
Keesokan harinya pagi-pagi Alan bangun lebih awal dia melihat Adel masih tidur di samping nya.
Seperti rasa ketakutan, setiap hari dia harus bangun lebih awal memastikan Adel masih tidur di samping nya.
Tidak beberapa lama Adel sudah bangun. "Kakak sudah bangun duluan?" ucap Adel.
Alan langsung duduk.
"Saya akan mengantar kan kamu ke sekolah, tidak ada penolakan karena suami nya tidak bisa di tolak.
Adel di antar k sekolah oleh Alan.
"Tunggu saya setelah pulang sekolah, saya akan menjemput kamu." ucap Alan sebelum Adel keluar dari dalam mobil.
Dan benar saja belum pulang sekolah Alan sudah menunggu di depan kelas sehingga semua orang kebingungan.
Semua orang melihat ke arah Alan. "Kak Alan!" ucap Adel. "Akhirnya kamu keluar juga." ucap Alan.
"Ngapain kakak menunggu di sini? kakak bisa menunggu di mobil." ucap Adel.
"Kenapa? Apa kamu tidak mau ketampanan suami mu ini di lihat banyak orang?" tanya Alan.
Adel Langsung menarik Alan keluar dari sekolah itu.
"Sekarang kita pulang." ucap Alan.
"Tunggu dulu kak, aku mau mencari makanan yang enak." ucap Adel.
"Makanan yang enak? Apa?" tanya Alan. Adel menggeleng kan kepala nya. Alan bingung dia menyebutkan nama jenis makanan namun tidak satu pun yang di mau Adel.
Mereka mencari di sepanjang jalan namun tidak ada.
Alhasil sampai di rumah tidak membeli makanan apapun.
Alan melihat wajah adel cemberut. Dia tidak mengatakan apapun namun mengabaikan Alan.
"Saya akan kembali ke Kantor." ucap Alan. Tidak di hiraukan sama sekali.
"Apa kamu mendengar saya?" tanya Alan.
Adel mengangguk. "Baiklah." ucap Adel langsung menyalim tangan suami nya.
Keesokan harinya di saat hari libur.
Alan memerhatikan Adel yang duduk sendirian di kolam samping.
"Belakangan ini Adel terlihat sangat aneh, sifat nya juga banyak berubah. Ada apa?" ucap Alan. Tiba-tiba handphone nya berdering telepon dari orang tua nya.
Dia mengabaikan nya seperti biasa. Dia tau apa maksud tujuan mereka menelpon diri nya.
Alan keluar dari kamar karena merasa perut nya sangat lapar.
Alan melihat belum ada makanan di atas meja, dia berjalan ke meja masak ada bahan makanan yang masih belum di masak seperti nya sedang memasak namun di tinggal.
"Adel kenapa kamu melamun di sini?" tanya Alan. Adel menoleh ke arah Alan dia berdiri mendekati Alan.
"Kita harus bercerai kak." ucap Adel.
Alan menggeleng kan kepala nya.
"Aku mohon lakukan ini demi aku, aku sangat menyanyangi Kak Mutiara. Menikah lah dengan dia." ucap Adel.
"Aku mohon kak." ucap Adel. Alan diam.
Keesokan harinya keluarga sudah berkumpul namun Alan sama sekali tidak ada di sana.
"Di mana Alan?" tanya keluarga Adel.
"Aku tidak tau Bunda, kami datang secara terpisah." ucap Abel.
"Jangan berbohong kamu! Kamu sengaja kan meminta Alan pergi." ucap orang tua nya.
Abel terdiam sejenak. Tiba-tiba Alan datang.
"Jauhkan tangan anda dari istri saya!" ucap Alan menarik Adel ke belakang nya.
Semua nya kaget. "Untuk apa kamu membela perempuan seperti ini Alan? dia tidak bisa memberi kan keturunan kepada kamu." ucap Orang tua nya.
"Aku minta maaf Mamah, Papah, apapun keputusan aku tetap memilih memperjuangkan Adel." ucap Alan.
Semua nya benar-benar kaget, Adel mencoba membujuk Alan untuk bercerai namun Alan tidak mau.
Dia ribut besar dengan kedua orang tua nya, ribut dengan Mutiara. Adel menjadi kena imbasnya, namun Alan tidak akan membiarkan siapapun menyakiti istri nya.
Dia membawa Abel pergi dari sana. "Abel kamu jangan pernah berfikir saya akan menceraikan kamu!" ucap Alan.
"Tapi kak, aku tidak ingin membuat kakak jadi bermasalah dengan keluarga ku atau keluarga kakak." ucap Adel.
"Saya akan menentang mereka, saya memperjuangkan yang benar." ucap Alan.
Abel sudah tidur bisa mengatakan apapun, dia hanya bisa diam.
Di sisi lain Alan suami nya yang harus dia turuti dan juga dia ikuti kemanapun suami nya pergi."
Mutiara mengadu kepada orang tua nya. Mutiara sangat sakit hati dia terlihat sangat sedih.
Sementara Orang tua Alan tidak bisa mengatakan apapun, mereka tidak bisa memaksa Alan karena Alan sangat bersekukuh mempertahankan Adel.
Beberapa hari kemudian...
"Kak sekolah ku mengadakan jalan-jalan sebelum ujian." ucap Abel kepada Alan yang sedang bekerja di ruang tamu.
__ADS_1
"Kamu tidak bisa pergi." ucap Alan.
"Tapi kak, semua teman-teman ku pergi, kegiatan ini juga mengambil nilai." ucap Adel.
"Kalau begitu saya akan meminta bodyguard saya ikut menjaga kamu." ucap Adel.
"Kak Alan! Aku tidak mau." ucap Adel.
"Aku baik-baik saja, Lagian aku tidak sendiri, masih banyak orang dan juga banyak guru yang menjaga." ucap Adel.
Alan tidak bisa menahan akhirnya dia pun mengijinkan nya.
Keesokan harinya Alan mengantarkan Adel ke sekolah. "Kakak tidak perlu turun!" ucap Adel menahan suami nya di dalam mobil, karena semua teman-teman nya di lapangan.
Alan menahan tangan Adel.
"Berapa hari kamu di Sana?"
"Hanya dua hari saja, kakak jaga diri baik-baik." ucap Adel.
Alan terlihat sangat berat membiarkan Adel pergi.
Setelah Adel berangkat menggunakan bus Alan juga berangkat ke kantor.
Dua hari kemudian Alan kembali lagi ke tempat itu, dia sangat merindukan istri nya. Tidak sabar sehingga dia menunggu dari Siang hari padahal bus sampai di malam hari.
Di malam hari semua bus datang. Alan menunggu sampai semua orang keluar namun yang di tunggu-tunggu tidak kunjung keluar.
Dia memeriksa ke dalam mobil namun tidak ada siapa-siapa lagi.
Bertanya kepada guru dan ternyata mereka baru menyadari Adel tidak ada.
Seketika Alan mengerahkan semua bodyguard nya mencari keberadaan istri nya. Dia sudah berfirasat buruk, dan dia juga menuntut pihak sekolah.
Alan berangkat ke tempat mereka liburan.. Namun sudah satu malam mencari di sana tidak ada tanda-tanda sama sekali.
Sudah hampir pagi benar-benar tidak ada yang menemukan Adel. Mereka yakin kalau Adel sudah keluar dari wilayah itu.
Semua pihak sekolah dan body goard Alan Mencari namun tidak ada yang berhasil menemukan nya.
Perasaan Alan semakin kacau dia kembali ke rumah berharap istri nya sudah di rumah namun tidak ada, yang di temukan hanya surat.
"Kalau kamu mau Istri mu kembali berikan uang tebusan 10 M." Alan terkejut membaca surat itu.
Namun dia seperti mengenali surat itu. Dia langsung menelpon bendahara dan meminta mengeluarkan uang sebanyak itu.
Alan langsung menemui ke alamat yang tertera dan juga Menghubungi nomor yang ada.
Namun setelah sampai di alamat tidak ada orang di sana, orang tersebut meminta meninggalkan uang di sana.
Alan tidak bodoh, dia meminta orang itu menunjukkan di mana Adel.
"Kak Alan..." panggil Adel dari dalam rumah kosong tepat di depan nya.
"Kak Alan...." ucap Adel menangis dari dalam.
Alan melihat pria keluar dari rumah itu membawa senjata.
Alan mengangkat tangan nya. "Saya sudah membawa uang nya, kembali kan istri saya." ucap Alan.
Banyak pria berotot datang dan memeriksa uang yang di bawa oleh Alan. Mereka tertawa.
Adel datang di bawa oleh Pria. Adel di ikat dan di perlakukan sangat kasar.
"Kak Alan..."
"Saya mohon lepas kan istri saya." ucap Alan.
tiba-tiba perempuan datang dan bertepuk tangan sambil tertawa.
"Kamu pikir semudah itu untuk melepaskan Adel kepada kamu." ucap Mutiara.
"Mutiara! Aku sudah menduga ini! Apa mau kamu? Lepaskan Adel." ucap Alan.
"Mau ku apa? Aku hanya mau kamu, aku mau menikah dengan kamu." ucap Mutiara sambil tersenyum.
Alan mau berontak namun langsung di tahan oleh dua orang bodyguard nya mutiara.
Mutiara mendekati Adel. "Kalau kamu tidak bisa aku miliki kamu juga tidak bisa di miliki oleh siapapun, aku tidak akan membiarkan kamu bahagia." ucap Mutiara.
"Oh iya aku dengar istri kamu hamil. Aku tidak akan membiarkan anak ini lahir ke dunia ini." ucap Mutiara sambil mengelus perut Adel yang sudah kesakitan.
Alan terkejut mendengar istri nya hamil.
"Aku akan membunuh nya kalau Kamu tidak mau menikah dengan ku " ucap Mutiara.
"Mutiara jangan lakukan itu!" ucap Alan.
Mutiara tertawa. "Aku akan membunuh nya!" ucap Mutiara mengambil pisau dan mengarah kan ke perut Adel.
Adel sangat ketakutan, dia menangis.
"Jangan Mutiara! Aku akan menikah dengan mu. aku mohon jangan melukai Adel dengan janin nya." ucap Alan.
Mutiara tidak jadi melakukan aksi nya, dia tertawa. Dia mendekati Alan.
"Aku sudah tau kalau kamu pasti akan memilih ku sayang." ucap Mutiara.
Namun tiba-tiba Suara tembakan membuat semua mereka menunduk.
Alan melihat ternyata polisi, dengan cepat dia berontak dari kedua bodyguard itu dan menahan tangan Mutiara.
__ADS_1
Polisi Dengan cepat menangkap Mutiara. Alan melihat istrinya di bawa kabur. Berusaha mengejar nya namun kedua pria yang membawa nya langsung di tempat oleh orang tua nya.
Alan sangat kaget melihat Papah nya berdiri di depan nya.
Adel terkulai lemas. Alan langsung menangkap nya.
"Adel.. Adel.."
"Kamu bawa Adel ke rumah sakit, sisanya papah akan menangani nya." ucap Papahnya.
Alan membawa istri nya ke rumah sakit. Sampai di rumah sakit istri nya Langsung di tangani.
"Alan bagaimana keadaan Adel?" tanya Mamah nya baru saja datang.
"Masih di dalam mah."
"Semoga Adel tidak apa-apa. Kamu jangan khawatir." ucap mamah nya.
"Mah Adel sedang hamil Mah." ucap Alan. Mamah nya kaget.
"Kamu tidak berbohong?" tanya Mamah nya.
"Aku belum tau pasti mah, aku menunggu hasil dari dokter." ucap Alan.
Mendengar itu saja sudah membuat mamah nya senang.
Tidak beberapa lama dokter keluar, dia memberi tau keadaan Adel.
"Bagaimana keadaan istri saya dok?"
"Istri Bapak baik-baik saja, hanya sedikit syok, lemah dan juga dalam kondisi hamil dia sangat sensitif." ucap dokter.
"Jadi benar istri saya hamil dok?"
"Loh sebelum nya belum di ketahui oleh bapak? Pasien sudah pernah USG sebelum nya dan sekarang janin sudah hampir empat Minggu."
Alan cukup kaget mendengar usia kandungan Adel.
Dia mengingat pada malam itu.
"Apa sekali saja langsung jadi." ucap Alan karena waktu nya benar-benar sangat Persis.
"Terimakasih banyak nak, sekarang Mamah sangat senang, maafin mamah, maafin mamah sudah berusaha menceraikan kalian."
"Papah juga minta maaf nak, kalau seandainya Papah tau selama ini keluarga Adel seperti apa dan juga sifat mutiara seperti apa mungkin Papah tidak pernah melakukan itu." ucap orang tua nya. Papah nya baru saja datang.
"Papah dan Mamah sudah tau kalau sebenernya Adel tidak pernah di anggap, selalu di asing kan. Kamu minta maaf." mereka sangat merasa bersalah.
Alan masuk ke ruangan Adel.
"Kak Alan..." Ucap Adel. Alan langsung memeluk Adel.
Dia mencium kening Adel.
Satu hari di rumah sakit Adel sudah bisa pulang. Kedua mertua nya sudah menunggu di depan rumah.
Adel sedikit takut, namun kedua mertua nya menyambut nya dengan senyuman.
Dia melihat ke arah Alan.
"Kami minta maaf kepada kamu Adel, kamu tau kamu salah."
Adel langsung di peluk oleh mamah mertua nya.
"Sudah mah lupakan saja, aku juga mau minta maaf karena menyembunyikan kehamilan ku."
"Kami tau kenapa kamu menyembunyikannya nak, itu semua pasti karena kami."
Adel menggeleng kan kepala nya. "Enggak kok mah Pah."
Adel benar-benar sangat bahagia ketika mertua nya baik kepada dia. Alan sekarang benar-benar sangat mencintai dia.
Sementara Mutiara menetap di penjara selama satu tahun dan kedua orang tua Adel tidak berani datang atau memunculkan diri.
7 bulan kemudian...
"Usia kandungan Adel sudah tua. Adel melihat Alan sedang menyusun mainan, tempat tidur dan juga banyak yang lain nya untuk persiapan anak laki-laki nya.
"Kak." panggil Adel. Alan menoleh ke arah Adel. "Iyah kenapa sayang."
"Aku minta maaf yah karena selama ini aku benar-benar tidak menghargai kakak." ucap Adel.
"Maksud kamu apa? Kamu selalu berperilaku baik." ucap Alan.
"Aku juga mau berterimakasih sama kakak karena selalu menjaga ku, melindungi aku,.dan membela ku. Hanya kakak yang Melakukan itu kepada ku, aku merasa terlindungi Saat bersama kakak."
Alan mendekati Adel menghapus air mata nya dan memeluk istrinya.
"Saya akan selalu ada untuk kamu, sampai kapan pun itu." ucap Alan.
Mereka berpelukan.
Satu bulan kemudian Adel akhirnya melahirkan. Pewaris akhirnya lahir. Anak yang di tunggu-tunggu.
Adel sangat bahagia memiliki keluarga yang sangat perduli kepada nya, suami yang sangat sayang kepada dia.
Ketika suara tangisan bayi keluar, Alan tidak berhenti bersyukur dia mencium kening istrinya.
"Terimakasih sayang..." Ucap Alan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
.........Tamat.......
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...