Calon Kakak Ipar Ku Menjadi SuamiKu

Calon Kakak Ipar Ku Menjadi SuamiKu
Episode 34


__ADS_3

"Aku sakit, kamu kemana saja tidak ada mengabari aku?" Tanya Alan.


"Aku ada kerjaan. Maafin aku yah sayang. Sekarang keadaan kamu bagaimana? apa kamu sudah berobat?" tanya Riska.


"Sudah kok, aku juga sudah mendingan kamu tidak perlu khawatir lagi." ucap Alan. "Bagus deh, kalau begitu aku datang yah menjenguk kamu." ucap Riska.


"Tidak perlu, kamu jangan datang ke rumah." ucap Alan.


"Loh kenapa?" tanya Riska.


"Orang tua ku di rumah, aku tidak ingin dia tau tentang kita, tadi saja dia sudah hampir tau." ucap Alan.


"Oohh ya sudah kalau begitu. Aku merindukan kamu, cepat sembuh yah sayang." ucap Riska.


Panggilan telepon pun langsung mati. Alan berbaring di tempat tidur karena dia belum bisa duduk lama-lama.


"Huff aku sangat malas sekali minum obat." ucap Alan. dia mengambil obat itu dan membuang nya Ke tempat sampah.


"Sudah selesai, tidak ada lagi yang akan marah-marah pada ku." ucap nya. Dia memilih untuk tidur lagi.


Tidak terasa sudah sore... Alan berdiri di depan jendela kamar nya.


"Kemana Adel jam segini belum pulang sih?" ucap Alan sambil terus melihat ke depan rumah berharap Adel pulang.


Namun sudah lama menunggu Adel tak kunjung pulang.


"Alan.. Kamu sudah bangun? Kenapa kamu berdiri di sana?" tanya Mamah nya. Alan menoleh ke arah Mamah nya.


"Enggak apa-apa kok mah. aku hanya ingin melihat keluar. Karena tidak bisa kena angin aku harus melihat dari balik jendela." ucap Alan.


"Mamah mau ijin sama kamu keluar bentar mencari beberapa bahan-bahan di dapur mumpung masih sore." ucap Mamah nya.


"Oohh ya udah mah gak apa-apa." ucap Alan.


"Ya udah Mamah pamit yah." ucap Mamah.


"Oh iya mah." Alan menahan mamah nya.


"Iyah kenapa? Ada apa?" tanya Mamah nya.


"Aku mau nanya ." ucap Alan langsung berhenti.


"Nanya apa?" tanya mamah nya.

__ADS_1


"Kapan Mamah Akan pulang? jangan lama-lama." ucap Alan.


"Iyah Mamah hanya sebentar kok, lagian Adel sudah perjalanan pulang ke sini. Dia telat pulang karena ada ada tugas kelompok." ucap Mamah nya.


"Oohh ya udah mah, hati-hati." ucap Alan. Mamah nya pun pergi. Tidak beberapa lama mamah nya pergi mobil Adel masuk ke halaman rumah.


Alan langsung berbaring dan menarik selimut nya.


Adel masuk tanpa mengetuk pintu karena dia tau Mertua nya sudah pergi. Dia langsung ke kamar melihat keadaan suami nya.


"Kak.. Apa kakak masih sakit?" tanya Adel duduk di pinggir kasur menatap wajah suaminya.


"Humm saya masih sakit." ucap Alan dengan sangat lesu dan serak.


"Maafin aku pulang telat, aku ada tugas kelompok di sekolah." ucap Adel..Alan hanya diam saja.


"Ya udah kalau begitu aku bantu kakak lap Badan yah biar lebih enakan." ucap Adel.


Alan tidak menjawab, dia melihat Adel meletakkan Semua barang-barang nya di atas sofa dan menukar pakaian nya sebentar.


Tidak beberapa lama dia kembali membawa air untuk membersihkan badan Alan.


"Badan kakak kenapa masih panas yah, kalau seperti ini kakak harus berobat lagi ke dokter ." ucap Adel.


Adel menghela nafas panjang. "Kakak harus lebih banyak istirahat dan minum obat pasti sudah sembuh kok." ucap Adel.


"Atau jangan-jangan kakak tidak minum obat yah?" tanya Adel sambil melihat obat Suami nya.


"ini berkurang kok, itu arti nya kak Alan minum obat, aku tidak boleh berfikir yang tidak-tidak." ucap Adel.


"Sudah selesai kakak ganti baju dulu." ucap Adel kepada Alan.


Alan sudah selesai dia sudah berbaring dengan tenang di tempat tidur nya.


"Tunggu dulu. Kamu mau kemana?" tanya Alan.


"Aku mau keluar bantuin mamah masak untuk makan malam." ucap Adel.


"Tempat tidur saya sudah bau, tidak enak lagi tercium, sebaiknya kamu ganti dulu." ucap Alan.


"Tapi aku baru mengganti nya tadi malam kak." ucap Adel. "Saya sudah tidak nyaman memakai alas tempat tidur ini." ucap Alan.


"Ya udah kalau begitu aku akan mengganti nya." ucap Adel. Alan turun dari tempat tidur dan duduk di sofa. Dia melihat Adel menukar alas tempat tidur.

__ADS_1


Adel sebenarnya sudah sangat lelah sekali, dia belum ada istirahat sama sekali namun dia berusaha untuk kuat.


Setelah selesai Adel keluar meninggalkan Alan..


Di malam hari nya Adel sedang merapikan tempat tidur nya di lantai.


Alan hanya melihat saja dia tidak bertanya kenapa Adel tidur di lantai.


Namun saat membuang sampah dia kaget karena melihat banyak butir obat di dalam nya.


"Kakak tidak minum obat pagi dengan siang yah?" tanya Adel sambil menunjuk kan obat yang ada di tangan nya.


Alan menoleh ke arah Adel.


"Saya minum." ucap Alan.


"Lalu ini apa? Kakak membuang semua obat nya." ucap Adel.


Alan terdiam. "Sudah lah itu tidak bagus lagi, lagian saya sudah minum obat untuk malam ini." ucap Alan.


Adel langsung melihat obat Alan ternyata tidak berkurang. Adel menghela nafas panjang.


"Kakak mau sembuh atau enggak ? Kalau seperti ini kakak tidak akan sembuh dan selalu akan merepotkan aku dan dan juga mamah." ucap Adel.


"Hanya aku yang ingin kakak sembuh, bukan kakak yang ingin kakak sembuh. Sekarang terserah kakak saja deh aku tidak ingin memaksa kakak lagi." ucap Adel.


"Mau kakak sembuh atau tidak itu urusan kakak, aku sudah lelah tiga hari memikirkan kakak dan mengurus kakak." ucap Adel.


"Seharian aku tidak bisa tenang dan tidak bisa fokus belajar karena kakak, bahkan aku tidak sekolah, aku juga tidak tidur mengurus kakak." ucap Adel.


Alan hanya diam saja. "Terserah mau minum obat atau tidak, aku tidak akan perduli lagi." ucap Adel meletakkan obat dan langsung berbaring membelakangi Adel.


"Sa-saya minta maaf. Saya Tidak suka obat itu, saya bisa sembuh kalau tidak makan obat, saya sudah berusaha untuk makan, saya istirahat dan tidur di tempat tidur, saya juga sudah minum air putih banyak." ucap Alan.


"Tidak cukup hanya seperti itu saja, tetap saja kakak harus makan obat." ucap Adel.


"Saya tidak suka, saya tidak suka obat yang begitu pahit." ucap Alan. "Kakak bukan anak kecil lagi yang harus di bujuk dan di paksa untuk minum obat." ucap Adel.


Alan langsung terdiam. Beberapa menit tidak ada percakapan, Alan duduk sambil melihat ke arah Adel yang sudah diam, kelihatan sekali Adel marah.


Alan melihat obat yang ada di atas meja. Dia merasa bersalah akhirnya dia memutuskan untuk minum obat sendiri.


Dia meminum nya dan tiba-tiba batuk-batuk Untung saja obat tidak keluar.

__ADS_1


__ADS_2