dari Mamah Mertua nya.


Adel tersenyum. "Bagus deh kalau begitu." ucap Adel merasa lega.


"Adel." panggil Yoga. Dia menoleh ke arah yoga.


"Iyah kenapa Ga?" tanya Adel.


"Nih untuk kamu." ucap Yoga memberikan paper bag.


"Loh ini apa?" tanya Adel. "Ini oleh-oleh dari Teman Mamah aku, dia baru pulang dari Eropa dan membawa kan Bekal dan tempat minum untuk kamu." ucap Yoga.


Adel melihat nya ke dalam.


"Wah bagus banget. Ini pasti sangat mahal sekali." ucap Adel.


"Tenang saja gak di suruh bayar kok, hanya di suruh pakai saja agar kita bisa samaan." ucap Yoga sambil mengeluarkan bekal milik diri nya.


"Wahh ternyata kamu juga punya, besok aku akan bawa Bekal ke sekolah." ucap Adel.


"Oh iya sampai kan terimakasih yah sama mamah kamu, dia sangat baik sekali." ucap Adel.


Yoga tersenyum. "Tidak apa-apa kamu tenang saja." ucap Yoga. Adel tersenyum.


"Oh iya kamu bawa Bekal apa ini? Kelihatan nya spesial banget." ucap Adel.


"Kamu mau makan sama-sama?" tanya Yoga. Adel mengganguk.


Mereka semakin akrab, yoga juga begitu baik kepada dia.

__ADS_1


Alan di kamar nya merasa bosan. "Huff Kenapa dia sangat lama pulang?" ucap Alan sambil melihat jam.


"Percuma saja aku menunggu dia di sini, aku yakin dia sekarang Lagi main-main bersama pacar nya itu." ucap Alan.


Dia pun langsung keluar dari kamar.


"Alan... Kenapa kamu keluar nak? kamu harus banyak istirahat agar cepat sembuh." ucap mamah nya langsung.


"Mah aku sudah bosan di kamar, aku juga lapar aku mau makan." ucap Alan.


"Nih Mamah mau Masak, mamah tadi ketiduran kamu tunggu sebentar yah." ucap Mamah nya.


"Aku tidak ingin tidur di kamar, aku ingin duduk di sini menunggu Mamah selesai masak." ucap Alan.


"Kamu benar-benar sangat keras kepala, kemauan kamu saja yang harus di turuti." ucap Mamah nya.


Dia membantu Alan duduk di kursi meja makan.


"Mamah buatin kopi Dulu." ucap mamah nya. Alan melihat ke arah ruang tamu.


"Papah mana mah?" tanya Alan.


"Oohh dia baru saja keluar bersama teman nya, mungkin ada kerjaan mendadak mamah juga gak tau." ucap Mamah.


"Oohh." ucap Alan dia melihat ke arah Pintu luar.


"Enggak ah, ngapain aku nungguin dia." ucap Alan. Mamah nya tersenyum.


"Kamu jujur saja, gak usah gengsi seperti itu lah." ucap Mamah nya.


Alan menggeleng kan kepala nya.


"Asal mamah tau memiliki hubungan dengan anak kecil seperti Adel tidak lah mudah. Selalu menguji kesabaran, dia tidak bisa apa-apa." ucap Alan.


"Mamah tau Adel seperti apa, mana mungkin dia seperti itu, justru mungkin kamu yang tidak bisa apa-apa dan selalu menyalahkan dia." ucap Mamah nya.


Alan menghela nafas panjang. "Seperti nya Adel sudah mencuci pikiran mamah." ucap Alan. mamah nya menghela nafas panjang.


"Sebelum kamu menyesali semua nya Mamah harap kamu berfikir terlebih dahulu dengan apa yang kamu lakukan." ucap mamah nya.


Alan langsung diam. Tidak beberapa lama makanan pun selesai. "Kok kamu gak makan?" tanya mamah nya karena Alan hanya diam.


"Lauk seperti yang di buat oleh Adel tidak ada Mah?" tanya Alan sambal goreng.


"Gak ada Nak, Mamah hanya memasak ini saja. Makan saja yang ada. Kamu hanya bisa makan ini karena masih sakit." ucap Mamah nya.

__ADS_1


Alan menghela nafas panjang akhirnya dia memakan masakan Mamah nya hanya sedikit kurang berselera sama sekali.


"Setelah ini kamu minum obat, kamu pasti sudah tau kan obat mana yang harus kamu minum."


"Iyah mah, aku tau." ucap Alan.


"Ya udah kalau begitu kamu langsung ke kamar dan istirahat." ucap Mamah nya.


"Namun tiba-tiba handphone nya berdering telpon dari Riska. Mamah nya melihat itu dan di ujung nama Riska ada emot love.


"Siapa Riska? Kenapa nama dia ada Love seperti itu?" tanya Mamah nya. "Enggak kok mah, ini hanya Teman ku yang iseng membuat Love di ujung namanya. Banyak kok kontak yang lain seperti itu." ucap Alan sambil menunjuk kan kontak yang lain.


Mamah nya menatap Curiga kepada Alan.


"Mamah Jangan berfikir yang aneh-aneh deh, mana mungkin aku melakukan hal seperti itu." ucap Alan.


"Kenapa kamu tidak menjawab telpon nya? Kamu takut sama mamah kan? Kamu jangan berbohong Alan!" ucap mamah nya.


"Enggak mah, ngapain aku berbohong sama Mamah, dia hanya teman aku biasa kok. Palingan mau nanya keadaan ku." ucap Alan.


"Ya udah kalau begitu aku ke kamar dulu mah, aku belum minum obat.. Nanti kalau telat mamah bisa marah." ucap Alan.


"Ya udah sana." ucap Mamah nya.


Alan masuk ke kamar dia menghela nafas panjang. "aduhhh Mamah hampir saja tau, aku harus lebih waspada dan hati-hati lagi." ucap nya.


"Lagian Riska baru menelpon sekarang. semalaman dan kemarin dia kemana." batin Alan.


"Halo sayang...." ucap Riska.


"halo." ucap Alan.


"Kenapa kamu sangat lemas sih? kamu baru bangun? Kamu marah yah sama aku?" tanya Riska.


"Aku sakit, kamu kemana saja tidak ada mengabari aku?" Tanya Alan.


"Aku ada kerjaan. Maafin aku yah sayang. Sekarang keadaan kamu bagaimana? apa kamu sudah berobat?" tanya Riska.


"Sudah kok, aku juga sudah mendingan kamu tidak perlu khawatir lagi." ucap Alan. "Bagus deh, kalau begitu aku datang yah menjenguk kamu." ucap Riska.


"Tidak perlu, kamu jangan datang ke rumah." ucap Alan.


"Loh kenapa?" tanya Riska.


"Orang tua ku di rumah, aku tidak ingin dia tau tentang kita, tadi saja dia sudah hampir tau." ucap Alan.

__ADS_1


"Oohh ya sudah kalau begitu. Aku merindukan kamu, cepat sembuh yah sayang." ucap Riska.


__ADS_2