
"Kawan-kawan ku setiap tahun melakukan nya, namun aku rasa keluarga ku tidak pernah mengingat nya. Kali ini kakak yang memberikan kejutan, aku sangat berterimakasih." ucap Adel.
"Apa yang kamu maksud teman kamu termasuk dengan Yoga? saya yakin dia sering memberikan kamu kado yang sangat romantis." ucap Alan.
Adel menghela nafas panjang.
"Yoga adalah sahabat ku, Wajar saja jika dia memberikan yang sangat Lebih." ucap Adel.
Alan menghela nafas panjang. "sudah jangan membahas itu, suapi saya makan kue ini." ucap Alan.
Adel mengangguk dia menyuapi Alan. Bergantian dengan Alan menyuapi Adel. Awalnya Adel tidak mau namun di paksa oleh Alan.
Alan dengan iseng mengotori pipi Adel dengan krim kue ulang tahun itu. Adel tidak terima dia membalas dan mereka berdua bercanda bergurau tidak ada kecanggungan.
Setelah selesai puas makan dan menikmati pantai di malam hari akhirnya dia memutuskan untuk kembali ke penginapan.
"Ini sudah jam berapa?" tanya Alan kepada Adel yang duduk di samping nya.
"Sekitar jam Sembilan malam." ucap Adel.
"Saya sudah sangat mengantuk dan sangat lelah sekali." ucap Alan.
Adel melihat tempat tidur nya.
"Apa kita akan tidur di sini berdua?" tanya Adel.
"Apa yang salah dengan itu?" tanya Alan.
Adel terdiam seperti berfikir terlebih dahulu.
"Kamu jangan berfikir yang aneh-aneh saya tidak akan melakukan hal yang kamu pikirkan." ucap Alan.
Adel Menatap wajah Alan.
"Baiklah kalau begitu." ucap Adel.
Karena sudah sangat lelah mereka berdua sangat cepat tidur. Namun tiba-tiba Alan terbangun karena mau ke kamar mandi.
Setelah kembali dari kamar mandi dia melepaskan celana dan juga pakaian nya Tampa sadar dan langsung naik ke kasur.
Kembali tidur dengan sangat pulas. Dia juga memeluk Adel karena berfikir Adel adalah bantal guling.
Adel merasa risih dia membuka mata nya dia sangat terkejut melihat Alan memeluk nya.
"Aaaaa!!!" Dia berteriak sekuat mungkin dan mendorong Alan.
"Alan membuka mata nya dia menatap wajah Adel.
"Ada apa? ini masih tengah malam, kenapa kamu berteriak seperti orang kesurupan." ucap Alan.
"Kenapa kakak tidak berpakaian? Kenapa kakak melewati pembatas?" tanya Alan.
__ADS_1
"Jangan berfikir buruk, saya sama sekali tidak sadar kenapa saya tidak berpakaian!" ucap Alan.
"Bohong! Itu hanya alasan kakak saja kan?" ucap Adel.
Alan menggeleng kan kepala nya.
"Sebaiknya aku tidur di bawah saja." ucap Adel.
Alan tiba-tiba menahan yang Adel.
Adel terdiam dia menoleh ke arah Alan.
"Ada apa lagi kak? Aku tidak mau lagi tidur di sini." ucap Adel.
Alan menarik tangan Adel lebih dekat ke arah nya.
"Bukan kah kamu sudah menjadi istri saya? Apa masalah besar kalau saya tidur seperti ini bersama istri saya?" tanya Alan.
Adel mau melepaskan tangan Alan namun Alan menahan tangan nya.
"Tidur lah dengan saya sebelum saya melakukan hal yang aneh-aneh kepada kamu." ucap Alan.
"Ma-maksud kakak?" tanya Adel.
"Saya kalau tidak sadar pasti Akan melakukan hal yang aneh-aneh." ucap Alan.
Adel menggeleng kan kepala nya.
"Aku mohon jangan kak, aku mohon jangan." ucap Adel.
"Lalu bagaimana dengan kakak? Apa kakak tidak akan memakai baju?" tanya Adel.
"Baiklah saya akan memasang nya." ucap Alan. namun Alan tiba-tiba menarik tangan Adel langsung berbaring di kasur.
Adel sudah sangat gugup. Alan mendekati wajah Adel.
"Kamu tau ketika saya bersama kamu semua nya momen seperti menyiksa saya." ucap Alan.
"Aku tidak mengerti dengan apa yang kakak maksud." ucap Adel.
Alan mengelus lengan Adel yang sangat lembut. Adel semakin gugup sekali.
"Saya sangat menginginkan kamu." ucap Alan.
"Menginginkan? Maksud kakak?" tanya Adel.
"Tidak perlu berpura-pura bodoh seperti itu, saya tau kalau kamu pasti mengerti." ucap Alan.
"Tapi aku masih sekolah Kak, aku juga tidak ingin ini menjadi penyesalan bagi ku. Karena aku tau kakak tidak akan mencintai aku." ucap Adel.
Alan tiba-tiba mencium bibir Adel. Adel sangat kaget sekali dia mencoba menutup Mulutnya namun Alan mengigit bibir Adel agar membuka mulutnya.
__ADS_1
"Aku mohon lepas kan aku kak, aku mohon." ucap Adel.
"Kamu tidak boleh menolak permintaan suami kalau kamu tidak ingin menjadi istri yang durhaka." ucap Alan.
Adel seketika langsung terdiam. Alan melanjutkan mencium bibir Adel.
"Kenapa kamu hanya diam saja Adel? Dorong dia!" batin Adel. Namun dia sangat membutuhkan belaian lembut dari Alan yang selama ini dia ingin kan.
Walaupun masih SMA dia sudah dewasa. Dia sudah mengerti dengan hal seperti itu dan sebagai istri nya dia harus memberikan nya agar menjadi istri seutuhnya.
Alan tiba-tiba melepaskan Bibir Adel.
Dia menatap wajah Adel.
"Apa kamu tidak berselera dengan saya?" tanya Alan. Adel bingung harus menjawab apa.
"Maksud kakak?" tanya Adel.
"Kenapa kamu tidak membalas ciuman saya?" tanya Alan. "A-aku tidak tau cara nya, karena sebelumnya aku tidak pernah melakukan nya." ucap Adel dengan sangat malu.
"Apa? Kamu tidak pernah melakukan nya? Kamu sudah mau tamat namun belum pernah merasakan ciuman?" tanya Alan.
Adel menggeleng kan kepala nya.
"Jadi dengan saya adalah ciuman pertama kamu?" tanya Alan. Adel dengan malu-malu mengangguk.
Alan tersenyum melihat itu.
"kenapa kakak tersenyum? Justru kakak senang karena mendapat kan istri yang seperti aku." ucap Adel.
"Saya harus mengajari kamu mulai dari nol, kamu tidak berpengalaman." ucap Alan. Adel jadi sangat malu sekali.
"Ketika saya mau mencium kamu harus membalas ciuman saya." ucap Alan. Adel menggeleng kan kepala nya.
"Aku tidak mau, aku tidak ingin tau." ucap Adel.
"Kamu harus tau. Itu adalah cara kamu memanjakan suami kamu sendiri." ucap Alan.
Adel menggeleng kan kepala nya. Alan langsung memegang leher Adel dan mencium bibir nya dengan sangat ganas sekali.
Adel mencoba berontak namun semua nya sia-sia. Alan membuka baju Adel dengan sangat mudah.
"Ada apa dengan kakak? aku mohon jangan lakukan itu, aku belum siap." ucap Adel.
"Saya meminum alkohol terlalu banyak tadi. Kamu harus tanggung jawab." ucap Alan.
"Kakak yang salah karena meminum banyak alkohol." ucap Adel sambil terus menahan baju nya agar tidak terbuka.
Alan sudah terdengar sangat berat sekali.
Dia menatap Adel seperti menatap makanan.
__ADS_1
"Aku mohon Sadar lah kak, aku bukan lah Riska, aku bukan perempuan murahan." ucap Adel.
"Adel... Kamu adalah istri saya, kenapa kamu berfikir seperti itu. Saya seperti ini karena itu kamu." ucap Alan.